Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 26 Mei 2016 22:25
Ninik Mamak Kenegerian Kuntu, Kampar Semangat Sambut Zulfan Hamid

Kamis, 26 Mei 2016 21:30
APRIL Tunjukkan Operasional Perusahaan Kelas Dunia

Kamis, 26 Mei 2016 21:24
Kembali Pimpin PKB Riau, Abdul Wahid Targetkan Raih Suara Maksimal dalam Pemilu 2019

Kamis, 26 Mei 2016 21:21
Besok, Dinas Pariwisata ‎Launching Potensi Pariwisata Riau di Jakarta

Kamis, 26 Mei 2016 20:31
Paspi Luncurkan Buku Mitos Vs Fakta Industri Minyak Sawit Indonesia

Kamis, 26 Mei 2016 20:20
Reskrim Polres Pelalawan Sikat 4 Penjudi Domino

Kamis, 26 Mei 2016 20:15
Toilet Jorok,
Sekwan: Gedungnya Sudah Tua dan Dana Renovasinya Masih Proses Lelang




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Maret 2012 09:55
33 TV Kabel di Riau Tanpa Sensor Adegan Porno

Keberadaan televi kabel di Riau kian menjamur. Kini terdapat 33 unit, namun tidak ada satupun yang memiliki piranti sensor adegan porno. Bahaya!

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menerima sejumlah laporan adanya TV kabel yang menayangkan adegan porno tanpa sensor. Kondisi itu sangat memungkinkan, karena seluruh TV kabel di Riau belum ada yang memiliki peralatan sensor adegan porno.

"Sekarang ini di seluruh Riau terdapat sekitar 33 usaha TV kabel, seluruh beroperasi tanpa melengkapi peralatan sensor adegan porno," papar Koordinator Bidang Perizinan KPID Riau Alnop Rizal saat berbincang dengan riauterkinicom, Jumat (2/3/12) di Pekanbaru.

Berdasarkan ketentuan, semestinya pengusaha TV kabel sebelum beroperasi wajib memiliki peralatan sensor, tetapi karena alasan harganya mahal, tidak ada yang bersedia membeli dan minta waktu untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Sebenarnya, jika belum sanggup menyediakan peralatan sensor, sisten sensor bisa dilakukan secara manual. "Misalnya sebuah TV kabel menyediakan 30 chanel siaran, maka mereka harus menyediakan 30 monitor untuk seluruh chanel, sehingga ketika di salah satu chanel sedang menayangkan adegan mesum, bisa dimatikan secara manual sampai adegan porno itu habis barus dihidupkan kembali," tuturnya.

Untuk mencegah dampak munculnya adegan porno di siaran TV kabel terus meluas, Alnov mengatakan pihaknya berencana mengumpulkan seluruh pengusaha TV kabel untuk mencarikan solusi terbaik. Usaha TV kabel tidak mati, tetapi pornografi tidak terus menyebar.

Sebagai data tambahan, Alnov mengatakan bahwa lokasi TV kabel di Riau tidak hanya di kota besar, tetapi sudah menyebar hingga kota kecil, tingkat kecamatan dengan pelanggan puluhan orang.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Reskrim Polres Pelalawan Sikat 4 Penjudi Domino
- Suap APBD Riau, KPK Sebut Segera Panggil Johar Firdaus dan Suparman Lagi
- Seorang Kabur, Mahasiswa UIN Bakar Motor Maling dan Hajar Pelaku
- Penasehat Hukum LIH Patahkan Semua Dasar Tuntutan Jaksa
- Kodim 0321 Rohil Amankan Delapan Ton Bawang Ilegal Asal Malaysia
- Mardiana, Pemalsu AJB Tanah di Pekanbaru Dihukum 1 Tahun 2 Bulan
- 72 Pelanggaran Terjadi Sepanjang Operasi Penumbar di Duri dan Pinggir, Bengkalis


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.166.185
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com