Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 30 Agustus 2016 11:32
Kios tak Direhab Pasca Kebakaran, Pedagang Plaza Sukarmai Mengadu ke Pemko

Selasa, 30 Agustus 2016 11:15
Dirikan Posko, Polres Inhil Nyatakan Seluruh Personil Siaga Karlahut

Selasa, 30 Agustus 2016 11:10
Tiga Tahanan Kasus Narkotika Kabur Belum Tertangkap di Dumai

Selasa, 30 Agustus 2016 10:54
Komnas HAM Bakal ke Meranti, Investigasi Bentro Warga Vs Polisi

Selasa, 30 Agustus 2016 10:30
Kapolri Larang Korbankan Institusi Demi Bela Oknum Polisi Salah

Selasa, 30 Agustus 2016 07:46
Kabut Asap Memburuk, Diskes Pekanbaru Sebar 40 Ribu Masker ke Puskesmas

Selasa, 30 Agustus 2016 07:16
Andi Rachman Masih Ogah Bicarakan Calon Wakil Gubernur



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Maret 2012 09:55
33 TV Kabel di Riau Tanpa Sensor Adegan Porno

Keberadaan televi kabel di Riau kian menjamur. Kini terdapat 33 unit, namun tidak ada satupun yang memiliki piranti sensor adegan porno. Bahaya!

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menerima sejumlah laporan adanya TV kabel yang menayangkan adegan porno tanpa sensor. Kondisi itu sangat memungkinkan, karena seluruh TV kabel di Riau belum ada yang memiliki peralatan sensor adegan porno.

"Sekarang ini di seluruh Riau terdapat sekitar 33 usaha TV kabel, seluruh beroperasi tanpa melengkapi peralatan sensor adegan porno," papar Koordinator Bidang Perizinan KPID Riau Alnop Rizal saat berbincang dengan riauterkinicom, Jumat (2/3/12) di Pekanbaru.

Berdasarkan ketentuan, semestinya pengusaha TV kabel sebelum beroperasi wajib memiliki peralatan sensor, tetapi karena alasan harganya mahal, tidak ada yang bersedia membeli dan minta waktu untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Sebenarnya, jika belum sanggup menyediakan peralatan sensor, sisten sensor bisa dilakukan secara manual. "Misalnya sebuah TV kabel menyediakan 30 chanel siaran, maka mereka harus menyediakan 30 monitor untuk seluruh chanel, sehingga ketika di salah satu chanel sedang menayangkan adegan mesum, bisa dimatikan secara manual sampai adegan porno itu habis barus dihidupkan kembali," tuturnya.

Untuk mencegah dampak munculnya adegan porno di siaran TV kabel terus meluas, Alnov mengatakan pihaknya berencana mengumpulkan seluruh pengusaha TV kabel untuk mencarikan solusi terbaik. Usaha TV kabel tidak mati, tetapi pornografi tidak terus menyebar.

Sebagai data tambahan, Alnov mengatakan bahwa lokasi TV kabel di Riau tidak hanya di kota besar, tetapi sudah menyebar hingga kota kecil, tingkat kecamatan dengan pelanggan puluhan orang.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Dirikan Posko, Polres Inhil Nyatakan Seluruh Personil Siaga Karlahut
- Tiga Tahanan Kasus Narkotika Kabur Belum Tertangkap di Dumai
- Komnas HAM Bakal ke Meranti, Investigasi Bentro Warga Vs Polisi
- Kapolri Larang Korbankan Institusi Demi Bela Oknum Polisi Salah
- Kemen LHK Hukum 40 Perusahaan Terkait Kebakaran Hutan dan Lahan
- Kapolri Jamin Tindakan Tegas bagi Personil Pemicu Tragedi Meranti
- 1,62 Juta Ton Produksi CPO Riau Raib Akibat Praktek "Kencing" di Jalan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.20.161.125
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com