Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 28 Agustus 2015 19:26
Pembayaran PBB-P2 di Inhil Dapat Dilakukan di Kantor dan Agen Pos

Jum’at, 28 Agustus 2015 19:19
Bulog Segera Bangun Gudang di Meranti

Jum’at, 28 Agustus 2015 17:51
Kelmi Amri Ditunjuk sebagai Ketua Korwil ADKASI Riau

Jum’at, 28 Agustus 2015 17:47
Aksi Damai BEM SRI,
Tiga Paslon Bupati dan Wabup Rohul Siap Teken Kontrak Rakyat


Jum’at, 28 Agustus 2015 17:27
Pedagang Ikan Asin di Duri Terkapar Dibacok Rekan Sendiri

Jum’at, 28 Agustus 2015 16:33
49 Instansi di Kabupaten Rohul Nunggak Listrik

Jum’at, 28 Agustus 2015 16:30
Refleksi HUT RI ke-70, Elemen Masyarakat Bengkalis Diajak Perkokoh Wawasan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 Januari 2010 15:54
Polda Riau Diminta Tuntaskan Dugaan Malpraktek dr.Irwanto Bahar

Keluarga korban dugaan malpraktek dr. Irwanto Bahar di RSUD Rengat mendatangi Polda Riau. Meminta kasus tersebut diusut tuntas.

Riauterkini-PEKANBARU- Lagi-lagi kasus malpraktek terjadi, saat ini dialami Elina Fitri (11) warga Air Molek, Candi Rejo. Kejadian bulan Juli 2008 lalu, saat itu korban mengalami sakit perut dan orang tua korban membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pematang Reba, Rengat, Indragiri Hulu (Inhu). Saat itu korban ditangani Dr, Irwanto Bahar dan mengatakan korban menderita usus buntu dan harus dioperasi.

Setelah itu tampa persetujuan orang tua korban, korban langsung dioperasi hingga beberapa ususnya harus dipotong dan dibuang. Setelah dioperasi, ternyata korban mengalami kejang-kejang dan ingin muntah tetapi tidak bisa keluar. Melihat hal itu keluarga korban ke RS Awal Bros Pekanbaru untuk mendapatkan pertolongan.

Setelah ditangani di RS Awal Bros diketahui bahwa usus korban mengalami infeksi dan harus dilakukan operasi kembali, saat itu keluarga korban menyerahkan seluruhnya kepada Dokter RS Awal Bros untuk menuju jalan baiknya. Setelah dilakukan operasi hingga dua kali, akhirnya korban mulai membaik.

Setelah korban mulai membaik atau rawat jalan, maka keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Riau untuk meminta pertanggungjawaban Dr.Irwanto Bahar. Laporan tersebut sudah beberapa bulan lalu dilaporkan ke Polda Riau namun hingga kini belum jelas hingga mana penyidikan kasus tersebut.

Rabu (202/1/10), Keterangan Ide Samsudin kepada wartawan "Saya minta kepada Polda Riau serius dalam menangani kasus dugaan malpraktek yang dilakukan Dr.Irwanto Bahar tersebut, lihatlah kondisi anak kita ini perutnya dibelah-belah dan infeksi pula," ujarnya sambil menunjuk luka operasi korban.

Pantauan riauterkini bahwa saat ini tim penyidik Reskrim Polda Riau tengah menggelar perkara dalam kasus tersebut, akan tetapi belum diketahui hasilnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
hehehhehe
wkwkwkkwkw, mo tanya lulusan mana ya?

BIDAN DIAN WAHYUNI, SKM.MM ( MAHASISWI S2 HUKUM KESEHATAN UNIKA SOEGIPRANATA-SEMARANG ))
Ass.ini mungkin bisa di jadikan suatu referensi buat penyidik dan juga pengacara yg berada di Riau ini,seharusnya penyidik atau persatuan pengacara diRiau ini memiliki seseorang yg mempunyai ilmu di Bidang HUKUM PIDANA atau Perdata Kesehatan.Bila ada


Berita Hukum lainnya..........
- Pedagang Ikan Asin di Duri Terkapar Dibacok Rekan Sendiri
- Polsek Mandau Amankan Tiga Mesin Judi Jackpot dan Pemiliknya
- Kejati Terus Dalami Kasus Dugaan Korupsi Pakaian Batik Pemprov Riau
- Kantongi Sabu, Warga Bangko Pusako Rohil Ditangkap
- Curi Dompet Penjaga Masjid, Warga Bagansiapiapi Bonyok Dihajar Massa
- Uang untuk Beli TBS,
Rampok Bersenpi Gasak Rp300 Juta dari Nasabah Bank Mandiri Pelalawan

- Kapolsek Mandau Andalkan Blusukan Ajak Masyarakat Perangi Balap Liar dan Narkoba


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.25.231
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com