Untitled Document
Kamis, 31 Ramadhan 1431 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 9 September 2010 04:04
Empat Penakik Karet di Rohul Korban Serangan Beruang

Rabu, 8 September 2010 18:05
Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar

Rabu, 8 September 2010 18:03
Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan

Rabu, 8 September 2010 17:42
Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan

Rabu, 8 September 2010 16:01
PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir

Rabu, 8 September 2010 15:57
11 Langsung Bebas,
280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran


Rabu, 8 September 2010 14:19
Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya,
Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 13 Maret 2010 19:39
Sudah Beroperasi Lama Di Rohul,
Kawanan Penyuluh Narkoba Gadungan Ditangkap Siswa SMA


Modus baru penipuan terungkap di Rohul. Kawanan penipu menyamar sebagai penyuluh bahaya Narkotiba dari BNP dan meminta uang atas jasa penyuluhan. Waspada!

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN-Empat kawanan sindikat yang mengaku dari penyuluh narkoba Badan Narkotika Propinsi (BNP) Riau, Sabtu (13/3/10) sekitar pukul 13.00 WIB, ditangkap puluhan siswa dan guru SMAN 1 Rambah Samo Kabupaten Rohul. Diduga keempat kawanan itu sudah lama beroperasi untuk menipu Ratusan siswa disejumlah sekolah yang ada di Rokan Hulu (Rohul).

Keempat sindikat ditangkap, atas laporan warga selama ini.Bahkan para kawanan sindikat dalam asksinya, meminta para siswa menyetorkan uang sebesar Rp 22 ribu untuk 1 buku Panduan Narkoba, CD dan kartu anggota Relawan Anti Narkoba (RAN). Namun ada beberapa siswa yang mengaku sudah menyetor uang, namun buku panduan, CD dan KTA RAN tidak juga keluar, padahal janji hanya 1 hari. Modus mereka, meminta izin kepihak guru guna melakukan penyuluhan narkoba ke siswa.

Menurut salah seorang guru SMAN 1 Rambahsamo, tertangkapnya para sindikat di sekolah itu, setelah pada Rabu (10/3/10) lalu, para sindikat yang melakukan penyuluhan meminta uang kepada siswa sebesar Rp22 ribu. Namun siswa diminta mengantar uang tersebut ke kawasan Bandara Tuanku Tambusai Pasirpangaraian. Sehingga dengan sikap itu, pihak sekolah curiga karena para sindikat yang melakukan penyuluhan ke siswa, namun melarang guru masuk ke kelas.

"Awalnya saat mereka meminta izin untuk melakukan penuluhan narkoba, kita tidak curiga.Tetapi saat kita dilarang masuk ke kelas saat mereka memberikan penyuluhan, baru kita sadari yang tidak beres," ungkap salah seorang guru.

Dari alasan itu pihak sekolah meminta kepada siswa yang sudah menjadi korban, untuk meneleponnya dan datang ke sekolah. Dan sekitar pukul 13.00 WIB, keempat kawanan sindikat tersebut 2 orang wanita dan 2 orang pria yaitu, Lsn (32), PS (23), RC (23), dan wanita Nm (30), datang dengan mengendarai mobil Suzuki APV warna hitam dengan nomor polisi BK 1498 HK. Selanjutnya ketiganya dimintai keterangan oleh pihak sekolah diruangan guru, dan keempatnya diserahkan ke Polsek Rambahsamo. Namun hingga kini belum ada konfirmasi dari pihak Polsek Rambahsamo, apakah ke empatnya merupakan sindikat yang sudah lama beroperasi.***(zal)



Beri tanggapan | Baca tanggapan

Berita Hukum lainnya..........
- Empat Penakik Karet di Rohul Korban Serangan Beruang
- Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar
- Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan
- Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan
- 11 Langsung Bebas,
280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran

- Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya,
Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil

- Kunjungi Rohul,
Kapolda Ingatkan Kapolres Tangani Masalah dengan Bijak



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 38.107.191.89
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com