Untitled Document
Kamis, 13 Rajab 1434 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 23 Mei 2013 10:48
Tuntas Deklarasi, Annas-Andi Mendafkar ke KPU Riau

Kamis, 23 Mei 2013 10:48
Diskes Pekanbaru Perlu Perda untuk Capai PAD

Kamis, 23 Mei 2013 10:33
Tuntas Deklarasi, Annas-Andi Mendafkar ke KPU Riau

Kamis, 23 Mei 2013 10:29
Tuntas Mendaftar, Herman Optimis Koalisi Pengusung Utuh

Kamis, 23 Mei 2013 09:51
Jaksa Selidiki Dugaan Kredit Bermasalah BRI Baganbatu ke PT Sawedong

Kamis, 23 Mei 2013 09:16
Deklarasi, Annas-Andi Ditunggu Pendukung di MTQ

Kamis, 23 Mei 2013 09:12
RAPP Dukung MTQ Dua Kecamatan di Pulau Padang



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 7 April 2012 11:09
Catatan Redaksi,
KPK Membuat Masyarakat Tahu Siapa M Dunir


Selama hampir 4 tahun jadi anggota DPRD Riau nyaris tidak ada prestasi yang membuat orang mengetahui dirinya sebagai wakil rakyat, namun setelah ditangkap KPK, M Dunir jadi terkenal.

Riauterkini-PEKANBARU-Sepekan lalu jika disebut nama muhammad Dunir, pasti banyak orang yang mengerutkan kening tanda tak kenal. Jangankan masyarakat awam di pelosok Riau nun jauh di sana, banyak wartawan di Pekanbaru pun tak tahu siapa M Dunir sebenarnya. Padahal, ia adalah anggota Fraksi Gabungan DPRD Riau dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Padahal sudah hampir 4 tahun pria kelahiran Koto Lubuk Jambi, Kuantan Singingi, 19 November 1973 ini duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Riau, tetapi faktanya nyaris tidak ada catatan 'sejarah' yang menyebut namanya menjadi bagian dari pembuatnya. Sebagai anggota dewan, M Dunir termasuk tipe anggota tulen dalam artian angguk-angguk tetap dapat bagian.

Minimnya jejak M Dunir membuktikan dirinya bukan tokoh pembuat berita. Bahkan ketika riautekrini mencoba mencari namanya di mesin pencari www.google.com, hanya ada satu situs yang mencamtumkan fotonya, yakni www.jariungu.com, sebuah situs khusus untuk menyampaikan aspirasi bagi masyarakat daerah pemilih Kuantan Singingi-Indragiri Hulu, tempat M Dunir diantarkan menjadi anggota DPRD Riau.

Tapi itu dulu. Sepekan lalu. Tidak dengan sekarang, tepatnya setelah Rabu (4/4/12) malam.Sekjen DPW PKB Riau tersebut bukanlah wakil rakyat tak dikenal. Kini namanya bak selebiritis. Menjadi menu utama pemberitaan seluruh media massa lokal, termasuk media massa nasional.

Karir M Dunir di DPRD Riau sebenarnya mulai cemerlang, yakni sejak ia dipercaya menjadi Ketua Panitia Khusus (Pansus) revisi Perda No.6 tahun 2010 tentang pengikatan tahun jamak pembangunan veneu tembak PON XVIII. Tapi sayangnya, awal prestasi tersebut justru menjadi pintu pembuka petaka bagi dirinya.

Rabu malam itu memang menjadi titik balik bagi perjalanan hidup mantan anggota Panitia Pendiri Kabupaten Kuansing tersebut. Sejak ia ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Faisal Aswan dengan barang bukti uang Rp 900, kehidupan Dunir yang selama ini tenang, berubah menjadi lingkaran masalah berat. Menghadapi ancaman hukuman 20 tahun penjara karena korupsi tentu bukan perkara sederhana.

KPK menenggaraian M Dunir selaku Ketua Pansus revisi Perda No.6/2010 menerima suap atas persetujuan Pansus terhadap usulan penambahan dana Rp 19 miliar untuk veneu tembak PON.

Kini Dunir bersama Faisal Aswan, sejawatnya dari Fraksi Partai Golkar DPRD Riau beserta dua tersangka lainnya, Eka Dharma Putra, staf Dispora Riau dan Rahmad Syahputra, staf PT PP (Persero), tengah menghitung hari dalam tahanan penyidik KPK. Peristiwa ini baru awal, belum akhir.Serta dua tersangka lainnya, Eka Dharma Putra, staf Dispora Riau dan Rahmad Syahputra, staf PT PP (Persero). Dunir yang selama ini cenderung menghindar dari publikasi media massa, mau tidak mau harus melewati hari-hari panjang jadi incaran publikasi. Ibarat pepatah, siapa menabur angin, dia menuai badai. Dunir telah memulai bermain angin, Dunir juga harus siap menghadapi hari-harinya penuh masalah.***(ahmad s.udi)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
rakyat
Klo tdk becus jd anggota dewan, mending jual capucino cincau aja,, lagi trend tu ϑΐ pekanbaru,,

