Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 28 Agustus 2015 10:04
Kapolsek Mandau Andalkan Blusukan Ajak Masyarakat Perangi Balap Liar dan Narkoba

Jum’at, 28 Agustus 2015 09:56
Pilkada Pelalawan, Harris-Zardewan Lantik 600 Relawan

Jum’at, 28 Agustus 2015 09:40
Besok, Pakar Bioteknologi Malaysia Pembicara Seminar Industri Halal di UIR

Jum’at, 28 Agustus 2015 07:21
Pilkada Kuansing,
Relawan Pemuda Beriman Deklarasi Tekad Menangkan Mursini-Halim


Jum’at, 28 Agustus 2015 07:18
Empat Instansi di Riau Teken MoU Jaminan Korban Lakalantas

Jum’at, 28 Agustus 2015 07:13
Tiga Pemuda Pemilik Sebungkus Besar Sabu Ditangkap Polres Inhu

Kamis, 27 Agustus 2015 19:42
Penjabat Walikota Dumai Lepas 280 JCH



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Juli 2010 16:54
Dua Alat Berat PT SRL Dibakar Warga Rangsang

Aktifitas PT SRL masih mendapat tentangan dari masyarakat. Bahkan dalam insiden terakhir, dua alat berat perusahaan HTI tersebut dibakar sekelompok warga Kecamatan Rangsang.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua unit alat berat jenis eskafator milik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dibakar sekelompok warga Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (22/7/10) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Ada dua unit alat berat kita yang rusak parah akibat dibakar oknum warga Desa Tanjung Kedabu. Pelakunya ada lima orang dan sudah kita laporakan ke polisi," ujar Kepala Divisi Sosial, Skuriti, Legal dan Perizinan PT SRL Afrizon kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (23/7/10).

Dijelaskan Afrizon, aksi pembakaran dua unit alat berat tersebut berlangsung mendadak. Sekelompok warga datang dan langsung melarang pekerja melanjutkan pembukaan hutan untuk lahan penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). "Padahal yang dibuka berupa hutan. Bukan lahan masyarakat dan berada di kawasan konsesi dan RKT (Rencana Kerja Tahunan.red) kami," paparnya.

Tanpa banyak bicara, lanjut Afrizon, sekelompok warga tersebut langsung melakukan tindak anarkhis dengan membakar dua unit alat berat. Akibat tindak kriminal tersebut, perusahaan tersebut menderita kerugan sekitar Rp 3 milyar.

Sementara itu Kapolsek Rangsang AKP Nasril saat dihubungi riauterkini mengatakan bahwa pihaknya telah menuntaskan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini tengah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. "Ada beberapa saksi yang telah dan masih menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Lebih lanjut Nasril mengatakan, bahwa penanganan kasus ini untuk selanjutnya diambil alih Polres Bengkalis, meskipun laporan resmi pihak PT SRL dilakukan di Polsek Rangsang. "Kasus ini selanjutnya ditangani Polres Bengkalis," demikian penjelasannya.

Sebagai data tambahan, berdasarkan informasi yang dihimpun riauterkini dari sejumlah sumber, versi masyarakat menyebutkan, tindak anarkhis membakar dua unit alat berat dilakukan karena permintaan masyarakat agar perusahaan menyisakan sebagian hutan tak dipenuhi.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Kapolsek Mandau Andalkan Blusukan Ajak Masyarakat Perangi Balap Liar dan Narkoba
- Tiga Pemuda Pemilik Sebungkus Besar Sabu Ditangkap Polres Inhu
- Dalami Penyidikan Korupsi POPNAS Riau,
Kejari Pekanbaru Periksa Mantan Kadispora Riau di Lapas Sukamiskin, Jabar

- Global Computer Duri Dibobol Maling, Kerugian Puluhan Juta Rupiah
- Pengacara Yayasan Wahidin Somasi BRI Cabang Bagansiapiapi
- Gunakan Sabu-sabu Seorang PSK Ditangkap di Tapung Hulu, Kampar
- Diteriaki Pemilik Rumah, Seorang Pencuri Akhirnya Ditangkap Warga di Kampar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.90.243.120
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com