Untitled Document
Rabu, 3 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 25 Nopember 2014 22:03
DPRD Dumai Gelar Sosialisasi Fungsi dan Kewenangan

Selasa, 25 Nopember 2014 22:03
Januari-Oktober Renggut 6 Nyawa,
Diskes Klaim DBD di Bengkalis Turun


Selasa, 25 Nopember 2014 21:52
Pelanggan PDAM Tirta Dharma Duri Keluhkan Bengkaknya Tagihan

Selasa, 25 Nopember 2014 21:40
Piala Gubernur 2014,
Tim Sepakbola Kampar Tumbangkan Juara Porprov 2014


Selasa, 25 Nopember 2014 21:34
Ribuan Warga Sei Tohor Siap Menanti Kedatangan Presiden RI

Selasa, 25 Nopember 2014 21:17
Banjir di Rohul Telan Korban,
Pencarian Jasad Korban Tenggelam Dilanjutkan Rabu Pagi


Selasa, 25 Nopember 2014 20:49
Demo di RRI Ricuh, Puluhan Mahasiwa Luka Kena Pukul Rotan Polisi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 Januari 2005 17:20
Dugaan Korupsi PT BSP Disidangkan

Dugaan korupsi PT. Bumi Siak Pusako mulai disidangkan. Seorang mantan petinggi perusahan perminyakan tersebut duduk sebagai terdakwah.

Riauterkini-PEKANBARU- Pengadilan Negeri(PN) Pekanbaru Rabu (19/1) menggelar sidang perdana dalam kasus korupsi sebesar Rp 766.761.466 yang melibatkan seorang mantan dan soerang petinggi di PT Bumi Siak Pusako(BSP) yaitu,Azaly Djohan mantan direktur dan Ramlan Comel yang masih menjabat sebagai direktur umum.

Sidang kedua terdakwah tersebut dimulai sekitar pukul 9.30 WIB sampai 13.30 WIB. Sidang tidak digelar dalam satu ruang, melainkan secara terpisah.

Terdakwa Azari Djohan,SH di dalam sidang tersebut dikdawah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain dan dapat merugikan negara atau PT BSP senilai US $ 194,319.03. Dalam sidang tersebut Azaly didampingi tiga pengacaranya, yakni Alfian, H Djemarin dan Tri asnawanto.

Persidangan tersebut dipimpin Hakim Ketua Soemantri dan Hakim Anggota R Simbiring serta A. Pasaribu. Dalam sidang tersebut juga dihadirkan tiga orang saksi Nawasid Kadin (51) selaku manager HRD di PT BSP,Ependi Yusrizal (59) Pensiunan General Manager Badan Operasi Bersama(BOB) PT BSP-Pertamina Siak hulu dan Des Agitha putrid(33) manager keuangan di PT BSP. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum Symsuir dan ajun JPU Lambok MJS.

Saksi Nawasid Kadin dalam sidang kali ini menjelaskan bahwa PT BSP dan Pertamina bekerja sama dengan pemerintan Kabupaten Siak, daerah dengan keuntungan 85% Pemkab Siak dan 15% lagi dapat di bagi dua menjadi 7,5% untuk PT BSP dan 7,5% untuk Pertamina, kontrak yang sudah di sepakati berjalan pada tahun 2002 ,di dalam sidang saksi juga menyebutkan nama Azaly Djohan dan Ramlan Comel sebagai perwakilan dari PT BSP.

Berdasarkan hasil keterangan dari saksi Des Agitha Putrid dan di kuatkan hasil pemeriksaan BPKP (19/3) yang menyangkut hasil perhitungan kerugian keuangan negara US$ 194,319.03 dan sebesar US$ 132,290.83 di tukarkan kedalam bentuk Rupiah sebasarRp1.179,033,839. dan di gunakan untuk kepentingan di luar PT BSP sebesar Rp 766.761.466 dan masih ada sisa US$ 62,028.20, terdapat pula uang tunai yang sebesar 522.272.373.

Secara umum jalannya sidang berlangsung aman dan lancar, hingga akhirnya hakim memutuskan sidang di tunda dan di lanjutkan Rabu mendatang .***(mad/laporan vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Curi Alat Pengetam Kayu, Warga Pelalawan Ditahan di Pekanbaru
- Danrem Pimpin Apel Gelar Pasukan Pam Presiden
- Atlet Dayung Tenggelam, Basarnas Masih Sisir Sungai Siak
- Sempat Tidur Saat Rekonstruksi,
Kuasa Hukum Sebut Annas Maamun Sehat dan Tabah

- Kasus Dugaan Suap Alih Fungsi Hutan,
Hingga Kini KPK Belum Tetapkan Tersangka Baru

- Sidang Perambahan Hutan,
Anggota DPRD Rohul Dituntut 3 Tahun Kurungan Denda Rp1,5 Miliar

- Pelanggar Pajak Toko Sony Elektronik Dihukum Percobaan,
Jaksa Banding Atas Putusan PN Pekanbaru



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.23.8.131
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com