Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 17 Januari 2017 22:52
Jarang Hadir Rapat, Jabatan Eva Yuliana sebagai Anggota DPRD Riau Terancam

Selasa, 17 Januari 2017 22:49
Menpan-RB Sebut Pembentukan Satgas Jual-Beli Jabatan Belum Perlu

Selasa, 17 Januari 2017 21:32
Kalangan di Bengkalis Nilai Integrasi Jamkesmasda ke JKN Harus Jelas

Selasa, 17 Januari 2017 21:30
Razia, Satpol PP Kota Pekanbaru Jaring Sembilan Gepeng

Selasa, 17 Januari 2017 21:24
Polres Bengkalis Terima 18 Unit kendaraan Operasional Baru

Selasa, 17 Januari 2017 20:32
98 TKA di Proyek PLN Tenayan Dipastikan Ilegal

Selasa, 17 Januari 2017 19:55
Difasilitasi Anggota DPRD Riau,
Pertamina Bant Dua Pasien Anak di RSUD Arifin Ahmad


Selasa, 17 Januari 2017 19:25
Pesta Sabu di Rumah Kos,
5 Pria dan 2 Wanita Diamankan Polsek Siak Hulu Kampar


Selasa, 17 Januari 2017 18:42
PLN Pastikan Tenaga Kerja China di PLTU Tenayan Legal

Selasa, 17 Januari 2017 18:41
Singgung TKA China,
Demonstran Kritisi Pemerintahan Jokowi Soal Kenaikan Pajak




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Maret 2012 09:55
33 TV Kabel di Riau Tanpa Sensor Adegan Porno

Keberadaan televi kabel di Riau kian menjamur. Kini terdapat 33 unit, namun tidak ada satupun yang memiliki piranti sensor adegan porno. Bahaya!

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menerima sejumlah laporan adanya TV kabel yang menayangkan adegan porno tanpa sensor. Kondisi itu sangat memungkinkan, karena seluruh TV kabel di Riau belum ada yang memiliki peralatan sensor adegan porno.

"Sekarang ini di seluruh Riau terdapat sekitar 33 usaha TV kabel, seluruh beroperasi tanpa melengkapi peralatan sensor adegan porno," papar Koordinator Bidang Perizinan KPID Riau Alnop Rizal saat berbincang dengan riauterkinicom, Jumat (2/3/12) di Pekanbaru.

Berdasarkan ketentuan, semestinya pengusaha TV kabel sebelum beroperasi wajib memiliki peralatan sensor, tetapi karena alasan harganya mahal, tidak ada yang bersedia membeli dan minta waktu untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Sebenarnya, jika belum sanggup menyediakan peralatan sensor, sisten sensor bisa dilakukan secara manual. "Misalnya sebuah TV kabel menyediakan 30 chanel siaran, maka mereka harus menyediakan 30 monitor untuk seluruh chanel, sehingga ketika di salah satu chanel sedang menayangkan adegan mesum, bisa dimatikan secara manual sampai adegan porno itu habis barus dihidupkan kembali," tuturnya.

Untuk mencegah dampak munculnya adegan porno di siaran TV kabel terus meluas, Alnov mengatakan pihaknya berencana mengumpulkan seluruh pengusaha TV kabel untuk mencarikan solusi terbaik. Usaha TV kabel tidak mati, tetapi pornografi tidak terus menyebar.

Sebagai data tambahan, Alnov mengatakan bahwa lokasi TV kabel di Riau tidak hanya di kota besar, tetapi sudah menyebar hingga kota kecil, tingkat kecamatan dengan pelanggan puluhan orang.***(mad)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Razia, Satpol PP Kota Pekanbaru Jaring Sembilan Gepeng
- Pesta Sabu di Rumah Kos,
5 Pria dan 2 Wanita Diamankan Polsek Siak Hulu Kampar

- Cegah Pekerja Ilegal, Disnaker Riau Data TKA China di PLTU Tenayan Raya
- ‎Tiga Jadi Tersangka,
Pesta Narkoba di Hotel Grand Central Diduga Satu Jaringan Satriandi

- Gondol Rp940 Juta, Polda Riau Bekuk 3 Maling Spesialis Rumah Kosong
- Perkara Suap APBD Riau,
Pembacaan Tuntutan Dua Mantan DPRD Riau Dijadwalkan Pekan Depan

- Diduga Dibunuh Suami,
Polres Rohul Sudah Kantongi Nama Pembunuh Wanita di Ujungbatu



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.161.200.170
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com