Untitled Document
Kamis, 13 Rajab 1434 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 23 Mei 2013 15:01
Disaksikan Bupati Bengkalis,
PLN Teken MoU dengan PT MAS Membeli Daya


Kamis, 23 Mei 2013 14:55
Wawako Pekanbaru Akui RTH Tengah Kota Minim

Kamis, 23 Mei 2013 14:09
Datangi Polda dan Kejati Riau,
Pendemo Desak Aparat Usut Dugaan 5 Korupsi Bupati Rohul


Kamis, 23 Mei 2013 14:05
Curi Kayu, Dua Kuli Bangunan Dipolisikan

Kamis, 23 Mei 2013 14:02
Wakil Rakyat Tuding Truk Sawit Pemicu Jalan Rusak di Rohil

Kamis, 23 Mei 2013 14:00
Lagi, Pelajar Anggota Geng Motor Ditangkap

Kamis, 23 Mei 2013 13:58
Tangkap Maling, Polisi di Dumai Sempat Lepaskan Tembakan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 16 April 2012 17:08
Suap PON,
Faisal Sebut Ambil Uang atas Perintah Dunir


Dua anggota DPRD Riau tersangka suap pembangunan sarana PON mulai saling serang. Faisal Aswan menuding M Dunir yang memerintahkan dirinya mengambil uang dari staf Dispora dan PT PP.

Riauterkini-PEKANBARU-Muhammad Faisal Aswan, salah seorang tersangka yang ditangkap Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) terkait kasus suap venue lapangan tembak Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, mengaku tidak kenal dengan Eka Darma Putra, pihak Dispora dan Rahmat, Staff PT Pembangunan Perumahan (PP) yang juga sama sama tersangka KPK. Hanya saja pertemuan mereka pada Selasa tanggan 3 April 2012 lalu itu, atas permintaan Muhammad Dunir (tersangka-red).

Ungkapan tersebut, disampaikan M Faisal Aswan kepada sejumlah wartawan Senin (16/4/12) saat rehat sejenak usai pemeriksaan.

" Sebenarnya saya tak kenal dengan Eka dan Rahmad. Waktu itu (Selasa, 3/4/12), M Dunir minta tolong sama saya, untuk jemput sesuatu (uang-red) kepada Eka di Dispora. Karena merasa berteman dengan Dunir, maka saya jemputlah pesanan tersebut. Sedangkan Dunir menunggu di Kantor (DPRD Riau)," ujarnya.

Selanjutnya, setibanya di DPRD Riau dan duduk bersama Dunir di DPRD Riau, tiba tiba datang pihak KPK. Kendati sempat kaget, tapi apa lacur, nasi sudah jadi bubur.

" Waktu pihak KPK datang dan langsung melakukan penggeledahan dan mengamankan, saya sempat kaget selama 5 menit," tuturnya.

Ketika ditanya wartawan apa apa saja kegiatan selama dalam tahanan Mapolda Riau, Faisal menceritakan lebih banyak berserah diri kepada yang maha kuasa dan lebih banyak membaca Al Quran.

" Dalam sel tahanan, lebih banyak mengaji, kendati telah 7 tahun tak pernah bula Al Quran," ucapnya tersipu.

Sementara itu, kuasa hukum Faisal, Syam Daeng Rani juga mengomentari, bahwa kliennya sewaktu penangkapan itu, hanya sebatas menjemput pesanan atas permintaan Dunir. Kliennya mau menjemput titipan kepada Eka tersebut, karena menghormati pertemanan. Kalau masalah adanya komisi dari pesanan tersebut, saya tak mengetahuinya," ujarnya.

Di DPRD Riau, kliennya tidak termasuk anggota pansus yang ikut merevisi Perda No 6. Sedangkan kliennya ditangkap KPK waktu itu, karena menjemput titipan atas permintaan Dunir," jelas Syam mengakhiri.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
nasehat
pak faisal kalo mau buang penyakit jangan same kawan sepenanggungan, buanglah ke yang sebenarnya jadi aktor intelek nye, bapakkan mengambil uang tunai, bagaimana dengan cek yang ade same lukman abas tu, bapak cceritekanlah semua , jangan kerene ndak membela orang badan binase. sebut lah si A , si B, si C yang menjadi guru maling awak jadi tak dipandang sebelah mate awaktu, mungkin orang akan menjadi simpati ke awak, semakin awak tak jujur semakin di doakan orang awak susah

DS alias Dana Segar.
Namanya pun dah Riau alias rusak iman akibat uang. semua yg ada dah terjual dan kalaupun tinggal dah pula tergadai, sangat disayangkan para pejabat malah menjadi penjahat, makan uang rakyat utk kesenangan pribadi, kelompok dan golongan, mari berdoa bersama rakyat riau yg miskin utk mengutuk para pejabat yg korup, semoga cepat di panggil menghadap Tuhan yg Maha Esa, karena ini negara Pancasila. Jadi para Pejabatnya harus ngerti dan paham apa itu Pancasila dan harus pula melaksanakannya.dengan senang hati tanpa ada paksaan dari siapapun. para Pejabat kerja yg benar dan harus mengabdi supaya dimengerti rakyatnya, jangan lagi main umpatin duit rakyat, bisa kualat nanti dan pasti lah nggak masuk syurga alias sukurin gagal !!!.

Kamseupay
usut aja semuanya KPK, termasuk korupsi lainnya di Riau. hampir semua pejabat yang Korup n menyengsarakan rakyat

Rakyat
Mana yg benar,pasti benar.....

Rakyat Biasa
Astafirullaaaaah...sudah 7 tahun tak pernah buka alquran?. Wajar saja kalau dia tak tahu lagi mana yang benar dan mana yang dosa. Hatinya benar2 sudah dibutakan Allah. Bertobatlah, pak. Jangan saat ada masalah saja, baru mengingat Allah.

Org %@!*
Haloo SAL...ape kbr? Awak tu lah Sal, tak ndak ngaku.! Dana HIBAH APBD karang taruna & KNPI dah bnyk awak korup, skrg dah dana pon pule lg..tak cukup2 mpak' e duit awak sal..sal..sal..skrg bru awk ingat TUHAN...telambat dah..

Kere Manja
Kalo dah ketauan ketangkep br bawa2 agama..jd selama ini dikemanakan ajaran agama itu pak cik????

rakyat riau
begitulah maling...mana ada yang mau ngaku...hajar terus kpk...


Berita Hukum lainnya..........
- Datangi Polda dan Kejati Riau,
Pendemo Desak Aparat Usut Dugaan 5 Korupsi Bupati Rohul

- Curi Kayu, Dua Kuli Bangunan Dipolisikan
- Tangkap Maling, Polisi di Dumai Sempat Lepaskan Tembakan
- Isap Ganja, Kakek 61 Tahun Ditangkap
- Jaksa Selidiki Dugaan Kredit Bermasalah BRI Baganbatu ke PT Sawedong
- Kapolres Kampar Resmikan Poslantas Polsek Tapung
- Polres Kepualuan Meranti Diresmikan 17 Agustus


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.234.42.16
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com