Untitled Document
Sabtu, 8 Muharram 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 1 Nopember 2014 07:27
Kebakaran Ludeskan Gudang Batako di Jalan Imam Munandar Pekanbaru

Sabtu, 1 Nopember 2014 07:23
Polres Bengkalis Ringkus Maling 26 Ton Minyak PT Chevron

Sabtu, 1 Nopember 2014 07:12
Ribuan Ikan Ditemukan Mati Mengapung di Sungai Muara Kuku, Rohul

Jum’at, 31 Oktober 2014 22:07
111

Jum’at, 31 Oktober 2014 22:02
Kepada Dewan, Kapolresta Pekanbaru Keluhkan Anggaran Minim

Jum’at, 31 Oktober 2014 21:58
Bantahan DJKD Kemendagri Terkait Berita Dugaan Gubri Annas Palsukan APBD 2015

Jum’at, 31 Oktober 2014 21:54
Ditemukan Mayat Bersimbah Darah di Sinaboi, Rohil



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 4 Maret 2012 15:08
Mengaku Ditempeleng,
Dosen Adukan Bupati Kampar ke Polda Riau


Seorang dosen STIE Persada Bunda Pekanbaru melapor ke Polda Riau. Ia mengaku jadi korban pemukulan Bupati Kampar Jefry Noer.

Riauterkini-PEKANBARU- Bupati Kampar Jefry Noer dilaporkan ke Dir Reskrim Umum III Kepolisian Daerah (Polda) Riau oleh dosennya, Yusrizal. Dalam laporannya ke polisi, Ahad (4/3/12) Yusrizal yang mengajarkan mata kuliah Hukum Adat di STIE Pursada Bunda, mengaku telah ditempeleng oleh sang bupati.

Kabid Humas Polda Riau AKBP S Pandiangan yang dihubungi riauterkini.com, Ahad siang membenarkan adanya laporan tentang perbuatan tidak menyenangkan yang diduga dilakukan oleh Bupati Kampar Jefry Noer. “Tadi pagi memang kita menerima laporan itu. Saat kasusnya dalam penyelidikan kita,” ungkapnya.

Sementara di tempat terpisah, Jefry Noer yang ditemui wartawan di kampus STIE Persada Bunda, Jalan Diponegoro Pekanbaru membantah melakukan pemukulan. Ia kemudan menyampaikan kronologis kejadian. Dikatakan, sekitar pukul 08.30 WIB, dirinya tengah berada di dalam kantin kampus Persada Bunda, Jalan Diponegoro Pekanbaru.

Tiba-tiba datang Yusrizal ke tempat itu. Jefry menghampiri dosennya itu dan menanyakan nilai mata kuliah Hukum Adat yang belum keluar. Padahal mata kuliah itu sudah selesai diikutinya sejak tahun 2010 lalu.

Sewaktu ditanyakan secara baik-baik kapan dan mengapa nilai mata kuliah Hukum Adat itu belum keluar, Yusrizal lalu menjawab dengan ketus. “Itu urusan saya,” tukasnya seperti ditirukan Jefry Noer.

Pertengkaran mulut pun tidak terhindarkan. Karena tak tahan lagi membendung emosi, Jefry Noer sempat melontarkan ancaman dengan berujar, “Saya tamparkan nanti!”. Mendengar perkataan Jefry Noer ini, sang dosen tidak menerimanya dan balik mengancam akan melaporkan Jefry ke Polda Riau. Ancaman tersebut dibuktikan, setelah meninggalkan kampus Persada Bunda itu, Yusrizal pun membuat laporan ke Polda Riau.

Sementara itu Dirketur STIE Persada Bunda Didi Rizki mengaku belum tahu persis apa yang terjadi antara Yusrizal dengan Jefry Noer. "Saya memang memang sudah dapat laporan, tetapi karena saya masih di luar kota, saya belum tahu persih apa yang sebenarnya terjadi, apakah sekedar ribut atau ada pemukulan," ujarnya saat dihubungi riauterkini.

