Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 30 September 2016 06:43
Hearing di Komisi E DPRD Riau,
Alot Bahas Berstatus Cagar Budaya Masid Raya Dihancurkan


Kamis, 29 September 2016 22:11
Puncak Iven Wisata Religi Gema Muharram Tampilkan 1001 Pemain Berdah

Kamis, 29 September 2016 22:01
Lakalantas di Rohil Libatkan Anggota Sat Lantas Polres

Kamis, 29 September 2016 21:08
Oknum PNS Bengkalis Tabrak Pengendara Motor di Siak

Kamis, 29 September 2016 20:34
Pemkab Kampar Gelar Rapat Persiapan MTQ ke-35 Riau

Kamis, 29 September 2016 19:54
Penunggak Pajak Ranmor di Rohul Dapat Potongan 50 Persen, Ini Syaratnya

Kamis, 29 September 2016 19:48




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 Januari 2010 15:54
Polda Riau Diminta Tuntaskan Dugaan Malpraktek dr.Irwanto Bahar

Keluarga korban dugaan malpraktek dr. Irwanto Bahar di RSUD Rengat mendatangi Polda Riau. Meminta kasus tersebut diusut tuntas.

Riauterkini-PEKANBARU- Lagi-lagi kasus malpraktek terjadi, saat ini dialami Elina Fitri (11) warga Air Molek, Candi Rejo. Kejadian bulan Juli 2008 lalu, saat itu korban mengalami sakit perut dan orang tua korban membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pematang Reba, Rengat, Indragiri Hulu (Inhu). Saat itu korban ditangani Dr, Irwanto Bahar dan mengatakan korban menderita usus buntu dan harus dioperasi.

Setelah itu tampa persetujuan orang tua korban, korban langsung dioperasi hingga beberapa ususnya harus dipotong dan dibuang. Setelah dioperasi, ternyata korban mengalami kejang-kejang dan ingin muntah tetapi tidak bisa keluar. Melihat hal itu keluarga korban ke RS Awal Bros Pekanbaru untuk mendapatkan pertolongan.

Setelah ditangani di RS Awal Bros diketahui bahwa usus korban mengalami infeksi dan harus dilakukan operasi kembali, saat itu keluarga korban menyerahkan seluruhnya kepada Dokter RS Awal Bros untuk menuju jalan baiknya. Setelah dilakukan operasi hingga dua kali, akhirnya korban mulai membaik.

Setelah korban mulai membaik atau rawat jalan, maka keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Riau untuk meminta pertanggungjawaban Dr.Irwanto Bahar. Laporan tersebut sudah beberapa bulan lalu dilaporkan ke Polda Riau namun hingga kini belum jelas hingga mana penyidikan kasus tersebut.

Rabu (202/1/10), Keterangan Ide Samsudin kepada wartawan "Saya minta kepada Polda Riau serius dalam menangani kasus dugaan malpraktek yang dilakukan Dr.Irwanto Bahar tersebut, lihatlah kondisi anak kita ini perutnya dibelah-belah dan infeksi pula," ujarnya sambil menunjuk luka operasi korban.

Pantauan riauterkini bahwa saat ini tim penyidik Reskrim Polda Riau tengah menggelar perkara dalam kasus tersebut, akan tetapi belum diketahui hasilnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
hehehhehe
wkwkwkkwkw, mo tanya lulusan mana ya?

BIDAN DIAN WAHYUNI, SKM.MM ( MAHASISWI S2 HUKUM KESEHATAN UNIKA SOEGIPRANATA-SEMARANG ))
Ass.ini mungkin bisa di jadikan suatu referensi buat penyidik dan juga pengacara yg berada di Riau ini,seharusnya penyidik atau persatuan pengacara diRiau ini memiliki seseorang yg mempunyai ilmu di Bidang HUKUM PIDANA atau Perdata Kesehatan.Bila ada


Berita Hukum lainnya..........
- Lakalantas di Rohil Libatkan Anggota Sat Lantas Polres
- Oknum PNS Bengkalis Tabrak Pengendara Motor di Siak
- Wagubri tak Kunjung Terpilih, Kemendagri Minta Gubri Lakukan Konsolidasi Politik
- Keberatan Atas Putusan PN Rengat,
Wabup Kuansing Jelaskan Proses Kepemilikan Lahannya

- SK Honorer Bodong,
Rapat di Pekanbaru, Sekdakab Rohul Belum Penuhi Panggilan Penyidik

- Bawa Sabu, Honorer Dinas TRCK Rohul dan Temannya Ditangkap Polisi
- Jadikan Anak Kurir Narkoba, Karmila Divonis 13 Tahun Penjara


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.221.81.125
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com