Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 30 September 2016 21:13
Pembangunan Jembatan Siak IV,
Tekhnis dan Waktu Lelang Umum Perlu Dihitung


Jum’at, 30 September 2016 20:57
Ciptakan Kader Tangguh dan Berkarakter,
DPW Perindo Riau Gelar TOT dan LKM


Jum’at, 30 September 2016 20:46
Catatan KPAI Terkait Prostitusi Anak di Riau (2),
Puluhan Anak di Riau Korban Eksploitasi Bisnis Pelacuran


Jum’at, 30 September 2016 20:19
Harimau Sumatera di TNBT Inhu Terancam Perburuan

Jum’at, 30 September 2016 18:12
Binaan CSR PT CPI,
Pondok Oleh-oleh Duri Ikuti Pameran Kuliner di Mal SKA Pekanbaru


Jum’at, 30 September 2016 17:35
Polda Riau Enggan Serahkan Surat SP3 15 Perusahaan Karlahut

Jum’at, 30 September 2016 17:33
Sambut Kontingen Riau, Gubri Bangga dengan Capaian Atlet Riau di PON Jabar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Maret 2012 09:55
33 TV Kabel di Riau Tanpa Sensor Adegan Porno

Keberadaan televi kabel di Riau kian menjamur. Kini terdapat 33 unit, namun tidak ada satupun yang memiliki piranti sensor adegan porno. Bahaya!

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menerima sejumlah laporan adanya TV kabel yang menayangkan adegan porno tanpa sensor. Kondisi itu sangat memungkinkan, karena seluruh TV kabel di Riau belum ada yang memiliki peralatan sensor adegan porno.

"Sekarang ini di seluruh Riau terdapat sekitar 33 usaha TV kabel, seluruh beroperasi tanpa melengkapi peralatan sensor adegan porno," papar Koordinator Bidang Perizinan KPID Riau Alnop Rizal saat berbincang dengan riauterkinicom, Jumat (2/3/12) di Pekanbaru.

Berdasarkan ketentuan, semestinya pengusaha TV kabel sebelum beroperasi wajib memiliki peralatan sensor, tetapi karena alasan harganya mahal, tidak ada yang bersedia membeli dan minta waktu untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Sebenarnya, jika belum sanggup menyediakan peralatan sensor, sisten sensor bisa dilakukan secara manual. "Misalnya sebuah TV kabel menyediakan 30 chanel siaran, maka mereka harus menyediakan 30 monitor untuk seluruh chanel, sehingga ketika di salah satu chanel sedang menayangkan adegan mesum, bisa dimatikan secara manual sampai adegan porno itu habis barus dihidupkan kembali," tuturnya.

Untuk mencegah dampak munculnya adegan porno di siaran TV kabel terus meluas, Alnov mengatakan pihaknya berencana mengumpulkan seluruh pengusaha TV kabel untuk mencarikan solusi terbaik. Usaha TV kabel tidak mati, tetapi pornografi tidak terus menyebar.

Sebagai data tambahan, Alnov mengatakan bahwa lokasi TV kabel di Riau tidak hanya di kota besar, tetapi sudah menyebar hingga kota kecil, tingkat kecamatan dengan pelanggan puluhan orang.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Catatan KPAI Terkait Prostitusi Anak di Riau (2),
Puluhan Anak di Riau Korban Eksploitasi Bisnis Pelacuran

- Polda Riau Enggan Serahkan Surat SP3 15 Perusahaan Karlahut
- Datangi RSUD Selatpanjang, KontraS dan Petisi Sempat Bersitegang dengan Petugas
- Kejari Taluk Kuantan Limpahkan Perkara Korupsi Dana PNPM ke Pengadilan Tipikor
- Program Jum'at Barokah, Polres Kampar Bagikan Nasi Bungkus di Pasar Kuok
- Berkas Bapak Cabuli Anak Kandung di Tenayan Raya Masuki Tahap II
- Duel Maut Dua Pelajar di Pekanbaru,
Ibu Korban Histeris Melihat Anaknya Terbujur Kaku



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.153.46
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com