Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 27 Juli 2016 14:41
Dua Pelaku Curanmor di Pulau Rupat Ditangkap Polisi Rohul

Rabu, 27 Juli 2016 14:36
3 PNS di Disdik dan 1 PNS di BPBD Damkar Bengkalis ‘Siluman’

Rabu, 27 Juli 2016 14:31
Jam Belajar Main di Warnet,
Dua Pelajar di Bengkalis Diamankan Petugas


Rabu, 27 Juli 2016 14:27
Pilkada Inhil 2018,
PDIP Pastikan Usung Kader Partai


Rabu, 27 Juli 2016 14:23
Perkara Penganiayaan oleh Caca Gurning,
Telah Ingkrah, Jaksa Tak Kunjung Eksekusi


Rabu, 27 Juli 2016 14:18
Bawa Air Softgun, Warga Asal Medan Diperiksa Polisi di Rohul

Rabu, 27 Juli 2016 14:12
Target Pecahkan Rekor MURI,
Lusa, BPJS Kesehatan Pekanbaru Gelar Tes IVA di Seluruh Puskesmas




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Juli 2010 16:54
Dua Alat Berat PT SRL Dibakar Warga Rangsang

Aktifitas PT SRL masih mendapat tentangan dari masyarakat. Bahkan dalam insiden terakhir, dua alat berat perusahaan HTI tersebut dibakar sekelompok warga Kecamatan Rangsang.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua unit alat berat jenis eskafator milik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dibakar sekelompok warga Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (22/7/10) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Ada dua unit alat berat kita yang rusak parah akibat dibakar oknum warga Desa Tanjung Kedabu. Pelakunya ada lima orang dan sudah kita laporakan ke polisi," ujar Kepala Divisi Sosial, Skuriti, Legal dan Perizinan PT SRL Afrizon kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (23/7/10).

Dijelaskan Afrizon, aksi pembakaran dua unit alat berat tersebut berlangsung mendadak. Sekelompok warga datang dan langsung melarang pekerja melanjutkan pembukaan hutan untuk lahan penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). "Padahal yang dibuka berupa hutan. Bukan lahan masyarakat dan berada di kawasan konsesi dan RKT (Rencana Kerja Tahunan.red) kami," paparnya.

Tanpa banyak bicara, lanjut Afrizon, sekelompok warga tersebut langsung melakukan tindak anarkhis dengan membakar dua unit alat berat. Akibat tindak kriminal tersebut, perusahaan tersebut menderita kerugan sekitar Rp 3 milyar.

Sementara itu Kapolsek Rangsang AKP Nasril saat dihubungi riauterkini mengatakan bahwa pihaknya telah menuntaskan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini tengah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. "Ada beberapa saksi yang telah dan masih menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Lebih lanjut Nasril mengatakan, bahwa penanganan kasus ini untuk selanjutnya diambil alih Polres Bengkalis, meskipun laporan resmi pihak PT SRL dilakukan di Polsek Rangsang. "Kasus ini selanjutnya ditangani Polres Bengkalis," demikian penjelasannya.

Sebagai data tambahan, berdasarkan informasi yang dihimpun riauterkini dari sejumlah sumber, versi masyarakat menyebutkan, tindak anarkhis membakar dua unit alat berat dilakukan karena permintaan masyarakat agar perusahaan menyisakan sebagian hutan tak dipenuhi.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Dua Pelaku Curanmor di Pulau Rupat Ditangkap Polisi Rohul
- Perkara Penganiayaan oleh Caca Gurning,
Telah Ingkrah, Jaksa Tak Kunjung Eksekusi

- Bawa Air Softgun, Warga Asal Medan Diperiksa Polisi di Rohul
- Polda Riau Stop Kasus Pemalsuan Tandatangan untuk Bayar Proyek Jembatan Kelakap di Siak
- Guru Bantu di Rohul Kena Jambret, Tas Berisi Uang Rp20 Juta Dibawa Kabur
- Berkas Tersangka Utama Pelindas Prajurit Kostrad Hingga Tewas Dilimpahkan ke Jaksa
- Bangun Tidur, Warga Jalan Bakti Pekanbaru Dapati Mobilnya Hilang


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.100.224
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com