Untitled Document
Senin, 20 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 21 April 2014 19:41
Cegah Pelecehan Seksual terhadap Anak-anak,
Pemko Instruksikan Disdik Buat Edaran


Senin, 21 April 2014 19:31
Besok, 3 Pelajar SMA Sederajat Ikuti UN Susulan di Dumai

Senin, 21 April 2014 19:29
Saksi Parpol Kecam Sikap Ketua KPU Dumai,
Ketua PPK Medang Kampai Akui Kesalahan


Senin, 21 April 2014 18:18
Raja M Zein Tutup Usia Disaat Anaknya Resmi Jabat Karo Humas Pemprov Riau

Senin, 21 April 2014 18:16
Pleno KPU Kembali Diskor, Ketua PPK Bonaidarussalam Mengaku Diintimidasi

Senin, 21 April 2014 18:14
KPU Rekom Pecat Petugas Pemilu Terbukti Curang

Senin, 21 April 2014 18:13
Pemuda di Tandun Rohul Ditemukan Tewas Tergantung



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 14 Mei 2012 13:00
Penyitaan Dua Alat Berat oleh Dishut,
Pemeriksaan Asung Diwarnai Ricuh Wartawan-Pengacara


Tersangka perambahan liar di Asun diperiksa PPNS Dinas Pehutanan Riau. Sempat terjadi kericuhan antara wartawan dengan pengacara tersangka.

Riauterkini-PEKANBARU-Wismar Arianto SH selaku kuasa hukum Asun (50), pemilik dua unit alat berat atau eskavator yang ditangkap petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan (Dishut) Riau di Desa Usup, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) beberapa waktu lalu, ricuh dengan sejumlah wartawan yang mengabadikan foto kliennya. Karena Wismar melakukan pengusiran kepada wartawan dan berusaha menghalang halangi wartawan. Akibatnya salah satu kamera wartawan sedikit mengalami kerusakan. Padahal sejumlah awak media yang melakukan pemotretan terhadap Asun itu, sudah direstui Kasi Operasi Polhut Riau, Zaelani, selaku penyidik yang memeriksa Asun. Kejadian Senin (14/5/12) pukul 10.30 WIB di Markas Polisi Kehutanan (Polhut) Riau Jalan Dahlia, Kecamatan Sukajadi itu, beruntung kejadian itu terlalu meruncing. Karena setelah ditenggarai pihak Polhut, Wismar langsung minta maaf. Hingga berita ini diturunkan, Asun Pemilik PT Kurnia Subur (KS), masih diperiksa penyidik Polhut. Seperti diketahui, Asun diperiksa terkait penggalian dan penambangan batuan Andesit di kawasan hutan lindung di Desa Usup, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). 2 unit alat berat miliknya juga disita. Atas kegiatan penambangan itu, Asun dijerat dengan pasal 50 huruf (g) dan jo pasal 78 ayat 6, 9, 14, 15 UU No.SW tahun 1999 tentang kehutanan junto pasal 55 KUHP***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Pemuda di Tandun Rohul Ditemukan Tewas Tergantung
- Asisten I Minta Kos-kosan 70 Pintu di Jalan Puyuh Segera Dibongkar
- Palsukan Cek Perjalanan Dinas,
Staf Setwan DPRD Kampar Dituntut 6,5 Tahun Penjara

- Gondol Rp259 Juta,
Dua ATM BRI di Dua Lokasi Berbeda Digasak Maling

- Kapolres Meranti Ajak Pemuda Siapkan Diri Jadi Taruna Akpol
- Penyebab Kebakaran Kantor Bupati Inhil Tunggu Hasil Uji Puslabfor Polri
- Lili tak Terselamatkan, Korban Carry Maut di Kampar jadi Empat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.205.160.82
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com