Untitled Document
Rabu, 29 Zulqaidah 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 23 September 2014 21:01
Dapat Menjaga tak Terjadi Karhutla,
Kelurahan Teluk Meranti Berpotensi Dapat Bonus dari PT RAPP


Selasa, 23 September 2014 20:57
Jadi Wakil Ketua DPRD Riau,
Nama Ma'mun Solikhin Ternyata Bukan dari DPP PDI Perjuangan


Selasa, 23 September 2014 20:49
Bupati Kampar Imbau Instansi Terkait Dukung Lulusan P4S Kubang Jaya

Selasa, 23 September 2014 20:04
ISMPI Wilayah Sumatera Gelar Mukerwil IX

Selasa, 23 September 2014 19:49
Seorang Tahanan Polsek Hulu Kuantan Kabur

Selasa, 23 September 2014 19:43
Jelang Pilkada Bengkalis,
Amril Mukminin Paling Populer Di Mandau Dan Pinggir


Selasa, 23 September 2014 19:38
PT DSI Diduga Serobot Lahan Warga Desa Sri Gemilang, Siak



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Juli 2010 16:54
Dua Alat Berat PT SRL Dibakar Warga Rangsang

Aktifitas PT SRL masih mendapat tentangan dari masyarakat. Bahkan dalam insiden terakhir, dua alat berat perusahaan HTI tersebut dibakar sekelompok warga Kecamatan Rangsang.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua unit alat berat jenis eskafator milik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dibakar sekelompok warga Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (22/7/10) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Ada dua unit alat berat kita yang rusak parah akibat dibakar oknum warga Desa Tanjung Kedabu. Pelakunya ada lima orang dan sudah kita laporakan ke polisi," ujar Kepala Divisi Sosial, Skuriti, Legal dan Perizinan PT SRL Afrizon kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (23/7/10).

Dijelaskan Afrizon, aksi pembakaran dua unit alat berat tersebut berlangsung mendadak. Sekelompok warga datang dan langsung melarang pekerja melanjutkan pembukaan hutan untuk lahan penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). "Padahal yang dibuka berupa hutan. Bukan lahan masyarakat dan berada di kawasan konsesi dan RKT (Rencana Kerja Tahunan.red) kami," paparnya.

Tanpa banyak bicara, lanjut Afrizon, sekelompok warga tersebut langsung melakukan tindak anarkhis dengan membakar dua unit alat berat. Akibat tindak kriminal tersebut, perusahaan tersebut menderita kerugan sekitar Rp 3 milyar.

Sementara itu Kapolsek Rangsang AKP Nasril saat dihubungi riauterkini mengatakan bahwa pihaknya telah menuntaskan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini tengah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. "Ada beberapa saksi yang telah dan masih menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Lebih lanjut Nasril mengatakan, bahwa penanganan kasus ini untuk selanjutnya diambil alih Polres Bengkalis, meskipun laporan resmi pihak PT SRL dilakukan di Polsek Rangsang. "Kasus ini selanjutnya ditangani Polres Bengkalis," demikian penjelasannya.

Sebagai data tambahan, berdasarkan informasi yang dihimpun riauterkini dari sejumlah sumber, versi masyarakat menyebutkan, tindak anarkhis membakar dua unit alat berat dilakukan karena permintaan masyarakat agar perusahaan menyisakan sebagian hutan tak dipenuhi.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Seorang Tahanan Polsek Hulu Kuantan Kabur
- Dugaan Korupsi Bansos Bengkalis,
Polda Periksa 10 Anggota DPRD Bengkalis

- Korupsi Dana BLM-PUAP,
Mantan Ketua Gapoktan di Inhil Sumringah Divonis Ringan

- Polres Kuansing Kembali Razia PETI
- Cegah Paham ISIS, Kesbangpol Pekanbaru Gelar Seminar
- Dugaan Korupsi Manipulasi Penerbitan SHM KHTN,
Jaksa Panggil Dua Pejabat sebagai Saksi, Satu Mangkir

- Pria Tua Sakit-sakitan di Siak Tewas Gantung Diri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.206.166
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com