rakyat
Gmn pula urus diri sendiri, jelas2 wakil rakyat, wajar dapat komentar pedas dan dihujat dari rakyat ŷɑ̤̥̈̊иƍ kecewa. Kalo bukan karena rakyat, tdk akan jάϑΐ anggota dewan! Itu juga bukan musibah,, tapi azab!! Musibah dan cobaan hanya utk org beriman,

prihatin
sungguh memprihatinkan dg terlibatnya anak2 muda dlm kasus korupsi, ternyata reformasi hanya memperluas kesempatan utk korupsi. di pemprov riau tdk hanya anggota dewan yg memaksa pejabat utk terlibat suap/ korupsi tp juga kerabat RZ yg sebenarnya bukan siapa2 tapi lolos dr jeratan hukum. hanya kepada kpk kita berharap ungkap peranan Azam Zainal dlm dugaan korupsi sapi 2007 di peternakan. dan Herry dlm dugaan korupsi alat labor bahasa SD tahun 2007. Dulu nama mrk pernah disebut dlm pemeriksaan di kejati tp tidak ada lanjutannya

rido bertuah
faisal.sabar brroo Usah banyak cerita lagi,tak ada yg bisa lepas dari jeratan kpk.bilang aja sama kpk'' sidang aja lah cepat pak kpk,awak ngaku salah jan lamo jadi tahanan titippan mosai badan ko'' dah sekarang kembali ke kiblat banyak zikir.

atan leboy
Entah sapa yg memulai laku tak senonoh tu. Kalau ditanya ke si Edi tu, tentu dia tak mau kalau harus pakai cara2 busuk tu. Lalu karena urusannya sulit krn tuan2 yg terhormat itu berkehndak, maka terjadi lah penyesuaian kepentingan yg disambut pula oleh kontraktor yg siap dengan duit. Bagi kontraktor duit itu pasti akan diambilnya lagi dari kontraknya, bahkan bisa ditambah pula untuknya sendiri.

dhamlizal Ali
Secara hukum prilaku seseorang bisa dinyatakan melanggar undang-undang,dan sampai kapanpun kita tidak mentolerir terjadinya Komersialisasi jabatan,Koluso,Korupsi dan nepotisme, tetapi faktanya itu terjadi dan tidak sampai 0,001 % yang terungkap dan tertangkap. Aktifitas sesat ini seharusnya bisa dicegah dengan membuat sistem kontrol yang moderen bukan konvensional, dan juga undang-undang pembuktian terbalik.Para Anggota DPR-DPRD itu hanya termakan rayuan para Satker yang telah dirasuki setan kontraktor. Jadi Jika hukum memperbolehkan, maka yang dihukum berat itu adalah penyebab masalah ( Tukang sogok ).

putra kuansing
mari kita kedepan kan azas praduga tak bersalah....belum tentu m.dunir itu bersalah....semua dalam proses penyidikan kpk.ini merupakan resiko dan pertanggung %@!*ban dr ketua pansus.mgkin sebagian belum banyak mengenal siapa itu M.Dunir..selama 2.5th telah banyak yg diperbuat m.dunir di daerah dapil y...sebagai wakil rakyat dr daerah inhu-kuansing. yang tabah bg...semoga Allah membantumu dan membukakan pintu maaf untukmu....

PEDULI RIAU
Kepada yth bpk ketua DPRD RIAU,BPK DJOHAR FIRDAUS,TOLONG PECAT DGN TDK HORMAT SDR FAISAL ASWAN & M.DUNIR SAG,,JGN DIBERI MAAF,MEREKA SUDAH KETAHUAN KORUPSI,APALAGI YG PERLU DIBELA,,TRIMS@PEDULI RIAU.

anti kkn
Selamat buat profinsi riau,ats keberhasilannya sbgi profinsi paling banyak KORUPTORNYA....semoga berbahagia di neraka jahannam kelak....

IJAL
Banyak orang tdk mengenal Dunir, itu benar. Tapi sy tahu sepak terjangnya. Ia hanya 'bos kecil' sama halnya seperti faisal aswan. Dunir punya 'bos besar' adalah lukman edy, dan bos besar faisal ialah rz. kalangan pejabat pasti mengenal sepak terjang keduanya. Keduanya adalah mesin pencetak uang bagi 'matahari' bos besar masing-masing. KPK di bawah Bung Samad dinilai punya nyali. Sebelum mendekati bos besar, kaki bos kecil dipatahkan dulu. Semoga suap menyuap untuk praktek korupsi di riau bisa diberangus dengan cara menangkap bos besar.

kawan
Prihatin dengan kondisi Anggota DPRD Riau, ini merupakan cerminan anggota DPRD yang kita pilih. Akan kita akan memilih lagi waki kita seperti ini di 2014. Saya yakin kita juga akan melupakan kasus ini dan tetap akan melakukan hal yang sama di 2014

