Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 28 September 2016 23:10
Masa Kerja Pansus Berkahir,
Draf Tertib Pemilihan Wagubri Dipastikan Kelar Malam Ini


Rabu, 28 September 2016 22:27
Pekerja PT. MAS Ditemukan Tewas di Kamar Perumahan Karyawan

Rabu, 28 September 2016 21:50
Pilkada Serentak 2017, Mendagri Ajak Masyarakat Lawan Praktek Politik Uang

Rabu, 28 September 2016 21:48
Turnamen Pangkalan Lesung 2016,
PS Bintang Muda Sorek I, Pelalawan Berhasil Menjadi Champion


Rabu, 28 September 2016 21:45
Gubri Minta Pemko Dumai Manfaatkan Aset Pemprov Demi Hasilkan PAD

Rabu, 28 September 2016 21:42
Bank Riau Siap Laksanakan Kick Off Penukaran Uang

Rabu, 28 September 2016 21:39
Estimasi Rp126 Miliar,
Konsultan Ekspos Jembatan Siak IV Besok




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 14 Mei 2012 13:00
Penyitaan Dua Alat Berat oleh Dishut,
Pemeriksaan Asung Diwarnai Ricuh Wartawan-Pengacara


Tersangka perambahan liar di Asun diperiksa PPNS Dinas Pehutanan Riau. Sempat terjadi kericuhan antara wartawan dengan pengacara tersangka.

Riauterkini-PEKANBARU-Wismar Arianto SH selaku kuasa hukum Asun (50), pemilik dua unit alat berat atau eskavator yang ditangkap petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan (Dishut) Riau di Desa Usup, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) beberapa waktu lalu, ricuh dengan sejumlah wartawan yang mengabadikan foto kliennya. Karena Wismar melakukan pengusiran kepada wartawan dan berusaha menghalang halangi wartawan. Akibatnya salah satu kamera wartawan sedikit mengalami kerusakan. Padahal sejumlah awak media yang melakukan pemotretan terhadap Asun itu, sudah direstui Kasi Operasi Polhut Riau, Zaelani, selaku penyidik yang memeriksa Asun. Kejadian Senin (14/5/12) pukul 10.30 WIB di Markas Polisi Kehutanan (Polhut) Riau Jalan Dahlia, Kecamatan Sukajadi itu, beruntung kejadian itu terlalu meruncing. Karena setelah ditenggarai pihak Polhut, Wismar langsung minta maaf. Hingga berita ini diturunkan, Asun Pemilik PT Kurnia Subur (KS), masih diperiksa penyidik Polhut. Seperti diketahui, Asun diperiksa terkait penggalian dan penambangan batuan Andesit di kawasan hutan lindung di Desa Usup, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). 2 unit alat berat miliknya juga disita. Atas kegiatan penambangan itu, Asun dijerat dengan pasal 50 huruf (g) dan jo pasal 78 ayat 6, 9, 14, 15 UU No.SW tahun 1999 tentang kehutanan junto pasal 55 KUHP***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Pekerja PT. MAS Ditemukan Tewas di Kamar Perumahan Karyawan
- Polres Dumai Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan Sawi
- Tewas Disambar Taksi,
Polisi Sebut Kecelakaan Maut di KH Nasution Akibat Korban Tidak Hati-hati

- Pasca Tragedi Meranti Berdarah,
Malam ini Masyarakat Gelar Dialog dengan KontraS dan Polda Riau

- Geledah Rumah Mewah Wella di Rumbai, Polisi Temukan Buku Tabungan Rp3 Miliar
- Terkait SK Honorer Bodong,
Asisten III Setdakab Rohul Diperiksa Sekira 3 Jam, Sekdakab Rohul Menyusul

- Terpental Disambar Taksi, Pengendara Motor di Jalan KH Nasution Pekanbaru Tewas di Tempat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.110.143
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com