Untitled Document
Rabu, 27 Zulhijjah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 22 Oktober 2014 16:15
BPMPD dan BP2T Riau Bakal Dilebur Jadi Satu

Rabu, 22 Oktober 2014 16:13
Bermarga Sama, Calon Waka DPRD Riau Bantah Kenal Gulat Manurung

Rabu, 22 Oktober 2014 16:08
Realisasi Program Desa Maju Inhil Jaya Masih Minim

Rabu, 22 Oktober 2014 16:05
186 Kades Rohil Ikuti Bimtek di Bandung untuk Kelola Dana Rp4,8 Miliar

Rabu, 22 Oktober 2014 16:02
Sidang Korupsi Bhakti Praja Pelalawan,
Mantan Kepala BPN Akui Kelola Pembebasan Lahan


Rabu, 22 Oktober 2014 16:00
Seorang Warga Rohul Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon

Rabu, 22 Oktober 2014 15:02
Hasil Sementara, Kuansing Peringkat IO Porprov Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 19 Januari 2005 17:20
Dugaan Korupsi PT BSP Disidangkan

Dugaan korupsi PT. Bumi Siak Pusako mulai disidangkan. Seorang mantan petinggi perusahan perminyakan tersebut duduk sebagai terdakwah.

Riauterkini-PEKANBARU- Pengadilan Negeri(PN) Pekanbaru Rabu (19/1) menggelar sidang perdana dalam kasus korupsi sebesar Rp 766.761.466 yang melibatkan seorang mantan dan soerang petinggi di PT Bumi Siak Pusako(BSP) yaitu,Azaly Djohan mantan direktur dan Ramlan Comel yang masih menjabat sebagai direktur umum.

Sidang kedua terdakwah tersebut dimulai sekitar pukul 9.30 WIB sampai 13.30 WIB. Sidang tidak digelar dalam satu ruang, melainkan secara terpisah.

Terdakwa Azari Djohan,SH di dalam sidang tersebut dikdawah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain dan dapat merugikan negara atau PT BSP senilai US $ 194,319.03. Dalam sidang tersebut Azaly didampingi tiga pengacaranya, yakni Alfian, H Djemarin dan Tri asnawanto.

Persidangan tersebut dipimpin Hakim Ketua Soemantri dan Hakim Anggota R Simbiring serta A. Pasaribu. Dalam sidang tersebut juga dihadirkan tiga orang saksi Nawasid Kadin (51) selaku manager HRD di PT BSP,Ependi Yusrizal (59) Pensiunan General Manager Badan Operasi Bersama(BOB) PT BSP-Pertamina Siak hulu dan Des Agitha putrid(33) manager keuangan di PT BSP. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum Symsuir dan ajun JPU Lambok MJS.

Saksi Nawasid Kadin dalam sidang kali ini menjelaskan bahwa PT BSP dan Pertamina bekerja sama dengan pemerintan Kabupaten Siak, daerah dengan keuntungan 85% Pemkab Siak dan 15% lagi dapat di bagi dua menjadi 7,5% untuk PT BSP dan 7,5% untuk Pertamina, kontrak yang sudah di sepakati berjalan pada tahun 2002 ,di dalam sidang saksi juga menyebutkan nama Azaly Djohan dan Ramlan Comel sebagai perwakilan dari PT BSP.

Berdasarkan hasil keterangan dari saksi Des Agitha Putrid dan di kuatkan hasil pemeriksaan BPKP (19/3) yang menyangkut hasil perhitungan kerugian keuangan negara US$ 194,319.03 dan sebesar US$ 132,290.83 di tukarkan kedalam bentuk Rupiah sebasarRp1.179,033,839. dan di gunakan untuk kepentingan di luar PT BSP sebesar Rp 766.761.466 dan masih ada sisa US$ 62,028.20, terdapat pula uang tunai yang sebesar 522.272.373.

Secara umum jalannya sidang berlangsung aman dan lancar, hingga akhirnya hakim memutuskan sidang di tunda dan di lanjutkan Rabu mendatang .***(mad/laporan vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Bermarga Sama, Calon Waka DPRD Riau Bantah Kenal Gulat Manurung
- 186 Kades Rohil Ikuti Bimtek di Bandung untuk Kelola Dana Rp4,8 Miliar
- Sidang Korupsi Bhakti Praja Pelalawan,
Mantan Kepala BPN Akui Kelola Pembebasan Lahan

- Seorang Warga Rohul Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon
- Diperiksa KPK untuk Kasus Gubri Nonaktif,
Kepala BPAD Sebut Ditanya Soal Administrasi

- Gadis di Bawah Umur di Pekanbaru Dicabuli Abang Kandung
- Diperiksa KPK untuk Kasus Gubri Nonaktif,
Lima Pegawai Protokol 'Kesandung Kacang Pukul' Rp500 Juta



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.70.14
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com