Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 9 Pebruari 2016 08:10
BNPB: 3.969 Jiwa Jadi Korban Banjir di Rokan Hulu

Selasa, 9 Pebruari 2016 08:04
Rencana Pembangunan PLTA Lubuk Ambacang, Kuansing,
Selain Sumber Energi Diinilai Dapat Mengendalikan Banjir


Selasa, 9 Pebruari 2016 07:56
Gaji Honorer dan insentif PNS Meranti Tunggu Pengunaan APBD 2016

Senin, 8 Pebruari 2016 22:40
Seorang Wanita di Kuansing Ditemukan TewasTergantung

Senin, 8 Pebruari 2016 21:55
Menyambut Cap Go Meh 2016, Lampion Raksasa Mulai Hiasi Kelenteng di Bagansiapiapi

Senin, 8 Pebruari 2016 21:45
Berikut Daerah di Kabupaten Rohul yang Terendam Banjir

Senin, 8 Pebruari 2016 21:37
Gelombang Pasang Juga Rusak Rumah Warga di Kecamatan Concong



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 Januari 2005 17:20
Dugaan Korupsi PT BSP Disidangkan

Dugaan korupsi PT. Bumi Siak Pusako mulai disidangkan. Seorang mantan petinggi perusahan perminyakan tersebut duduk sebagai terdakwah.

Riauterkini-PEKANBARU- Pengadilan Negeri(PN) Pekanbaru Rabu (19/1) menggelar sidang perdana dalam kasus korupsi sebesar Rp 766.761.466 yang melibatkan seorang mantan dan soerang petinggi di PT Bumi Siak Pusako(BSP) yaitu,Azaly Djohan mantan direktur dan Ramlan Comel yang masih menjabat sebagai direktur umum.

Sidang kedua terdakwah tersebut dimulai sekitar pukul 9.30 WIB sampai 13.30 WIB. Sidang tidak digelar dalam satu ruang, melainkan secara terpisah.

Terdakwa Azari Djohan,SH di dalam sidang tersebut dikdawah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain dan dapat merugikan negara atau PT BSP senilai US $ 194,319.03. Dalam sidang tersebut Azaly didampingi tiga pengacaranya, yakni Alfian, H Djemarin dan Tri asnawanto.

Persidangan tersebut dipimpin Hakim Ketua Soemantri dan Hakim Anggota R Simbiring serta A. Pasaribu. Dalam sidang tersebut juga dihadirkan tiga orang saksi Nawasid Kadin (51) selaku manager HRD di PT BSP,Ependi Yusrizal (59) Pensiunan General Manager Badan Operasi Bersama(BOB) PT BSP-Pertamina Siak hulu dan Des Agitha putrid(33) manager keuangan di PT BSP. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum Symsuir dan ajun JPU Lambok MJS.

Saksi Nawasid Kadin dalam sidang kali ini menjelaskan bahwa PT BSP dan Pertamina bekerja sama dengan pemerintan Kabupaten Siak, daerah dengan keuntungan 85% Pemkab Siak dan 15% lagi dapat di bagi dua menjadi 7,5% untuk PT BSP dan 7,5% untuk Pertamina, kontrak yang sudah di sepakati berjalan pada tahun 2002 ,di dalam sidang saksi juga menyebutkan nama Azaly Djohan dan Ramlan Comel sebagai perwakilan dari PT BSP.

Berdasarkan hasil keterangan dari saksi Des Agitha Putrid dan di kuatkan hasil pemeriksaan BPKP (19/3) yang menyangkut hasil perhitungan kerugian keuangan negara US$ 194,319.03 dan sebesar US$ 132,290.83 di tukarkan kedalam bentuk Rupiah sebasarRp1.179,033,839. dan di gunakan untuk kepentingan di luar PT BSP sebesar Rp 766.761.466 dan masih ada sisa US$ 62,028.20, terdapat pula uang tunai yang sebesar 522.272.373.

Secara umum jalannya sidang berlangsung aman dan lancar, hingga akhirnya hakim memutuskan sidang di tunda dan di lanjutkan Rabu mendatang .***(mad/laporan vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Seorang Wanita di Kuansing Ditemukan TewasTergantung
- Operasi Antik 2016, Polres Dumai Ciduk Seorang Tersangka Narkoba
- Diduga Nyambi Ngedar Ganja, Petugas Damkar Inhil Diamankan Polisi
- Jadi Bandar Narkoba Warga Rengat Barat, Inhu Ditangkap Polisi
- Bersenjata Api, Pembegal Truk Sawit Beraksi di Wilayah Duri
- SatRes Narkoba Polres Kampar Ringkus Pengedar Sabu-sabu di Desa Suka Mulya
- Gelapkan Uang Perusahaan dan Sempat Buron,
Mantan Karyawan PT. SPSR Rohul Diciduk Polisi di Rumahnya



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.144.80.75
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com