Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 23 Nopember 2017 12:00
Resmikan BPPSI, Gubri Berharap Segera Beroperasi Industri Turunan Sawit di Riau

Kamis, 23 Nopember 2017 11:57
KPA Inhil Belajar Penanggulangan AIDS di Bali

Kamis, 23 Nopember 2017 09:35
UNRI EXPO 2017, Cara Lahirkan Mahasiswa Kreatif dan Cinta Lingkungan

Kamis, 23 Nopember 2017 08:44
BPPSI Diresmikan Hari ini, Riau Miliki Balai Pengembangan Produk Turunan Sawit

Kamis, 23 Nopember 2017 07:24
34 Panwascam di Bengkalis Digembleng Bimtek Pengawasan Pilgubri 2018

Kamis, 23 Nopember 2017 07:17
5 Desember 2017, PWI Dumai Gelar Konferkot

Kamis, 23 Nopember 2017 07:03
Berbiaya Rp3,2 Miliar,
Rute Tour de Siak 5 Dipangkas Akibat Jalan Provinsi Rusak


Rabu, 22 Nopember 2017 21:46
Kabur dari Lapas Pekanbaru, Satriandi Dijemput oleh Dua Orang

Rabu, 22 Nopember 2017 20:53
Lawan Pungli di Sekolah, Repdem Riau Siapkan Konsolidasi dengan Masyarakat

Rabu, 22 Nopember 2017 20:17
Polres Dumai Amankan Tiga Pelaku Pungli Sopir Tangki

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Ahad, 4 Maret 2012 15:08
Mengaku Ditempeleng,
Dosen Adukan Bupati Kampar ke Polda Riau


Seorang dosen STIE Persada Bunda Pekanbaru melapor ke Polda Riau. Ia mengaku jadi korban pemukulan Bupati Kampar Jefry Noer.

Riauterkini-PEKANBARU- Bupati Kampar Jefry Noer dilaporkan ke Dir Reskrim Umum III Kepolisian Daerah (Polda) Riau oleh dosennya, Yusrizal. Dalam laporannya ke polisi, Ahad (4/3/12) Yusrizal yang mengajarkan mata kuliah Hukum Adat di STIE Pursada Bunda, mengaku telah ditempeleng oleh sang bupati.

Kabid Humas Polda Riau AKBP S Pandiangan yang dihubungi riauterkini.com, Ahad siang membenarkan adanya laporan tentang perbuatan tidak menyenangkan yang diduga dilakukan oleh Bupati Kampar Jefry Noer. “Tadi pagi memang kita menerima laporan itu. Saat kasusnya dalam penyelidikan kita,” ungkapnya.

Sementara di tempat terpisah, Jefry Noer yang ditemui wartawan di kampus STIE Persada Bunda, Jalan Diponegoro Pekanbaru membantah melakukan pemukulan. Ia kemudan menyampaikan kronologis kejadian. Dikatakan, sekitar pukul 08.30 WIB, dirinya tengah berada di dalam kantin kampus Persada Bunda, Jalan Diponegoro Pekanbaru.

Tiba-tiba datang Yusrizal ke tempat itu. Jefry menghampiri dosennya itu dan menanyakan nilai mata kuliah Hukum Adat yang belum keluar. Padahal mata kuliah itu sudah selesai diikutinya sejak tahun 2010 lalu.

Sewaktu ditanyakan secara baik-baik kapan dan mengapa nilai mata kuliah Hukum Adat itu belum keluar, Yusrizal lalu menjawab dengan ketus. “Itu urusan saya,” tukasnya seperti ditirukan Jefry Noer.

Pertengkaran mulut pun tidak terhindarkan. Karena tak tahan lagi membendung emosi, Jefry Noer sempat melontarkan ancaman dengan berujar, “Saya tamparkan nanti!”. Mendengar perkataan Jefry Noer ini, sang dosen tidak menerimanya dan balik mengancam akan melaporkan Jefry ke Polda Riau. Ancaman tersebut dibuktikan, setelah meninggalkan kampus Persada Bunda itu, Yusrizal pun membuat laporan ke Polda Riau.

Sementara itu Dirketur STIE Persada Bunda Didi Rizki mengaku belum tahu persis apa yang terjadi antara Yusrizal dengan Jefry Noer. "Saya memang memang sudah dapat laporan, tetapi karena saya masih di luar kota, saya belum tahu persih apa yang sebenarnya terjadi, apakah sekedar ribut atau ada pemukulan," ujarnya saat dihubungi riauterkini.

Dikatakannya, bahwa Jefry Noer saat ini kuliah di Fakultas Hukum dengan Program Studi Ilmu Hukum, semester 5. Dalam secepatnya ia akan membahas masalah tersebut. "Mungkin besok, setibatnya saya di Pekanbaru akan langsung dibahas," janjinya.***(har)



Berita Hukum lainnya..........
- Kabur dari Lapas Pekanbaru, Satriandi Dijemput oleh Dua Orang
- Polres Dumai Amankan Tiga Pelaku Pungli Sopir Tangki
- Todongkan Senpi, Satriandi si Penjahat Kakap Kasus Pembunuhan Kabur dari Lapas Pekanbaru
- Perkosa Nenek 61 Tahun, Pria di Bengkalis Dituntut 6 Tahun Penjara
- Supir Mengantuk, Mobil Avanza Seruduk Tugu Songket Pekanbaru
- Pelaku Utama Prmbunuhan Disertai Mutilasi di Rupat Divonis Hukuman Mati
- Kotban Rugi Rp117 Juta, Polresta Pekanbaru Tangkap Dua Penipu Modus Merah Delima
- Petikan Putusan MA, Johar dan Suparman Divonis 6 Tahun Penjara
- Tabrak Bocah Hingga Tewas,
Berkas Anggota DPRD Bengkalis Dilimpahkan ke Kejari

- Wabup Meranti Rela Berpanas-panas Teirma Mahasiswa Pendemo
- Pendemo Diterima DPRD Meranti, Mahasiswa Sampaikan 6 Tuntutan
- Sidang Korupsi Dana Kasda, Dua Pejabat Inhu Dituntut 1,5 Tahun Penjara
- Berdemo, Ratusan Mahasiswa Desak Bupati Meranti Cairkan Beasiswa
- Berprestasi, Sejumlah Personil Polres Inhil Diberi Penghargaan
- Kedapatan Bawa Ekstasi, Oknum ASN Kampar Diamankan di KTV Permata Pekanbaru
- Sigap Gunakan Racun Api, Toko Andalas Baja Duri Lolos dari Kebakaran
- Napi WN Malaysia Kabur, Diduga Ada Kesalahan Prosedur Petugas Lapas Bengkalis
- Hindari Penyalahgunaan Narkoba, 43 Staf PN Bengkalis di Tes Urine Mendadak
- Napi WN Malaysia Kabur, Lapas Bengkalis Koordinasi dengan Imigrasi
- Korupsi BTT Pelalawan,
Dua Putra Bupati HM Harris Bersaksi di PN Tipikor Pekanbaru



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.196.2.131
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com