Untitled Document
Selasa, 7 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 26 Mei 2015 08:32
Kunjungi P4S Karya Nyata Kubang Jaya, Kampar,
Kepala Kanwil BPS Riau: Jadi Petani itu Pekerjaan Mulia


Selasa, 26 Mei 2015 08:19
Gandeng PP MPR RI dan YGB Riau,
DPW PKB Gelar Seminar Kebangsaan


Selasa, 26 Mei 2015 07:01
Bupati Kampar Intruksikan Setiap Desa Miliki Koperasi

Selasa, 26 Mei 2015 06:59
Plt Gubri-BI Bahas 5 Barang Berefek Inflasi

Senin, 25 Mei 2015 22:28
Galeri Foto Bupati Inhu Sampaikan LKPj 2014dan LKPj Akhir Masa Jabatan

Senin, 25 Mei 2015 22:21
Bupati Inhu Tinjau Siswa STPI Bandara Japura dan Terima Bantuan BRK

Senin, 25 Mei 2015 21:52
Kunjungi Kawasan P4S,
Danrem 031/WB: Kampar Cetak Insinyur Hanya Dua Pekan




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 Januari 2010 15:54
Polda Riau Diminta Tuntaskan Dugaan Malpraktek dr.Irwanto Bahar

Keluarga korban dugaan malpraktek dr. Irwanto Bahar di RSUD Rengat mendatangi Polda Riau. Meminta kasus tersebut diusut tuntas.

Riauterkini-PEKANBARU- Lagi-lagi kasus malpraktek terjadi, saat ini dialami Elina Fitri (11) warga Air Molek, Candi Rejo. Kejadian bulan Juli 2008 lalu, saat itu korban mengalami sakit perut dan orang tua korban membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pematang Reba, Rengat, Indragiri Hulu (Inhu). Saat itu korban ditangani Dr, Irwanto Bahar dan mengatakan korban menderita usus buntu dan harus dioperasi.

Setelah itu tampa persetujuan orang tua korban, korban langsung dioperasi hingga beberapa ususnya harus dipotong dan dibuang. Setelah dioperasi, ternyata korban mengalami kejang-kejang dan ingin muntah tetapi tidak bisa keluar. Melihat hal itu keluarga korban ke RS Awal Bros Pekanbaru untuk mendapatkan pertolongan.

Setelah ditangani di RS Awal Bros diketahui bahwa usus korban mengalami infeksi dan harus dilakukan operasi kembali, saat itu keluarga korban menyerahkan seluruhnya kepada Dokter RS Awal Bros untuk menuju jalan baiknya. Setelah dilakukan operasi hingga dua kali, akhirnya korban mulai membaik.

Setelah korban mulai membaik atau rawat jalan, maka keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polda Riau untuk meminta pertanggungjawaban Dr.Irwanto Bahar. Laporan tersebut sudah beberapa bulan lalu dilaporkan ke Polda Riau namun hingga kini belum jelas hingga mana penyidikan kasus tersebut.

Rabu (202/1/10), Keterangan Ide Samsudin kepada wartawan "Saya minta kepada Polda Riau serius dalam menangani kasus dugaan malpraktek yang dilakukan Dr.Irwanto Bahar tersebut, lihatlah kondisi anak kita ini perutnya dibelah-belah dan infeksi pula," ujarnya sambil menunjuk luka operasi korban.

Pantauan riauterkini bahwa saat ini tim penyidik Reskrim Polda Riau tengah menggelar perkara dalam kasus tersebut, akan tetapi belum diketahui hasilnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
hehehhehe
wkwkwkkwkw, mo tanya lulusan mana ya?

BIDAN DIAN WAHYUNI, SKM.MM ( MAHASISWI S2 HUKUM KESEHATAN UNIKA SOEGIPRANATA-SEMARANG ))
Ass.ini mungkin bisa di jadikan suatu referensi buat penyidik dan juga pengacara yg berada di Riau ini,seharusnya penyidik atau persatuan pengacara diRiau ini memiliki seseorang yg mempunyai ilmu di Bidang HUKUM PIDANA atau Perdata Kesehatan.Bila ada


Berita Hukum lainnya..........
- Sebuah Rumah di Kampar Kiri Hilir, Kampar Habis Terbakar
- Polda Riau Bekuk 4 Pelaku Begal Lintas Provinsi
- Kamarnya Dijadikan Tempat Nyabu,
Anggota Polsek Bangko Rohil Diperiksa Propam

- Diserahkan ke Polresta Pekanbaru,
Seorang Pengunjung Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru Bawa Narkoba

- Skandal Korupsi Terminal Barang Dishub,
Jaksa Tahan Dua Pejabat Pemko Dumai

- Jenguk Pacar di Rutan Bawa Sabu, Rosma Dewi Ditangkap Aparat
- 3 Kapolres di Riau Diganti


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 174.129.151.95
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com