|
|
|
Jum’at, 27 April 2012 21:04 Lagi Tempel Ban, Warga Tampan Diserang OTK
Seorang warga Tampan diserang oleh orang tak dikenal saat dia sedang menempel ban sepeda motornya di bengkel Jalan Senapelan Pekanbaru.
Riauterkini-PEKANBARU-Seperti mimpi di siang bolong, Zulfanedi (40) yang menetap di Jalan Putri Tujuh, Tampan mendapat serangan dari orang tak dikenal (OTK) saat ia tengah menempel ban dalam sepeda motornya di salah satu bengkel di Jalan Senapelan Pekanbaru.
Peristiwa naas yang dialami Zulfanedi itu terjadi pada Rabu (25/4/12) sekitar pukul 12.30 WIB itu. Akibat serangan yang tiba-tiba itu, korban mengalami luka lebam dan memar. Pengakuan korban, selain menggunakan tangan dan kaki, pelaku juga menganiaya dirinya dengan menggunakan kayu.
Tak terima atas kasus penganiayaan tersebut, korban melaporkan ke polisi. Dalam laporan ke polisi, korban menuturkan, pada Rabu siang itu, korban sedang menambal ban sepeda motornya yang lagi bocor di sebuah bengkel di Jalan Senapelan.
Baru saja mulai menyerahkan sepeda motornya untuk ditangani oleh pekerja bengkel, tba-tiba datang seorang laki-laki yang tidak pernah dikenal berhenti di depan bengkel tersebut. Karena tidak menaruh curiga dan merasa tidak bersalah, perhatian korban tertuju pada sepeda motornya yang sedang diperbaiki.
Pria yang datang tersebut kemudian menghampirinya dan tiba-tiba memukul bagian wajah korban. Karena tidak siap dan tidak pernah menyangka ada yang akan memukulnya, pipi kanan korban kena pukulan telak hingga memar.
Baru saja sedar dirinya diserang, korban melihat pelaku sudah mengambil sebatang kayu yang ada di sekitar bengkel dan kembali mengejar korban dan memukul korban ke arah bagian kepala. Korban sempat menangkis kayu tersebut dengan tangan agar tidak mengenai kepalanya. Akibatnya pukulan pelaku mengenai tangan kanan korban dan mengakibatkan jari kelingking korban terkilir dan membengkak.
Menyadari adanya perlawanan dari korban, akhirnya pelaku yang tidak diketahui punya dendam apa apa langsung melarikan diri dengan sepeda motornya.
Korban yang panik usai mengalami penyerangan tersebut, korban langsung mendatangi kantor polisi terdekat dan membuat laporan tentang penganiayaan yang dilakukan oleh orang tidak dikenalnya.
Kabid Humas Polda Riau, AKBP Syarief Pandiangan ketika di konfirmasi wartawan Jum'at (27/4/12), membenarkan adanya laporan dari warga tentang penyerangan tiba-tiba oleh OTK tersebut. Saat ini penyidik masih menerima laporan dari korban.
"Nantinya berdasarkan keterangan korbanlah penyidik akan bergerak menemukan siapa pelaku. Laporannya masih dipelajari terlebih dahulu,'' kata Pandiangan.***(har)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|