Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 30 September 2016 11:32
Datangi Polda Riau, Kontras Sebut 30 Polisi Diduga Terlibat Meranti Berdarah

Jum’at, 30 September 2016 11:14
Catatan KPAI Terkait Prositusi Anak di Riau (1),
Mucikari juga Sediakan Teman Kencan untuk Kalangan Gay


Jum’at, 30 September 2016 09:55
Disaksikan Gubri, Bupati Inhu Jalani Akad Nikah

Jum’at, 30 September 2016 06:43
Hearing di Komisi E DPRD Riau,
Alot Bahas Berstatus Cagar Budaya Masid Raya Dihancurkan


Kamis, 29 September 2016 22:11
Puncak Iven Wisata Religi Gema Muharram Tampilkan 1001 Pemain Berdah

Kamis, 29 September 2016 22:01
Lakalantas di Rohil Libatkan Anggota Sat Lantas Polres

Kamis, 29 September 2016 21:08
BBKSDA Riau Amankan Dua Pedagang Kulit Harimau Sumatera



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Juli 2010 16:54
Dua Alat Berat PT SRL Dibakar Warga Rangsang

Aktifitas PT SRL masih mendapat tentangan dari masyarakat. Bahkan dalam insiden terakhir, dua alat berat perusahaan HTI tersebut dibakar sekelompok warga Kecamatan Rangsang.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua unit alat berat jenis eskafator milik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dibakar sekelompok warga Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (22/7/10) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Ada dua unit alat berat kita yang rusak parah akibat dibakar oknum warga Desa Tanjung Kedabu. Pelakunya ada lima orang dan sudah kita laporakan ke polisi," ujar Kepala Divisi Sosial, Skuriti, Legal dan Perizinan PT SRL Afrizon kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (23/7/10).

Dijelaskan Afrizon, aksi pembakaran dua unit alat berat tersebut berlangsung mendadak. Sekelompok warga datang dan langsung melarang pekerja melanjutkan pembukaan hutan untuk lahan penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). "Padahal yang dibuka berupa hutan. Bukan lahan masyarakat dan berada di kawasan konsesi dan RKT (Rencana Kerja Tahunan.red) kami," paparnya.

Tanpa banyak bicara, lanjut Afrizon, sekelompok warga tersebut langsung melakukan tindak anarkhis dengan membakar dua unit alat berat. Akibat tindak kriminal tersebut, perusahaan tersebut menderita kerugan sekitar Rp 3 milyar.

Sementara itu Kapolsek Rangsang AKP Nasril saat dihubungi riauterkini mengatakan bahwa pihaknya telah menuntaskan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini tengah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. "Ada beberapa saksi yang telah dan masih menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Lebih lanjut Nasril mengatakan, bahwa penanganan kasus ini untuk selanjutnya diambil alih Polres Bengkalis, meskipun laporan resmi pihak PT SRL dilakukan di Polsek Rangsang. "Kasus ini selanjutnya ditangani Polres Bengkalis," demikian penjelasannya.

Sebagai data tambahan, berdasarkan informasi yang dihimpun riauterkini dari sejumlah sumber, versi masyarakat menyebutkan, tindak anarkhis membakar dua unit alat berat dilakukan karena permintaan masyarakat agar perusahaan menyisakan sebagian hutan tak dipenuhi.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Datangi Polda Riau, Kontras Sebut 30 Polisi Diduga Terlibat Meranti Berdarah
- Catatan KPAI Terkait Prositusi Anak di Riau (1),
Mucikari juga Sediakan Teman Kencan untuk Kalangan Gay

- Lakalantas di Rohil Libatkan Anggota Sat Lantas Polres
- BBKSDA Riau Amankan Dua Pedagang Kulit Harimau Sumatera
- Oknum PNS Bengkalis Tabrak Pengendara Motor di Siak
- Wagubri tak Kunjung Terpilih, Kemendagri Minta Gubri Lakukan Konsolidasi Politik
- Keberatan Atas Putusan PN Rengat,
Wabup Kuansing Jelaskan Proses Kepemilikan Lahannya



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.23.178
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com