Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 25 April 2018 09:15
Sambutan Tertulis Mendagri di Hari Otda, Ingatkan ASN Netral

Rabu, 25 April 2018 06:52
Pengurus PC PMII Kota Pekanbaru Priode 2018-2019 Dilantik

Rabu, 25 April 2018 06:49
Warga Kuansing Adukan Pencemaran Sungai oleh Empat Perusahaan ke DPRD Riau

Selasa, 24 April 2018 22:31
Jualbelikan Pupuk Subsidi di Luar Wilayah, Agen Pupuk di Sei Kumango Ditangkap Polres Rohul

Selasa, 24 April 2018 22:28
Sekda: Tahun Ini TPP Pemkab Bengkalis Tidak Dirasionalisasi

Selasa, 24 April 2018 22:24
Pesta Narkoba, 2 Warga Pasirpangaraian Diciduk Polisi Rohul

Selasa, 24 April 2018 22:20
Gendong' Sabu 2,9 Kg di Pinggir, Bengkalis,
1 Terdakwa Divonis Seumur Hidup dan 3 Terdakwa 19 Tahun Penjara


Selasa, 24 April 2018 21:26
Program Rp1 Miliar Per Desa LE-Hardianto Mendapat Atensi Masyarakat

Selasa, 24 April 2018 21:21
Begini Cara Pasangan Firdaus-Rusli Atasi Pengangguran di Duri

Selasa, 24 April 2018 21:16
DPT Riau 2018 Sebanyak 3.622.488 Pemilih

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 4 Maret 2012 15:08
Mengaku Ditempeleng,
Dosen Adukan Bupati Kampar ke Polda Riau


Seorang dosen STIE Persada Bunda Pekanbaru melapor ke Polda Riau. Ia mengaku jadi korban pemukulan Bupati Kampar Jefry Noer.

Riauterkini-PEKANBARU- Bupati Kampar Jefry Noer dilaporkan ke Dir Reskrim Umum III Kepolisian Daerah (Polda) Riau oleh dosennya, Yusrizal. Dalam laporannya ke polisi, Ahad (4/3/12) Yusrizal yang mengajarkan mata kuliah Hukum Adat di STIE Pursada Bunda, mengaku telah ditempeleng oleh sang bupati.

Kabid Humas Polda Riau AKBP S Pandiangan yang dihubungi riauterkini.com, Ahad siang membenarkan adanya laporan tentang perbuatan tidak menyenangkan yang diduga dilakukan oleh Bupati Kampar Jefry Noer. “Tadi pagi memang kita menerima laporan itu. Saat kasusnya dalam penyelidikan kita,” ungkapnya.

Sementara di tempat terpisah, Jefry Noer yang ditemui wartawan di kampus STIE Persada Bunda, Jalan Diponegoro Pekanbaru membantah melakukan pemukulan. Ia kemudan menyampaikan kronologis kejadian. Dikatakan, sekitar pukul 08.30 WIB, dirinya tengah berada di dalam kantin kampus Persada Bunda, Jalan Diponegoro Pekanbaru.

Tiba-tiba datang Yusrizal ke tempat itu. Jefry menghampiri dosennya itu dan menanyakan nilai mata kuliah Hukum Adat yang belum keluar. Padahal mata kuliah itu sudah selesai diikutinya sejak tahun 2010 lalu.

Sewaktu ditanyakan secara baik-baik kapan dan mengapa nilai mata kuliah Hukum Adat itu belum keluar, Yusrizal lalu menjawab dengan ketus. “Itu urusan saya,” tukasnya seperti ditirukan Jefry Noer.

Pertengkaran mulut pun tidak terhindarkan. Karena tak tahan lagi membendung emosi, Jefry Noer sempat melontarkan ancaman dengan berujar, “Saya tamparkan nanti!”. Mendengar perkataan Jefry Noer ini, sang dosen tidak menerimanya dan balik mengancam akan melaporkan Jefry ke Polda Riau. Ancaman tersebut dibuktikan, setelah meninggalkan kampus Persada Bunda itu, Yusrizal pun membuat laporan ke Polda Riau.

Sementara itu Dirketur STIE Persada Bunda Didi Rizki mengaku belum tahu persis apa yang terjadi antara Yusrizal dengan Jefry Noer. "Saya memang memang sudah dapat laporan, tetapi karena saya masih di luar kota, saya belum tahu persih apa yang sebenarnya terjadi, apakah sekedar ribut atau ada pemukulan," ujarnya saat dihubungi riauterkini.

Dikatakannya, bahwa Jefry Noer saat ini kuliah di Fakultas Hukum dengan Program Studi Ilmu Hukum, semester 5. Dalam secepatnya ia akan membahas masalah tersebut. "Mungkin besok, setibatnya saya di Pekanbaru akan langsung dibahas," janjinya.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Jualbelikan Pupuk Subsidi di Luar Wilayah, Agen Pupuk di Sei Kumango Ditangkap Polres Rohul
- Pesta Narkoba, 2 Warga Pasirpangaraian Diciduk Polisi Rohul
- Gendong' Sabu 2,9 Kg di Pinggir, Bengkalis,
1 Terdakwa Divonis Seumur Hidup dan 3 Terdakwa 19 Tahun Penjara

- Supervisi Operasi Mantap Praja Muara Takus ke Polsek Gaung, Inhil
- Enam Terdakwa Minta Bebas Korupsi Manipulasi Penerbitan SHM Tesso Nilo, Kampar
-
- Korupsi Dana Karlahut, Jaksa Tahan Tiga Pejabat Pemko Dumai
- Material Plat Mencukupi,
Satlantas Polres Bengkalis Tegaskan Pengambilan TNKB Gratis

- Pesta Ganja, Empat Pemuda di Inhu Ditangkap Polisi
- Karyawan PT SSR di Inhu Ditemukan Tewas Membusuk di Mess Perusahaan
- Jadi 'Toke' Togel, 'Imam Vihara' dan Seorang Warga Bengkalis Ditangkap Polisi
- Satu Napi, Polres Inhil Tangkap Dua Pengedar Sabu
- Tiga Hari Menghilang Seorang Warga Inhu Ditemukan Tewas Disungai
- Korupsi SPPD Fiktif Dispenda Riau, Saksi Gugup Beberkan Pemotongan 10 Persen
- Pendemo di Kantor Gubri, Protes Rencana Pembangunan Waduk Lompatan Harimau di Rohul
- Awalnya Dikira Besi Tua,
Rupanya 2 Benda Ditemukan Karyawan PT. BIP Ujung Batu Granat Nanas

- Miliki Shabu 4 Kilogram, Teknisi Elektronik Dibekuk Polresta Pekanbaru
- Supir Sakaw, Innova Ringsek Nabrak Halte Bus di Jalan Soedirman Pekanbaru
- Rugikan Negara Rp1.7 M, Polda Riau Tetapkan Dua Tersangka Baru Korupsi di Dipenda Riau
- Lakukan Aborsi, Seorang Dukun di Inhu Ditangkap


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.172.33
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com