Untitled Document
Ahad, 16 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 2 Agustus 2015 16:38
Selundupkan Sabu, Warga Rohil Ditangkap Petugas Sipir Rutan Dumai

Ahad, 2 Agustus 2015 16:32
Warga Pasir Intan Rohul Keluhkan Air Bersih dan Infrastruktur Jalan

Ahad, 2 Agustus 2015 16:29
Di Akhir Masa Jabatannya,
Bupati Bengkalis Minta Maaf dan Pamitan pada Warga Mandau-Pinggir


Ahad, 2 Agustus 2015 16:25
Kader PKK Rohul Juarai Lomba Kader BKB di Harganas 2015 di Banten

Ahad, 2 Agustus 2015 16:21
Hari Bakti ke-68,
TNI AU Roesmen Nurdjadin Gelar Pengobatan Gratis dan Gotong Royong Lingkungan


Ahad, 2 Agustus 2015 14:31
‎Besok Kasiaruddin Dilantik Jadi Pj Bupati Inhu

Ahad, 2 Agustus 2015 14:27
Agus Widayat-Maman Supriadi Optimis Menang Pilkada Dumai



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 Januari 2010 15:54
Polda Riau Diminta Tuntaskan Dugaan Malpraktek dr.Irwanto Bahar

Keluarga korban dugaan malpraktek dr. Irwanto Bahar di RSUD Rengat mendatangi Polda Riau. Meminta kasus tersebut diusut tuntas.

Riauterkini-PEKANBARU- Lagi-lagi kasus malpraktek terjadi, saat ini dialami Elina Fitri (11) warga Air Molek, Candi Rejo. Kejadian bulan Juli 2008 lalu, saat itu korban mengalami sakit perut dan orang tua korban membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pematang Reba, Rengat, Indragiri Hulu (Inhu). Saat itu korban ditangani Dr, Irwanto Bahar dan mengatakan korban menderita usus buntu dan harus dioperasi.

Setelah itu tampa persetujuan orang tua korban, korban langsung dioperasi hingga beberapa ususnya harus dipotong dan dibuang. Setelah dioperasi, ternyata korban mengalami kejang-kejang dan ingin muntah tetapi tidak bisa keluar. Melihat hal itu keluarga korban ke RS Awal Bros Pekanbaru untuk mendapatkan pertolongan.

Setelah ditangani di RS Awal Bros diketahui bahwa usus korban mengalami infeksi dan harus dilakukan operasi kembali, saat itu keluarga korban menyerahkan seluruhnya kepada Dokter RS Awal Bros untuk menuju jalan baiknya. Setelah dilakukan operasi hingga dua kali, akhirnya korban mulai membaik.

Setelah korban mulai membaik atau rawat jalan, maka keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Riau untuk meminta pertanggungjawaban Dr.Irwanto Bahar. Laporan tersebut sudah beberapa bulan lalu dilaporkan ke Polda Riau namun hingga kini belum jelas hingga mana penyidikan kasus tersebut.

Rabu (202/1/10), Keterangan Ide Samsudin kepada wartawan "Saya minta kepada Polda Riau serius dalam menangani kasus dugaan malpraktek yang dilakukan Dr.Irwanto Bahar tersebut, lihatlah kondisi anak kita ini perutnya dibelah-belah dan infeksi pula," ujarnya sambil menunjuk luka operasi korban.

Pantauan riauterkini bahwa saat ini tim penyidik Reskrim Polda Riau tengah menggelar perkara dalam kasus tersebut, akan tetapi belum diketahui hasilnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
hehehhehe
wkwkwkkwkw, mo tanya lulusan mana ya?

BIDAN DIAN WAHYUNI, SKM.MM ( MAHASISWI S2 HUKUM KESEHATAN UNIKA SOEGIPRANATA-SEMARANG ))
Ass.ini mungkin bisa di jadikan suatu referensi buat penyidik dan juga pengacara yg berada di Riau ini,seharusnya penyidik atau persatuan pengacara diRiau ini memiliki seseorang yg mempunyai ilmu di Bidang HUKUM PIDANA atau Perdata Kesehatan.Bila ada


Berita Hukum lainnya..........
- Selundupkan Sabu, Warga Rohil Ditangkap Petugas Sipir Rutan Dumai
- 5 Penjudi Remi Diamankan Polsek Mandau
- Transaksi Jutaan Rupiah, Seorang Pengedar Sabu di Duri Ditangkap Polisi
- Bukan Karena Menampar,
Zulkifli Laporkan Perbuatan tak Menyenangkan Bupati Inhu ke Polda

- Tujuh Kios di Simpang Jalan Fajar Pekanbaru Terbakar
- Rp18,5 M, Pekerjaan Jalan Teluk Kuantan-Cerenti Diduga Tak Sesuai Spek
- Didatangi Bupati Inhu, Zulkifli Bantah Dirinya Ditampar Tiga Kali


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.227.110.209
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com