Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Pebruari 2017 13:31
Pelantikan Pejabat Eselon IV Pemkab Pelalawan Digelar Rabu

Senin, 27 Pebruari 2017 13:28
Digelar Maret,
Polantas Pekanbaru akan Gelar Ops Simpatik Selama 21 Hari


Senin, 27 Pebruari 2017 13:25
Jadi Kurir Sabu, Seorang Pelajar di Sungai Batang, Inhil Ditangkap Polisi

Senin, 27 Pebruari 2017 11:41
Coba Rampas Pistol Polisi, Tersangka Jambret Ditembak Polisi di Pekanbaru

Senin, 27 Pebruari 2017 11:38
Gubri Sebut Menpar Janji Wisata Bono jadi Daerah Ekonomi Khusus

Senin, 27 Pebruari 2017 11:32
Pengedar Lolos, Polisi Tangkap Pemakai Sabu di Mahato, Rohul

Senin, 27 Pebruari 2017 11:30
Mau Transaksi Sabu, Warga Pulau Palas, Inhil Ditangkap Polisi

Senin, 27 Pebruari 2017 09:19
Disaksikan Bupati Pelalawan, Pejabat Eselon III Disertijabkan

Senin, 27 Pebruari 2017 08:04
Pengedar Narkoba di Pinggir, Bengkalis Ditangkap Saat Menimbang Sabu

Senin, 27 Pebruari 2017 08:01
Simpan 4 Gram Sabu di Garasi, Warga Pasir Utama Ditangkap Polisi Rohul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Juli 2010 16:54
Dua Alat Berat PT SRL Dibakar Warga Rangsang

Aktifitas PT SRL masih mendapat tentangan dari masyarakat. Bahkan dalam insiden terakhir, dua alat berat perusahaan HTI tersebut dibakar sekelompok warga Kecamatan Rangsang.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua unit alat berat jenis eskafator milik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dibakar sekelompok warga Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (22/7/10) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Ada dua unit alat berat kita yang rusak parah akibat dibakar oknum warga Desa Tanjung Kedabu. Pelakunya ada lima orang dan sudah kita laporakan ke polisi," ujar Kepala Divisi Sosial, Skuriti, Legal dan Perizinan PT SRL Afrizon kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (23/7/10).

Dijelaskan Afrizon, aksi pembakaran dua unit alat berat tersebut berlangsung mendadak. Sekelompok warga datang dan langsung melarang pekerja melanjutkan pembukaan hutan untuk lahan penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). "Padahal yang dibuka berupa hutan. Bukan lahan masyarakat dan berada di kawasan konsesi dan RKT (Rencana Kerja Tahunan.red) kami," paparnya.

Tanpa banyak bicara, lanjut Afrizon, sekelompok warga tersebut langsung melakukan tindak anarkhis dengan membakar dua unit alat berat. Akibat tindak kriminal tersebut, perusahaan tersebut menderita kerugan sekitar Rp 3 milyar.

Sementara itu Kapolsek Rangsang AKP Nasril saat dihubungi riauterkini mengatakan bahwa pihaknya telah menuntaskan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini tengah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. "Ada beberapa saksi yang telah dan masih menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Lebih lanjut Nasril mengatakan, bahwa penanganan kasus ini untuk selanjutnya diambil alih Polres Bengkalis, meskipun laporan resmi pihak PT SRL dilakukan di Polsek Rangsang. "Kasus ini selanjutnya ditangani Polres Bengkalis," demikian penjelasannya.

Sebagai data tambahan, berdasarkan informasi yang dihimpun riauterkini dari sejumlah sumber, versi masyarakat menyebutkan, tindak anarkhis membakar dua unit alat berat dilakukan karena permintaan masyarakat agar perusahaan menyisakan sebagian hutan tak dipenuhi.***(mad)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Digelar Maret,
Polantas Pekanbaru akan Gelar Ops Simpatik Selama 21 Hari

- Jadi Kurir Sabu, Seorang Pelajar di Sungai Batang, Inhil Ditangkap Polisi
- Coba Rampas Pistol Polisi, Tersangka Jambret Ditembak Polisi di Pekanbaru
- Pengedar Lolos, Polisi Tangkap Pemakai Sabu di Mahato, Rohul
- Mau Transaksi Sabu, Warga Pulau Palas, Inhil Ditangkap Polisi
- Pengedar Narkoba di Pinggir, Bengkalis Ditangkap Saat Menimbang Sabu
- Simpan 4 Gram Sabu di Garasi, Warga Pasir Utama Ditangkap Polisi Rohul


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.167.159.180
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com