Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 27 Juli 2016 16:28
HUT Koperasi ke 69,
Disk‎op dan UMKM Pekanbaru Gelar Pameran di Mall SKA


Rabu, 27 Juli 2016 16:23
Kasus Karlahut 15 Perusahaan,
Dewan Dukung Mabes Polri Usut SP3 yang Diterbitkan Polda Riau


Rabu, 27 Juli 2016 16:10
Managing Direcor Sawipac dan Investor Belgia Kunjungi Kampar

Rabu, 27 Juli 2016 16:02
Bupati Inhil Minta Dikembangkan Menu Makanan Berbasis Tanaman Lokal

Rabu, 27 Juli 2016 15:57
Warga Rohul Desak Pemprov Bangun Jembatan Batang Lubu Tiga

Rabu, 27 Juli 2016 15:39
Dewan ‘Cium’ Lelang Proyek di Bengkalis Sarat Intervensi

Rabu, 27 Juli 2016 15:37
Disebut Langgar Kedisiplinan,
BKP2D Sesalkan Aksi Demo Tim Medis RS Daerah




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 Januari 2010 15:54
Polda Riau Diminta Tuntaskan Dugaan Malpraktek dr.Irwanto Bahar

Keluarga korban dugaan malpraktek dr. Irwanto Bahar di RSUD Rengat mendatangi Polda Riau. Meminta kasus tersebut diusut tuntas.

Riauterkini-PEKANBARU- Lagi-lagi kasus malpraktek terjadi, saat ini dialami Elina Fitri (11) warga Air Molek, Candi Rejo. Kejadian bulan Juli 2008 lalu, saat itu korban mengalami sakit perut dan orang tua korban membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pematang Reba, Rengat, Indragiri Hulu (Inhu). Saat itu korban ditangani Dr, Irwanto Bahar dan mengatakan korban menderita usus buntu dan harus dioperasi.

Setelah itu tampa persetujuan orang tua korban, korban langsung dioperasi hingga beberapa ususnya harus dipotong dan dibuang. Setelah dioperasi, ternyata korban mengalami kejang-kejang dan ingin muntah tetapi tidak bisa keluar. Melihat hal itu keluarga korban ke RS Awal Bros Pekanbaru untuk mendapatkan pertolongan.

Setelah ditangani di RS Awal Bros diketahui bahwa usus korban mengalami infeksi dan harus dilakukan operasi kembali, saat itu keluarga korban menyerahkan seluruhnya kepada Dokter RS Awal Bros untuk menuju jalan baiknya. Setelah dilakukan operasi hingga dua kali, akhirnya korban mulai membaik.

Setelah korban mulai membaik atau rawat jalan, maka keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Riau untuk meminta pertanggungjawaban Dr.Irwanto Bahar. Laporan tersebut sudah beberapa bulan lalu dilaporkan ke Polda Riau namun hingga kini belum jelas hingga mana penyidikan kasus tersebut.

Rabu (202/1/10), Keterangan Ide Samsudin kepada wartawan "Saya minta kepada Polda Riau serius dalam menangani kasus dugaan malpraktek yang dilakukan Dr.Irwanto Bahar tersebut, lihatlah kondisi anak kita ini perutnya dibelah-belah dan infeksi pula," ujarnya sambil menunjuk luka operasi korban.

Pantauan riauterkini bahwa saat ini tim penyidik Reskrim Polda Riau tengah menggelar perkara dalam kasus tersebut, akan tetapi belum diketahui hasilnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
hehehhehe
wkwkwkkwkw, mo tanya lulusan mana ya?

BIDAN DIAN WAHYUNI, SKM.MM ( MAHASISWI S2 HUKUM KESEHATAN UNIKA SOEGIPRANATA-SEMARANG ))
Ass.ini mungkin bisa di jadikan suatu referensi buat penyidik dan juga pengacara yg berada di Riau ini,seharusnya penyidik atau persatuan pengacara diRiau ini memiliki seseorang yg mempunyai ilmu di Bidang HUKUM PIDANA atau Perdata Kesehatan.Bila ada


Berita Hukum lainnya..........
- Hasil Audit BPKP Molor, Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek Bioethanol ’Mandeg’
- Dua Pelaku Curanmor di Pulau Rupat Ditangkap Polisi Rohul
- Perkara Penganiayaan oleh Caca Gurning,
Telah Ingkrah, Jaksa Tak Kunjung Eksekusi

- Bawa Air Softgun, Warga Asal Medan Diperiksa Polisi di Rohul
- Polda Riau Stop Kasus Pemalsuan Tandatangan untuk Bayar Proyek Jembatan Kelakap di Siak
- Guru Bantu di Rohul Kena Jambret, Tas Berisi Uang Rp20 Juta Dibawa Kabur
- Berkas Tersangka Utama Pelindas Prajurit Kostrad Hingga Tewas Dilimpahkan ke Jaksa


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.20.79.227
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com