%@!* RIAU
maaf bukan SAYA JADI MALAS MEMBACA RIAU TERKINI, KLKW SEPERTI INI CARA RIAUTERKINI MEBERITAKAN,. TERUSTERANG SAYA LEBIH DEKAT SAMA M.FAISAL AZWAN, YG BERITANYA KEMAREN ANDA BAIK2AN, SAYA TAK KENAL JUGA DGN M.DUNIR, TAPI ANDA TIDAK OBJEKTIF LAGI BIKIN BERITA,. RIAUTERKINI TIDAK LAGI PROPOSIONAL,.GANTI PEMBUAT BERITA KARNA KAMI CINTA RIAUTERKINI.COM

FAHRUL RAZZI
Assalamualaikum,,M.Dunir adlah sahabtku waktu kuliah di IAIN SUSQA pekanbaru,memang beliau hanya tamatan S1 dlm bidang agama,jurusan peradilan agama(syariah),,kalau dilihat sejenak ilmu poltik yg ia pahami mungkin hanya semenjek beliau aktif dlm organisasi poltik (PKB),,selebihnya ilmu agama yg ia kuasai,seharusnya ia menunjukkan sikap agamais kpd semua anggota legislatif,,sohibku mengapa ini kau lakukan,demi uang kau rela menghancurkan masa depan & kariermu yglagi naik,,,,semoga kau tegar menghadapi ini semua..@FRR

Fahruddin pawan
Seharusnya bagi kita semua jadi pelajaran, klu yg busuk itu pasti tau. Jadi siapapun yg berbuat curang terhadap uang rakyat nantinya akan menanggung rasikonya baik di dunia maupun di hadapan allah nantinya. Korupsi hakikatnya sama dgn teroris yg mana membuat masarakat jadi menderita dan miskin, koruptor sama dgn preman yg merampok uang rakyat, baik ia legislatif maupun eksekutip. Jadi pada hakekatnya yg membuat rakyat miskin ada lah pemerintah, krn uang ngr ini salah gunakan dan tdk tpt sasaran, dan yg paling sadis lg di korupsi dgn membenarkan salah untuk mencapai tujuan yaitu kekakyaan pribadi, untk itu wahai pejabat sdarlah biar hidup mu jadi tenang

jama'ah
melihat riwayatnya, Dunir banyak di sekolah agama. Mungkin silapnya ini akan membawa dia ke tobat nasuha.

ju2r
mungkn si dunir masih mau belajr korupsi,, maslahnya bos besar walaupun sudah ratusan M mancilok uang rakyat masih aman olun jou di caliak KPK,,, tapi nasib memang tak sama dunir,,, awak baru pemula korup langsung di garuk,,, taubatlah,,, tapi sebelum taubat,, izinkan sy bilang,,, rasainlah,,,, matilah ang situ,,,

Jebretin
Wah itu kan masih disayang Allah supaya tidak merajalela......Selamat bertobat Dunir!!, isi sisa hidupmu dengan doa dan tawakal!, sekarang pikirkan surga akhirat karena surga dunia udah kenyang banget kan?

keremanja
Hahahaha...KPK rpnya jd juri pencari bakat..bakat korupsi..ketaunlah si Dunir pny bakat itu..siippp dah..

lekong
sayang sekali dua anak muda yg menjadi wakil rakyat ini, kalo kesepian di sel kita bisa di booking deh, faisalkan bininya jauh di jogya jadi kita siap temani dan buat faisal puas, habis faisal korupsinya seperti onani. ngak berhenti

fahri abubakar
dasar orang tak berpendidikan kok dipilih menjadi anggota dewan inilah rusaknya bumi lancang kuning, sudahlah setelah menjalani hukuman sebaiknya anda lebih cocok buka usaha dibukit tabuh (usaha lendir)

fahri abubakar
dasar orang tak berpendidikan kok dipilih menjadi anggota dewan inilah rusaknya bumi lancang kuning, sudahlah setelah menjalani hukuman sebaiknya anda lebih cocok buka usaha dibukit tabuh (usaha lendir)

Pertamax
Pertamax


Berita Hukum lainnya..........
- Jaksa Selidiki Dugaan Kredit Bermasalah BRI Baganbatu ke PT Sawedong
- Kapolres Kampar Resmikan Poslantas Polsek Tapung
- Polres Kepualuan Meranti Diresmikan 17 Agustus
- Polsek Kuok Kampar Tangkap Tiga Wanita Tengah Berjudi
- Jaksa Tetapkan 3 Tersangka Kredit Macet BRK Bagansiapiapi Rp 5 Miliar
- Polres Rohul Diminta Maksimal Cegah Geng Motor
- Tahap II dari Polres,
Kejari Siak Tahan Tersangka Korupsi Disparsenibudpora



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.17.109.248
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com