Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 5 Mei 2016 19:20
Mendagri Sebut Revisi UU Pilkada tak Menggagu Tahapan Pilkada Februari 2017

Kamis, 5 Mei 2016 19:13
Nunggu Antrian, Bayi Pengidap Tumor Otak di Rohul Belum Dirujuk ke RSUD Arifin Achmad

Kamis, 5 Mei 2016 17:46
Tim Opsnal Polres Kampar Tangkap 2 Pelaku Jambret di Air Tiris

Kamis, 5 Mei 2016 17:24
Sabu Tak Bertuan di Kampung Dalam Bernilai Rp1,3 Miliar

Kamis, 5 Mei 2016 16:51
Jadi Pengurus Apkasi, Bupati Syamsiar Berharap Aspirasi Masyarakat Siak Didukung Pusat

Kamis, 5 Mei 2016 16:06
Tak Senang Ditegur, Pemuda Ini Tebas Leher Honorer Pemkab Kuansing Hingga Tewas

Kamis, 5 Mei 2016 16:02
Polisi Gerebek Rumah Pengedar Sabu,
Sepasang Pasutri Diringkus di Jalan Garuda Pekanbaru




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Juli 2010 16:54
Dua Alat Berat PT SRL Dibakar Warga Rangsang

Aktifitas PT SRL masih mendapat tentangan dari masyarakat. Bahkan dalam insiden terakhir, dua alat berat perusahaan HTI tersebut dibakar sekelompok warga Kecamatan Rangsang.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua unit alat berat jenis eskafator milik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dibakar sekelompok warga Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (22/7/10) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Ada dua unit alat berat kita yang rusak parah akibat dibakar oknum warga Desa Tanjung Kedabu. Pelakunya ada lima orang dan sudah kita laporakan ke polisi," ujar Kepala Divisi Sosial, Skuriti, Legal dan Perizinan PT SRL Afrizon kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (23/7/10).

Dijelaskan Afrizon, aksi pembakaran dua unit alat berat tersebut berlangsung mendadak. Sekelompok warga datang dan langsung melarang pekerja melanjutkan pembukaan hutan untuk lahan penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). "Padahal yang dibuka berupa hutan. Bukan lahan masyarakat dan berada di kawasan konsesi dan RKT (Rencana Kerja Tahunan.red) kami," paparnya.

Tanpa banyak bicara, lanjut Afrizon, sekelompok warga tersebut langsung melakukan tindak anarkhis dengan membakar dua unit alat berat. Akibat tindak kriminal tersebut, perusahaan tersebut menderita kerugan sekitar Rp 3 milyar.

Sementara itu Kapolsek Rangsang AKP Nasril saat dihubungi riauterkini mengatakan bahwa pihaknya telah menuntaskan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini tengah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. "Ada beberapa saksi yang telah dan masih menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Lebih lanjut Nasril mengatakan, bahwa penanganan kasus ini untuk selanjutnya diambil alih Polres Bengkalis, meskipun laporan resmi pihak PT SRL dilakukan di Polsek Rangsang. "Kasus ini selanjutnya ditangani Polres Bengkalis," demikian penjelasannya.

Sebagai data tambahan, berdasarkan informasi yang dihimpun riauterkini dari sejumlah sumber, versi masyarakat menyebutkan, tindak anarkhis membakar dua unit alat berat dilakukan karena permintaan masyarakat agar perusahaan menyisakan sebagian hutan tak dipenuhi.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Tim Opsnal Polres Kampar Tangkap 2 Pelaku Jambret di Air Tiris
- Sabu Tak Bertuan di Kampung Dalam Bernilai Rp1,3 Miliar
- Tak Senang Ditegur, Pemuda Ini Tebas Leher Honorer Pemkab Kuansing Hingga Tewas
- Polisi Gerebek Rumah Pengedar Sabu,
Sepasang Pasutri Diringkus di Jalan Garuda Pekanbaru

- Jelang Diganti, Kapolres Inhu Mutasi Empat Perwira
- Termasuk Mobil Patwal Dishub, OTK Bakar 4 Mobil di Pelalawan
- Kembali Gerebek Kampung Dalam, Polisi Hanya Dapat Sabu Tanpa Tersangka


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.86.59
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com