Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 2 September 2015 10:50
Asap ‘Membeku’, Baru Firefly Berani Mendarat di Bandara SSK II

Rabu, 2 September 2015 10:38
Asap Kian Tebal, Seluruh TK Hingga SMA di Rohul Diliburkan

Rabu, 2 September 2015 10:32
Mundur, Nasir Serahkan Jabatan Kadis Cipta Karya Pekanbaru ke Zulkifli

Rabu, 2 September 2015 10:21
Kapolsek Mandau Ajak Warga Pematang Pudu Ikut Sukseskan Pilkada

Rabu, 2 September 2015 10:10
Asap Pekat, Murid Kelas I-III SD di Empat Kecamatan di Inhil Diliburkan

Rabu, 2 September 2015 08:21
Jarak Pandang Hanya 500 Meter, Jadwal Penerbangan di SSK II Kacau

Rabu, 2 September 2015 08:19
Pemprov dan Empat Pemda di Riau Terima JKN Award 2015



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Maret 2012 09:55
33 TV Kabel di Riau Tanpa Sensor Adegan Porno

Keberadaan televi kabel di Riau kian menjamur. Kini terdapat 33 unit, namun tidak ada satupun yang memiliki piranti sensor adegan porno. Bahaya!

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menerima sejumlah laporan adanya TV kabel yang menayangkan adegan porno tanpa sensor. Kondisi itu sangat memungkinkan, karena seluruh TV kabel di Riau belum ada yang memiliki peralatan sensor adegan porno.

"Sekarang ini di seluruh Riau terdapat sekitar 33 usaha TV kabel, seluruh beroperasi tanpa melengkapi peralatan sensor adegan porno," papar Koordinator Bidang Perizinan KPID Riau Alnop Rizal saat berbincang dengan riauterkinicom, Jumat (2/3/12) di Pekanbaru.

Berdasarkan ketentuan, semestinya pengusaha TV kabel sebelum beroperasi wajib memiliki peralatan sensor, tetapi karena alasan harganya mahal, tidak ada yang bersedia membeli dan minta waktu untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Sebenarnya, jika belum sanggup menyediakan peralatan sensor, sisten sensor bisa dilakukan secara manual. "Misalnya sebuah TV kabel menyediakan 30 chanel siaran, maka mereka harus menyediakan 30 monitor untuk seluruh chanel, sehingga ketika di salah satu chanel sedang menayangkan adegan mesum, bisa dimatikan secara manual sampai adegan porno itu habis barus dihidupkan kembali," tuturnya.

Untuk mencegah dampak munculnya adegan porno di siaran TV kabel terus meluas, Alnov mengatakan pihaknya berencana mengumpulkan seluruh pengusaha TV kabel untuk mencarikan solusi terbaik. Usaha TV kabel tidak mati, tetapi pornografi tidak terus menyebar.

Sebagai data tambahan, Alnov mengatakan bahwa lokasi TV kabel di Riau tidak hanya di kota besar, tetapi sudah menyebar hingga kota kecil, tingkat kecamatan dengan pelanggan puluhan orang.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Kapolsek Mandau Ajak Warga Pematang Pudu Ikut Sukseskan Pilkada
- Warga Tanjung Pura, Sumut Tergilas Fuso di Rohil
- Berjam-jam Tak Pulang, Gadis Belasan Tahun di Pekanbaru Diculik dan Diperkosa
- Polres Kampar Tangkap Seorang Pembongkaran Rumah
-
- Diduga Serobot Lahan Masyarakat, Dewan Akan Panggil Pemkab dan PT CPK
- Bantah Pakai Ijazah Palsu, Anggota DPRD Rohul Ancam Laporkan Balik


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.130.194
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com