Untitled Document
Senin, 9 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 29 Maret 2015 21:58
Anggota KUD Gunung Sari, Kampar Terima 800 Sertifikat KKPA

Ahad, 29 Maret 2015 21:51
Bupati Inhil Hadiri Pengukuhan KKB Provinsi Kepri dan Kota Batam

Ahad, 29 Maret 2015 21:46
DPW PPP Riau Gelar Rapat Partai di Meranti

Ahad, 29 Maret 2015 21:22
Bupati Jefry Buka Konfrensi Daerah PGRI Kampar

Ahad, 29 Maret 2015 20:31
Tiga Pelaku Curat di Tapung Hilir, Kampar Berhasil Diringkus

Ahad, 29 Maret 2015 20:27
Tiga Bulan Komisioner dan Honorer KPID Tak Terima Gaji

Ahad, 29 Maret 2015 19:30
Pilkada Kuansing 2015,
Mantan Sekda Sosialisasikan Pencalonan Imran di Simandolak Benai




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 5 April 2012 21:22
Diduga Lakukan Penambangan Liar
Polhut Riau Periksa Asun, Pemilik Eskavator


Polhut Riau akhirnya memeriksa pengusaha Asun, pemilik dua unit eskavator yang diduga melakukan penambangan liar di Inhu.

Riauterkini-PEKANBARU- Asun (50), pemilik dua unit alat berat atau eskavator yang ditangkap petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan (Dishut) Riau di Desa Usup, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), mulai menjalani pemeriksaan, Kamis (5/4/12).

Pemilik PT Kurnia Subur (KS), Asun diperiksa di Markas Polhut Riau, dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Pengusaha asal Rengat ini dicecar 15 pertanyaan oleh penyidik Polhut terkait penggalian dan penambangan batuan Andesit di kawasan hutan lindung di Desa Usup, Inhu.

Usai pemeriksaan, kepada riauterkini.com, Kasi Operasi Polhut Riau, Jaelani mengatakan, pihak telah melakukan pemeriksaan terhadap Asun, selama 6 jam dengan melontarkan 15 pertanyaan.

"Atas kegiatan penambangan itu, Asun dijerat dengan pasal 50 huruf (g) dan jo pasal 78 ayat 6, 9, 14, 15 UU No.SW tahun 1999 tentang kehutanan junto pasal 55 KUHP," terangnya.

Sementara itu, Asun yang didampingi kuasa hukumnya, Wismar Arianto SH mengungkapkan, penambangan batu Andesit yang dilakukannya di lahan seluas 3,1 hektare (Ha) itu, merupakan lahan milik masyarakat yang dibelinya. Dan lahan tersebut banyak ditanami tanaman karet dan durian.

“Jadi di mana pelanggaran itu. Saya kan melakukan penambangan bukan di kawasan hutan," kilahnya balik bertanya kepada wartawan.

Sedangkan, untuk pengoperasian kedua alat beratnya itu, pihaknya telah mengantongi izin. Asun mengaku sejak ditahannya dua unit eskavator miliknya itu, perusahaannya merugi Rp3 sampai 4 juta per hari.

Seperti diberitakan riauterkini.com sebelumnya, aparat Polhut Riau menyita dua dari 21 unit eskavator milik Asun di Desa Usup, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Jum'at (2/3/12) lalu.

Waktu itu Polhut mendapati dua alat berat yang sedang bekerja di areal yang diduga telah dialihfungsikan dari awalnya merupakan lahan hutan. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap dua operator alat berat diketahui eskavator itu milik PT Kurnia Subur yang dipimpin oleh Asun.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
mang cek
ppns jgn mau di goda asun beri pelajan

Nyonya Lebay
Kalo di liat2 hidung pak Mambang Mit ini semacam hidung badut,atau lebih tepatnya Ondel2...gedang boonnnnooooorrrr hahahahaha kayak di sengat lebah atau sejenis serangga Tomket.kok bisa gitu ya ? Teman2 ada yang tau dan bisa jawab gaaak ?? Kalo bisa


Berita Hukum lainnya..........
- Tiga Pelaku Curat di Tapung Hilir, Kampar Berhasil Diringkus
- Maling Bobol Toko Elektronik di Pasirpangaraian, 5 TV LED Raib
- Aparat Polres Rohul Tangkap Dua Pengedar Narkoba dari Dua Kecamatan
- Ternyata Ejekan Ompong Pemicu Pembunuhan 27 Tusukan Karyawan Angkringan
- Uang Rp23,5 Juta Raib,
Pelaku Pembunuhan Pasutri di Inhil Diduga Karyawan Korban

- Pelaku Pembunuhan Sadis Karyawan Angkringan Ditembak Polisi
- Diduga Korban Perampokan,
Pasutri di Teluk Pantaian, Inhil Ditemukan Tewas dengan Leher Terjerat Tali



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.72.176
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com