Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 24 Mei 2016 12:18
Jaksa Segera Tetapkan Tersangka Mark-up Anggaran Universitas KM Selatpanjang

Selasa, 24 Mei 2016 11:51
Polisi dan Jaksa Kalah di Sidang, Hakim Perintahkan Herman Datuk Dibebaskan

Selasa, 24 Mei 2016 11:37
Pejabat KKP RI Hadir di Tanah Merah,
Pemkab Inhil Dukung Sosialisasi Join Riau-Jambi Kelola Potensi Perikanan


Selasa, 24 Mei 2016 11:34
Sidang Karlahut, Jikalahari Harap Hakim Vonis PT JJP Bayar Ganti Rugi Rp570 Miliar

Selasa, 24 Mei 2016 10:42
MUI Apresiasi Kinerja Kejari Bagansiapiapi

Selasa, 24 Mei 2016 10:26
BPT-PM Pekanbaru Pastikan Hotel Royal Asnof Beroperasi Tanpa Izin

Selasa, 24 Mei 2016 10:21
Kemudahan dari Pemko Pekanbaru, Bayi Lahir Langsung Dapat Akte Gratis



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 14 Mei 2012 13:00
Penyitaan Dua Alat Berat oleh Dishut,
Pemeriksaan Asung Diwarnai Ricuh Wartawan-Pengacara


Tersangka perambahan liar di Asun diperiksa PPNS Dinas Pehutanan Riau. Sempat terjadi kericuhan antara wartawan dengan pengacara tersangka.

Riauterkini-PEKANBARU-Wismar Arianto SH selaku kuasa hukum Asun (50), pemilik dua unit alat berat atau eskavator yang ditangkap petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan (Dishut) Riau di Desa Usup, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) beberapa waktu lalu, ricuh dengan sejumlah wartawan yang mengabadikan foto kliennya. Karena Wismar melakukan pengusiran kepada wartawan dan berusaha menghalang halangi wartawan. Akibatnya salah satu kamera wartawan sedikit mengalami kerusakan. Padahal sejumlah awak media yang melakukan pemotretan terhadap Asun itu, sudah direstui Kasi Operasi Polhut Riau, Zaelani, selaku penyidik yang memeriksa Asun. Kejadian Senin (14/5/12) pukul 10.30 WIB di Markas Polisi Kehutanan (Polhut) Riau Jalan Dahlia, Kecamatan Sukajadi itu, beruntung kejadian itu terlalu meruncing. Karena setelah ditenggarai pihak Polhut, Wismar langsung minta maaf. Hingga berita ini diturunkan, Asun Pemilik PT Kurnia Subur (KS), masih diperiksa penyidik Polhut. Seperti diketahui, Asun diperiksa terkait penggalian dan penambangan batuan Andesit di kawasan hutan lindung di Desa Usup, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). 2 unit alat berat miliknya juga disita. Atas kegiatan penambangan itu, Asun dijerat dengan pasal 50 huruf (g) dan jo pasal 78 ayat 6, 9, 14, 15 UU No.SW tahun 1999 tentang kehutanan junto pasal 55 KUHP***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Jaksa Segera Tetapkan Tersangka Mark-up Anggaran Universitas KM Selatpanjang
- Polisi dan Jaksa Kalah di Sidang, Hakim Perintahkan Herman Datuk Dibebaskan
- Sidang Karlahut, Jikalahari Harap Hakim Vonis PT JJP Bayar Ganti Rugi Rp570 Miliar
- MUI Apresiasi Kinerja Kejari Bagansiapiapi
- BPT-PM Pekanbaru Pastikan Hotel Royal Asnof Beroperasi Tanpa Izin
- Eksekutor Diduga Oknum TNI,
Tiga Terduga Penembak Satpam PT Arara Abadi Hingga Tewas Ditangkap

- Fasilitas Minim, Kepala Rutan Rengat Curhat pada Bupati Inhu


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.224.191.71
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com