Untitled Document
Selasa, 20 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 7 Juli 2015 05:10
Tinjau Kebakaran Pasar Cik Puan, Plt Gubri Berjanji Carikan Solusi

Senin, 6 Juli 2015 23:28
Kasus Moral, Anggota DPRD Riau Dukung Pencopotan Direktur IPDN Rizka Utama

Senin, 6 Juli 2015 23:24
BPJS Naker Dumai Bagikan 300 Takjil Berbuka

Senin, 6 Juli 2015 23:20
Aktivis Lingkungan Wujudkan Wisata Bandar Bakau Dumai

Senin, 6 Juli 2015 23:16
Titik Rawan Jalur Mudik Didominasi Lobang dan Perbaikan Jalan

Senin, 6 Juli 2015 23:10
Pemerintah-DPR Sepakat Putusan Sengketa Pilkada 60 Hari Kerja

Senin, 6 Juli 2015 23:07
Stop Penjualan Bensin Pakai Jerigen, Polisi Akan Awasi Seluruh SPBU di Kuansing



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 Januari 2005 17:20
Dugaan Korupsi PT BSP Disidangkan

Dugaan korupsi PT. Bumi Siak Pusako mulai disidangkan. Seorang mantan petinggi perusahan perminyakan tersebut duduk sebagai terdakwah.

Riauterkini-PEKANBARU- Pengadilan Negeri(PN) Pekanbaru Rabu (19/1) menggelar sidang perdana dalam kasus korupsi sebesar Rp 766.761.466 yang melibatkan seorang mantan dan soerang petinggi di PT Bumi Siak Pusako(BSP) yaitu,Azaly Djohan mantan direktur dan Ramlan Comel yang masih menjabat sebagai direktur umum.

Sidang kedua terdakwah tersebut dimulai sekitar pukul 9.30 WIB sampai 13.30 WIB. Sidang tidak digelar dalam satu ruang, melainkan secara terpisah.

Terdakwa Azari Djohan,SH di dalam sidang tersebut dikdawah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain dan dapat merugikan negara atau PT BSP senilai US $ 194,319.03. Dalam sidang tersebut Azaly didampingi tiga pengacaranya, yakni Alfian, H Djemarin dan Tri asnawanto.

Persidangan tersebut dipimpin Hakim Ketua Soemantri dan Hakim Anggota R Simbiring serta A. Pasaribu. Dalam sidang tersebut juga dihadirkan tiga orang saksi Nawasid Kadin (51) selaku manager HRD di PT BSP,Ependi Yusrizal (59) Pensiunan General Manager Badan Operasi Bersama(BOB) PT BSP-Pertamina Siak hulu dan Des Agitha putrid(33) manager keuangan di PT BSP. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum Symsuir dan ajun JPU Lambok MJS.

Saksi Nawasid Kadin dalam sidang kali ini menjelaskan bahwa PT BSP dan Pertamina bekerja sama dengan pemerintan Kabupaten Siak, daerah dengan keuntungan 85% Pemkab Siak dan 15% lagi dapat di bagi dua menjadi 7,5% untuk PT BSP dan 7,5% untuk Pertamina, kontrak yang sudah di sepakati berjalan pada tahun 2002 ,di dalam sidang saksi juga menyebutkan nama Azaly Djohan dan Ramlan Comel sebagai perwakilan dari PT BSP.

Berdasarkan hasil keterangan dari saksi Des Agitha Putrid dan di kuatkan hasil pemeriksaan BPKP (19/3) yang menyangkut hasil perhitungan kerugian keuangan negara US$ 194,319.03 dan sebesar US$ 132,290.83 di tukarkan kedalam bentuk Rupiah sebasarRp1.179,033,839. dan di gunakan untuk kepentingan di luar PT BSP sebesar Rp 766.761.466 dan masih ada sisa US$ 62,028.20, terdapat pula uang tunai yang sebesar 522.272.373.

Secara umum jalannya sidang berlangsung aman dan lancar, hingga akhirnya hakim memutuskan sidang di tunda dan di lanjutkan Rabu mendatang .***(mad/laporan vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Kasus Moral, Anggota DPRD Riau Dukung Pencopotan Direktur IPDN Rizka Utama
- Penyebab Masih Diselidiki,
Kapolresta Pekanbaru Prihatin Atas Kebakaran di Pasar Cik Puan

- Polres Dumai Tangkap Pengedar Sabu Pasar Kelakap
- Jika Terbukti Pengurus Partai, Indra Muchlis Bakal Dicoret dari Capim KPK
- Kronologis Perampokan Rp221 Juta Uang SPBU Pangean, Kuansing
- 6 Praja Asusila, Rizka Mengaku Siap Dicopot sebagai Dirut IPDN
- Pecah Kaca Mobil, Maling Gondol Rp132 Juta Uang Warga Perum Arengka Mas


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.20.244.97
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com