Untitled Document
Sabtu, 18 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 19 April 2014 07:09
Aktivis Sylva Mengintip Pengelolaan Hutan di PT RAPP Pangkalan Kerinci

Jum’at, 18 April 2014 21:07
Pleno PPK,
Partai dan Caleg PKB Pemuncak Perolehan Suara Pileg di Inhil


Jum’at, 18 April 2014 19:05
Polres Rohul Limpahkan Berkas 'Jumat Berdarah' Mahato Sakti ke Jaksa

Jum’at, 18 April 2014 19:02
Penjaga Rumah Pribadi Walikota Pekanbaru Tewas Membusuk

Jum’at, 18 April 2014 17:47
Beredar Rekaman Gubri Annas Bercarut Ditanya Soal Politik Dinasti

Jum’at, 18 April 2014 17:42
Bengkalis Juara Ketiga 2nd AITIS 2014 di Jakarta

Jum’at, 18 April 2014 17:40
Nunggak Tiga Bulan, 385 Pelanggan PDAM Bengkalis Terancam Diputus



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 31 Juli 2011 18:19
Ingatkan Jaga Kesucian Ramadhan,
FPI Inhil Datangi Sejumlah Tempat Hiburan


Puluhan aktivis FPI Inhil mendatangi sejumlah tempat hiburan di Tembilahan. Mereka mengingatkan agar semua pihak menjaga kesucian Ramadhan.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Indragiri Hilir, Sabtu (30/7/11) malam melakukan aksi mengingatkan pemilik kafe dan tempat hiburan, agar menutup tempat hiburan ini selama Ramadan. Semua pihak dihimbau jaga kesucian Ramadan.

Tampak aksi ini dikomandoi oleh Ketua DPW FPI Inhil, Asmadi Dubli didampingi Ketua Laskar FPI, Ustad Amiruddin, Sekretaris FPI Inhil, Armen dan Wakil Ketua Dewan Syuro, Said Yusrizal Shahab serta para pengurus dan para anggota FPI Inhil lainnya.

Dalam aksi ini rombongan FPI Inhil ini menyisir kafe dan tempat hiburan di Parit 8 Tembilahan dan Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan. Saat itu para pengelola dan wanita penghibur yang ditemui disana diberikan surat himbauan dan teguran agar menutup tempat usahanya selama Ramadan.

Pada malam itu, DPW FPI Inhil juga melakukan pemasangan spanduk ucapan Selamat Menyambut Ramadan dan himbauan agar menghormati bulan suci Ramadan dan mengembalikan motto kota Tembilahan sebagai Kota Ibadah dalam arti sebenarnya.

"Aksi ini kita lakukan untuk mengingatkan para pengelola kafe dan tempat hiburan malam, agar menutup tempat usahanya ini. Langkah ini untuk menghormati umat Islam dan ketenangan pelaksanaan ibadah kaum muslim di bulan Ramadan," ungkap Ketua FPI Inhil, Asmadi Dubli kepada riauterkini.com, Sabtu (30/7/11) malam.

Lanjutnya, sebelumnya pihaknya telah mengirimkan surat himbauan kepada para pengelola hotel, wisma, kafe, tempat hiburan malam dan restoran serta rumah makan, agar menghormati dan menjaga kesucian Ramadan.

Dalam surat himbauan tersebut, FPI Inhil mengingatkan bagi pengelola hotel, wisma, cafe dan panti pijat dan sejenisnya agar tidak membuka peluang terjadinya perbuatan maksiat, terutam yang bertentangan dengan ajaran Islam.

"Kepada pedagang siap saji agar mematuhi himbauan ini dan jika tetap berdagang tidak diperbolehkan menggunakan penutup dan pembatas, agar masyarakat dapat melihat konsumen/ pembeli secara langsung, tidak berjualan makanan dan minuman kecuali untuk persiapan menjelang berbuka puasa," tegas Asmadi.

Juga kepada pemilik rumah kost agar selektif, waspada dan memperketat aturan keluar malam, terutama bagi anak-anak kost perempuan. Kepada kaum remaja agar tidak melakukan asmara tarawih dan asmara subuh, karena akan merusak citra bulan Ramadan dan remaja muslim.

"Kepada Pemerintah Kabupaten Inhil dan penegak hukum kiranya bersikap tegas dan kontinu dalam pemberantasan khamar, perjudian dan penyakit masyarakat, terutama terkait dengan menjaga kesucian dan kehormatan bulan Ramadan," imbuh Asmadi.***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Polres Rohul Limpahkan Berkas 'Jumat Berdarah' Mahato Sakti ke Jaksa
- Penjaga Rumah Pribadi Walikota Pekanbaru Tewas Membusuk
- Saat Demo Bela Ketua Yayasan, Seorang Siswa SMA Wahidin Nyaris Diculik
- Aksi Demo Tuntut Kades Dibebaskan,
Kerusuhan Terjadi Saat Kaum Ibu Ambil Jatah Makan Siang Anggota Polisi

- Digauli Hingga Melahirkan, Keponakan di Meranti Polisikan Paman
- Pasca Dua Warga Tertembak, Massa Kembali Demo Pembebasan Kades
- Tak Kunjung Tuntas, Proyek Pelabuhan Dumai Diduga Menyimpang


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.80.46
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com