Untitled Document
Ahad, 26 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 21 September 2014 22:51
Presiden DMDI Malaysia Resmikan Pusat Pembinaan Muallaf di Bengkalis

Ahad, 21 September 2014 22:48
Aparat Diminta Sidik Pengadaan Laptop dan Komputer DPRD Pekanbaru

Ahad, 21 September 2014 22:44
Diharap jadi Lokomotif Bisnis,
Wakil Gubernur Buka Riau Expo 2014


Ahad, 21 September 2014 20:23
Pertama di Riau STAI Bengkalis Resmi Berstatus Negeri

Ahad, 21 September 2014 20:18
Wawako Dumai Berikan Bantuan Korban Angin Puting Beliung

Ahad, 21 September 2014 20:11
Harhubnas 2014, Dishub Dumai Gerak Jalan Santai Berhadiah

Ahad, 21 September 2014 20:08
Rusak 4 Rumah, Angin Puting Beliung Bikin Warga Dumai Trauma



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Maret 2012 09:55
33 TV Kabel di Riau Tanpa Sensor Adegan Porno

Keberadaan televi kabel di Riau kian menjamur. Kini terdapat 33 unit, namun tidak ada satupun yang memiliki piranti sensor adegan porno. Bahaya!

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menerima sejumlah laporan adanya TV kabel yang menayangkan adegan porno tanpa sensor. Kondisi itu sangat memungkinkan, karena seluruh TV kabel di Riau belum ada yang memiliki peralatan sensor adegan porno.

"Sekarang ini di seluruh Riau terdapat sekitar 33 usaha TV kabel, seluruh beroperasi tanpa melengkapi peralatan sensor adegan porno," papar Koordinator Bidang Perizinan KPID Riau Alnop Rizal saat berbincang dengan riauterkinicom, Jumat (2/3/12) di Pekanbaru.

Berdasarkan ketentuan, semestinya pengusaha TV kabel sebelum beroperasi wajib memiliki peralatan sensor, tetapi karena alasan harganya mahal, tidak ada yang bersedia membeli dan minta waktu untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Sebenarnya, jika belum sanggup menyediakan peralatan sensor, sisten sensor bisa dilakukan secara manual. "Misalnya sebuah TV kabel menyediakan 30 chanel siaran, maka mereka harus menyediakan 30 monitor untuk seluruh chanel, sehingga ketika di salah satu chanel sedang menayangkan adegan mesum, bisa dimatikan secara manual sampai adegan porno itu habis barus dihidupkan kembali," tuturnya.

Untuk mencegah dampak munculnya adegan porno di siaran TV kabel terus meluas, Alnov mengatakan pihaknya berencana mengumpulkan seluruh pengusaha TV kabel untuk mencarikan solusi terbaik. Usaha TV kabel tidak mati, tetapi pornografi tidak terus menyebar.

Sebagai data tambahan, Alnov mengatakan bahwa lokasi TV kabel di Riau tidak hanya di kota besar, tetapi sudah menyebar hingga kota kecil, tingkat kecamatan dengan pelanggan puluhan orang.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Aparat Diminta Sidik Pengadaan Laptop dan Komputer DPRD Pekanbaru
- Diduga, Pembangunan Islamic Center Inhil Serobot Tanah Wakaf Milik Ponpes Tunas Harapan
- Soemardi Thaher Kecewa Isjoni dan Bantah Korupsi
- Usut Kebakaran Pujasera di Selatpanjang,
Polres Meranti Datangkan Tim Puslabfor Medan

- Korban Kebakaran Pujasera Alang Meninggal di RSUD Selatpanjang
- Tembak Tiga Warga Rohil Hingga Tewas, Pensiunan TNI Ditangkap
- Menhut Dukung Upaya Mabes Polri Selidiki Peristiwa Karhutla


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.89.36.104
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com