Untitled Document
Rabu, 23 Syawwal 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 20 Agustus 2014 13:22
Jasad Bayi Perempuan Ditemukan di Belakang Terminal Inhu

Rabu, 20 Agustus 2014 13:19
Periode 2014-2019,
Suparman, Alumni Unri Pertama Jadi Ketua DPRD Riau


Rabu, 20 Agustus 2014 13:03
Warga Nilai Pembongkaran Kos-kosan 70 Pekanbaru Setengah Hati

Rabu, 20 Agustus 2014 11:09
PLTA Berkapasitas 76 MW,
Pemerintah Berencana Bangun Waduk Serbaguna di Rohul


Rabu, 20 Agustus 2014 10:53
Peringatan ke-67 Hari Koperasi Riau,
Pemko: Koperasi yang Sehat Solusi Pengentasan Kemiskinan


Rabu, 20 Agustus 2014 10:49
Sempat Ragu,
Satpol PP Pekanbaru Lanjutkan Eksekusi Kos-kosan 70 Pintu


Rabu, 20 Agustus 2014 10:45
17 Km Jalan ke Obyek Wisata Syekh Abdul Wahab Rokan Perlu Dibangun



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Maret 2012 09:55
33 TV Kabel di Riau Tanpa Sensor Adegan Porno

Keberadaan televi kabel di Riau kian menjamur. Kini terdapat 33 unit, namun tidak ada satupun yang memiliki piranti sensor adegan porno. Bahaya!

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menerima sejumlah laporan adanya TV kabel yang menayangkan adegan porno tanpa sensor. Kondisi itu sangat memungkinkan, karena seluruh TV kabel di Riau belum ada yang memiliki peralatan sensor adegan porno.

"Sekarang ini di seluruh Riau terdapat sekitar 33 usaha TV kabel, seluruh beroperasi tanpa melengkapi peralatan sensor adegan porno," papar Koordinator Bidang Perizinan KPID Riau Alnop Rizal saat berbincang dengan riauterkinicom, Jumat (2/3/12) di Pekanbaru.

Berdasarkan ketentuan, semestinya pengusaha TV kabel sebelum beroperasi wajib memiliki peralatan sensor, tetapi karena alasan harganya mahal, tidak ada yang bersedia membeli dan minta waktu untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Sebenarnya, jika belum sanggup menyediakan peralatan sensor, sisten sensor bisa dilakukan secara manual. "Misalnya sebuah TV kabel menyediakan 30 chanel siaran, maka mereka harus menyediakan 30 monitor untuk seluruh chanel, sehingga ketika di salah satu chanel sedang menayangkan adegan mesum, bisa dimatikan secara manual sampai adegan porno itu habis barus dihidupkan kembali," tuturnya.

Untuk mencegah dampak munculnya adegan porno di siaran TV kabel terus meluas, Alnov mengatakan pihaknya berencana mengumpulkan seluruh pengusaha TV kabel untuk mencarikan solusi terbaik. Usaha TV kabel tidak mati, tetapi pornografi tidak terus menyebar.

Sebagai data tambahan, Alnov mengatakan bahwa lokasi TV kabel di Riau tidak hanya di kota besar, tetapi sudah menyebar hingga kota kecil, tingkat kecamatan dengan pelanggan puluhan orang.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Jasad Bayi Perempuan Ditemukan di Belakang Terminal Inhu
- Sempat Ragu,
Satpol PP Pekanbaru Lanjutkan Eksekusi Kos-kosan 70 Pintu

- Dua Rumah Warga Tembilahan Terbakar Saat Listrik Padam
- Seorang Pelajar SMA di Pekanbaru Diculik, Diikat dan Dibuang Dekat Sungai
- Korupsi Dana Program K2I, Dua Pegawai Disbun Riau Diperiksa Jaksa
- Awal Penculik dan Pembunuh Bayi Tertangkap,
Rekan Kerja Lihat Foto Juli sebagai Buronan Terpampang di Halte Bus

- Pembantu Penculik dan Pembunuh Jeanette Jalani Tes Psikologi


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.195.38
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com