Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 29 Juni 2016 11:48
Joni Dilantik Menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru

Rabu, 29 Juni 2016 11:31
280 Warga Dhuafa di Rambah Terima Paket Sembako dari Diskoperindag Rohul

Rabu, 29 Juni 2016 11:26
Satroni Rumah Kades di Inhu, Maling Gondol Dana ADD Rp219 Juta

Rabu, 29 Juni 2016 11:22
BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan Luncurkan Layanan Mudik Nyama

Rabu, 29 Juni 2016 10:41
Kembali Demo Walikota, Buruh Kebersihan eks MIG Menghiba Tuntut Gaji

Rabu, 29 Juni 2016 10:35
Dugaan Korupsi Pengadaan Buku, Kepala PADE Dumai Diperiksa Jaksa

Rabu, 29 Juni 2016 10:27
Wako Firdaus Pimpin Rapat Forkompinda Bahas Persiapan Lebaran



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 2 Maret 2012 09:55
33 TV Kabel di Riau Tanpa Sensor Adegan Porno

Keberadaan televi kabel di Riau kian menjamur. Kini terdapat 33 unit, namun tidak ada satupun yang memiliki piranti sensor adegan porno. Bahaya!

Riauterkini-PEKANBARU- Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau menerima sejumlah laporan adanya TV kabel yang menayangkan adegan porno tanpa sensor. Kondisi itu sangat memungkinkan, karena seluruh TV kabel di Riau belum ada yang memiliki peralatan sensor adegan porno.

"Sekarang ini di seluruh Riau terdapat sekitar 33 usaha TV kabel, seluruh beroperasi tanpa melengkapi peralatan sensor adegan porno," papar Koordinator Bidang Perizinan KPID Riau Alnop Rizal saat berbincang dengan riauterkinicom, Jumat (2/3/12) di Pekanbaru.

Berdasarkan ketentuan, semestinya pengusaha TV kabel sebelum beroperasi wajib memiliki peralatan sensor, tetapi karena alasan harganya mahal, tidak ada yang bersedia membeli dan minta waktu untuk memenuhi kewajiban tersebut.

Sebenarnya, jika belum sanggup menyediakan peralatan sensor, sisten sensor bisa dilakukan secara manual. "Misalnya sebuah TV kabel menyediakan 30 chanel siaran, maka mereka harus menyediakan 30 monitor untuk seluruh chanel, sehingga ketika di salah satu chanel sedang menayangkan adegan mesum, bisa dimatikan secara manual sampai adegan porno itu habis barus dihidupkan kembali," tuturnya.

Untuk mencegah dampak munculnya adegan porno di siaran TV kabel terus meluas, Alnov mengatakan pihaknya berencana mengumpulkan seluruh pengusaha TV kabel untuk mencarikan solusi terbaik. Usaha TV kabel tidak mati, tetapi pornografi tidak terus menyebar.

Sebagai data tambahan, Alnov mengatakan bahwa lokasi TV kabel di Riau tidak hanya di kota besar, tetapi sudah menyebar hingga kota kecil, tingkat kecamatan dengan pelanggan puluhan orang.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Joni Dilantik Menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru
- Satroni Rumah Kades di Inhu, Maling Gondol Dana ADD Rp219 Juta
- Kembali Demo Walikota, Buruh Kebersihan eks MIG Menghiba Tuntut Gaji
- Dugaan Korupsi Pengadaan Buku, Kepala PADE Dumai Diperiksa Jaksa
- Kajati Riau Prioritaskan Tutaskan Tunggakan Kasus di 100 Hari Kemimpinan
- Lama Kosong, Gedung eks SMAN 1 Tembilahan Terbakar
- Sepekan Ditahan Malaysia,
HNSI Tuding Pemerintah Abaikan Nasib 19 Nelayan Rohil



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.22.50.182
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com