Untitled Document
Jumat, 6 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 27 Maret 2015 18:54
11.865 Siswa Inhu Jadi Peserta UN 2015 Tingkat SMP dan SMA

Jum’at, 27 Maret 2015 18:48
Peserta Diklat P4S Kampar Difokuskan di RTMPE

Jum’at, 27 Maret 2015 18:41
Antisipasi Karhutla, 40,8 TON Garam Ditaburkan Untuk Hujan Buatan di Riau

Jum’at, 27 Maret 2015 18:29
Dialog di RRI bersama Bupati Kampar,
Ilyas Husti Sebut Program 3 Zero Kampar Perlu Dukungan Masyarakat


Jum’at, 27 Maret 2015 18:24
Terjerat Dua Kasus Sekaligus,
KPK Belum Terapkan Pasal TTPU Untuk Gubri Nonatif Annas Maamun


Jum’at, 27 Maret 2015 18:13
Bupati Kampar: Alumni P4S Pelopor Program Tiga Zero

Jum’at, 27 Maret 2015 18:04
Hadiri Panen Raya di Kempas,
Bupati Inhil Ajak Warga Manfaatkan Lahan Buat Persawahan




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Maret 2012 09:55
33 TV Kabel di Riau Tanpa Sensor Adegan Porno

Keberadaan televi kabel di Riau kian menjamur. Kini terdapat 33 unit, namun tidak ada satupun yang memiliki piranti sensor adegan porno. Bahaya!

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menerima sejumlah laporan adanya TV kabel yang menayangkan adegan porno tanpa sensor. Kondisi itu sangat memungkinkan, karena seluruh TV kabel di Riau belum ada yang memiliki peralatan sensor adegan porno.

"Sekarang ini di seluruh Riau terdapat sekitar 33 usaha TV kabel, seluruh beroperasi tanpa melengkapi peralatan sensor adegan porno," papar Koordinator Bidang Perizinan KPID Riau Alnop Rizal saat berbincang dengan riauterkinicom, Jumat (2/3/12) di Pekanbaru.

Berdasarkan ketentuan, semestinya pengusaha TV kabel sebelum beroperasi wajib memiliki peralatan sensor, tetapi karena alasan harganya mahal, tidak ada yang bersedia membeli dan minta waktu untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Sebenarnya, jika belum sanggup menyediakan peralatan sensor, sisten sensor bisa dilakukan secara manual. "Misalnya sebuah TV kabel menyediakan 30 chanel siaran, maka mereka harus menyediakan 30 monitor untuk seluruh chanel, sehingga ketika di salah satu chanel sedang menayangkan adegan mesum, bisa dimatikan secara manual sampai adegan porno itu habis barus dihidupkan kembali," tuturnya.

Untuk mencegah dampak munculnya adegan porno di siaran TV kabel terus meluas, Alnov mengatakan pihaknya berencana mengumpulkan seluruh pengusaha TV kabel untuk mencarikan solusi terbaik. Usaha TV kabel tidak mati, tetapi pornografi tidak terus menyebar.

Sebagai data tambahan, Alnov mengatakan bahwa lokasi TV kabel di Riau tidak hanya di kota besar, tetapi sudah menyebar hingga kota kecil, tingkat kecamatan dengan pelanggan puluhan orang.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Terjerat Dua Kasus Sekaligus,
KPK Belum Terapkan Pasal TTPU Untuk Gubri Nonatif Annas Maamun

- Diperiksa KPK, Saqlul Akui Diperintah Asisten II Kumpulkan Uang Suap
- Ternyata Karyawan Angkringan,
Mayat Dibuang di Parit Terdapat 27 Tusukan

- Dituduh Hamil Sebelum Tunangan,
Anggota DPRD Kampar "Polisikan" PU Media Online

- Karyawati Bank di Duri Diculik OTK
- Kapolsek Razif Silaturahmi ke SD 012 Pangkalan Kerinci
- Diperiksa KPK, Kepala BPBD Riau Tak Sholat Jumat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.23.53.116
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com