Untitled Document
Kamis, 28 Zulhijjah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 23 Oktober 2014 14:57
Tingkatkan Disiplin Pegawai, Walikota Pekanbaru Instruksikan BKD Lebih Proaktif

Kamis, 23 Oktober 2014 14:53
Rumah Dilalap Si Jago Merah di Sungai Beringin, Tembilahan

Kamis, 23 Oktober 2014 14:42
Pembangunan di Lahan Jembatan Siak IV Harus Sesuai Perda

Kamis, 23 Oktober 2014 14:33
APV Pick Up Paling Banyak Terjual,
Suzuki Sukses Torehkan 143 Unit Penjualan Selama Pameran di MP


Kamis, 23 Oktober 2014 14:23
KPK Didesak Usut Kasus Dugaan Suap Pengesahan APBD Riau 2015

Kamis, 23 Oktober 2014 14:21
Diambil Gunakan Jangkar Kapal Pompong,
Besi Bekas Jembatan Pedamaran II Jadi Incaran Pemulung


Kamis, 23 Oktober 2014 14:15
Bayar 2 Malam Bisa Nginap 3 Malam,
Hotel Grand Central Tawarkan Paket Libur Tahun Baru Islam




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 12 September 2011 16:11
Masyarakat Tandun Diresahkan Tari Telanjang di Bukit Suligi

Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi di Tandun, Rohul kini dipenuhi cafe remang-remang. Belakangan sejumlah kafe menggelar orgen tunggal dengan atraksi tari telanjang. Aparat harus bertindak.

Riauterkini-TANDUN– Sejumlah masyarakat Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, desak aparat Polisi dan Organisasi Masyarakat Islam usut tuntas dugaan aksi penari striptis di hiburan orgen tunggal di atas kawasan hutan lindung Bukit Suligi di Desa Sei Kuning.

Dari informasi yang dihimpun Riauterkini dari sejumlah masyarakat Tandun, diketahui dalam aksi ini sejumlah biduan orgen tunggal ini mempertontonkan tarian striptis diiringi musik disko (house musik), layaknya suasana diskotek, dengan memperlihatkan bagian aurat tubuhnya untuk menarik pengunjung kafe.

AN, warga Tandun, mengatakan ada sekitar 7 kafe di atas kawasan hutan lindung Bukit Suligi, menyediakan minuman beralkohol dan memiliki ruangan service untuk pengunjungnya. Pada tahun 2002 lampau, kafe-kafe di kecamatan ini hingga kafe di Bukit Suligi, menjadi amukan pembakaran masyarakat setempat, namun pengusaha tak sekali pun jera, malah berani gelar aksi maksiat yang sangat dilarang agama dan hukum.

Orgen tunggal dengan biduan bugil atau biasa disebut “Bongkar” ini, baru diketahui masyarakat Sabtu (10/9/11) kemarin sekitar pukul 18.00 Wib hingga pukul Ahad (11/9/11), bahwa ada aksi penari bugil di kawasan ini.

Aksi sama terulang Ahad malam dimulai pukul 10.00 Wib hingga pukul 01.00 Wib. Di hari kedua ini, aksi sama sejumlah biduan mempertontokan lekukan tubuhnya yang hanya mengenakan celana dalam dan BH ini dengan aksi semakin menjadi, tanpa diketahui aparat kepolisian.

“Tak mungkin Polisi tak tahu aksi tersebut selama ini, sebab keberadaan kafe-kafe ini ada puluhan tahun (sejak tahun 2000 lalu). Kafe-kafe ini pindahan dari lokalisasi Simpang Rambutan PIR. Dan sejak dimekarkan Rokan Hulu dari kabupaten Kampar, kafe semakin banyak,” ungkapnya kepada Riauterkini, Senin (12/9/11).

AN menambahkan, hiburan orgen tunggal “Bongkar” digelar di tanah milik Darul, warga Desa Dayo, sekaligus pemilik kafe tanpa nama ini. Panitia hiburan sendiri diketahui bernama Harun, warga Desa Siasam Kecamatan Pendalian IV Koto.

