Untitled Document
Ahad, 30 Muharram 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 23 Nopember 2014 20:48
Galeri Pemkab Rohul Peduli dengan Korban Banjir

Ahad, 23 Nopember 2014 20:31
MUI Siak Kecewa Akta Wakaf Dibatalkan PA Bengkalis

Ahad, 23 Nopember 2014 20:28
Aktif Gunakan Media Sosial, Bupati Meranti tak Takut Di-bully

Ahad, 23 Nopember 2014 19:07
Kantor Pos Dumai Gelar Rapat Gabung Bahas Penyaluran Dana PSKS

Ahad, 23 Nopember 2014 19:03
Lagi, Pelaku Curanmor di Pekanbaru Babak Belur Dimassa

Ahad, 23 Nopember 2014 19:01
Terindikasi Korupsi, Tim Kejagung Periksa Kapal Pelindo Dumai

Ahad, 23 Nopember 2014 18:15
Bupati Bengkalis Hadiri Tabligh Akbar Remaja Masjid di Siakkecil



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Juli 2011 18:19
Ingatkan Jaga Kesucian Ramadhan,
FPI Inhil Datangi Sejumlah Tempat Hiburan


Puluhan aktivis FPI Inhil mendatangi sejumlah tempat hiburan di Tembilahan. Mereka mengingatkan agar semua pihak menjaga kesucian Ramadhan.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Indragiri Hilir, Sabtu (30/7/11) malam melakukan aksi mengingatkan pemilik kafe dan tempat hiburan, agar menutup tempat hiburan ini selama Ramadan. Semua pihak dihimbau jaga kesucian Ramadan.

Tampak aksi ini dikomandoi oleh Ketua DPW FPI Inhil, Asmadi Dubli didampingi Ketua Laskar FPI, Ustad Amiruddin, Sekretaris FPI Inhil, Armen dan Wakil Ketua Dewan Syuro, Said Yusrizal Shahab serta para pengurus dan para anggota FPI Inhil lainnya.

Dalam aksi ini rombongan FPI Inhil ini menyisir kafe dan tempat hiburan di Parit 8 Tembilahan dan Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan. Saat itu para pengelola dan wanita penghibur yang ditemui disana diberikan surat himbauan dan teguran agar menutup tempat usahanya selama Ramadan.

Pada malam itu, DPW FPI Inhil juga melakukan pemasangan spanduk ucapan Selamat Menyambut Ramadan dan himbauan agar menghormati bulan suci Ramadan dan mengembalikan motto kota Tembilahan sebagai Kota Ibadah dalam arti sebenarnya.

"Aksi ini kita lakukan untuk mengingatkan para pengelola kafe dan tempat hiburan malam, agar menutup tempat usahanya ini. Langkah ini untuk menghormati umat Islam dan ketenangan pelaksanaan ibadah kaum muslim di bulan Ramadan," ungkap Ketua FPI Inhil, Asmadi Dubli kepada riauterkini.com, Sabtu (30/7/11) malam.

Lanjutnya, sebelumnya pihaknya telah mengirimkan surat himbauan kepada para pengelola hotel, wisma, kafe, tempat hiburan malam dan restoran serta rumah makan, agar menghormati dan menjaga kesucian Ramadan.

Dalam surat himbauan tersebut, FPI Inhil mengingatkan bagi pengelola hotel, wisma, cafe dan panti pijat dan sejenisnya agar tidak membuka peluang terjadinya perbuatan maksiat, terutam yang bertentangan dengan ajaran Islam.

"Kepada pedagang siap saji agar mematuhi himbauan ini dan jika tetap berdagang tidak diperbolehkan menggunakan penutup dan pembatas, agar masyarakat dapat melihat konsumen/ pembeli secara langsung, tidak berjualan makanan dan minuman kecuali untuk persiapan menjelang berbuka puasa," tegas Asmadi.

Juga kepada pemilik rumah kost agar selektif, waspada dan memperketat aturan keluar malam, terutama bagi anak-anak kost perempuan. Kepada kaum remaja agar tidak melakukan asmara tarawih dan asmara subuh, karena akan merusak citra bulan Ramadan dan remaja muslim.

"Kepada Pemerintah Kabupaten Inhil dan penegak hukum kiranya bersikap tegas dan kontinu dalam pemberantasan khamar, perjudian dan penyakit masyarakat, terutama terkait dengan menjaga kesucian dan kehormatan bulan Ramadan," imbuh Asmadi.***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Lagi, Pelaku Curanmor di Pekanbaru Babak Belur Dimassa
- Terindikasi Korupsi, Tim Kejagung Periksa Kapal Pelindo Dumai
- Polda Riau Bidik Kepala Daerah dan Perusahaan Perambah Hutan
- Polda Riau Banding Praperadilan SP3 Kasus Penganiayaan Istri Bupati Kampar
- Warga Bagansiapiapi Tewas tak Wajar di Panipahan
- Kalah di Praperadilan,
Polda Riau Harus Batalkan SP3 Kasus Penganiayaan Istri Bupati Kampar

- Gugatan Pembongkaran Pasar Tanah Merah,
Hakim Haruskan Bupati dan Pemkab Kampar Bayar Rp19 Miliar



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.17.66.61
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com