Dikatakannya, bahwa Jefry Noer saat ini kuliah di Fakultas Hukum dengan Program Studi Ilmu Hukum, semester 5. Dalam secepatnya ia akan membahas masalah tersebut. "Mungkin besok, setibatnya saya di Pekanbaru akan langsung dibahas," janjinya.***(har)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
putra air tiris
kalau kita bongak jangan jadi bupati... warga kampar pun %@!* pilih bupati preman yg tamat paket c..

ocu di antau
itu tio jan dipilo kato deyen potang uang nan indak sakola, uang nan sakolo jo indak bisa mamimpin apole uang nan indak sakola, naiok sakolo jo ba sipang, kampar ko ka dopan jadi lumbung uang bongak bisuok go, tu tio bulio kalian mandarita la salamo

DONI SALI IRWAN. MH
saya rasa masalah ini jangan dibesar besarkan, jika kita lihat hal ini menjadi besar karena para individu yang terkait ini adalah orang orang yang dipandang perlu dipublikasikan, karena jefri seorang bupati yang notabenenya politikus yang memiliki po

prihatin kampar
Makin prihatin aja liat kampar...lebih byk sensasi pejabat petinggi daripada kemajuan...

JUM_BIN
PIKIR ADALAH PELITA HATI... EMOSI ADALAH SAHABAT SEJATI IBLIS ... SABAR ADALAH SIKAP DAN SIPAT PARA NABI, PARA WALI DAN PEMIMPIN YANG ARIF DAN BIJAKSANA. KALAU MEMANG MERASA HEBAT DALAM BERKELAHI ...!!! MENDING JADI PETINJU SEPERTI MIKE TYSON,

gadis kampar
penjara kn jch jefri noer .... gntikan jch dia sm ibrahim ali... dia toe mg ga prnh sadar dha tw bongak msh jch kulia, sekolah jch ga lulus pha lg kuliah.. dosen dosen jangan tinggal diam aja... kmrn guru, skrng dosen.. besok cp lagi yg jadi kor

robin hood PKU
kasi komenr ya kasilah tp ms' paki bhasa daerah....knp y org riau pd umumnya susah se x menggunakan bahasa indonesia..........????? hidup jefri....hidup jefri....hidup jefri....hidup jefri....hidup jefri....hidup jefri....hidup jefri....hidup jefri.

Mhs Persada
Sangat disayangkan seorang dosen lgsg melaporkan sesuatu kejadian ke polda yg seharusnya bisa diselesaikan di kampus secara musyawarah. Patut juga dipertanyakan motivasi dosen ybs melaporkan seorang mhs yg kebetulan juga bupati kampar pilihan masyara

pemuda intelek kampar
ijep,.ijep,.? dolu guru ang buek condo iko,.ala demo lo anak sekolah untuk mendemo waang.. kini dosen lo ang buek condo iko,.jatuh tapai ang bekok dek seluruh mahasiswa baru tau,.suharto jo tumbang di demo dek noang du ma,apo lagi seorang rojap,.

Tun Bijak
Kita belum tahu benar apa sesungguhnya yg terjadi, maka menurut hemat kami sebaiknya komentar kita jangan berpihak dulu kepada seseorang, kita ikuti dululah perkembangan kasusnya, sesudah jelas duduk perkaranya, silahkan "berceloteh" sampai kering ai

angku
Biar lah bupati kami urang gilo,dari pado orang munafik..klo saya jd mahasiswanya bukan sy tampar lagi,tp sy pijak2 muke dosen arogan tu

mas bro
BUPATI kok main ancam dan tempeleng baiknya bikin genk motor aje lah...tata krama, sopan santun dan tata laku pengayom pastinya harus diterapkan...waduh2 makanya para calon Bupati harus disekolahkan kepribadian biar merasa bahwa die tu pemimpin yang

NANANG ARIYANTO
JIKA MEMANG SUDAH TERJADI MAKA AKAN ADA PROSES HUKUM SELANJUTNYA. TAPI ALANGKAH BAIKNYA JIKA PERMASALAHAN INI BISA DISELESAIKAN SECARA KEKELUARGAAN. SALING MEMAAFKAN KARENA KITA SEMUA SALING BERSAUDARA. DAN TUHAN YANG MAHA KUASA MELAKNAT JIKA MANUSIA

lazir bengkalis
bagaimanapun pak jefri adalah bupati kita, jangan komentar yg kurang baik sebelum tahu apa permasalahan yg terjadi. setahu saya masyarakat kampar sangat agamis dan orang yg memiliki akhlak yg mulia. "Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yg diucapkan)

