Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 29 Juli 2016 14:27
Jaksa Limpahkan Perkara Penimbunan Miras dan Rokok Tanpa Cukai

Jum’at, 29 Juli 2016 13:56
Eva : Kader PKK Jangan Sering Merendahkan Diri

Jum’at, 29 Juli 2016 13:53
Diduga Selewengkan Dana BOS,
Kepsek dan Dua PNS SMK 1 Mempura Siak Segera Diadili


Jum’at, 29 Juli 2016 13:48
Jajaran TNI, Polri dan Pemda Olahraga Bersama di Polres Kampar

Jum’at, 29 Juli 2016 13:45
Cabuli Murid SD di Rohul, Kakek 50 Tahun Ditangkap di Bandara SSK II Pekanbaru

Jum’at, 29 Juli 2016 13:37


Jum’at, 29 Juli 2016 10:51
Gandeng BI, PKPU Pekanbaru Kirim 6 Guru Inspiratif ke Pedalaman Meranti



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Maret 2012 09:55
33 TV Kabel di Riau Tanpa Sensor Adegan Porno

Keberadaan televi kabel di Riau kian menjamur. Kini terdapat 33 unit, namun tidak ada satupun yang memiliki piranti sensor adegan porno. Bahaya!

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menerima sejumlah laporan adanya TV kabel yang menayangkan adegan porno tanpa sensor. Kondisi itu sangat memungkinkan, karena seluruh TV kabel di Riau belum ada yang memiliki peralatan sensor adegan porno.

"Sekarang ini di seluruh Riau terdapat sekitar 33 usaha TV kabel, seluruh beroperasi tanpa melengkapi peralatan sensor adegan porno," papar Koordinator Bidang Perizinan KPID Riau Alnop Rizal saat berbincang dengan riauterkinicom, Jumat (2/3/12) di Pekanbaru.

Berdasarkan ketentuan, semestinya pengusaha TV kabel sebelum beroperasi wajib memiliki peralatan sensor, tetapi karena alasan harganya mahal, tidak ada yang bersedia membeli dan minta waktu untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Sebenarnya, jika belum sanggup menyediakan peralatan sensor, sisten sensor bisa dilakukan secara manual. "Misalnya sebuah TV kabel menyediakan 30 chanel siaran, maka mereka harus menyediakan 30 monitor untuk seluruh chanel, sehingga ketika di salah satu chanel sedang menayangkan adegan mesum, bisa dimatikan secara manual sampai adegan porno itu habis barus dihidupkan kembali," tuturnya.

Untuk mencegah dampak munculnya adegan porno di siaran TV kabel terus meluas, Alnov mengatakan pihaknya berencana mengumpulkan seluruh pengusaha TV kabel untuk mencarikan solusi terbaik. Usaha TV kabel tidak mati, tetapi pornografi tidak terus menyebar.

Sebagai data tambahan, Alnov mengatakan bahwa lokasi TV kabel di Riau tidak hanya di kota besar, tetapi sudah menyebar hingga kota kecil, tingkat kecamatan dengan pelanggan puluhan orang.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Jaksa Limpahkan Perkara Penimbunan Miras dan Rokok Tanpa Cukai
- Diduga Selewengkan Dana BOS,
Kepsek dan Dua PNS SMK 1 Mempura Siak Segera Diadili

- Cabuli Murid SD di Rohul, Kakek 50 Tahun Ditangkap di Bandara SSK II Pekanbaru
- Dinonjobkan, 9 Pejabat Pemprov Riau Bersiap Gugat Gubernur
- Kebakaran Ludeskan 12 Kios di Pasar Ujungbatu, Rokan Hulu
- Bangun Kebun dalam Hutan Lindung, Wabup Kuansing Digugat di PN Rengat
- Pagi Buta, Motor Pelajar di Ujungbatu Dicuri dari dalam Rumah


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.20.133.92
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com