Untitled Document
Jumat, 25 Syawwal 1435 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 21 Agustus 2014 21:48
Kapolda Riau Akui Terima Dua Laporan Pidana Terkait Gubri

Kamis, 21 Agustus 2014 21:46
Sebelum Fit and Propertest, OJK Tunggu RUPS-LB BRK

Kamis, 21 Agustus 2014 21:43
Datang Kemalaman, Tahanan Tipikor Ditolak Rutan

Kamis, 21 Agustus 2014 21:38
Paripurna Ranperda Perubahan APBD 2014,
Sekko Dumai Tanggapi Pandangan Umum Fraksi DPRD


Kamis, 21 Agustus 2014 21:28
LAM Riau nilai Kades Pungkat Tidak Peka dengan Permasalahan Warganya

Kamis, 21 Agustus 2014 21:27
Untuk Stiker Tour de Siak,
Pejabat Rogoh Kantong Pribadi Rp2,7 juta


Kamis, 21 Agustus 2014 21:17
Kasus Lakakerja Belum Tuntas,
Disnakertrans Dumai Keluarkan Nota Pemeriksaan PT PKP




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 Januari 2010 15:54
Polda Riau Diminta Tuntaskan Dugaan Malpraktek dr.Irwanto Bahar

Keluarga korban dugaan malpraktek dr. Irwanto Bahar di RSUD Rengat mendatangi Polda Riau. Meminta kasus tersebut diusut tuntas.

Riauterkini-PEKANBARU- Lagi-lagi kasus malpraktek terjadi, saat ini dialami Elina Fitri (11) warga Air Molek, Candi Rejo. Kejadian bulan Juli 2008 lalu, saat itu korban mengalami sakit perut dan orang tua korban membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pematang Reba, Rengat, Indragiri Hulu (Inhu). Saat itu korban ditangani Dr, Irwanto Bahar dan mengatakan korban menderita usus buntu dan harus dioperasi.

Setelah itu tampa persetujuan orang tua korban, korban langsung dioperasi hingga beberapa ususnya harus dipotong dan dibuang. Setelah dioperasi, ternyata korban mengalami kejang-kejang dan ingin muntah tetapi tidak bisa keluar. Melihat hal itu keluarga korban ke RS Awal Bros Pekanbaru untuk mendapatkan pertolongan.

Setelah ditangani di RS Awal Bros diketahui bahwa usus korban mengalami infeksi dan harus dilakukan operasi kembali, saat itu keluarga korban menyerahkan seluruhnya kepada Dokter RS Awal Bros untuk menuju jalan baiknya. Setelah dilakukan operasi hingga dua kali, akhirnya korban mulai membaik.

Setelah korban mulai membaik atau rawat jalan, maka keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Riau untuk meminta pertanggungjawaban Dr.Irwanto Bahar. Laporan tersebut sudah beberapa bulan lalu dilaporkan ke Polda Riau namun hingga kini belum jelas hingga mana penyidikan kasus tersebut.

Rabu (202/1/10), Keterangan Ide Samsudin kepada wartawan "Saya minta kepada Polda Riau serius dalam menangani kasus dugaan malpraktek yang dilakukan Dr.Irwanto Bahar tersebut, lihatlah kondisi anak kita ini perutnya dibelah-belah dan infeksi pula," ujarnya sambil menunjuk luka operasi korban.

Pantauan riauterkini bahwa saat ini tim penyidik Reskrim Polda Riau tengah menggelar perkara dalam kasus tersebut, akan tetapi belum diketahui hasilnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
hehehhehe
wkwkwkkwkw, mo tanya lulusan mana ya?

BIDAN DIAN WAHYUNI, SKM.MM ( MAHASISWI S2 HUKUM KESEHATAN UNIKA SOEGIPRANATA-SEMARANG ))
Ass.ini mungkin bisa di jadikan suatu referensi buat penyidik dan juga pengacara yg berada di Riau ini,seharusnya penyidik atau persatuan pengacara diRiau ini memiliki seseorang yg mempunyai ilmu di Bidang HUKUM PIDANA atau Perdata Kesehatan.Bila ada


Berita Hukum lainnya..........
- Kapolda Riau Akui Terima Dua Laporan Pidana Terkait Gubri
- Datang Kemalaman, Tahanan Tipikor Ditolak Rutan
- Gelapkan dan Gadaikan Sepeda Motor Tetangga, Supir di Pekanbaru Ditangkap
- Sidang Pelanggaran Pajak,
Masuk Ranah Pidana, Saksi Ahli Sebut Perkara Pajak Cacat Hukum

- Oknum Polisi Tertipu Teman, Rp31,5 Juta Tak Dikembalikan
- Razia Pekat, Satpol PP Pekanbaru Jaring 29 Wanita Diduga Pelacur
- Terlibat Kasus TPPU,
Asset ‘Raja Ruko Bengkalis’ Disita Bareskrim Mabes Polri



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.3.154
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com