Untitled Document
Selasa, 21 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 16 September 2014 18:09
Kabut Asap Pekat Mulai Selimuti Rohul

Selasa, 16 September 2014 17:53
Soft Launching Pilot Project PLTBg,
Bupati Rohul: Warga Rantau Sakti sudah Merdeka dari "Kegelapan"


Selasa, 16 September 2014 17:49
Ditabrak Supra X, Pejalan Kaki di Kampar Tewas

Selasa, 16 September 2014 17:42
Aspire E3-111, Notebook Acer Model Terbaru Nampil di Pekanbaru

Selasa, 16 September 2014 17:33
Tiga Kawanan Rampok Toko Mas Mulia, Pekanbaru Divonis Ringan

Selasa, 16 September 2014 17:24
Tuntaskan ‘PR’, Dewan Baru Bengkalis Gesa Siapkan Alat Kelengkapan

Selasa, 16 September 2014 17:18
Belum Ada Pembagian Masker,
Diskes Riau Hanya Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 5 April 2012 21:22
Diduga Lakukan Penambangan Liar
Polhut Riau Periksa Asun, Pemilik Eskavator


Polhut Riau akhirnya memeriksa pengusaha Asun, pemilik dua unit eskavator yang diduga melakukan penambangan liar di Inhu.

Riauterkini-PEKANBARU- Asun (50), pemilik dua unit alat berat atau eskavator yang ditangkap petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan (Dishut) Riau di Desa Usup, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), mulai menjalani pemeriksaan, Kamis (5/4/12).

Pemilik PT Kurnia Subur (KS), Asun diperiksa di Markas Polhut Riau, dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Pengusaha asal Rengat ini dicecar 15 pertanyaan oleh penyidik Polhut terkait penggalian dan penambangan batuan Andesit di kawasan hutan lindung di Desa Usup, Inhu.

Usai pemeriksaan, kepada riauterkini.com, Kasi Operasi Polhut Riau, Jaelani mengatakan, pihak telah melakukan pemeriksaan terhadap Asun, selama 6 jam dengan melontarkan 15 pertanyaan.

"Atas kegiatan penambangan itu, Asun dijerat dengan pasal 50 huruf (g) dan jo pasal 78 ayat 6, 9, 14, 15 UU No.SW tahun 1999 tentang kehutanan junto pasal 55 KUHP," terangnya.

Sementara itu, Asun yang didampingi kuasa hukumnya, Wismar Arianto SH mengungkapkan, penambangan batu Andesit yang dilakukannya di lahan seluas 3,1 hektare (Ha) itu, merupakan lahan milik masyarakat yang dibelinya. Dan lahan tersebut banyak ditanami tanaman karet dan durian.

“Jadi di mana pelanggaran itu. Saya kan melakukan penambangan bukan di kawasan hutan," kilahnya balik bertanya kepada wartawan.

Sedangkan, untuk pengoperasian kedua alat beratnya itu, pihaknya telah mengantongi izin. Asun mengaku sejak ditahannya dua unit eskavator miliknya itu, perusahaannya merugi Rp3 sampai 4 juta per hari.

Seperti diberitakan riauterkini.com sebelumnya, aparat Polhut Riau menyita dua dari 21 unit eskavator milik Asun di Desa Usup, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Jum'at (2/3/12) lalu.

Waktu itu Polhut mendapati dua alat berat yang sedang bekerja di areal yang diduga telah dialihfungsikan dari awalnya merupakan lahan hutan. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap dua operator alat berat diketahui eskavator itu milik PT Kurnia Subur yang dipimpin oleh Asun.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
mang cek
ppns jgn mau di goda asun beri pelajan

Nyonya Lebay
Kalo di liat2 hidung pak Mambang Mit ini semacam hidung badut,atau lebih tepatnya Ondel2...gedang boonnnnooooorrrr hahahahaha kayak di sengat lebah atau sejenis serangga Tomket.kok bisa gitu ya ? Teman2 ada yang tau dan bisa %@!*b gaaak ?? Kalo bisa


Berita Hukum lainnya..........
- Ditabrak Supra X, Pejalan Kaki di Kampar Tewas
- Tiga Kawanan Rampok Toko Mas Mulia, Pekanbaru Divonis Ringan
- Berkelahi Gara-gara Video Porno, Pemuda di Pekanbaru Ditahan
- Polda Sita Barang Bukti Kasus Penganiayaan Eva Yuliana
- Antisipasi C3, Polresta Pekanbaru Tingkatkan Jam Patroli
- Kapolda Pimpin Sertijab Empat Pejabat Utama Polda Riau
- Setahun Berdiri, Polres Meranti Miliki Poliklinik


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.82.58.198
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com