Untitled Document
Kamis, 6 Muharram 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 30 Oktober 2014 19:04
Dandiklat Buka Latihan Tutuka Ke 38 di Dumai

Kamis, 30 Oktober 2014 19:00
Sopir Menghilang,
Satu Truk Diduga Angkut Sawit Curian Dirusak Warga Rohul


Kamis, 30 Oktober 2014 18:52
Bentuk Solidaritas Rekanya di Papua,
Seluruh Kantor Notaris dan PPAT Dumai Tutup


Kamis, 30 Oktober 2014 18:49
DPRD Dumai Sahkan Tatip Dewan

Kamis, 30 Oktober 2014 18:45
Wawako Dumai Buka Diskusi Panel Wawasan Nusantara

Kamis, 30 Oktober 2014 18:41
30 Pasangan di Rambahsamo, Rohul Ikuti Nikah Massal

Kamis, 30 Oktober 2014 18:35
BME Klaim Gajah Sumatera di TNTN Tersisa 73 Ekor



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 5 April 2012 21:22
Diduga Lakukan Penambangan Liar
Polhut Riau Periksa Asun, Pemilik Eskavator


Polhut Riau akhirnya memeriksa pengusaha Asun, pemilik dua unit eskavator yang diduga melakukan penambangan liar di Inhu.

Riauterkini-PEKANBARU- Asun (50), pemilik dua unit alat berat atau eskavator yang ditangkap petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan (Dishut) Riau di Desa Usup, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), mulai menjalani pemeriksaan, Kamis (5/4/12).

Pemilik PT Kurnia Subur (KS), Asun diperiksa di Markas Polhut Riau, dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Pengusaha asal Rengat ini dicecar 15 pertanyaan oleh penyidik Polhut terkait penggalian dan penambangan batuan Andesit di kawasan hutan lindung di Desa Usup, Inhu.

Usai pemeriksaan, kepada riauterkini.com, Kasi Operasi Polhut Riau, Jaelani mengatakan, pihak telah melakukan pemeriksaan terhadap Asun, selama 6 jam dengan melontarkan 15 pertanyaan.

"Atas kegiatan penambangan itu, Asun dijerat dengan pasal 50 huruf (g) dan jo pasal 78 ayat 6, 9, 14, 15 UU No.SW tahun 1999 tentang kehutanan junto pasal 55 KUHP," terangnya.

Sementara itu, Asun yang didampingi kuasa hukumnya, Wismar Arianto SH mengungkapkan, penambangan batu Andesit yang dilakukannya di lahan seluas 3,1 hektare (Ha) itu, merupakan lahan milik masyarakat yang dibelinya. Dan lahan tersebut banyak ditanami tanaman karet dan durian.

“Jadi di mana pelanggaran itu. Saya kan melakukan penambangan bukan di kawasan hutan," kilahnya balik bertanya kepada wartawan.

Sedangkan, untuk pengoperasian kedua alat beratnya itu, pihaknya telah mengantongi izin. Asun mengaku sejak ditahannya dua unit eskavator miliknya itu, perusahaannya merugi Rp3 sampai 4 juta per hari.

Seperti diberitakan riauterkini.com sebelumnya, aparat Polhut Riau menyita dua dari 21 unit eskavator milik Asun di Desa Usup, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Jum'at (2/3/12) lalu.

Waktu itu Polhut mendapati dua alat berat yang sedang bekerja di areal yang diduga telah dialihfungsikan dari awalnya merupakan lahan hutan. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap dua operator alat berat diketahui eskavator itu milik PT Kurnia Subur yang dipimpin oleh Asun.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
mang cek
ppns jgn mau di goda asun beri pelajan

Nyonya Lebay
Kalo di liat2 hidung pak Mambang Mit ini semacam hidung badut,atau lebih tepatnya Ondel2...gedang boonnnnooooorrrr hahahahaha kayak di sengat lebah atau sejenis serangga Tomket.kok bisa gitu ya ? Teman2 ada yang tau dan bisa jawab gaaak ?? Kalo bisa


Berita Hukum lainnya..........
- Wartawan Terlibat Perampokan,
Eed Kembali untuk Memotret Korban dan Bikin Berita

- Kepergok di Pemakaman China, Pasangan Mesum di Kuansing Diarak Keliling Kampung
- Iuran PKL Arengka Rp200-an Juta Sebulan,
Pembatalan Penggusuran Diduga Akibat Setoran ke Oknum Pejabat

- Dituding Tampar Mahasiswa, Pendemo Desak Kapolsek Kampar Kiri Dicopot
- Belasan Sepeda Motor Anggota Polres Bengkalis Ditilang
- Diduga Menganiaya, Seorang Kakek di Rohul Dilaporkan ke Polisi
- Pemko Pekanbaru Akan Tindak Pelaku Pungli di Kecamatan Payung Sekaki


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.213.228
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com