Untitled Document
Ahad, 29 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 19 April 2015 19:21
Jelang UN, Bupati Rohul Minta Siswa SMP Percaya Diri dan Jujur

Ahad, 19 April 2015 19:18


Ahad, 19 April 2015 19:11
Eka Hospital Pekanbaru Gelar Community Gathering 2015

Ahad, 19 April 2015 19:04
Tingkat Perekonomian Masyarakat,
Dewan Minta Kerajinan dan Makanan Khas Inhil Dipromosikann


Ahad, 19 April 2015 17:33
Rumah Bulatan Tak Berpenghuni di Duri Ludes Dilalap Api

Ahad, 19 April 2015 17:13
600 Kg Minyak Goreng Tumpah, Wilmar Group Rugi Ratusan Juta

Ahad, 19 April 2015 17:08
Antisipasi Hak Diabaikan,
Buruh PT Hutahaean Rohul Bentuk Serikat Pekerja




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Juli 2010 16:54
Dua Alat Berat PT SRL Dibakar Warga Rangsang

Aktifitas PT SRL masih mendapat tentangan dari masyarakat. Bahkan dalam insiden terakhir, dua alat berat perusahaan HTI tersebut dibakar sekelompok warga Kecamatan Rangsang.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua unit alat berat jenis eskafator milik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dibakar sekelompok warga Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (22/7/10) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Ada dua unit alat berat kita yang rusak parah akibat dibakar oknum warga Desa Tanjung Kedabu. Pelakunya ada lima orang dan sudah kita laporakan ke polisi," ujar Kepala Divisi Sosial, Skuriti, Legal dan Perizinan PT SRL Afrizon kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (23/7/10).

Dijelaskan Afrizon, aksi pembakaran dua unit alat berat tersebut berlangsung mendadak. Sekelompok warga datang dan langsung melarang pekerja melanjutkan pembukaan hutan untuk lahan penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). "Padahal yang dibuka berupa hutan. Bukan lahan masyarakat dan berada di kawasan konsesi dan RKT (Rencana Kerja Tahunan.red) kami," paparnya.

Tanpa banyak bicara, lanjut Afrizon, sekelompok warga tersebut langsung melakukan tindak anarkhis dengan membakar dua unit alat berat. Akibat tindak kriminal tersebut, perusahaan tersebut menderita kerugan sekitar Rp 3 milyar.

Sementara itu Kapolsek Rangsang AKP Nasril saat dihubungi riauterkini mengatakan bahwa pihaknya telah menuntaskan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini tengah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. "Ada beberapa saksi yang telah dan masih menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Lebih lanjut Nasril mengatakan, bahwa penanganan kasus ini untuk selanjutnya diambil alih Polres Bengkalis, meskipun laporan resmi pihak PT SRL dilakukan di Polsek Rangsang. "Kasus ini selanjutnya ditangani Polres Bengkalis," demikian penjelasannya.

Sebagai data tambahan, berdasarkan informasi yang dihimpun riauterkini dari sejumlah sumber, versi masyarakat menyebutkan, tindak anarkhis membakar dua unit alat berat dilakukan karena permintaan masyarakat agar perusahaan menyisakan sebagian hutan tak dipenuhi.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Rumah Bulatan Tak Berpenghuni di Duri Ludes Dilalap Api
- 4 Pengedar 6 Kilogram Ganja Diamankan Polsek Mandau
- Sejumlah Bank "Hambat" Penuntasan Kasus TPPU Penyertaan Modal PT. BLJ Group Bengkalis
- Polsek Bukit Raya Ciduk Pencuri Kabel Tower XL Protelindo
- Resmi Dilarang, Wawako Dumai Perintahkan Disperindag Awasi Miras di Pengecer
- Siswi SMP di Inhu Dicabuli Abang Ipar di Kamar Mandi
- Polres Dumai Ciduk Tiga Maling Kabel Wilmar Group


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.163.83.66
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com