Untitled Document
Jumat, 26 Safar 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 19 Desember 2014 16:14
RAPP Taja Sunat Massal Gratis di Muara Lembu, Kuansing

Jum’at, 19 Desember 2014 16:13
Sempena Hari Juang Kartika dan Bela Negara,
Kodim 0314 Inhil Laksanakan Donor Darah


Jum’at, 19 Desember 2014 15:10
Datangi KPK, Tjahjo Konsultasi Terkait Rekening Gendut Kepala Daerah

Jum’at, 19 Desember 2014 15:04
Dua Kasus Dugaan Korupsi Bengkalis Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru

Jum’at, 19 Desember 2014 14:39
Residivis Narkoba Ditangkap di Pekanaru, Lima Paket Sabu-sabu Disita

Jum’at, 19 Desember 2014 14:35
Kapolda: Masih Banyak Bangunan Mapolsek yang Tidak Layak

Jum’at, 19 Desember 2014 14:32
PT Musim Mas Bantu Perlengkapan Sekolah untuk Siswa di Pelalawan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 Januari 2010 15:54
Polda Riau Diminta Tuntaskan Dugaan Malpraktek dr.Irwanto Bahar

Keluarga korban dugaan malpraktek dr. Irwanto Bahar di RSUD Rengat mendatangi Polda Riau. Meminta kasus tersebut diusut tuntas.

Riauterkini-PEKANBARU- Lagi-lagi kasus malpraktek terjadi, saat ini dialami Elina Fitri (11) warga Air Molek, Candi Rejo. Kejadian bulan Juli 2008 lalu, saat itu korban mengalami sakit perut dan orang tua korban membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pematang Reba, Rengat, Indragiri Hulu (Inhu). Saat itu korban ditangani Dr, Irwanto Bahar dan mengatakan korban menderita usus buntu dan harus dioperasi.

Setelah itu tampa persetujuan orang tua korban, korban langsung dioperasi hingga beberapa ususnya harus dipotong dan dibuang. Setelah dioperasi, ternyata korban mengalami kejang-kejang dan ingin muntah tetapi tidak bisa keluar. Melihat hal itu keluarga korban ke RS Awal Bros Pekanbaru untuk mendapatkan pertolongan.

Setelah ditangani di RS Awal Bros diketahui bahwa usus korban mengalami infeksi dan harus dilakukan operasi kembali, saat itu keluarga korban menyerahkan seluruhnya kepada Dokter RS Awal Bros untuk menuju jalan baiknya. Setelah dilakukan operasi hingga dua kali, akhirnya korban mulai membaik.

Setelah korban mulai membaik atau rawat jalan, maka keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Riau untuk meminta pertanggungjawaban Dr.Irwanto Bahar. Laporan tersebut sudah beberapa bulan lalu dilaporkan ke Polda Riau namun hingga kini belum jelas hingga mana penyidikan kasus tersebut.

Rabu (202/1/10), Keterangan Ide Samsudin kepada wartawan "Saya minta kepada Polda Riau serius dalam menangani kasus dugaan malpraktek yang dilakukan Dr.Irwanto Bahar tersebut, lihatlah kondisi anak kita ini perutnya dibelah-belah dan infeksi pula," ujarnya sambil menunjuk luka operasi korban.

Pantauan riauterkini bahwa saat ini tim penyidik Reskrim Polda Riau tengah menggelar perkara dalam kasus tersebut, akan tetapi belum diketahui hasilnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
hehehhehe
wkwkwkkwkw, mo tanya lulusan mana ya?

BIDAN DIAN WAHYUNI, SKM.MM ( MAHASISWI S2 HUKUM KESEHATAN UNIKA SOEGIPRANATA-SEMARANG ))
Ass.ini mungkin bisa di jadikan suatu referensi buat penyidik dan juga pengacara yg berada di Riau ini,seharusnya penyidik atau persatuan pengacara diRiau ini memiliki seseorang yg mempunyai ilmu di Bidang HUKUM PIDANA atau Perdata Kesehatan.Bila ada


Berita Hukum lainnya..........
- Datangi KPK, Tjahjo Konsultasi Terkait Rekening Gendut Kepala Daerah
- Dua Kasus Dugaan Korupsi Bengkalis Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru
- Residivis Narkoba Ditangkap di Pekanaru, Lima Paket Sabu-sabu Disita
- Kapolda: Masih Banyak Bangunan Mapolsek yang Tidak Layak
- Maling Genset dan Motor di Pekanbaru Divonis 20 Bulan Penjara
- Tahanan Curanmor Polsek Sukajadi Pekanbaru Kabur
- Miliki Lahan di Cagar Biosfer,
Kompol Suparno Jalani Sidang Perdana di PN Siak



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.198.134
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com