Untitled Document
Senin, 11 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 2 Maret 2015 18:11
Wakil Rakyat Kritisi Amburadulnya Pelantikan Pejabat Pemprov Riau

Senin, 2 Maret 2015 18:11
BPPT Tebar 1,2 Ton Garam untuk Membuat Hujan Buatan

Senin, 2 Maret 2015 18:10
Disperindag Dumai Imbau Masyarakat Tak Beli Pakaian Bekas Impor

Senin, 2 Maret 2015 18:08
Paling Lambat 5 Maret,
Pendaftaran Seleksi Pejabat Pemprov Mulai Dibuka


Senin, 2 Maret 2015 18:04


Senin, 2 Maret 2015 18:01
Bupati Pimpin Rapat Progres Pembangunan 3 Zero

Senin, 2 Maret 2015 17:57
HUT Ke 96, BPBD Dumai Gelar Apel Siaga



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 Januari 2005 17:20
Dugaan Korupsi PT BSP Disidangkan

Dugaan korupsi PT. Bumi Siak Pusako mulai disidangkan. Seorang mantan petinggi perusahan perminyakan tersebut duduk sebagai terdakwah.

Riauterkini-PEKANBARU- Pengadilan Negeri(PN) Pekanbaru Rabu (19/1) menggelar sidang perdana dalam kasus korupsi sebesar Rp 766.761.466 yang melibatkan seorang mantan dan soerang petinggi di PT Bumi Siak Pusako(BSP) yaitu,Azaly Djohan mantan direktur dan Ramlan Comel yang masih menjabat sebagai direktur umum.

Sidang kedua terdakwah tersebut dimulai sekitar pukul 9.30 WIB sampai 13.30 WIB. Sidang tidak digelar dalam satu ruang, melainkan secara terpisah.

Terdakwa Azari Djohan,SH di dalam sidang tersebut dikdawah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain dan dapat merugikan negara atau PT BSP senilai US $ 194,319.03. Dalam sidang tersebut Azaly didampingi tiga pengacaranya, yakni Alfian, H Djemarin dan Tri asnawanto.

Persidangan tersebut dipimpin Hakim Ketua Soemantri dan Hakim Anggota R Simbiring serta A. Pasaribu. Dalam sidang tersebut juga dihadirkan tiga orang saksi Nawasid Kadin (51) selaku manager HRD di PT BSP,Ependi Yusrizal (59) Pensiunan General Manager Badan Operasi Bersama(BOB) PT BSP-Pertamina Siak hulu dan Des Agitha putrid(33) manager keuangan di PT BSP. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum Symsuir dan ajun JPU Lambok MJS.

Saksi Nawasid Kadin dalam sidang kali ini menjelaskan bahwa PT BSP dan Pertamina bekerja sama dengan pemerintan Kabupaten Siak, daerah dengan keuntungan 85% Pemkab Siak dan 15% lagi dapat di bagi dua menjadi 7,5% untuk PT BSP dan 7,5% untuk Pertamina, kontrak yang sudah di sepakati berjalan pada tahun 2002 ,di dalam sidang saksi juga menyebutkan nama Azaly Djohan dan Ramlan Comel sebagai perwakilan dari PT BSP.

Berdasarkan hasil keterangan dari saksi Des Agitha Putrid dan di kuatkan hasil pemeriksaan BPKP (19/3) yang menyangkut hasil perhitungan kerugian keuangan negara US$ 194,319.03 dan sebesar US$ 132,290.83 di tukarkan kedalam bentuk Rupiah sebasarRp1.179,033,839. dan di gunakan untuk kepentingan di luar PT BSP sebesar Rp 766.761.466 dan masih ada sisa US$ 62,028.20, terdapat pula uang tunai yang sebesar 522.272.373.

Secara umum jalannya sidang berlangsung aman dan lancar, hingga akhirnya hakim memutuskan sidang di tunda dan di lanjutkan Rabu mendatang .***(mad/laporan vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Pelajar Terjerat Hukum,
P2TP2A Bengkalis Minta Lapas Berikan Keringanan untuk Ujian

- Rekan Kerja Dibacok Teman Hingga Tewas di Kampar
- Macet 5 Km, Bus ALS dan Truk Elpiji Laga Kambing di Rumbai Pekanbaru
- Tak Ada Begal, Kasus Curanmor di Rohul Cukup Tinggi
- Korupsi Genset Hall A Sport Center Rumbai,
PNS Dispora Riau Pardamean Segera Diadili

- Tersangka Sejak 2012,
Polres Rohul Segera Limpahkan Berkas Kasus Dirut PT AMR ke Kejari

- Puluhan Wali Murid SMP di Meranti di Teror OTK


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.120.138
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com