Mantan mahasiswa
Yang koment benci dgn jefri semuanya orang-orang dengki dan iri hati,orang2 seperti ini sepanjang hidupnya tdk akan perna tenang karna disekeliling mereka banyak yg berhasil sementara mereka tdk mampu,apa yg dilakukan jefri sangat wajar karna dia men

FA
Masalah ini telah di politisasi,tlong kita berfikir jernih jangan mau diadu domba oleh orang yg memiliki kepentingan politik drmasalah ini. Yg untung pasti org yg memiliki kepentingan dan masyarakat lah yg rugi karna terombang ambing oleh kepentingan

Tukang ramal
Tunggu masih banyak lagi berita aneh yang akan kamu dengar dari Jefrinur. Bersabarlah karena itu pilihan kamu dan bukan pilihan saya.

mas imbron
yang ditampar dosen hukum adat...artinya sudah jelas kalo jefri tak beradat ....wkwkwkwkw

ngakak
Baca komentarnya jadi ketawa sendiri, lucu2.

pro kedamaian
politikus sebaiknya sabar,menahan diri,dan berfikir jernih,,,kalo tidak politikus akan jadi komodity politik yg segala sisi kelemahannya mudah dipolitisir dan didramatisir oleh lawan politik,,,suai ?//

malaikat
Bupati juga manusia..makanya pilih saya

Cucu Tabano
Mohon kpd semua pihak tdk mengeluarkan pernyataan yg anda tdk tahu permasalahan sebenarnya krn akan menimbulkan fitnah yg jauh lebih besar dosanya,

Usman Bin Afi
Sumatera BARAT orang yang Durhaka kepada Ortu/Guru/Dosen sebut "M A L I N K U N D A N G " kalau kabupaten Kampar sebut " C U D A N G" ANAK DURHAKA KAMU HAJI.PERCUMA SIANG MALAM TUNGGANG TUNGGIK SEMBAYANG TAHAJUD KELAKUAN SEPERTI.

Usman Bin Afi
Sumatera BARAT orang yang Durhaka kepada Ortu/Guru/Dosen sebut "M A L I N K U N D A N G " kalau kabupaten Kampar sebut " C U D A N G" ANAK DURHAKA KAMU HAJI.PERCUMA SIANG MALAM TUNGGANG TUNGGIK SEMBAYANG TAHAJUD KELAKUAN SEPERTI.

Usman Bin Afi
Sumatera BARAT orang yang Durhaka kepada Ortu/Guru/Dosen sebut "M A L I N K U N D A N G " kalau kabupaten Kampar sebut " C U D A N G"

KAUM HAWA
NILAI APAKAH YG PANTAS UTK JEFRY NOER????????????

WAK LUNG
Kalau memang seperti itu kejadiannya, sungguh kasihan Jeffry. Percuma saja keningnya sampai hitam ... keluar kelakuan aslinya seperti waktu dulu.......

Anti Jefri Noer
sungguh malang kabupeten kamparku, dipimpin oleh org TOLOL, yg tdk tau sopan santun kpd pendidik.para pendukungny BERTANGGUNGJWBLAH KALIAN!!! makan LIMA PILAR JEFRI NOER TU!!

ocu paibo
nyo itulah jgn pilieh jo lai jefri,preman itu,preman kontui ang jefry,kami gulai bisuak!!

Refnedi
Mari kita serahkan semua kpd hukum dan jangan kita langsung memvonis peristiwa ini

ocu mabuak
dulu rakyat kampar bernyanyi saat menurunkan Jefri Nur,salah pilih...salah pilih 3x.. tapiliah orang gilo. kini yang memilih Jefri nur itu saat Pilkada dulu urang Gilo.

ocu mabuak
dulu rakyat kampar bernyanyi saat menurunkan Jefri Nur,salah pilih...salah pilih 3x.. tapiliah orang gilo. kini yang memilih Jefri nur itu saat Pilkada dulu urang Gilo.

