Untitled Document
Senin, 17 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 3 Agustus 2015 17:33
Ninik Mamak di Luhak Kecamatan Kunto Darussalam Protes Pernyataan Ketuanya

Senin, 3 Agustus 2015 17:25
‎Rencana Pemindahan Kampus IPDN ke Pekanbaru Belum Final

Senin, 3 Agustus 2015 17:00
Suap APBD Riau,
KPK Lanjutkan Pemeriksaan Terhadap Sejumlah Pejabat dan Anggota Dewan


Senin, 3 Agustus 2015 16:27
Sekdaprov Dikabarkan Simpan Delapan Mobdin di Rumahnya

Senin, 3 Agustus 2015 16:22
Kunjungi KPU Riau, BEM Unri Gelar Diskusi Terkait Pilkada

Senin, 3 Agustus 2015 15:44
Difokuskan Hanya di Jalan Arifin Ahmad,
Menjamur, Satpol PP Pekanbaru Akan Tertibkan PKL Bendera


Senin, 3 Agustus 2015 15:25
Bahas Percepatan Pembangunan, Walikota Pekanbaru Ikuti Rakor ESDM di Bandung



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Juli 2010 16:54
Dua Alat Berat PT SRL Dibakar Warga Rangsang

Aktifitas PT SRL masih mendapat tentangan dari masyarakat. Bahkan dalam insiden terakhir, dua alat berat perusahaan HTI tersebut dibakar sekelompok warga Kecamatan Rangsang.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua unit alat berat jenis eskafator milik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dibakar sekelompok warga Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (22/7/10) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Ada dua unit alat berat kita yang rusak parah akibat dibakar oknum warga Desa Tanjung Kedabu. Pelakunya ada lima orang dan sudah kita laporakan ke polisi," ujar Kepala Divisi Sosial, Skuriti, Legal dan Perizinan PT SRL Afrizon kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (23/7/10).

Dijelaskan Afrizon, aksi pembakaran dua unit alat berat tersebut berlangsung mendadak. Sekelompok warga datang dan langsung melarang pekerja melanjutkan pembukaan hutan untuk lahan penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). "Padahal yang dibuka berupa hutan. Bukan lahan masyarakat dan berada di kawasan konsesi dan RKT (Rencana Kerja Tahunan.red) kami," paparnya.

Tanpa banyak bicara, lanjut Afrizon, sekelompok warga tersebut langsung melakukan tindak anarkhis dengan membakar dua unit alat berat. Akibat tindak kriminal tersebut, perusahaan tersebut menderita kerugan sekitar Rp 3 milyar.

Sementara itu Kapolsek Rangsang AKP Nasril saat dihubungi riauterkini mengatakan bahwa pihaknya telah menuntaskan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini tengah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. "Ada beberapa saksi yang telah dan masih menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Lebih lanjut Nasril mengatakan, bahwa penanganan kasus ini untuk selanjutnya diambil alih Polres Bengkalis, meskipun laporan resmi pihak PT SRL dilakukan di Polsek Rangsang. "Kasus ini selanjutnya ditangani Polres Bengkalis," demikian penjelasannya.

Sebagai data tambahan, berdasarkan informasi yang dihimpun riauterkini dari sejumlah sumber, versi masyarakat menyebutkan, tindak anarkhis membakar dua unit alat berat dilakukan karena permintaan masyarakat agar perusahaan menyisakan sebagian hutan tak dipenuhi.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Suap APBD Riau,
KPK Lanjutkan Pemeriksaan Terhadap Sejumlah Pejabat dan Anggota Dewan

- Akan Digunakan untuk Bekerja,
Tak Bisa Buatkan paspor Pelancong, Pegawai Imigrasi Kelas II Bagansiapiapi Diclurit

- Dugaan Korupsi Jembatan Pademaran,
Kejati Riau Periksa Mantan Anggota Dewan dan Ketua Panitia Lelang

- Bawa 7 Butir Pil Psikotropika, Warga Malaysia Ditangkap Polres Dumai
- Aksinya Terekam CCTV, Mantan Satpam Maling Motor Ditangkap
- Dilaporkan ke Polda,
Yopi Anggap Masalahnya dengan Zulkifli Sudah Selesai

- Coba Kabur, Bandar Sabu Asal Bengkalis Ditembak Polisi


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.144.77.26
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com