Untitled Document
Kamis, 31 Ramadhan 1431 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 9 September 2010 04:04
Empat Penakik Karet di Rohul Korban Serangan Beruang

Rabu, 8 September 2010 18:05
Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar

Rabu, 8 September 2010 18:03
Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan

Rabu, 8 September 2010 17:42
Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan

Rabu, 8 September 2010 16:01
PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir

Rabu, 8 September 2010 15:57
11 Langsung Bebas,
280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran


Rabu, 8 September 2010 14:19
Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya,
Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 13 Maret 2010 17:59
Satpol PP Inhil Segel Ruko Walet Lokasi Pelacuran Terselebung

Pelaku bisnis pelacuran di Tembilahan punya modus baru. Mereka menggunakan Ruko sarang walet sebagai lokasi. Satpol PP pun bergerak cepat dan menyegelnya.

Riauterkini-TEMBILAHAN- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Indragiri Hilir saat ini melakukan penyegelan terhadap satu unit ruko di Jalan Hasan Gani Tembilahan yang diduga menjadi tempat praktek esek-esek terselubung.

Penyegelan ruko yang disalahgunakan tersebut berawal dari peninjauan kelokasi penangkaran walet milik AB (40), karena pihak Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Inhil menduga laporan hasil walet yang disampaikan pengusaha tersebut tidak benar.

Ketidakpercayaan Dipenda Inhil atas laporan pengusaha walet ini, dikarenakan hasil laporan pendapatan walet di ruko tersebut tidak mengalami perubahan dari tahun-tahun sebelumnya. Padahal, saat ini pihak Dipenda Inhil sedang mengalakkan pendapatan asli daerah (PAD), terutama dari penangkaran walet. Dicurigai, pihak pengusaha walet telah memberikan laporan tidak benar terhadap hasil penangkaran walet di rukonya tersebut.

Ketika dipertanyakan mengenai tidak adanya perubahan hasil waletnya tersebut, pengusaha itu malahan menantang pihak Dispenda untuk mengecek lokasi ruko penangkaran walet yang terletak di belakang salah satu hotel di Tembilahan.

“Ketika kita cek ke lokasi ruko tersebut bersama staf Dispenda Inhil, ternyata di bagian bawah ruko ini ada semacam kos-kosan yang disinyalir dijadikan praktek prostitusi terselubung,” ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Inhil, Martha Haryadi kepada riauterkini.com, Sabtu (13/3) via telepon selulernya.

Tambahnya, saat itu juga memang ditemukan empat orang wanita penghuni kos-kosan gelap tersebut. Sehingga Martha sempat menyatakan bahwa ruko ini merupakan diatas walet dibagian bawah juga tempat memelihara ‘walet’.

“Ya kita lakukan semacam penyegelan lah terhadap ruko ini, atau lebih tepatnya kita awasi. Karena diduga telah terjadi penyalahgunaan peruntukannya,” sebutnya.***(mar)



Beri tanggapan | Baca tanggapan

Berita Hukum lainnya..........
- Empat Penakik Karet di Rohul Korban Serangan Beruang
- Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar
- Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan
- Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan
- 11 Langsung Bebas,
280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran

- Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya,
Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil

- Kunjungi Rohul,
Kapolda Ingatkan Kapolres Tangani Masalah dengan Bijak



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 38.107.191.86
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com