Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 24 Januari 2017 16:07
‎April, Pemprov Riau Gunakan Data Base Kepegawaian Berbasis IT

Selasa, 24 Januari 2017 16:04
Polsek Payung Sekaki, Pekanbaru Musnahkan 8 Ekstasi

Selasa, 24 Januari 2017 15:46
Cegah Anak Ngelem, Satpol PP Inhil Patroli di Titik-titik Rawan

Selasa, 24 Januari 2017 15:20
Tim Labfor Polri Selidiki Kebakaran SPBB Sungai Perak, Inil

Selasa, 24 Januari 2017 14:58
Aktifkan Paket XL Home Gratis Router Wi-Fi

Selasa, 24 Januari 2017 14:54
Warga Sungai Buluh, Inhil Tewas Over Dosis Obat Batuk

Selasa, 24 Januari 2017 14:40
DPRD Riau Uji Kelayakan 21 Calon Anggota KPID

Selasa, 24 Januari 2017 13:59
Pembangunan Underpass di Pekanbaru,
Dewan Minta Pemprov Riau Mengkaji Ulang


Selasa, 24 Januari 2017 13:54
Camat Putra Tempatan,
Warga Hulu Kuantan, Kuansing Mengaku Bersukur


Selasa, 24 Januari 2017 13:24
Wakil Bupati Kuansing Lantik 270 Pejabat Esleon III dan IV



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Juli 2010 16:54
Dua Alat Berat PT SRL Dibakar Warga Rangsang

Aktifitas PT SRL masih mendapat tentangan dari masyarakat. Bahkan dalam insiden terakhir, dua alat berat perusahaan HTI tersebut dibakar sekelompok warga Kecamatan Rangsang.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua unit alat berat jenis eskafator milik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dibakar sekelompok warga Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (22/7/10) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Ada dua unit alat berat kita yang rusak parah akibat dibakar oknum warga Desa Tanjung Kedabu. Pelakunya ada lima orang dan sudah kita laporakan ke polisi," ujar Kepala Divisi Sosial, Skuriti, Legal dan Perizinan PT SRL Afrizon kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (23/7/10).

Dijelaskan Afrizon, aksi pembakaran dua unit alat berat tersebut berlangsung mendadak. Sekelompok warga datang dan langsung melarang pekerja melanjutkan pembukaan hutan untuk lahan penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). "Padahal yang dibuka berupa hutan. Bukan lahan masyarakat dan berada di kawasan konsesi dan RKT (Rencana Kerja Tahunan.red) kami," paparnya.

Tanpa banyak bicara, lanjut Afrizon, sekelompok warga tersebut langsung melakukan tindak anarkhis dengan membakar dua unit alat berat. Akibat tindak kriminal tersebut, perusahaan tersebut menderita kerugan sekitar Rp 3 milyar.

Sementara itu Kapolsek Rangsang AKP Nasril saat dihubungi riauterkini mengatakan bahwa pihaknya telah menuntaskan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini tengah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. "Ada beberapa saksi yang telah dan masih menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Lebih lanjut Nasril mengatakan, bahwa penanganan kasus ini untuk selanjutnya diambil alih Polres Bengkalis, meskipun laporan resmi pihak PT SRL dilakukan di Polsek Rangsang. "Kasus ini selanjutnya ditangani Polres Bengkalis," demikian penjelasannya.

Sebagai data tambahan, berdasarkan informasi yang dihimpun riauterkini dari sejumlah sumber, versi masyarakat menyebutkan, tindak anarkhis membakar dua unit alat berat dilakukan karena permintaan masyarakat agar perusahaan menyisakan sebagian hutan tak dipenuhi.***(mad)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Polsek Payung Sekaki, Pekanbaru Musnahkan 8 Ekstasi
- Tim Labfor Polri Selidiki Kebakaran SPBB Sungai Perak, Inil
- Merasa Dipaksa jadi Tersangka, Pengusaha Sawit Laporkan Penyidik Polda Riau ke Divpropam
- 5 Terdakwa Korupsi Proyek Waterboom Rohil Jalani Sidang Perdana
- Kombes Pol Tulus Ikhlas Pamoji Dilantik Jadi Direktur Ditlantas Polda Riau
- Gerai Dallas Fried Chiken Pangkalankerinci Terbakar
- Mendagri Sebut Anggaran Pencegahan Karhutla Rawan Dikorupsi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.205.153.63
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com