Pun, katanya aksi maksiat di sebuah gubuk milik Darul di Bukit Suligi, untuk menjaga kebun kelapa sawitnya, diduga tak ada izin dari pihak Kepolisian dan Dinas kehutanan Rokan Hulu.

Penonton sendiri diketahui dari warga Desa Dayo, Desa Sei Kuning, dan warga Desa Ciasam Pendalian IV Koto, rata-rata penontonnya anak muda, dan para pria beristri.

“Selain biduannya telanjang, disana juga masih marak judi dadu dan judi bola gelundung, sekarang malah jadi trend baru permainan judi tanpa pengawasan, padahal ini kan sudah dilarang,” katanya.

Ada dugaan dari sejumlah masyarakat setempat, bahwa kepala desa setempat terlibat dalam hal ini. Pasalnya, tak mungkin seorang tetua desa yang dihormati masyarakat tak mengetahui aksi maksiat di daerahnya, tanpa uang pelicinnya.

“Setahu saya, hingga aksi kedua malam tadi (Ahad 11 September), tak terlihat ada Polisi disana. Ini menunjukkan lemahnya aparat kita dalam pengawasan. Masyarakat sendiri tak berani membubarkan aksi ini, sebab jika terjadi aksi kekerasan malah kami yang ditangkap,” katanya lagi.

Informasi warga lainnya, DE, setiap pengunjung yang akan menonton orgen tunggal di tempat terbuka di atas kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi, dengan aksi biduan hanya mengenakan celana dalam dan BH ini, setiap pengunjung dikenakan Rp30 ribu per orang.

Dilain tempat, Kepala Polres Rokan Hulu AKPB Yudi Kurniawan SIK,M.Si, kepada wartawan membantah ada aksi orgen tunggal dengan biduan telanjang di atas kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi.

Diakuinya, Ahad (11/9/11) kemarin, pihaknya memang menerima informasi dari warga ada aksi orgen tunggal telanjang dan aksi judi dadu di sana. Sekitar pukul 00.00 Wib, pihak Polsek Tandun turun ke kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi di Desa Sei Kuning, namun tak ditemukan aksi penari telanjang.

“Anggota sampai ke lokasi sekitar pukul 01.00 Wib. Di TKP memang benar ada pertunjukan orgen tunggal dan permainan judi jenis Dadu, namun sewaktu akan digerebek (ditangkap), para pelaku beserta bandar melarikan diri. Di sekitar TKP, kita hanya temukan satu kantong berupa kain putih berisi uang sekitar Rp600 ribu, 3 buah Dadu kecil, dan 3 buah bola plastik kecil untuk judi bola gelundung,” ungkapnya.

Kapolres Yudi menambahkan, penanggung jawab pertunjukan orgen tunggal berinisial H, yang diketahui bernama Harun, sudah dimintai keterangannya di Polsek Tandun.

Harun sudah membuat pernyataan dengan Polsek Tandun untuk tidak membuat lagi acara sama atau acara yang berbau maksiat lainnya dan melanggar hukum. Sayangnya, walau pelaku sudah mengakui perbuatannya, Polisi belum menahannya.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- KPK Didesak Usut Kasus Dugaan Suap Pengesahan APBD Riau 2015
- Diambil Gunakan Jangkar Kapal Pompong,
Besi Bekas Jembatan Pedamaran II Jadi Incaran Pemulung

- TNI Turun Tangan Hentikan Maling Kabel Listrik Jembatan Pedamaran II Rohil
- Penyidik KPK di Pekanbaru juga Dalami Suap Pengesahan APBD Riau 2015
- Demo, GERTAK Ungkapkan Kekecewaan pada Kinerja Wako Firdaus
- Istri dan Anak-anak Urus Izin Jenguk Gubri Nonaktif di Rutan Guntur
- KPK Periksa Mantan Kadishut dan Tiga Petinggi PT Duta Palma di SPN


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.112.187
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com