Untitled Document
Selasa, 10 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 31 Maret 2015 12:08
Ratusan Pelajar SMA Ikuti Seleksi Tanoto Foundation Regional Champion Scholarship

Selasa, 31 Maret 2015 12:04
Triwulan I, Realisasi APBD RIau 2015 Baru Tiga Persen

Selasa, 31 Maret 2015 12:02
Pejabat Pemprov Antusias Tonton Rekannya Jalani Tes Presentase Makalah

Selasa, 31 Maret 2015 10:37
Cegah Kasus Hukum, Bendahara BOS 57 Madrasah Ikuti Bimtek

Selasa, 31 Maret 2015 10:16
Serahkan LKPD ke BPK, Sekda Meranti Optimis Kembali Raih WTP

Selasa, 31 Maret 2015 10:05
Suap APBD, Suparman, Bagus dan Rusli Ahmad Diperiksa KPK

Selasa, 31 Maret 2015 09:54
Komisi A DPRD Rohil Jadwalkan Tinjau Lahan Sengketa di Bangko Pusako



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Juli 2010 16:54
Dua Alat Berat PT SRL Dibakar Warga Rangsang

Aktifitas PT SRL masih mendapat tentangan dari masyarakat. Bahkan dalam insiden terakhir, dua alat berat perusahaan HTI tersebut dibakar sekelompok warga Kecamatan Rangsang.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua unit alat berat jenis eskafator milik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dibakar sekelompok warga Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (22/7/10) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Ada dua unit alat berat kita yang rusak parah akibat dibakar oknum warga Desa Tanjung Kedabu. Pelakunya ada lima orang dan sudah kita laporakan ke polisi," ujar Kepala Divisi Sosial, Skuriti, Legal dan Perizinan PT SRL Afrizon kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (23/7/10).

Dijelaskan Afrizon, aksi pembakaran dua unit alat berat tersebut berlangsung mendadak. Sekelompok warga datang dan langsung melarang pekerja melanjutkan pembukaan hutan untuk lahan penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). "Padahal yang dibuka berupa hutan. Bukan lahan masyarakat dan berada di kawasan konsesi dan RKT (Rencana Kerja Tahunan.red) kami," paparnya.

Tanpa banyak bicara, lanjut Afrizon, sekelompok warga tersebut langsung melakukan tindak anarkhis dengan membakar dua unit alat berat. Akibat tindak kriminal tersebut, perusahaan tersebut menderita kerugan sekitar Rp 3 milyar.

Sementara itu Kapolsek Rangsang AKP Nasril saat dihubungi riauterkini mengatakan bahwa pihaknya telah menuntaskan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini tengah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. "Ada beberapa saksi yang telah dan masih menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Lebih lanjut Nasril mengatakan, bahwa penanganan kasus ini untuk selanjutnya diambil alih Polres Bengkalis, meskipun laporan resmi pihak PT SRL dilakukan di Polsek Rangsang. "Kasus ini selanjutnya ditangani Polres Bengkalis," demikian penjelasannya.

Sebagai data tambahan, berdasarkan informasi yang dihimpun riauterkini dari sejumlah sumber, versi masyarakat menyebutkan, tindak anarkhis membakar dua unit alat berat dilakukan karena permintaan masyarakat agar perusahaan menyisakan sebagian hutan tak dipenuhi.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Suap APBD, Suparman, Bagus dan Rusli Ahmad Diperiksa KPK
- Dugaan Suap APBD, Koko Iskandar Turut Diperiksa KPK
- Ketua Jelang Diganti, PN Siak Diperiksa PT dan MA
- Polres Inhu Tangkap Perampok Nasabah BNI 46 di Belilas
- Bawa Peluru ke Bandara SSK II Pekanbaru,
WNA Asal Spanyol dan Italia Diamankan Polisi

- Bangun Gudang, Kepala BPBD Riau Dituding Serobot Lahan Warga
- Ayah Tiri Bunuh Bocah Dua Tahun,
Ibu korban Berharap Suaminya Dihukum Setimpal



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.191.30
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com