Syahronie
Gitu aja kok repot, buka baju masing-masing tanggalkan sementara jabatan yg melekat, duel.......

fitri efrilis
Kalo mnurut saya, memang utk minta nilai pak jefri itu adlah hak dia, dosennya pun sok2an.. Tp pak jefri wlaupun sbgai pemimpin atau tdk, sharusnya jgn bersikap sperti itu. Tanggung resiko aja lagi gmn tanggapan msyarakat!! Trnyata ksalahan yg dulu t

Komedi
Lucu... Dulu masyarakat kampar yg bernyanyi waktu menurunkan pak jefri noer " salah pilih, salah pilih yang tapilih urang gilo." Tapi sekarang masyarakat memilih pak jefri yg menjadi pemimpin mereka, jadi apapun yg terjadi jangan pernah menyesal teta

pendukung wakil bupati
jefri bongaaaaakkk...lengserkan saja ganti wakilnya yang lebih cerdas. Jefri bisonyo korupsi, tahu ang, piti dana aspirasi dikorupsi dibuek kampanye di Kampar...Tapi anehnyo tak diusut, ambo kuatir penegak hukum dijanji-janjiin mau disuap...eeehhh ta

ninimamak bangkinang
yaaa..jefri noer memang begitu. Apa dia tak mikir pernah didemo guru, dilengkserkan tempo hari. Apa mau dilengserkan lagi. Belum sebulan menjabat dah buat gara. Tengok tuh kepala desa yang dulu tak pro dia dicopoti. Memang bongaakkk si Jefri itu. Yai

Pendukung Jefry
Dosen nyo yang tak bermoral tu,masak mata kuliah yang sudah di Ambil kenapa tak di kasih Nilai

EKa S. Hamid
Tulah Rakyat kampar sudah salah pilih. Dari dulu rojab ndak berubah.

Ocu GAME
Iko di politisi Rusli Nampak Nyo,masyarakat kampar jangan mau di tipu daya oleh antek2 Rusli untuk menghancurkan Kampar.

japrinur
ba apo ko jef, main tenju se ang. ndak takona dek ang lai ukatu didemo guru? bongak ang mah, kapalo ang se nan godang

datuok bangkinang
kalau botue yang di laporkan yusrizal du den mandukuong seponuoo.. bio tau dighi pejabat-pejabat yang selalu main hakim sandiri du. tangkok langsuong pak polisi kalau parolu panjaghokan dulu.

Of
Biarlah hukum yg membuktikan, kita jgn menerka2 dulu. ok, kebenaran itu selalu jd pemenangnya.

Of
Biarlah hukum yg membuktikan, kita jgn menerka2 dulu. ok, kebenaran itu selalu jd pemenangnya.

dffgher
ar tfbwars ydrtrd

ali
itulah klo dosen sudah merasa malaikat nilai,,klo perlu tu dosen yg dihukum krn tidak melaksanakan kewajibannya memberi nilai pada mahasiswanya,,,

Muzhacky Maulid Indira
Jangan dikait-kaitan dengan jabatan Bupati Kampar. Marwah Bupati Kampar bukan berjiwa premanisme. Yang lebih cocok: Dosen VS Mahasiswa.

Ongah si Jef
ooo.. baitu yo jang, mungkin karano koran si Yus indak dapek kontrak halaman dari si Jef. si Jef cumo modali kontrak halaman korannyo sendiri

ocu Boyannn
lah jadi pejabat indak juo tau dii....kok lah bongak bongak lah touih...

Persaingan Bisnis Koran
Kepada pembaca Riau terkini, supaya tahu apa penyebabnya. Mereka berdua ini sama-sama punya media harian Koran. jadi mungkin karna persaingan bisnis mereka sama -sama tdk cocok dan terjadilah perkelahiam. Intinya, mau menjatuhkan seseorang.....


Berita Hukum lainnya..........
- Kebakaran Ludeskan Gudang Batako di Jalan Imam Munandar Pekanbaru
- Polres Bengkalis Ringkus Maling 26 Ton Minyak PT Chevron
- Kepada Dewan, Kapolresta Pekanbaru Keluhkan Anggaran Minim
- Ditemukan Mayat Bersimbah Darah di Sinaboi, Rohil
- Tuntut Tuntaskan Kasus Bupati Jefry Noer,
Satu Mahasiswa Aksi Jahit Mulut di KPK Dilarikan Ke Rumah Sakit

- Gubri Annas Maamun Diduga Palsukan APBD Riau tahun 2015
- Dugaan Korupsi Islamic Center Rohul,
Kejati Riau Dalami Keterangan Sejumlah Pihak



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.202.106
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com