Untitled Document
Rabu, 3 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 25 Nopember 2014 22:03
DPRD Dumai Gelar Sosialisasi Fungsi dan Kewenangan

Selasa, 25 Nopember 2014 22:03
Januari-Oktober Renggut 6 Nyawa,
Diskes Klaim DBD di Bengkalis Turun


Selasa, 25 Nopember 2014 21:52
Pelanggan PDAM Tirta Dharma Duri Keluhkan Bengkaknya Tagihan

Selasa, 25 Nopember 2014 21:40
Piala Gubernur 2014,
Tim Sepakbola Kampar Tumbangkan Juara Porprov 2014


Selasa, 25 Nopember 2014 21:34
Ribuan Warga Sei Tohor Siap Menanti Kedatangan Presiden RI

Selasa, 25 Nopember 2014 21:17
Banjir di Rohul Telan Korban,
Pencarian Jasad Korban Tenggelam Dilanjutkan Rabu Pagi


Selasa, 25 Nopember 2014 20:49
Demo di RRI Ricuh, Puluhan Mahasiwa Luka Kena Pukul Rotan Polisi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Maret 2012 09:55
33 TV Kabel di Riau Tanpa Sensor Adegan Porno

Keberadaan televi kabel di Riau kian menjamur. Kini terdapat 33 unit, namun tidak ada satupun yang memiliki piranti sensor adegan porno. Bahaya!

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menerima sejumlah laporan adanya TV kabel yang menayangkan adegan porno tanpa sensor. Kondisi itu sangat memungkinkan, karena seluruh TV kabel di Riau belum ada yang memiliki peralatan sensor adegan porno.

"Sekarang ini di seluruh Riau terdapat sekitar 33 usaha TV kabel, seluruh beroperasi tanpa melengkapi peralatan sensor adegan porno," papar Koordinator Bidang Perizinan KPID Riau Alnop Rizal saat berbincang dengan riauterkinicom, Jumat (2/3/12) di Pekanbaru.

Berdasarkan ketentuan, semestinya pengusaha TV kabel sebelum beroperasi wajib memiliki peralatan sensor, tetapi karena alasan harganya mahal, tidak ada yang bersedia membeli dan minta waktu untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Sebenarnya, jika belum sanggup menyediakan peralatan sensor, sisten sensor bisa dilakukan secara manual. "Misalnya sebuah TV kabel menyediakan 30 chanel siaran, maka mereka harus menyediakan 30 monitor untuk seluruh chanel, sehingga ketika di salah satu chanel sedang menayangkan adegan mesum, bisa dimatikan secara manual sampai adegan porno itu habis barus dihidupkan kembali," tuturnya.

Untuk mencegah dampak munculnya adegan porno di siaran TV kabel terus meluas, Alnov mengatakan pihaknya berencana mengumpulkan seluruh pengusaha TV kabel untuk mencarikan solusi terbaik. Usaha TV kabel tidak mati, tetapi pornografi tidak terus menyebar.

Sebagai data tambahan, Alnov mengatakan bahwa lokasi TV kabel di Riau tidak hanya di kota besar, tetapi sudah menyebar hingga kota kecil, tingkat kecamatan dengan pelanggan puluhan orang.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Curi Alat Pengetam Kayu, Warga Pelalawan Ditahan di Pekanbaru
- Danrem Pimpin Apel Gelar Pasukan Pam Presiden
- Atlet Dayung Tenggelam, Basarnas Masih Sisir Sungai Siak
- Sempat Tidur Saat Rekonstruksi,
Kuasa Hukum Sebut Annas Maamun Sehat dan Tabah

- Kasus Dugaan Suap Alih Fungsi Hutan,
Hingga Kini KPK Belum Tetapkan Tersangka Baru

- Sidang Perambahan Hutan,
Anggota DPRD Rohul Dituntut 3 Tahun Kurungan Denda Rp1,5 Miliar

- Pelanggar Pajak Toko Sony Elektronik Dihukum Percobaan,
Jaksa Banding Atas Putusan PN Pekanbaru



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.192.202
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com