Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 9 Pebruari 2016 22:38
Hasil Reses Tak Terakomodir, Komisi B DPRD Riau Undang Hearing Kemendagri

Selasa, 9 Pebruari 2016 22:19
Sekdakab Kampar Lantik Dirut PD BPR Sarimadu

Selasa, 9 Pebruari 2016 22:12
Konflik Internal, Dewan Sayangkan Aksi Mogok Mengajar Guru Yayasan Cendana

Selasa, 9 Pebruari 2016 21:57
Antisipasi dan Cegah Karhutla, Desa Wonosari, Bengkalis Pilot Project Blocking Canal

Selasa, 9 Pebruari 2016 20:43
Pelatikan Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis Terpilih Dipastikan 17 Februari

Selasa, 9 Pebruari 2016 20:21
PMI Kampar Bantu Korban Banjir di Air Tiris

Selasa, 9 Pebruari 2016 19:48
Bupati Rohil Janji Bangun Kembali Pustu Terbakar di Palika



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 14 Mei 2012 13:00
Penyitaan Dua Alat Berat oleh Dishut,
Pemeriksaan Asung Diwarnai Ricuh Wartawan-Pengacara


Tersangka perambahan liar di Asun diperiksa PPNS Dinas Pehutanan Riau. Sempat terjadi kericuhan antara wartawan dengan pengacara tersangka.

Riauterkini-PEKANBARU-Wismar Arianto SH selaku kuasa hukum Asun (50), pemilik dua unit alat berat atau eskavator yang ditangkap petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan (Dishut) Riau di Desa Usup, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) beberapa waktu lalu, ricuh dengan sejumlah wartawan yang mengabadikan foto kliennya. Karena Wismar melakukan pengusiran kepada wartawan dan berusaha menghalang halangi wartawan. Akibatnya salah satu kamera wartawan sedikit mengalami kerusakan. Padahal sejumlah awak media yang melakukan pemotretan terhadap Asun itu, sudah direstui Kasi Operasi Polhut Riau, Zaelani, selaku penyidik yang memeriksa Asun. Kejadian Senin (14/5/12) pukul 10.30 WIB di Markas Polisi Kehutanan (Polhut) Riau Jalan Dahlia, Kecamatan Sukajadi itu, beruntung kejadian itu terlalu meruncing. Karena setelah ditenggarai pihak Polhut, Wismar langsung minta maaf. Hingga berita ini diturunkan, Asun Pemilik PT Kurnia Subur (KS), masih diperiksa penyidik Polhut. Seperti diketahui, Asun diperiksa terkait penggalian dan penambangan batuan Andesit di kawasan hutan lindung di Desa Usup, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). 2 unit alat berat miliknya juga disita. Atas kegiatan penambangan itu, Asun dijerat dengan pasal 50 huruf (g) dan jo pasal 78 ayat 6, 9, 14, 15 UU No.SW tahun 1999 tentang kehutanan junto pasal 55 KUHP***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Ditinggal Kosong, Puskesmas Pembantu di Palika, Rohil Terbakar
- Polres Dumai Gulung Tiga Pengedar Sabu-sabu
- Ruko Kedai Kopi LEO Dumai Hangus Terbakar
- Minimalisir Peredaran Narkoba,
Polisi Patroli Rutin di Jalan Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam Pekanbaru

- Tenggelam Saat Renang,
Polisi Belum Simpulkan Penyebab Siswi SMPN 3 Dumai Tewas

- Siswi SMPN 3 Dumai Tewas di Kolam Renang,
Pertamina Dumai dan Guru Pembimbing Harus Dapat Sanksi

- Mario Ambarita Penyusup Pesawat di Bandara SSK II Pekanbaru Jalani Sidang


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.17.117.221
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com