Untitled Document
Sabtu, 6 Rajab 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 25 April 2015 19:08
Perampok Bersenpi di Siak Bawa Truk dan Isi Kabur

Sabtu, 25 April 2015 19:00


Sabtu, 25 April 2015 16:42
Bandel, Sejumlah Mobil Perusahaan di Duri Bebas Naik Turunkan Karyawannya di Jalur Angkot

Sabtu, 25 April 2015 16:37
Dewan Dapil Pekanbaru Ragu Pengelolaan Pasar Cik Puan Diserahkan ke Pihak Ketiga

Sabtu, 25 April 2015 16:34
Semarak Suzuki Kartini, SBT Duri Banjir Hadiah

Sabtu, 25 April 2015 16:09
HTI Riau Bersama Tokoh Mushlimah Bincangkan Kerusakan Generasi Muda

Sabtu, 25 April 2015 15:37
Relawan MM Siap Menangkan Pasangan Mardjan Ustha-Muslim di Pilkada Kuansing



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Maret 2012 09:55
33 TV Kabel di Riau Tanpa Sensor Adegan Porno

Keberadaan televi kabel di Riau kian menjamur. Kini terdapat 33 unit, namun tidak ada satupun yang memiliki piranti sensor adegan porno. Bahaya!

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menerima sejumlah laporan adanya TV kabel yang menayangkan adegan porno tanpa sensor. Kondisi itu sangat memungkinkan, karena seluruh TV kabel di Riau belum ada yang memiliki peralatan sensor adegan porno.

"Sekarang ini di seluruh Riau terdapat sekitar 33 usaha TV kabel, seluruh beroperasi tanpa melengkapi peralatan sensor adegan porno," papar Koordinator Bidang Perizinan KPID Riau Alnop Rizal saat berbincang dengan riauterkinicom, Jumat (2/3/12) di Pekanbaru.

Berdasarkan ketentuan, semestinya pengusaha TV kabel sebelum beroperasi wajib memiliki peralatan sensor, tetapi karena alasan harganya mahal, tidak ada yang bersedia membeli dan minta waktu untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Sebenarnya, jika belum sanggup menyediakan peralatan sensor, sisten sensor bisa dilakukan secara manual. "Misalnya sebuah TV kabel menyediakan 30 chanel siaran, maka mereka harus menyediakan 30 monitor untuk seluruh chanel, sehingga ketika di salah satu chanel sedang menayangkan adegan mesum, bisa dimatikan secara manual sampai adegan porno itu habis barus dihidupkan kembali," tuturnya.

Untuk mencegah dampak munculnya adegan porno di siaran TV kabel terus meluas, Alnov mengatakan pihaknya berencana mengumpulkan seluruh pengusaha TV kabel untuk mencarikan solusi terbaik. Usaha TV kabel tidak mati, tetapi pornografi tidak terus menyebar.

Sebagai data tambahan, Alnov mengatakan bahwa lokasi TV kabel di Riau tidak hanya di kota besar, tetapi sudah menyebar hingga kota kecil, tingkat kecamatan dengan pelanggan puluhan orang.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Perampok Bersenpi di Siak Bawa Truk dan Isi Kabur
- Pawai TK Marpoyan Picu Macet Horor di Dua Jalan Protokol Pekanbaru
- Pelaku Ditangkap Pilisi,
Terdata 26 Makam Umat Budha Bagansiapiapi yang Dirusak

- Tembak Warga Minas, Rampok Gondol Rp400 Juta
- Jamsostek Raib,
Eks Karyawan "Polisikan" GM PT Cocacola Pekanbaru

- ‎Gara-gara Diajak Pacaran, Siswi MTs Digagahi Tiga Pemuda
- Dugaan Korupsi Pengadaan Buku di Puswil Riau, Kejari Pekanbaru Periksa Rekanan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.16.112.199
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com