Untitled Document
Senin, 29 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 22 Desember 2014 16:04
Petugas Bea dan Cukai Selatpanjang Gagalkan Penyeludupan Handphone

Senin, 22 Desember 2014 16:01
Plt Gubri Minta Organisasi Internasional Tuntaskan Imigran Gelap di Riau

Senin, 22 Desember 2014 15:42
Bupati Bengkalis Bantah Miliki ‘Rekening Gendut’

Senin, 22 Desember 2014 15:32
Ijin Lintas Udara,
Danlanud Roesmin Noerjaddin: Kita Akan Ambil Alih


Senin, 22 Desember 2014 15:31
Polisi Kembali Tangkap 2.465 Botol Miras Tanpa Cukai di Pekanbaru

Senin, 22 Desember 2014 15:23
Tahanan Polsek Sukajadi, Pekanbaru Jebol Dinding Pakai Garpu

Senin, 22 Desember 2014 15:22
Perseiapan Natal dan Tahun Baru 2015,
Pemkab Rohil Gelar Rakor Lintas Sektoral




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Maret 2012 09:55
33 TV Kabel di Riau Tanpa Sensor Adegan Porno

Keberadaan televi kabel di Riau kian menjamur. Kini terdapat 33 unit, namun tidak ada satupun yang memiliki piranti sensor adegan porno. Bahaya!

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menerima sejumlah laporan adanya TV kabel yang menayangkan adegan porno tanpa sensor. Kondisi itu sangat memungkinkan, karena seluruh TV kabel di Riau belum ada yang memiliki peralatan sensor adegan porno.

"Sekarang ini di seluruh Riau terdapat sekitar 33 usaha TV kabel, seluruh beroperasi tanpa melengkapi peralatan sensor adegan porno," papar Koordinator Bidang Perizinan KPID Riau Alnop Rizal saat berbincang dengan riauterkinicom, Jumat (2/3/12) di Pekanbaru.

Berdasarkan ketentuan, semestinya pengusaha TV kabel sebelum beroperasi wajib memiliki peralatan sensor, tetapi karena alasan harganya mahal, tidak ada yang bersedia membeli dan minta waktu untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Sebenarnya, jika belum sanggup menyediakan peralatan sensor, sisten sensor bisa dilakukan secara manual. "Misalnya sebuah TV kabel menyediakan 30 chanel siaran, maka mereka harus menyediakan 30 monitor untuk seluruh chanel, sehingga ketika di salah satu chanel sedang menayangkan adegan mesum, bisa dimatikan secara manual sampai adegan porno itu habis barus dihidupkan kembali," tuturnya.

Untuk mencegah dampak munculnya adegan porno di siaran TV kabel terus meluas, Alnov mengatakan pihaknya berencana mengumpulkan seluruh pengusaha TV kabel untuk mencarikan solusi terbaik. Usaha TV kabel tidak mati, tetapi pornografi tidak terus menyebar.

Sebagai data tambahan, Alnov mengatakan bahwa lokasi TV kabel di Riau tidak hanya di kota besar, tetapi sudah menyebar hingga kota kecil, tingkat kecamatan dengan pelanggan puluhan orang.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Petugas Bea dan Cukai Selatpanjang Gagalkan Penyeludupan Handphone
- Bupati Bengkalis Bantah Miliki ‘Rekening Gendut’
- Polisi Kembali Tangkap 2.465 Botol Miras Tanpa Cukai di Pekanbaru
- Tahanan Polsek Sukajadi, Pekanbaru Jebol Dinding Pakai Garpu
- Suap Alih Fungsi Hutan di Riau,
Edi RM Sempat Sebut Gulat Bendahara Tidak Resmi Annas Maamun

- Suap Alih Fungsi Hutan Riau,
Direktur PPTKH M Said Bersaksi untuk Gubri Nonaktif Annas Maamun

- Dimusnahkan, 1.695 Miras Sitaan Operasi Pekat Siak 2014


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.198.134
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com