Untitled Document
Kamis, 13 Rajab 1434 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 22 Mei 2013 19:59
Perbaikan Barakhir, KPU Dumai Masih Temukan DCS Bermasalah

Rabu, 22 Mei 2013 19:57
Wabup Inhu Intruksikan BLH Pantau Aktifitas PETI

Rabu, 22 Mei 2013 19:32
Mogok Buruh TKBM Usai, KSOP Dumai Bentuk Tim Penyesuai Tarif

Rabu, 22 Mei 2013 19:29
Polres Rohul Diminta Maksimal Cegah Geng Motor

Rabu, 22 Mei 2013 19:17
Tahap II dari Polres,
Kejari Siak Tahan Tersangka Korupsi Disparsenibudpora


Rabu, 22 Mei 2013 19:12
Rapat Evaluasi PAD Pekanbaru,
Satu daru Tiga SKPD Belum Capai target


Rabu, 22 Mei 2013 19:04
Penutupan MTQ Ke-XII Pelalawan
Bandar Seikijang Raih Juara Umum




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 7 Mei 2012 16:44
Sengketa Lahan di Kampar,
10 Karyawan PT RAKA Tertembak


Ternjadi bentrok antara masyarakat dengan karyawan PT RAKA di Kampar terkait sengketa lahan. 10 karyawan dilaporkan tertembak.

Riauterkini-PEKANBARU- Konflik pertanahan di Riau kembali meletus dalam bentuk bentrok fisik, Senin (7/5/12). Sepuluh karyawan PT Riau Agung Karya Abadi (RAKA) yang berlokasi di Desa Danau Lancang, Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar menjadi korban penembakkan. Belum ada kepastian siapa pelaku penembakkan terhadap mereka.

Saat ini 5 dari 10 karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut sudah dirawat di RS Santa Maria Pekanbaru. Sementara 5 korban lainnya masih dalam perjalanan.

Dari pantauan riauterkini di RS Santa Maria, para umumnya korban tembak terkena peluru di bagian bahu dan paha.

Menurut pengacara PT RAKA Johanes Manihuruk dan Ilmar Silalahi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Ketika itu, para karyawan sedang melakukan pemanenan buah kelapa sawit. Mendadak muncul sekitar 60 orang tak dikenal melakukan penyerangan. Selain membawa parah, ada juga yang membawa senjata api.

"Tiba-tiba saja terdengar suara tembakkan berulang kali dan ada sepuluh karyawan yang tertembak," tutur Johanes kepada wartawan di RS Santai Maria.

Dikatakan Johanes, pihak belum bisa memastikan siapa kelompok penyerang tersebut, juga tidak tahu siapa yang melakukan penembakkan.

Ketika ditanya, apakah sebelumnya PT RAKA ada bermasalah dengan masyarakat, Johanes menuturkan kalau pada 19 April lalu ada kelompok David Silalahi yang mengklaim kebun perusahaan seluas 4.000 hektar miliknya. Selain mengklaim, kelompok ini kemudian membangun jembatan akses ke kebun kelapa sawit.

Karena dianggap melanggar wilayah perusahaan, dua hari lalu jembatan tersebut dirobohkan perusahaan menggunakan eksavator. "Tapi kami belum berani memastikan apakah penyerang tersebut mereka (kelompok David Silalahi.red)," tuturnya.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
narko
Salah beritanya itu, tlg digali lagi, itu bukan karyawan PT RAKA. Sengaja dijadikan tumbal. Diminta utk memanen tapi akhirnya dibunuh mereka juga. Mereka diberangkatkan naik bus handoyo 2 bus, tapi ditembak. Supaya PT RAKA dibela oleh penegak hukum. Padahal mereka yg buat.

anak daro
masyarakat tu yg tau diri lahan sdh di jual keperusahaan jaman nnk moyang nya .masih ngotot jadi milik sendiri

rakyat riau
USIR %@!* %@!* %@!* DARI RIAU. %@!* KEPARAT, MAKAN %@!* DAN %@!* KALIAN

dolly
harusnya PT RAKA itu dihukum direksinya karena mereka menggarap hutan jadi kebun, tanpa sk menhut. tanah rakyat juga dijarah. pemiliknya raja narkoba medan dan eri imola (pernah jadi DPO polda, tp di 86 kan)


Berita Hukum lainnya..........
- Polres Rohul Diminta Maksimal Cegah Geng Motor
- Tahap II dari Polres,
Kejari Siak Tahan Tersangka Korupsi Disparsenibudpora

- Pengedar Ganja Ditangkap di Sinaboi, Rohil
- Pembacok Polisi di Rohil Ditangkap di Sumut
- Pesta Sabu. 4 Warga Bukitbatu Ditangkap Polres Bengkalis
- Motor Ditarik Paksa, Warga Rohil Polisikan Leasing
- Mau Ambil Motor Sendiri, Istri Dianiaya Suami


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.224.75.101
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com