Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 29 Juni 2016 17:20
Dirikan Pos, BPJS Kesehatan Tetap Berikan Pelayanan Saat Mudik Lebaran

Rabu, 29 Juni 2016 16:17
Besok, Gaji 14 Di Lingkungan Pemko Pekanbaru Cair

Rabu, 29 Juni 2016 16:11
Layananan Dua Loket Dilaunching Gubri,
Samsat Pekanbaru Kota akan Jadi Percontohan di Indonesia


Rabu, 29 Juni 2016 15:48
PT.MIG Berjanji Gaji Buruh Kebersihan Dicairkan Jumat Lusa

Rabu, 29 Juni 2016 15:13
Warga Rohul Keluhkan Sampah Busuk di Jalan Simpang D Rambah Hilir

Rabu, 29 Juni 2016 14:57
DPRD Inhu Sesalkan Permohonan Bantuan Lebaran oleh Kecamatan Rengat

Rabu, 29 Juni 2016 14:52
Atasi DBD, Diskes Bengkalis Berharap Peran Aktif Masyarakat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Juli 2010 16:54
Dua Alat Berat PT SRL Dibakar Warga Rangsang

Aktifitas PT SRL masih mendapat tentangan dari masyarakat. Bahkan dalam insiden terakhir, dua alat berat perusahaan HTI tersebut dibakar sekelompok warga Kecamatan Rangsang.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua unit alat berat jenis eskafator milik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dibakar sekelompok warga Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (22/7/10) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Ada dua unit alat berat kita yang rusak parah akibat dibakar oknum warga Desa Tanjung Kedabu. Pelakunya ada lima orang dan sudah kita laporakan ke polisi," ujar Kepala Divisi Sosial, Skuriti, Legal dan Perizinan PT SRL Afrizon kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (23/7/10).

Dijelaskan Afrizon, aksi pembakaran dua unit alat berat tersebut berlangsung mendadak. Sekelompok warga datang dan langsung melarang pekerja melanjutkan pembukaan hutan untuk lahan penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). "Padahal yang dibuka berupa hutan. Bukan lahan masyarakat dan berada di kawasan konsesi dan RKT (Rencana Kerja Tahunan.red) kami," paparnya.

Tanpa banyak bicara, lanjut Afrizon, sekelompok warga tersebut langsung melakukan tindak anarkhis dengan membakar dua unit alat berat. Akibat tindak kriminal tersebut, perusahaan tersebut menderita kerugan sekitar Rp 3 milyar.

Sementara itu Kapolsek Rangsang AKP Nasril saat dihubungi riauterkini mengatakan bahwa pihaknya telah menuntaskan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini tengah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. "Ada beberapa saksi yang telah dan masih menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Lebih lanjut Nasril mengatakan, bahwa penanganan kasus ini untuk selanjutnya diambil alih Polres Bengkalis, meskipun laporan resmi pihak PT SRL dilakukan di Polsek Rangsang. "Kasus ini selanjutnya ditangani Polres Bengkalis," demikian penjelasannya.

Sebagai data tambahan, berdasarkan informasi yang dihimpun riauterkini dari sejumlah sumber, versi masyarakat menyebutkan, tindak anarkhis membakar dua unit alat berat dilakukan karena permintaan masyarakat agar perusahaan menyisakan sebagian hutan tak dipenuhi.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Pantau Arus Mudik, Ditlantas Polda Riau Gunakan 6 Kamera Drone
- Perkara Suap APBD Riau,
KPK Belum Berikan Keputusan Permintaan Johar Disidangkan di Jakarta

- Operasi Pekat Tim Yustisi Kampar,
Kakansatpol PP: Perda Kita Terlalu Lemah Untuk Membuat Mereka Jera

- Tampar Mulut Istri, Seorang Warga Rohul Harus Lebaran di Sel
- Joni Dilantik Menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru
- Satroni Rumah Kades di Inhu, Maling Gondol Dana ADD Rp219 Juta
- Kembali Demo Walikota, Buruh Kebersihan eks MIG Menghiba Tuntut Gaji


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.144.9.58
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com