Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 10 Desember 2016 21:48
Pelantikan Muslimat NU Riau,
Panitia Pastikan Persiapan Sudah Rampung


Sabtu, 10 Desember 2016 15:35
Masyarakat Tolak Said Aqil Siradj Hadiri Acara di Islamic Center Rohul

Sabtu, 10 Desember 2016 14:19
Indonesia Good Corporate Governance Award 2016,
Bank Riau Kepri Raih Peringkat 2 GCG untuk BUMD Nasional


Sabtu, 10 Desember 2016 13:38
Bupati Kampar Puji Ninik Mamak sebagai Pemersatu Negeri‬

Sabtu, 10 Desember 2016 13:32
Sis and Bro Koffieshop, Suguhkan Konsep One Stop Entertaint

Sabtu, 10 Desember 2016 13:13
Donor Darah, Eka Hospital Kumpulkan 219 Kantong Darah

Sabtu, 10 Desember 2016 13:07
Seorang Bocah 9 Tahun di Inhu Hilang Sejak 2 Hari Lalu

Sabtu, 10 Desember 2016 13:04
Disaksikan Bupati, Jon Hendrizal Nahkodai Partai Hanura Bengkalis

Sabtu, 10 Desember 2016 09:47
Asal Tepat Sasaran, Bupati Kampar Yakin CSR Mampu Menekan Angka Kemiskinan

Sabtu, 10 Desember 2016 09:44
Riau Orkestra Tampil Penuh Pesona di Anjung Seni Idrus Tintin



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Juli 2010 16:54
Dua Alat Berat PT SRL Dibakar Warga Rangsang

Aktifitas PT SRL masih mendapat tentangan dari masyarakat. Bahkan dalam insiden terakhir, dua alat berat perusahaan HTI tersebut dibakar sekelompok warga Kecamatan Rangsang.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua unit alat berat jenis eskafator milik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dibakar sekelompok warga Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (22/7/10) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Ada dua unit alat berat kita yang rusak parah akibat dibakar oknum warga Desa Tanjung Kedabu. Pelakunya ada lima orang dan sudah kita laporakan ke polisi," ujar Kepala Divisi Sosial, Skuriti, Legal dan Perizinan PT SRL Afrizon kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (23/7/10).

Dijelaskan Afrizon, aksi pembakaran dua unit alat berat tersebut berlangsung mendadak. Sekelompok warga datang dan langsung melarang pekerja melanjutkan pembukaan hutan untuk lahan penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). "Padahal yang dibuka berupa hutan. Bukan lahan masyarakat dan berada di kawasan konsesi dan RKT (Rencana Kerja Tahunan.red) kami," paparnya.

Tanpa banyak bicara, lanjut Afrizon, sekelompok warga tersebut langsung melakukan tindak anarkhis dengan membakar dua unit alat berat. Akibat tindak kriminal tersebut, perusahaan tersebut menderita kerugan sekitar Rp 3 milyar.

Sementara itu Kapolsek Rangsang AKP Nasril saat dihubungi riauterkini mengatakan bahwa pihaknya telah menuntaskan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini tengah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. "Ada beberapa saksi yang telah dan masih menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Lebih lanjut Nasril mengatakan, bahwa penanganan kasus ini untuk selanjutnya diambil alih Polres Bengkalis, meskipun laporan resmi pihak PT SRL dilakukan di Polsek Rangsang. "Kasus ini selanjutnya ditangani Polres Bengkalis," demikian penjelasannya.

Sebagai data tambahan, berdasarkan informasi yang dihimpun riauterkini dari sejumlah sumber, versi masyarakat menyebutkan, tindak anarkhis membakar dua unit alat berat dilakukan karena permintaan masyarakat agar perusahaan menyisakan sebagian hutan tak dipenuhi.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Seorang Bocah 9 Tahun di Inhu Hilang Sejak 2 Hari Lalu
- Ditikam Teman Sendiri,
Karyawan PT Indofood Pekanbaru Tewas dengan 8 Luka Tusukan

- Karyawan PT Indofood Pekanbaru Tewas Ditikam Teman Sendiri
- Pengendara Motor di Bengkalis Tewas Tertabrak Mobil Dinas Pemkab Siak
- Tindak Pidana Curas,
DPO Polres Rohil Berhasil Ditangkap

- Sepuluh Rumah di Asrama Pancasila Pekanbaru Terbakar
- Selama 2016, Kejari Dumai Penjarakan 12 Pelaku Tindak Pidana Korupsi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.161.168.87
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com