Untitled Document
Sabtu, 4 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 23 Mei 2015 16:56
Bebani Orangtua Murid,
SD di Inhil Pungut Uang Perpisahan Sampai Rp227 Ribu


Sabtu, 23 Mei 2015 16:29
Simpan Setengah Kg Ganja di Pohon Sawit, Warga Inhu Ditangkap

Sabtu, 23 Mei 2015 14:27
MPC Pemuda Pancasila Rohil Bersiap Gelar Pelantikan

Sabtu, 23 Mei 2015 14:23
Disalatkan di Masjid Al-Falah,
Almarhum Hardy Jamaluddin Dikuburkan di TPU Harapan Haya


Sabtu, 23 Mei 2015 14:07
Plafon SD 005 Ukui Pelalawan Ambruk, Nyaris Celakakan Murid

Sabtu, 23 Mei 2015 14:05
Tiga Kios dan Satu Rumah Warga Ujungbatu, Rohul Ludes Terbakar

Sabtu, 23 Mei 2015 14:03
Gelar Showroom Ivent, WMR Cabang Duri Dibanjiri Hadiah dan Kemudahan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Juli 2010 16:54
Dua Alat Berat PT SRL Dibakar Warga Rangsang

Aktifitas PT SRL masih mendapat tentangan dari masyarakat. Bahkan dalam insiden terakhir, dua alat berat perusahaan HTI tersebut dibakar sekelompok warga Kecamatan Rangsang.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua unit alat berat jenis eskafator milik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dibakar sekelompok warga Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (22/7/10) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Ada dua unit alat berat kita yang rusak parah akibat dibakar oknum warga Desa Tanjung Kedabu. Pelakunya ada lima orang dan sudah kita laporakan ke polisi," ujar Kepala Divisi Sosial, Skuriti, Legal dan Perizinan PT SRL Afrizon kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (23/7/10).

Dijelaskan Afrizon, aksi pembakaran dua unit alat berat tersebut berlangsung mendadak. Sekelompok warga datang dan langsung melarang pekerja melanjutkan pembukaan hutan untuk lahan penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). "Padahal yang dibuka berupa hutan. Bukan lahan masyarakat dan berada di kawasan konsesi dan RKT (Rencana Kerja Tahunan.red) kami," paparnya.

Tanpa banyak bicara, lanjut Afrizon, sekelompok warga tersebut langsung melakukan tindak anarkhis dengan membakar dua unit alat berat. Akibat tindak kriminal tersebut, perusahaan tersebut menderita kerugan sekitar Rp 3 milyar.

Sementara itu Kapolsek Rangsang AKP Nasril saat dihubungi riauterkini mengatakan bahwa pihaknya telah menuntaskan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini tengah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. "Ada beberapa saksi yang telah dan masih menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Lebih lanjut Nasril mengatakan, bahwa penanganan kasus ini untuk selanjutnya diambil alih Polres Bengkalis, meskipun laporan resmi pihak PT SRL dilakukan di Polsek Rangsang. "Kasus ini selanjutnya ditangani Polres Bengkalis," demikian penjelasannya.

Sebagai data tambahan, berdasarkan informasi yang dihimpun riauterkini dari sejumlah sumber, versi masyarakat menyebutkan, tindak anarkhis membakar dua unit alat berat dilakukan karena permintaan masyarakat agar perusahaan menyisakan sebagian hutan tak dipenuhi.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Simpan Setengah Kg Ganja di Pohon Sawit, Warga Inhu Ditangkap
- Tiga Kios dan Satu Rumah Warga Ujungbatu, Rohul Ludes Terbakar
- Kunjungi Rohul, Danrem 032/WB Ancan Pecat Prajurit Terlibat Narkoba
- Diduga Libatkan Tahanan LP Tg Balai Karimun,
Tim Satgas Polres Meranti Bongkar Rantai Peredaran Narkoba

- Di Kawasan Perkebunan PT TBS,
Polres Kuansing Kembali Razia PETI

- Sejak Jadi Tersangka, Bupati Rohul Sering Anggap Dirinya Pahlawan
- Warung Maksiat di Rohul Terindikasi Jadi Tempat Kumpul Bandar Narkoba dan Perampok


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.23.53.177
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com