|
|
|
Jum’at, 6 April 2012 17:58 Kadis Pertanian Inhil Usir Wartawan saat Meliput
Kemerdekaan pers belum sepenuhnya dihormati pejabat. Buktinya, Kepala Dinas Pertanian Inhil mengusir wartawan yang tengah meliput kegiatannya bersama petani.
Riauterkini-TEMBILAHAN-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Indragiri
Hilir mengecam aksi pengusiran wartawan media cetak harian yang sedang
menjalankan profesinya oleh Kepala Dinas Pertanian Inhil, Wiryadi
Oemardi.
Aksi pengusiran terhadap wartawan Haluan Riau, Jumiyardi Ali terjadi
saat akan meliput rapat antara Dinas Pertanian Inhil dengan para
petani di Kantor Dinas Pertanian Inhil, Jum'at (6/4/12) sekitar pukul
14.30 WIB.
"Kita mengecam aksi pengusiran wartawan yang sedang melaksanakan
profesinya, karena wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi
Undang-Undang," kecam Sekretaris PWI Inhil, Zulfadli, S.Ag kepada
riauterkini.com, Jum'at (6/4/12).
Lanjutnya, perbuatan semacam ini merupakan pelanggaran dan menghambat
wartawan yang sedang menjalankan tugasnya sebagaimana diamanahkan UU
Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Seharusnya pejabat bersangkutan harus menghargai profesi jurnalis yang
sedang bekerja menjalankan tugasnya bagi kepentingan publik.
"Karena dalam bekerja wartawan diatur dalam Pasal 3 UU Nomor 40 Tahun
1999 Tentang Pers yang berbunyi 'Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers
nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan
gagasan dan informasi" lanjutnya.
Menurut keterangan wartawan Haluan Riau, Jumiyardi Ali, saat itu ia
datang ke Kantor Dinas Pertanian Inhil untuk meliput pertemuan antara
Dinas Pertanian Inhil dan petani.
Saat itu ia sempat diajak masuk oleh Kepala Dinas Pertanian Inhil,
Wiryadi. Saat itu dalam ruangan pertemuan ramai pejabat dan staf Dinas
Pertanian Inhil serta petani.
Padahal, tambahnya, Kadis Pertanian itu yang mengajaknya masuk
keruangan pertemuan tersebut. Saat itu Kadis tersebut sempat
menanyakan wartawan apa, dijawabnya Haluan Riau.
"Tapi kemudian dia pula yang menyuruh saya pergi, saat saya jawab
bahwa kartu pers saya tertinggal di rumah," cerita Adi kepada
riauterkini.com, Jum'at (6/4/12).
Menurutnya, perbuatan Kadis Pertanian tersebut telah membuat dirinya
merasa dipermalukan, karena dilakukan di depan orang ramai. Dia pun
saat itu langsung pergi dari Kantor Dinas Pertanian tersebut.***(mar)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
hamba Allah Para wartawan yang baik, hendaklah menulis berita secara profesional. Ada baiknya menulis fakta, bukan opini. Karena apa yang anda tulis itu adalah pedang bermata 2 yang bisa saja akan berbalik menusuk anda, jika anda menonjolkan keterlibatan penulis. Semua profesi pasti ada hak dan kewajiban, jangan menuntut hak terus kalau kewajiban belum anda kerjakan. Kartu pers itu adalah hal mutlak yang harus ditunjukkan wartawan sebelum ia meliput berita, tidak ada alasan lain. Coba anda kemukakan juga kekurangan dari berita ini. Jangan selalu dipolitisasi!. Kami rakyat butuh info yang bermutu dan komprehensif.
gue memang bener tu, sebagian oknum wartwan skrg bnyk yg memanfaatkan pek untuk nakut2in pejabat>.... udh gak pake KTA mau songong pula,,, sikit2 ekpose apelah mike niiii
tembilahan Dengan adanya kejadian ini, menjadi pelajaran bagi Kadis yang melarang wartawan untuk meliput, dan bagi wartawan agar selalu membawa KTA nya. dan bagi "Brondong" yang telah memberi komentarnya, g semua wartawan yang seperti itu, lain x klo ada yg mengatas namakan wartawan yang datang k kantor saudara anda dan memaksa anda utk membeli, sebaiknya saya sarankan untuk mencatat Nama dan dari Media cetak mana, klo perlu lsg lapor k polisi.
masrakat cocoknya itu..
Kurcaci Inilah contoh menempatkan pejabat yg bukan ahli dalam bidangnya.saya pernah melihat dibajunya terpampang Drs.Wiyadi Oemardi. Padahal ijazahnya bergelar S.Sos. Berarti melakukan pembohongan publik.dinas pertanian lahan empuk koruptor inhil menumpuk dan berbagi2 harta haram.
pak doel masak iya mantan kabag humas berbuat seperti itu kepada wartawan, ada yang dirahasiakan ya..
tuntut aja pejabat yang menghalangi tugas wartawan sesuai UU PERS!!
tapi memang wartawan yg ada buat berita dan punya media.
|
|