|
|
|
Selasa, 8 Mei 2012 10:29 Bentrok Berdarah di Kampar, Peluru dan Senjata Api Masih Misterius
Sejumlah pihak telah diperiksa terkait bentrok berdarah di Tapung Hulu, Kampar. Namun belum ada titik terang terkait siapa yang menggunakan senjata api.
Riauterkini-PEKANBARU- Kapolres Kampar AKBP Trio Santoso mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya belum mendapat bukti atau keterangan kuat terkait siapa yang menggunakan senjata api, dalam bentrok antara warga dengan karyawan PT Riau Agung karya Abadi (RAKA) di Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu kemarin.
"Kami belum bisa menyimpulkan apapun terkait penggunaan senjata api dalam kasus kemarin. Baik dugaan jenis senjata api maupun siapa yang menggunakannnya," ujarnya saat dihubungi riauterkini, Selasa (8/5/12). Saat ini Kapolres mengaku masih berada di lokasi.
Dijelaskan Kapolres, dari olah tempat kejadian perkara, petugas tak mendapatkan bukti penting yang diharap. Tidak ditemukan selongsong peluru, terlebih senjata api yang digunakan pelaku. "Kami hanya menemukan logam yang diduga proyektil peluru, tetapi untuk memastikan harus dilakukan uji laboratorium terlebih dahulu," tukasnya.
Untuk mengungkap siapa pelaku penembakkan terhadap tujuh karyawan PT RAKA, Kapolres mengatakan telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, baik terhadap korban tembak, maupun kepada sejumlah masyarakat.
Sementara itu, mengenai kondisi di lapangan, Kapolres menyebutkan situasi sudah kondusif dan aparat terus melakukan penjagaan. "Kami dibantu Satuan Brimob Polda Riau terus melakukan pengamanan," tegasnya.
Terkait kronologis bentrok berdarah kemarin siang tersebut, Kapolres menuturkan, bahwa dua kelompok massa, karyawan yang dibantu PAM Swakarsa dari Laskar Merah Putih dan Kelompok Harianja dengan massa warga tak sempat bertemu secara fisik.
"Mereka terpisahkan parit. Jadi tak ada pertemuan dua kelompok. Saling lempar saja, lalu tiba-tiba ada tembakan yang mengenai pekerja," demikian penjelasannya.***(mad)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
Leo Handoko Pak kalau berbicara yang bermartabat sedikit. jangan asal tuduh. atau mau menyudutkan salah satu suku. benar dan salah bapak kemungkinan di lapangan lebih tahu. dan tegakkan lah mana yang benar dan mana yang salah. kalau orang kaya salah yah akan kita salahkan. kalau orang yang kurang beruntung salah atau miskin harus kita salahkan.
jangan beragumen berat sebelah. dan jangan memprokasi. lihatlah kebenaran yang benar. dan saya harap pemuka masyarakat dapat melihat mana yang yang menjadi milik orang. dan apa yang telah di perjuangkan.
Karena saya yakin semua agama akan mengajarkan bagai mana menghormati dan mengakui hak orang lain. karena saya juga yakin dalam salah agama juga mengajarkan kejujuran untuk berdagang. baik kualitas maupun timbangan. (MASALAH REGAL DAN IREGAL HANYA MASALAH HUKUM. TAPI UNTUK BERDAGANG HARUS TETAP JUJUR) Bila tidak jujur maka terimalah petaka kebangkrutan. seberapa besar usaha akan sia-sia.
Saya harap melalui tulisan ini semua yang membaca dapat merubah menSet dalam perdaganagn.
SALAM SEJATERAH UNTUK SEMUA.
Leo Handoko Pak kalau berbicara yang bermartabat sedikit. jangan asal tuduh. atau mau menyudutkan salah satu suku. benar dan salah bapak kemungkinan di lapangan lebih tahu. dan tegakkan lah mana yang benar dan mana yang salah. kalau orang kaya salah yah akan kita salahkan. kalau orang yang kurang beruntung salah atau miskin harus kita salahkan.
jangan beragumen berat sebelah. dan jangan memprokasi. lihatlah kebenaran yang benar. dan saya harap pemuka masyarakat dapat melihat mana yang yang menjadi milik orang. dan apa yang telah di perjuangkan.
Karena saya yakin semua agama akan mengajarkan bagai mana menghormati dan mengakui hak orang lain. karena saya juga yakin dalam salah agama juga mengajarkan kejujuran untuk berdagang. baik kualitas maupun timbangan. (MASALAH REGAL DAN IREGAL HANYA MASALAH HUKUM. TAPI UNTUK BERDAGANG HARUS TETAP JUJUR) Bila tidak jujur maka terimalah petaka kebangkrutan. seberapa besar usaha akan sia-sia.
Saya harap melalui tulisan ini semua yang membaca dapat merubah menSet dalam perdaganagn.
SALAM SEJATERAH UNTUK SEMUA.
Malaikat Bermata Enam PT Raka itu seharusnya Yang engkang dari Tapung tuh.., Masa ia,tanah ulayat dibilang milik dia. Parahnya lagi, pmeiliknya adalah orang China.. Dan cina otaknya taulah.. Kalau usahanya lancar siap bayar orang bagak.. Masyarakat jadi korban.. Pak Bupati harus berikan kesejahteraan untuk masyarakat... Anggota dewan hanya Nongkrong saja tuh di DPRD.. Maju broo bersama rakyat...Usir China di NKRI..Yahudi kejam tuh..
|
|