Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 16 Desember 2017 05:40
Ratusan Triliun Disumbangkan ke Negara, Apkasindo Dorong Riau Rebut DBH CPO

Jum’at, 15 Desember 2017 20:14
Kades Sudah tidak Beraktivitas,
Plt Bupati Rohul Janji Selesaikan Sengketa Lima Desa


Jum’at, 15 Desember 2017 18:41
Gubri dan Kasad Hadiri Puncak Peringatan HJK TNI AD ke-72

Jum’at, 15 Desember 2017 16:58
Ahad, Ayo Makan Ikan di Lapangan Tugu Bengkalis

Jum’at, 15 Desember 2017 16:54
BC Bengkalis Naik Tingkat dari Pratama ke Madya

Jum’at, 15 Desember 2017 16:16
Idana, Penyandang Disabilitas Asal Rohul Terima Kaki Palsu di Hari Juang Kartika

Jum’at, 15 Desember 2017 16:09
Daftar XL Prioritas di Penghujung 2017, Nikmati Diskon 50 Persen SEpanjang 2018

Jum’at, 15 Desember 2017 15:55
Lakukan Perampokan dan Pencabulan, Pengangguran di Duri Ini Dicokok Polisi

Jum’at, 15 Desember 2017 15:49
Tanoto Foundation dan RAPP Gelar Kampanye Membaca di Dua Kabupaten

Jum’at, 15 Desember 2017 15:14
Legislator DPRD Riau Ini Mediasi Warga Tapung Pencela Ustadz Abdul Somad

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Senin, 7 Mei 2012 16:49
Suap PON Riau,
KPK Segera Naikan Status Gubri jadi Tersangka


KPK dikabarkan telah mendapat bukti kuat keterlibat Gubri M Rusli Zainal dalam kasus suap PON Riau. Dalam waktu dekat statusnya dinaikan, dari saksi menjadi tersangka.

Riauterkini-JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan segera meningkatkan status Gubernur Riau (Gubri) Rusli Zainal dari saksi menjadi tersangka dalam kasus suap penyelenggaraan PON XVIII di Riau. Peningkatan status tersebut akan dilakukan sebelum penyidik KPK melakukan pelimpahan berkas perkara empat tersangka ke tahap penuntutan untuk segea di sidangkan di PN Tipikor Jakarta.

"Sebelum dakwaan akan ada peningkatan status gubernur Riau dari saksi menjadi tersangka. Jadi ibaratnya tinggal menghitung hari saja, karena posisi gubernur Riau sudah jelas dalam kasus ini," kata salah atu pejabat penting di KPK di Jakarta, Senin (7/5/12).

Menurut dia, KPK menemukan keterlibatan bukti Gubri dalam kasus suap penyelenggaraan PON. Gubri dinilai sebagai pihak yang memerintahkan adanya penyuapan kepada Anggota DPRD Riau sebesar Rp 1,8 miliar. "KPK punya bukti untuk menjerat gubernur Riau," katanya.

Modus kasus penyuapan yang dilakukan kepala daerah seperti yang terjadi kasus PON Riau, kata penjabat KPK itu, sudah pernah ditangani KPK yang melibatkan Walikota Semarang Sumarmo Hadi Saputro dan wakilnya Hendrar Prihardi Semarang (Jawa Tengah) dan Bupati Seluma Murman Effendi (Bengkulu). "Kasusnya sama seperti Walikota Semarang dan Wakilnya, serta Bupati Seluma. Mereka semua kena jerat, kasus PON Riau mirip-mirip dengan kasus tersebut maka kepala daerahnya (gubernur Riau) kita jerat juga," katanya.

Gubri, kata pejabat KPK itu, akan dijerat dengan di jerat dengan pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dengan hukuman penjara paling lama 5 tahun. "Pasal yang kita sangkakan juga sama karena menyangkut pembahasan APBD. Kepala daerah jelas-jelas terlibat," katanya.

Seperti diketahui, pada 4 April lalu, KPK menahan empat tersangka diduga menerima suap terkait pembahasan dana untuk penyelenggaraan PON Riau. Keempat tersangka itu, adalah di antaranya adalah anggota DPRD Riau, yaitu M Faisal Aswan dan Muh Dunir. Sedangkan dua tersangka lainnya adalah Rahmat Saputra (karyawan PT Pembangunan Perumahan) dan Dharma Putra (pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Riau).

Dalam kasus ini, KPK juga sudah memasukkan Gubri Rusli Zainal ke dalam daftar cegah di Imigrasi bersama dengan mantan Kadispora Riau Lukmman Abbas. Selama enam bulan ke depan sejak pertengahan April lalu, Rusli Zainal dilarang bepergian ke luar negeri.

Jika dlihat dari tanggal penahanan keempat tersangka itu, diperkirakan pelimpahan surat dakwaan keempat tersangka akan dilakukan pada Juli 2012. Bersamaan dengan pelimpahan surat dakwaan itu, KPK akan meningkatkan status Gubri Rusli Zainal dan mantan Kadispora Riau Lukman Abbas yang telah dilakukan pencekalan itu, dari saksi menjadi tersangka. ***(ira)



Berita Hukum lainnya..........
- Lakukan Perampokan dan Pencabulan, Pengangguran di Duri Ini Dicokok Polisi
- Terdakwa Korupsi Dana Anggaran Bappeda Rohil Minta Keringanan Hukuman, JPU Tetap Pada Dakwaan
- Polsek Kateman Tangkap Terduga Pelaku Perampokan
- Mayat Dalam.Sumur Ditemukan Warga Hendak Wudhu di Duri
-
- Kalap Temannya Kehilangan Anjing, Simatupang Menusuk 8 Orang di Kandis
- Hakim PN Bengkalis Vonis Mati Bandar Sabu 40 Kg
- Korupsi Dermaga Sungai Tohor Barat,
Kejari Kepulauan Meranti Tetapkan 4 Tersangka

- Belum Siap, Jaksa Batal Tuntut Pegawai Rutan Terjerat Pungli
- Korupsi ADD, Seorang Mantan Kades di Rohil Divonis 4 Tahun Penjara
- Buntut Pemanggilan Kejari,
Rekanan Sebut Oknum PPK Disdik Pelalawan Minta 'Setoran'

- Polda Riau Musnahkan 17 Kg Sabu dari 7 Tersangka
- Nistakan Islam di Facebook, P Hutahean Dilaporkan ke Polsek Minas
- Anggota DPRD Pelalawan Dukung Kejari Tangkap Petinggi PT Adei
- Keluarga Histeris,  Hakim PN Siak Vonis Mati Dua terdakwa Narkotika Lintas Negara
- Tersangka Terima Upah Rp4 Juta,
Polisi Tangkap Dua Kurir Sabu 10 Kg di Siakkecil, Bengkalis

- Korupsi RTH, Pendemo Desak Kejati Periksa Gubernur Riau
- Dua Terdakwa Narkotika Divonis Mati Hakim PN Siak
- Dugaan Pungli Proyek, Seorang Kasi di Disdik Pelalawan Diperiksa Kejari
- Setahun Berlalu, Eksekusi Petinggi PT Adei Plantation Tak Kunjung Terlaksana


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.90.92.204
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com