|
|
|
Senin, 30 April 2012 20:52 Polresta Dinilai Diskriminatif, Pemain Ditahan, Pengelola Game 88Zone Tak Diperiksa
Pihak Polresta dinilai diskriminatif dalam penangkapan 10 pemain game 88 zone. Pasalnya, pasca penagkapan Jumat lalu, hanya seorang pemain yang ditahan, sementara pengelolanya tidak.
Riauterkini-PEKANBARU-Keluarga Momon Hendra Fernando alias Nando (33), tersangka pemain judi koin 88Zone, menilai tindakan aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta) diskrinimatif. Pasalnya, mengapa hanya Nando yang dijadikan tersangka dan kini ditahan di Mapolresta Pekanbaru.
Sementara, 9 pemain permainan game koin yang kemudian disangka perjudian dilepaskan. Malah, pengelola tempat permainan yang berlokasi di lantai 4 Plaza Citra, Jalan Pepaya Pekanbaru bernama Gunawan tidak pernah diperiksa sama sekali.
"Kami memohon Nando dilepaskan. Dia sama saja dengan sembilan pemain lain yang saat penggerebekan, Jumat lalu (27/4/12), setelah diperiksa dilepaskan. Termasuk saya dan istri saya ini," kata Elfis, salah satu keluarga Nando kepada wartawan, Senin (30/4/12) siang.
Memang diakuinya, saat asyik bermain petugas kepolisian Polresta Pekanbaru menangkap tangan Nando sedang menjual koinnya ke pemain baru. Tetapi apakah tindakan Nando yang menjual koinnya ke pemain lain dianggap sebuah perbuatan judi.
"Saya tidak tahu apakah perbuatan Nando menjual 70 keping koin game seharga Rp50 ribu ke pemain lain dianggap berjudi. Kalau itu judi, seharusnya polisi juga menangkap kasir resminya yang juga menjual koin. Terus, mengapa hanya Nando yang ditangkap dan ditahan, 9 pemain lagi setelah di-BAP kemudian dilepaskan," tukasnya.
Elfis meminta aparat Polresta Pekanbaru juga mempertimbangkan aspek kemudian. Karena Nando merupakan tulang punggung keluarga dan mempunyai tanggung hidup dua anak yang masih kecil-kecil.
Harapan yang sama juga diungkap Indra, Ketua RW3 RT5 Kelurahan Jati Rejo, Kecamatan Sukajadi. Ia mengaku kaget mendengar penangkapan Nando. Selama ini ia mengenal Nando merupakan salah seorang warga yang baik.
"Kami tidak tahu, mengapa kemudian Nando ditangkap dan ditahan aparat Polresta Pekanbaru," tuturnya saat dihubungi melalui telepon genggamnya.
Elfis dan beberapa warga yang lain, berencana akan melakukan aksi unjukrasa ke Mapolresta Pekanbaru, jika besok tuntutan keluarga yang meminta polisi membebaskan Nando tidak dikabulkan.
Sementara itu, Supervisor 88Zone Andi kepada wartawan, mengaku pihaknya tidak pernah menyediakan permainan berbentuk judi. Makanya jika ada pemain yang kemudian melakukan praktik-praktik berbau judi itu merupakan tanggungjawab mereka masing-masing.
"Di peraturan yang kita pampang di pintu masuk pusat permainan 88Zone telah kami umumkan dilarang melakukan permainan berbentuk judi. Sementara mesin permaianan koin yang kami sediakan di sini hadiahnya hanya berupa koin juga. Di samping itu ada mesin permainan berhadiah kupon yang dalam jumlah tertentu dapat ditukarkan dengan handphone, boneka ataupun es krim," tuturnya.
Dari pantauan riauterkini.com, saat ini beberapa wahana permainan di arena 88Zone itu dipasang garis polisi (police line). Sedianya, mesin permaian koin itu akan disita oleh aparat Polresta Pekanbaru.***(son)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
kopraljono polisi tu ga enak. masuk spn 100 jt, pddkn naik pangkat 20 jt, tiap hr setor mandan, kalo ga setor dimutasi ke ujung p. rupat. nangis darah tau.
Polsek Bukit Raya & Polres Pekanbaru jgn coba coba mengganggu di Metro Harapan Raya, disana ada saham kami.
Bandar Judi KaLAU berani tanggap juga yg di Metro Jl Imam Munandar Lantai II. Itu mesin ole punya. tak ada yg belani tangkap, Haiyyyaaa... ole udah stor apalat lah....
dari bukit laya sampai polles Pekanbaru. Oknum polisi jg main judi di Metro. ole mau setor jg Mabes lah.....
MM Bos NN, perjudian tidak mungkin terjadi jika tidak ada fasilitas games yg disediakan pihak pengelola, bukan? Ini mirip kasus tari telanjang, dua cewek penari dijadikan TSK oleh polisi, pengelola tempat hiburannya aman saja..siaaaaaaap ndan, 86 86 86...
NN Polisi sdh peiksa karyawan dan pengelola tempat bro, tapi blm bisa menemukan keterlibatan terduga dg pemilik tempat. Pejudian ini berlangsung antar pemain. Blm bisa kita buktikan keterlibatan pemilik tempat,dari pengakuan terduga pun begitu dia melakukan kegiatan tesebut atas nama pribadi. Butuh pemeriksaan lebih lanjut. Tentang knp hanya Nando aja yg ditahan 9 pemain lainnya tidak ditahan akan kami jelaskan saat dilakukan penangkapan kebetulan Nando pada waktu itu tertangkap tangan sedang menukarkan koin dg uang kpd pemain, sdr nando status disana bkn karyawan tetapi pemain jg. Mhn maaf sebelumnya jika ada tindakan kepOlisian yg tdk sesuai prosedur silahkan dikomplin. Dan kalau ada masyarakat yg mau menanyakan atau kurang puas silahkan dikonfirmasi dan ditanyakan di reskrim polresta pekanbaru kami transparan dan akuntabel tidak pandang buluh atau diskriminatif dalam menerapkan hukum. Smua sama dimata hukum. Mhn maaf sbelumnya kalau ada kata yg tdk sesuai atau tdk bekenaan. Kami memang tdk selalu baik tapi akan berusaha baik. Terima kasih atas kritik dan sarannya..
NN Polisi sdh peiksa karyawan dan pengelola tempat bro, tapi blm bisa menemukan keterlibatan terduga dg pemilik tempat. Pejudian ini belangsung antar pemain. Blm bisa kita buktikan keterlibatan pemilik tempat dari pengakuan terduga pun begitu. Butuh pemeriksaan lebih lanjut. Tentang knp hanya Nando aja yg ditahan 9 pemain lainnya tidak ditahan akan kami jelaskan saat dilakukan penangka
ALI harap maklum,,pengelola judinyakan udah nyetor duluan jdi mana berani polisi menangkapnya,,lagian kalian kaya gak kenal aj polisi riau,,semua berbau uang klo ada uang yaaaaaaaa aman,,
|
|