Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 24 Mei 2016 18:17
Batas Kampar-Pekanbaru,
DPRD Riau Minta Mendagri Turunkan Tim ke Lapangan


Selasa, 24 Mei 2016 18:13
Tersisa 371 Ekor,
Joe Taslim Suarakan Perlindungan Harimau Sumatera


Selasa, 24 Mei 2016 18:11
Sambut Ramadhan, Personel Satpol PP Riau Bersihkan Masjid Raya Pekanbaru

Selasa, 24 Mei 2016 18:06
Gugatan Warga Kepada Pemerintah Akibat Kabut Asap Berujung Damai

Selasa, 24 Mei 2016 18:01
‎Harga Bensin di Ruput Bengkalis Tembus Rp22,500 Seliter

Selasa, 24 Mei 2016 18:00
Pelantikan MPC dan DPC Srikandi,
Wabup Pelalawan Dihadiahi Jaket Oranye Pemuda Pancasila


Selasa, 24 Mei 2016 17:42
Proyek Gedung Daerah 'Amburadul' Kalangan di Bengkalis Minta DPRD Bentuk Pansus



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 23 Juli 2010 16:54
Dua Alat Berat PT SRL Dibakar Warga Rangsang

Aktifitas PT SRL masih mendapat tentangan dari masyarakat. Bahkan dalam insiden terakhir, dua alat berat perusahaan HTI tersebut dibakar sekelompok warga Kecamatan Rangsang.

Riauterkini-PEKANBARU- Dua unit alat berat jenis eskafator milik PT Sumatera Riang Lestari (SRL) dibakar sekelompok warga Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (22/7/10) sekitar pukul 17.30 WIB.

"Ada dua unit alat berat kita yang rusak parah akibat dibakar oknum warga Desa Tanjung Kedabu. Pelakunya ada lima orang dan sudah kita laporakan ke polisi," ujar Kepala Divisi Sosial, Skuriti, Legal dan Perizinan PT SRL Afrizon kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (23/7/10).

Dijelaskan Afrizon, aksi pembakaran dua unit alat berat tersebut berlangsung mendadak. Sekelompok warga datang dan langsung melarang pekerja melanjutkan pembukaan hutan untuk lahan penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). "Padahal yang dibuka berupa hutan. Bukan lahan masyarakat dan berada di kawasan konsesi dan RKT (Rencana Kerja Tahunan.red) kami," paparnya.

Tanpa banyak bicara, lanjut Afrizon, sekelompok warga tersebut langsung melakukan tindak anarkhis dengan membakar dua unit alat berat. Akibat tindak kriminal tersebut, perusahaan tersebut menderita kerugan sekitar Rp 3 milyar.

Sementara itu Kapolsek Rangsang AKP Nasril saat dihubungi riauterkini mengatakan bahwa pihaknya telah menuntaskan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan kini tengah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. "Ada beberapa saksi yang telah dan masih menjalani pemeriksaan," ujarnya.

Lebih lanjut Nasril mengatakan, bahwa penanganan kasus ini untuk selanjutnya diambil alih Polres Bengkalis, meskipun laporan resmi pihak PT SRL dilakukan di Polsek Rangsang. "Kasus ini selanjutnya ditangani Polres Bengkalis," demikian penjelasannya.

Sebagai data tambahan, berdasarkan informasi yang dihimpun riauterkini dari sejumlah sumber, versi masyarakat menyebutkan, tindak anarkhis membakar dua unit alat berat dilakukan karena permintaan masyarakat agar perusahaan menyisakan sebagian hutan tak dipenuhi.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Terdakwa Korupsi di Sekwan dan Balitbang‎ Bengkalis,
IK dan AS Kembalikan Uang Kerugian Negara Ratusan Juta ke Kejari

- Tes Narkoba, Kajari Siak dan 45 Anggotanya Serahkan Urin ke BNK
- Empat Lembaga Penegak Hukum Dumai Gelar Forum Koordinasi
- Kabur Lompati Pagar 6 Meter,
2 Patah Tulang, 4 Tahanan Rutan Rengat Masih Diburu Petugas

- Miliki Senpi Illegal,
Warga Kuasing Dibekuk Mapolsek Pangkalan Kuras

- 3 Honorer BC dan 1 Karyawan Wilmar Dumai Tertangkap Sedang Pesta Sabu
- Terpidana Korupsi Kredit Fiktif BNI 46,
Proses Hukum Ingkrah, Direktur PT BRJ Dieksekusi Jaksa



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.125.165
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com