Untitled Document
Ahad, 29 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 19 April 2015 19:21
Jelang UN, Bupati Rohul Minta Siswa SMP Percaya Diri dan Jujur

Ahad, 19 April 2015 19:18


Ahad, 19 April 2015 19:11
Eka Hospital Pekanbaru Gelar Community Gathering 2015

Ahad, 19 April 2015 19:04
Tingkat Perekonomian Masyarakat,
Dewan Minta Kerajinan dan Makanan Khas Inhil Dipromosikann


Ahad, 19 April 2015 17:33
Rumah Bulatan Tak Berpenghuni di Duri Ludes Dilalap Api

Ahad, 19 April 2015 17:13
600 Kg Minyak Goreng Tumpah, Wilmar Group Rugi Ratusan Juta

Ahad, 19 April 2015 17:08
Antisipasi Hak Diabaikan,
Buruh PT Hutahaean Rohul Bentuk Serikat Pekerja




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 17 Maret 2010 19:13
Usut Eskalasi Jembatan Teluk Agung,
LSM IMD Riau Desak DPRD Siak Bentuk Pansus


Adanya pemberian dana eskalasi untuk jembatan Teluk Agung sebesar Rp 21,8 miliar tampa dasar, LSM IMD Riau desak DPRD Siak bentuk tim Pansus pengungkapan kasus tersebut.

Riauterkini-PEKANBARU- Adanya pemberian dana eskalasi untuk jembatan Teluk Agung sebesar Rp 21,8 miliar tampa dasar, LSM Indonesia Monitoring Development (IMD) Riau mendesak DPRD Siak bentuk tim Pansus pengungkapan kasus tersebut. hal itu dilakukan untuk mendorong pihak polda Riau agar serius menangani dugaan penyelewengan tersebut yang mana telah dilaporkan beberapa bulan lalu.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Eksekutif IMD Riau Raja Adnan kepada wartawan, bahwa penetapan Bupati Siak memberikan dana eskalasi pada proyek jembatan Tengku Agung atas usulan Kepala Dinas Pekerjaan umum (PU) Siak Aulia Aziz yang diduga tidak berdasar. Karena Peraturan Mentri Keuangan (Permenkeu) nomor 105 yang digunakan dikatakan batas waktu pengajuan eskalasi tanggal 21 November 2005.

Selain itu, ketika proyek Jembatan Tengku Agung ini berlangsung tidak ada kebijakan moneter dari pemerintah yang menyebabkan adanya kenaikan harga.

"Chairuddin Yunus dari DPRD Siak sudah mengeluarkan statemennya bahwa DPRD tidak akan menandatangani persetujuan eskalasi jembatan Tengku Agung sebelum adanya audit BPKP. Dan BPKP sendiri sudah menjawab surat Pemkab Siak dan menyatakan tidak bersedia mengaudit eskalasi jembatan Tengku Agung karena memang masanya sudah lewat. Karena itu, jika eskalasi tetap dianggarkan, maka perlu dibentuk Pansus gate eskalasi jembatan Tengku AGung," terang Raja Adnan.

Selain itu lanjut Adnan, ada beberapa indikasi penyimpangan dalam pemberian eskalasi tersebut, diantaranya tim teknis penilai eskalasi kontrak yang dibentuk berdasarkan keputusan Kepala Dinas PU, kabupaten Siak nomor 59/KPTS/2007 tanggal 1 November 2007 tidak melibatkan personil BPKP sebagaimana surat Bupati Siak nomor 611.52/UN/353/2007 tanggal 19 November 2007.

Terhadap pemberian eskalasi ini, IMD sebelumnya sudah melaporkan hal ini ke POlda Riau. Dalam laporannya, R Adnan juga menyertakan bukti-bukti tertulis antara lain Surat Bupati Siak kepada Kadis PU tanggal 7 Desember 2007 tentang penetapan eskalasi nilai kontrak pembangunan jembatan tahun jamak tahun anggaran 2002-2004. Kemudian surat Kadis PU Siak nomor 630/PU-XII/523/2007 tentang usulan penetapan eskalasi tanggal 3 Desember 2007.

Kemudian surat tim teknis penilaian eskalasi kontrak Dinas PU Siak nomor 630/PU-XI/522/2007 tentang laporan hasil evaluasi tim tanggal 30 November 2007. dan surat-surat lainnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Rumah Bulatan Tak Berpenghuni di Duri Ludes Dilalap Api
- 4 Pengedar 6 Kilogram Ganja Diamankan Polsek Mandau
- Sejumlah Bank "Hambat" Penuntasan Kasus TPPU Penyertaan Modal PT. BLJ Group Bengkalis
- Polsek Bukit Raya Ciduk Pencuri Kabel Tower XL Protelindo
- Resmi Dilarang, Wawako Dumai Perintahkan Disperindag Awasi Miras di Pengecer
- Siswi SMP di Inhu Dicabuli Abang Ipar di Kamar Mandi
- Polres Dumai Ciduk Tiga Maling Kabel Wilmar Group


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.209.77
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com