Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 27 Mei 2018 22:29
Prosesi Pelantikan Hingga Sahur,
Yayasan Matankari Fokus Percepatan Pembangunan Balai Adat Andiko dan Museum


Ahad, 27 Mei 2018 22:19
Terpilih Defenitif, Rinaldi Resmi Pimpin Kepengurusan DPW PSI Riau

Ahad, 27 Mei 2018 22:11
Safari Ramadhan,
Legislator Pekanbaru Ini Gelar Bukber dengan Jamaah Masjid Al Hasan, Tampan


Ahad, 27 Mei 2018 21:36
Buka Puasa Bersama LBDH,
Warga Parit 13: Wardan Sangat Responsif dengan Aspirasi Kami


Ahad, 27 Mei 2018 21:32
T Zulmizan: Masyarakat 11 Kabupaten/Kota di Riau Iri dengan Siak

Ahad, 27 Mei 2018 21:25
Gelar Baksos, IKA SMP GB 95 Duri Berbagi Takjil ke Warga dan Panti Asuhan

Ahad, 27 Mei 2018 20:58
Gerebek Warung di Surau Gading,
5 Penjudi Song di Rambah Samo Diciduk Tim Buser Polres Rohul


Ahad, 27 Mei 2018 20:43
Survei Firdaus-Rusli Teratas,
Azis Zaenal Minta Kader PPP Kawal Hingga Hari Pencoblosan


Ahad, 27 Mei 2018 20:34
5000-an Buruh Ivo Mas Tunggal di Kandis Siap Menangkan Cagubri Syam-Edy

Ahad, 27 Mei 2018 20:30
Dukungan Terhadap Firdaus-Rusli Menguat di Rohul

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 7 Mei 2012 16:49
Suap PON Riau,
KPK Segera Naikan Status Gubri jadi Tersangka


KPK dikabarkan telah mendapat bukti kuat keterlibat Gubri M Rusli Zainal dalam kasus suap PON Riau. Dalam waktu dekat statusnya dinaikan, dari saksi menjadi tersangka.

Riauterkini-JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera meningkatkan status Gubernur Riau (Gubri) Rusli Zainal dari saksi menjadi tersangka dalam kasus suap penyelenggaraan PON XVIII di Riau. Peningkatan status tersebut akan dilakukan sebelum penyidik KPK melakukan pelimpahan berkas perkara empat tersangka ke tahap penuntutan untuk segea di sidangkan di PN Tipikor Jakarta.

"Sebelum dakwaan akan ada peningkatan status gubernur Riau dari saksi menjadi tersangka. Jadi ibaratnya tinggal menghitung hari saja, karena posisi gubernur Riau sudah jelas dalam kasus ini," kata salah atu pejabat penting di KPK di Jakarta, Senin (7/5/12).

Menurut dia, KPK menemukan keterlibatan bukti Gubri dalam kasus suap penyelenggaraan PON. Gubri dinilai sebagai pihak yang memerintahkan adanya penyuapan kepada Anggota DPRD Riau sebesar Rp 1,8 miliar. "KPK punya bukti untuk menjerat gubernur Riau," katanya.

Modus kasus penyuapan yang dilakukan kepala daerah seperti yang terjadi kasus PON Riau, kata penjabat KPK itu, sudah pernah ditangani KPK yang melibatkan Walikota Semarang Sumarmo Hadi Saputro dan wakilnya Hendrar Prihardi Semarang (Jawa Tengah) dan Bupati Seluma Murman Effendi (Bengkulu). "Kasusnya sama seperti Walikota Semarang dan Wakilnya, serta Bupati Seluma. Mereka semua kena jerat, kasus PON Riau mirip-mirip dengan kasus tersebut maka kepala daerahnya (gubernur Riau) kita jerat juga," katanya.

Gubri, kata pejabat KPK itu, akan dijerat dengan di jerat dengan pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan hukuman penjara paling lama 5 tahun. "Pasal yang kita sangkakan juga sama karena menyangkut pembahasan APBD. Kepala daerah jelas-jelas terlibat," katanya.

Seperti diketahui, pada 4 April lalu, KPK menahan empat tersangka diduga menerima suap terkait pembahasan dana untuk penyelenggaraan PON Riau. Keempat tersangka itu, adalah di antaranya adalah anggota DPRD Riau, yaitu M Faisal Aswan dan Muh Dunir. Sedangkan dua tersangka lainnya adalah Rahmat Saputra (karyawan PT Pembangunan Perumahan) dan Dharma Putra (pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Riau).

Dalam kasus ini, KPK juga sudah memasukkan Gubri Rusli Zainal ke dalam daftar cegah di Imigrasi bersama dengan mantan Kadispora Riau Lukmman Abbas. Selama enam bulan ke depan sejak pertengahan April lalu, Rusli Zainal dilarang bepergian ke luar negeri.

Jika dlihat dari tanggal penahanan keempat tersangka itu, diperkirakan pelimpahan surat dakwaan keempat tersangka akan dilakukan pada Juli 2012. Bersamaan dengan pelimpahan surat dakwaan itu, KPK akan meningkatkan status Gubri Rusli Zainal dan mantan Kadispora Riau Lukman Abbas yang telah dilakukan pencekalan itu, dari saksi menjadi tersangka. ***(ira)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Gerebek Warung di Surau Gading,
5 Penjudi Song di Rambah Samo Diciduk Tim Buser Polres Rohul

- Merasa Dikriminalisasi, Personel Polres Meranti Ini 'Bernyanyi'
- Polsek Dumai Kota Tangkap Seorang Pengedar Sabu
- Kabur Saat Sidang, Terdakwah Maling Sarang Walet Tertangkap
- Edarkan Shabu di Pinggir, Bengkalis,
Sepasang Pria dan Wanita Dicokok Polisi dalam Kamar Hotel

- Rampok Sadis Bunuh Warga Jl Tuah Karya Panam, Pekanbaru
- Lanal Dumai Amankan Kapal Angkut 700 Ballpres Ilegal Asal Malaysia
- Dua Nama Toke Besar di Sei Pakning Disebut-sebut pada Sidang Kasus Trenggiling
- Polsek Kepenuhan Turut Ciduk Juru Tulis Judi Togel
- Bawa Sabu, 2 Warga Rambah Diciduk Satres Narkoba Polres Rohul dari 2 Lokasi
- ‎Judi Domino, Seorang Warga Kepenuhan Baru Ditangkap Polisi Rohul dan 3 Lainnya Kabur
- Korban Tenggelam di Sungai Rokan Desa Muara Dilam Mengalami Gangguan Jiwa
- Kamis Depan, Perkara Korupsi Proyek RTH Jilid II Disidangkan
- Miliki Sabu-sabu dalam LP,
Baru Bebas, Napi LP Bangkinang Ini Kembali Ditangkap

- Tahanan Kejari Pekanbaru Kabur Usai Sidang
- Polda Riau Ungkap Dua Kasus Narkoba 41 Kilogram Sabu 44000 Butir Ekstasi
- Ikut Edar Sabu, Oknum Satpol PP Rohul dan Tetangganya Ditangkap
- Razia, Satpol PP Pekanbaru Dapti Tempat Hiburan Buka di Malam Ramadhan
- 3 Penjudi Diciduk Polsek Tambusai, Seorang Tersangka Ketahuan Bawa Sabu
- Kredit Motor Pakai KTP Palsu, Seorang Warga Tapung Ditangkap Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com