Untitled Document
Ahad, 2 Muharram 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 25 Oktober 2014 22:03
Pemkab Rohul Gelar Tabligh Akbar 1 Muharram di Masjid Agung Madani

Sabtu, 25 Oktober 2014 21:05
Porprov VIII Riau Berakhir,
Rohul Dapat Tambahan Satu Emas dari Silat, Geser Dumai di Posisi 8


Sabtu, 25 Oktober 2014 16:45
Nurul Huda Terpilih Sebagai Ketua Umum CFCD Chapter Riau

Sabtu, 25 Oktober 2014 15:17
Merasa 'Dicurangi',
Karateka Inhil Walk Out dari Pertandingan


Sabtu, 25 Oktober 2014 15:11
Bersama Ketum KONI Inhil,
Bupati Inhil Peroleh Anugerah dari Kesultanan Banjar


Sabtu, 25 Oktober 2014 15:06
Tim Basket Kuansing Dikalahkan Pekanbaru

Sabtu, 25 Oktober 2014 15:04
Belasan Ribu Warga Duri Tumpah de Jalan Sambut Tahun Baru Islam



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 24 September 2010 08:08
Sidang Korupsi Genset,
Dibeberkan Photo Dua Anggota DPRD Rohul Hitung Tumpukkan Uang


PN Pasirpangarian kembali gelar sidang dugaan korupsi pengadaan genset. Dalam pemeriksaan saksi turut diungkapkan adanya photo dua anggota DPRD Rohul tengah menghitung tumpukan uang dalam kamar hotel.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Sidang dugaan kasus korupsi genset 2X2,5 MVA, Sei Kuning, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), sebesar Rp7,9 miliar, terus berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Pasirpangaraian. Sebuah Photo dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rohul, yang sedang menghitung uang, di sebuah kamar juga dipertanyakan.

Photo yang dipertanyakan oleh kuasa hukum mantan Direktur Perusda Rohul Jaya, Hamdan Kasim, Itamari Lase SH, kepada saksi, Direktur PT Tiga Bintang Mas Abadi, David Antoni Grill, sebagai kontraktor yang memenangkan lelang proyek genset Sei Kuning. Sebuah photo Ketua DPRD Rohul aktif, Hasanuddin, dan anggota DPRD Rohul, Safruddin Poti alias Sape, yang sedang menghitung uang di sebuah kamar, diduga di sebuah kamar hotel.

Sidang yang dimulai sejak pukul 11.00 Wib, sempat ditunda selama sejam oleh dewan hakim. Namun dilanjutkan kembali dan berakhir pada pukul 18.00 Wib, dan dilanjutkan Selasa 28 September 2010 mendatang.



David, ketika dimintai kesaksiannya, mengenai photo itu, sempat terkejut, dan mengaku mengenal keduanya sebagai anggota dewan, di Hotel Quality Pekanbaru, ketika baru kali pertamanya, menerima pembayaran kontrak genset, yang sudah disepakati. Namun dia tidak tahu uang siapa dan dari mana, yang dihitung keduanya dalam photo tersebut.

"Saya mengenal keduanya sebagai anggota dewan. Itu di hotel Quality Pekanbaru, ketika awal pembayaran kontrak. Namun saya tidak tahu, uang siapa dan dari mana yang dihitung keduanya," jelas David, menjawab pertanyaan kuasa hukum terdakwa.

Selesai sidang, David, yang sudah keluar keringat jagung di dahinya, karena diperiksa selama sekitar 5 jam, kepada riauterkini mengaku, tidak ada memberi uang kepada dua anggota dewan. Dia hanya mengenal keduanya di hotel Quality, karena satu hotel saat itu.

"Kita satu hotel saat itu. Dan tidak ada transaksi saat itu. Mengenai asal photo itu, saya juga tidak tahu sama sekali," kata David.

Pada sidang tadi, David, sempat dimarahin hakim, karena semua jawabannya tidak sesuai dengan apa yang dipertanyakan kuasa hukum ketiga terdakwa. Sehingga proses sidang, dengan satu saksi memakan waktu sekitar 5 jam.

"Dari tadi jawaban Anda lari kesana kemari. Simak dahulu apa yang ditanya, jangan langsung dijawab. Karena ini bukan main-main," tegas ketua hakim, Maman Ambari SH.

Antoni juga memberikan jawaban yang membuat semua yang hadir tersenyum. Ketika ditunjukkan semua photo tentang dirinya, saat proses pelelangan. Kata dia photo-photo itu di hari sama, namun dia hanya berganti baju sebanyak tiga kali.

"Semua photo diambil dalam sehari saat itu. Saya hanya ganti baju tiga kali, itu atas disuruhan seseorang. Tapi saya tidak mengenal orang tersebut," terang David.

Kuasa Hukum terdakwa, M Yanuar, dan Nofriadi, Muhammad Nefos SH, kepada riauterkini menyatakan, jawaban david adalah sebuah tangkisan. Menurutnya itu hanya alasan yg dibuat-buat. "Direktur PT TBMA kan dia, jadi mana mungkin dia tidak tahu semuanya. Apalagi soal tanda tangan dirinya. Jawaban ganti baju tiga kali, karena terus kita konfrontir," terang Nefos.

Katanya, hakim juga sudah gerah dengan jawaban David. Sehingga direncanakan, David, dan Direktur PT Palu Gada Perkasa, Niko, akan jadi saksi, Selasa depan.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Andy
Cek minyak yg ada di natuna, midai, serasan unt pengadaan pltd. Dr mana dptnya.


Berita Hukum lainnya..........
- Korupsi Alkes RSUD Teluk Kuantan,
Perkara Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru

- Porprov VIII Riau di Inhu,
Lokasi Pertandingan Dipindah, Kontingen Sepakbola Kecewa

- Miliki 1 Paket Sabu-sabu,
Polsek Kandis Bekuk Seorang Tersangka

- Seorang Pemuda di Rohul Gantung Diri di Ruang Tamu
- Pelaku Judi Togel Diciduk Polres Kampar
- Ditinggal Shalat Jumat,
Maling Sikat Sepeda Motor Wartawan Riau Pos di Kantor Gubernur

- Diperiksa KPK di SPN Pekanbaru,
Zulkifli Yusuf Ngaku Cuma Ngantar Berkas, Zulher Pucat, Pimpinan Duta Palma Terbirit-Birit



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.82.166.45
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com