Untitled Document
Kamis, 9 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 28 Mei 2015 16:48
Empat Cabup dan Satu Cawabup Pelalawan Ikuti Fit and Propertest di DPP PDI Perjuangan

Kamis, 28 Mei 2015 16:44
Hatrick Opini WTP dari BPK, Bupati Meranti Puji Kinerja SKPD

Kamis, 28 Mei 2015 16:38
Perkembangan Kasus Suap APBD Riau di KPK 'Masih Membeku'

Kamis, 28 Mei 2015 16:36
Pelanggar Operasi Patuh 2015 di Duri Keluhkan Lokasi Sidang di Bengkalis

Kamis, 28 Mei 2015 16:33
Belum Siap, Jaksa Tunda Tuntutan Mantan Anggota DPRD Riau Terdakwa Sabu

Kamis, 28 Mei 2015 16:31
Polres Kampar Blender 23,33 Gram Sabu dan 8 Butir Esktasi

Kamis, 28 Mei 2015 16:29
Wacana Interpelasi Harus jadi Cambuk Pejabat Pemprov Tingkatkan Kinerja



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 Januari 2005 17:20
Dugaan Korupsi PT BSP Disidangkan

Dugaan korupsi PT. Bumi Siak Pusako mulai disidangkan. Seorang mantan petinggi perusahan perminyakan tersebut duduk sebagai terdakwah.

Riauterkini-PEKANBARU- Pengadilan Negeri(PN) Pekanbaru Rabu (19/1) menggelar sidang perdana dalam kasus korupsi sebesar Rp 766.761.466 yang melibatkan seorang mantan dan soerang petinggi di PT Bumi Siak Pusako(BSP) yaitu,Azaly Djohan mantan direktur dan Ramlan Comel yang masih menjabat sebagai direktur umum.

Sidang kedua terdakwah tersebut dimulai sekitar pukul 9.30 WIB sampai 13.30 WIB. Sidang tidak digelar dalam satu ruang, melainkan secara terpisah.

Terdakwa Azari Djohan,SH di dalam sidang tersebut dikdawah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain dan dapat merugikan negara atau PT BSP senilai US $ 194,319.03. Dalam sidang tersebut Azaly didampingi tiga pengacaranya, yakni Alfian, H Djemarin dan Tri asnawanto.

Persidangan tersebut dipimpin Hakim Ketua Soemantri dan Hakim Anggota R Simbiring serta A. Pasaribu. Dalam sidang tersebut juga dihadirkan tiga orang saksi Nawasid Kadin (51) selaku manager HRD di PT BSP,Ependi Yusrizal (59) Pensiunan General Manager Badan Operasi Bersama(BOB) PT BSP-Pertamina Siak hulu dan Des Agitha putrid(33) manager keuangan di PT BSP. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum Symsuir dan ajun JPU Lambok MJS.

Saksi Nawasid Kadin dalam sidang kali ini menjelaskan bahwa PT BSP dan Pertamina bekerja sama dengan pemerintan Kabupaten Siak, daerah dengan keuntungan 85% Pemkab Siak dan 15% lagi dapat di bagi dua menjadi 7,5% untuk PT BSP dan 7,5% untuk Pertamina, kontrak yang sudah di sepakati berjalan pada tahun 2002 ,di dalam sidang saksi juga menyebutkan nama Azaly Djohan dan Ramlan Comel sebagai perwakilan dari PT BSP.

Berdasarkan hasil keterangan dari saksi Des Agitha Putrid dan di kuatkan hasil pemeriksaan BPKP (19/3) yang menyangkut hasil perhitungan kerugian keuangan negara US$ 194,319.03 dan sebesar US$ 132,290.83 di tukarkan kedalam bentuk Rupiah sebasarRp1.179,033,839. dan di gunakan untuk kepentingan di luar PT BSP sebesar Rp 766.761.466 dan masih ada sisa US$ 62,028.20, terdapat pula uang tunai yang sebesar 522.272.373.

Secara umum jalannya sidang berlangsung aman dan lancar, hingga akhirnya hakim memutuskan sidang di tunda dan di lanjutkan Rabu mendatang .***(mad/laporan vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Perkembangan Kasus Suap APBD Riau di KPK 'Masih Membeku'
- Pelanggar Operasi Patuh 2015 di Duri Keluhkan Lokasi Sidang di Bengkalis
- Belum Siap, Jaksa Tunda Tuntutan Mantan Anggota DPRD Riau Terdakwa Sabu
- Polres Kampar Blender 23,33 Gram Sabu dan 8 Butir Esktasi
- Kasatlantas Polres Bengkalis Sidak Titik Macet di Lintas Duri-Pekanbaru
- Lepas Tembakan Peringatan,
Polresta Pekanbaru Ringkus Tersangka Curanmor Asal Sumbar

- Operasi Patuh Lalu Lintas Polres Rohil, Tangkap 30 Kg Sabu


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.147.217.76
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com