Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 29 April 2016 10:58
Dari Lapas RZ Membantah Tuduhan Sering Keluyuran di Luar

Jum’at, 29 April 2016 10:55
Pemko Wujudkan Masyarakat Madani dengan Program Jumat Mengaji

Jum’at, 29 April 2016 09:52
Annas Maamun Pasrah Terima Keppres Pemberhentian Dirinya

Jum’at, 29 April 2016 09:45
Tertimbun Tembok, Makam Pejuang di Rohil Mulai Dibersihkan

Jum’at, 29 April 2016 09:35
Kalah di MA, Pemko Pekanbaru Siap Hibahkan Bangunan Pustu Rintis pada Masyarakat

Jum’at, 29 April 2016 09:09
Satpol PP Amankan Lima Pasangan Diduga Mesum di Kawasan Main Stadium

Jum’at, 29 April 2016 07:09
Dibuka Bupati Bengkalis , 294 Kafilah Ikuti MTQ Bukitbatu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 5 April 2012 21:22
Diduga Lakukan Penambangan Liar
Polhut Riau Periksa Asun, Pemilik Eskavator


Polhut Riau akhirnya memeriksa pengusaha Asun, pemilik dua unit eskavator yang diduga melakukan penambangan liar di Inhu.

Riauterkini-PEKANBARU- Asun (50), pemilik dua unit alat berat atau eskavator yang ditangkap petugas Polisi Kehutanan (Polhut) Dinas Kehutanan (Dishut) Riau di Desa Usup, Kecamatan Batang Gangsal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), mulai menjalani pemeriksaan, Kamis (5/4/12).

Pemilik PT Kurnia Subur (KS), Asun diperiksa di Markas Polhut Riau, dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Pengusaha asal Rengat ini dicecar 15 pertanyaan oleh penyidik Polhut terkait penggalian dan penambangan batuan Andesit di kawasan hutan lindung di Desa Usup, Inhu.

Usai pemeriksaan, kepada riauterkini.com, Kasi Operasi Polhut Riau, Jaelani mengatakan, pihak telah melakukan pemeriksaan terhadap Asun, selama 6 jam dengan melontarkan 15 pertanyaan.

"Atas kegiatan penambangan itu, Asun dijerat dengan pasal 50 huruf (g) dan jo pasal 78 ayat 6, 9, 14, 15 UU No.SW tahun 1999 tentang kehutanan junto pasal 55 KUHP," terangnya.

Sementara itu, Asun yang didampingi kuasa hukumnya, Wismar Arianto SH mengungkapkan, penambangan batu Andesit yang dilakukannya di lahan seluas 3,1 hektare (Ha) itu, merupakan lahan milik masyarakat yang dibelinya. Dan lahan tersebut banyak ditanami tanaman karet dan durian.

“Jadi di mana pelanggaran itu. Saya kan melakukan penambangan bukan di kawasan hutan," kilahnya balik bertanya kepada wartawan.

Sedangkan, untuk pengoperasian kedua alat beratnya itu, pihaknya telah mengantongi izin. Asun mengaku sejak ditahannya dua unit eskavator miliknya itu, perusahaannya merugi Rp3 sampai 4 juta per hari.

Seperti diberitakan riauterkini.com sebelumnya, aparat Polhut Riau menyita dua dari 21 unit eskavator milik Asun di Desa Usup, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Jum'at (2/3/12) lalu.

Waktu itu Polhut mendapati dua alat berat yang sedang bekerja di areal yang diduga telah dialihfungsikan dari awalnya merupakan lahan hutan. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap dua operator alat berat diketahui eskavator itu milik PT Kurnia Subur yang dipimpin oleh Asun.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
mang cek
ppns jgn mau di goda asun beri pelajan

Nyonya Lebay
Kalo di liat2 hidung pak Mambang Mit ini semacam hidung badut,atau lebih tepatnya Ondel2...gedang boonnnnooooorrrr hahahahaha kayak di sengat lebah atau sejenis serangga Tomket.kok bisa gitu ya ? Teman2 ada yang tau dan bisa jawab gaaak ?? Kalo bisa


Berita Hukum lainnya..........
- Dari Lapas RZ Membantah Tuduhan Sering Keluyuran di Luar
- Satpol PP Amankan Lima Pasangan Diduga Mesum di Kawasan Main Stadium
- Ibu Kandung Jadikan Anak Kurir Ganja 17 Kilogram Ditangkap di Kandis, Siak
- Kapolri Mutasi 7 Kapolres di Jajaran Polda Riau
- Bentrok Ormas LMP dan PP, Polres Kampar Tetapkan 22 Tersangka
- Termasuk Wakapolres, 3 Perwira Polres Meranti Sertijab
- 23 Gram Sabu dan Honda CRV Disita,
Bandar Narkoba di Ujungbatu Ditangkap Polisi Rohul di Jalan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.227.84.122
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com