Untitled Document
Senin, 5 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 25 Januari 2015 21:13
Ulang Tahun ke 52,
Kejutan Warga Tapung Hilir Buat Istri Bupati Kampar Eva Yuliana


Ahad, 25 Januari 2015 21:01
Antisipasi Ancaman ISIS,
Imigrasi Dumai Tahan 61 WNA Bangladesh


Ahad, 25 Januari 2015 20:57
HUT Ke 65 Kampar ,
Pemkab Gelar Bakti Sosial di Kecamatan Tapung Hilir


Ahad, 25 Januari 2015 20:50
Polresta Pekanbaru Tangkap 4 Pelaku Curanmor

Ahad, 25 Januari 2015 20:48
Eva Yuliana Pimpin Pengda Shoto-Kai Riau

Ahad, 25 Januari 2015 20:34
Diserobot Dubalang Harimau Kampar,
Konsumen GKPN Lapor ke Polda Riau


Ahad, 25 Januari 2015 20:30
Percepat Desa Swasembada,
Bupati Kampar Gandeng Perusahan Peternak Ayam Ras




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 Januari 2010 15:54
Polda Riau Diminta Tuntaskan Dugaan Malpraktek dr.Irwanto Bahar

Keluarga korban dugaan malpraktek dr. Irwanto Bahar di RSUD Rengat mendatangi Polda Riau. Meminta kasus tersebut diusut tuntas.

Riauterkini-PEKANBARU- Lagi-lagi kasus malpraktek terjadi, saat ini dialami Elina Fitri (11) warga Air Molek, Candi Rejo. Kejadian bulan Juli 2008 lalu, saat itu korban mengalami sakit perut dan orang tua korban membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pematang Reba, Rengat, Indragiri Hulu (Inhu). Saat itu korban ditangani Dr, Irwanto Bahar dan mengatakan korban menderita usus buntu dan harus dioperasi.

Setelah itu tampa persetujuan orang tua korban, korban langsung dioperasi hingga beberapa ususnya harus dipotong dan dibuang. Setelah dioperasi, ternyata korban mengalami kejang-kejang dan ingin muntah tetapi tidak bisa keluar. Melihat hal itu keluarga korban ke RS Awal Bros Pekanbaru untuk mendapatkan pertolongan.

Setelah ditangani di RS Awal Bros diketahui bahwa usus korban mengalami infeksi dan harus dilakukan operasi kembali, saat itu keluarga korban menyerahkan seluruhnya kepada Dokter RS Awal Bros untuk menuju jalan baiknya. Setelah dilakukan operasi hingga dua kali, akhirnya korban mulai membaik.

Setelah korban mulai membaik atau rawat jalan, maka keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Riau untuk meminta pertanggungjawaban Dr.Irwanto Bahar. Laporan tersebut sudah beberapa bulan lalu dilaporkan ke Polda Riau namun hingga kini belum jelas hingga mana penyidikan kasus tersebut.

Rabu (202/1/10), Keterangan Ide Samsudin kepada wartawan "Saya minta kepada Polda Riau serius dalam menangani kasus dugaan malpraktek yang dilakukan Dr.Irwanto Bahar tersebut, lihatlah kondisi anak kita ini perutnya dibelah-belah dan infeksi pula," ujarnya sambil menunjuk luka operasi korban.

Pantauan riauterkini bahwa saat ini tim penyidik Reskrim Polda Riau tengah menggelar perkara dalam kasus tersebut, akan tetapi belum diketahui hasilnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
hehehhehe
wkwkwkkwkw, mo tanya lulusan mana ya?

BIDAN DIAN WAHYUNI, SKM.MM ( MAHASISWI S2 HUKUM KESEHATAN UNIKA SOEGIPRANATA-SEMARANG ))
Ass.ini mungkin bisa di jadikan suatu referensi buat penyidik dan juga pengacara yg berada di Riau ini,seharusnya penyidik atau persatuan pengacara diRiau ini memiliki seseorang yg mempunyai ilmu di Bidang HUKUM PIDANA atau Perdata Kesehatan.Bila ada


Berita Hukum lainnya..........
- Polresta Pekanbaru Tangkap 4 Pelaku Curanmor
- Diserobot Dubalang Harimau Kampar,
Konsumen GKPN Lapor ke Polda Riau

- Demo, Aktivis BEM UR Dendangkan Syair Selamatkan KPK dan Polri
- Sesosok Mayat Mr X Ditemukan di Kebun Sawit di Kampar
- Pergoki sedang Beraksi, Seorang Warga Rohul Dibacok Maling
- Sedang Transaksi Sabu,
Tiga Warga Kampar Ditangkap Satres Narkoba Polres Rohul di Tandun

- Pendukung KPK di Pekanbaru Desak Presiden Bertanggung Jawab


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.122.92
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com