Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 24 Agustus 2016 22:32
Yuandi Nyatakan Siap Berkompetisi dalam Musda KNPI Inhu

Rabu, 24 Agustus 2016 22:28
Pilkada Kampar, DPP PKS Perjuangkan Rekomendasikan Azis Zaenal

Rabu, 24 Agustus 2016 22:22
Tewas Saat Bertugas Padamkan Karlahut,
Dewan Sebut Pratu Wahyudi Layak Disebut Pahlawan Masyarakat Riau


Rabu, 24 Agustus 2016 22:16
Aulia Hospital Pastikan Grand Opening Akhir September

Rabu, 24 Agustus 2016 20:25
HUT ke-61 Polantas,
Polres Inhil Gelar Lomba Polisi Cilik


Rabu, 24 Agustus 2016 20:21
Besok, Anggota DPRD Riau Mulai Reses

Rabu, 24 Agustus 2016 20:18
Gaji Dipotong Sepihak,
Ratusan Guru Honorer K2 Sasaki Kantor Walikota Pekanbaru




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 5 April 2012 21:22
Diduga Lakukan Penambangan Liar
Polhut Riau Periksa Asun, Pemilik Eskavator


Polhut Riau akhirnya memeriksa pengusaha Asun, pemilik dua unit eskavator yang diduga melakukan penambangan liar di Inhu.

Riauterkini-PEKANBARU- Asun (50), pemilik dua unit alat berat atau eskavator yang ditangkap petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan (Dishut) Riau di Desa Usup, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), mulai menjalani pemeriksaan, Kamis (5/4/12).

Pemilik PT Kurnia Subur (KS), Asun diperiksa di Markas Polhut Riau, dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Pengusaha asal Rengat ini dicecar 15 pertanyaan oleh penyidik Polhut terkait penggalian dan penambangan batuan Andesit di kawasan hutan lindung di Desa Usup, Inhu.

Usai pemeriksaan, kepada riauterkini.com, Kasi Operasi Polhut Riau, Jaelani mengatakan, pihak telah melakukan pemeriksaan terhadap Asun, selama 6 jam dengan melontarkan 15 pertanyaan.

"Atas kegiatan penambangan itu, Asun dijerat dengan pasal 50 huruf (g) dan jo pasal 78 ayat 6, 9, 14, 15 UU No.SW tahun 1999 tentang kehutanan junto pasal 55 KUHP," terangnya.

Sementara itu, Asun yang didampingi kuasa hukumnya, Wismar Arianto SH mengungkapkan, penambangan batu Andesit yang dilakukannya di lahan seluas 3,1 hektare (Ha) itu, merupakan lahan milik masyarakat yang dibelinya. Dan lahan tersebut banyak ditanami tanaman karet dan durian.

“Jadi di mana pelanggaran itu. Saya kan melakukan penambangan bukan di kawasan hutan," kilahnya balik bertanya kepada wartawan.

Sedangkan, untuk pengoperasian kedua alat beratnya itu, pihaknya telah mengantongi izin. Asun mengaku sejak ditahannya dua unit eskavator miliknya itu, perusahaannya merugi Rp3 sampai 4 juta per hari.

Seperti diberitakan riauterkini.com sebelumnya, aparat Polhut Riau menyita dua dari 21 unit eskavator milik Asun di Desa Usup, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Jum'at (2/3/12) lalu.

Waktu itu Polhut mendapati dua alat berat yang sedang bekerja di areal yang diduga telah dialihfungsikan dari awalnya merupakan lahan hutan. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap dua operator alat berat diketahui eskavator itu milik PT Kurnia Subur yang dipimpin oleh Asun.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
mang cek
ppns jgn mau di goda asun beri pelajan

Nyonya Lebay
Kalo di liat2 hidung pak Mambang Mit ini semacam hidung badut,atau lebih tepatnya Ondel2...gedang boonnnnooooorrrr hahahahaha kayak di sengat lebah atau sejenis serangga Tomket.kok bisa gitu ya ? Teman2 ada yang tau dan bisa jawab gaaak ?? Kalo bisa


Berita Hukum lainnya..........
- IRT di Kubu, Rohil Ditangkap Jualan Sabu
- Seorang Pemuda Tewas Lakalantas di Kubu Babussalam, Rohil
- Polres Siak Musnahkan 9 Ton Bawang Merah Ilegal dan Sabu-sabu Seharga Rp3 M
- Warga Diminta Melapor,
Cegah Aksi Perampokan, Polres Inhil Intensifkan Patroli di Wilayah Perairan

-
- Giliran DPRD Siak Didemo Pekerja Kontraktor BOB PT BSP-Pertamina Hulu
- Gerebek Rumah di Ujungbatu, Kakek Pengedar Ganja Ditangkap Polres Rohul


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.59.42
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com