Untitled Document
Sabtu, 8 Muharram 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 1 Nopember 2014 15:49
KPU Dumai Tunggu Kebijakan DPR RI Soal Perpu

Sabtu, 1 Nopember 2014 15:46
Pembangunan Drainase Ganggu Kenyamanan Warga Dumai

Sabtu, 1 Nopember 2014 14:50
Ical Pesan Golkar Riau tak Buru-buru Bicarakan Posisi Wagubri

Sabtu, 1 Nopember 2014 14:32
Pemkab Rohil Sita Makanan Kadaluarsa di Sejumlah Minimarket di Bagansiapiapi

Sabtu, 1 Nopember 2014 14:25
Sekitar Rp10,5 Miliar Uang Sertifikasi Guru se-Kuansing Belum Dibayarkan

Sabtu, 1 Nopember 2014 10:41
Suparman Bersama Petinggi Golkar Riau Ketemu Ical, Ada Apa?

Sabtu, 1 Nopember 2014 10:39
Malam ini,Tim Kesenian Rohil Tampil pada Festival Tabot Bengkulu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 1 Nopember 2009 16:09
PN Bangkinang Akhirnya Izinkan Anggota KAI Beracara

Setelah sempat dianggap melecehkan anggota Konggres Advokat Indonesia (KAI) karena dilarang beracara, akhirnya malasah itu dianggap tuntas setelah larangan itu dicabut.

Riauterkini-PEKANBARU-Peristiwa penolakan majelis hakim di Pengadilan Negeri Bangkinang terhadap pengacara KAI (Kongres Advokat Indonesia) dari LABH Riau untuk beracara pada sidang hari Selasa tanggal 27 Oktober 2009 lalu dengan kasus terdakwa aktifis pengurus Serikat Tani Riau (STR) Ridwan bin Hasan dan Chandra Manurung telah selesai dan pada Jum’at 30/10/09, siang tadi, ketiga Pengacara LABH Riau tersebut Sugiharto, Mayandri Suzarman dan Enoki Ramon telah beracara di PN Bangkinang.

Persoalan pengacara dengan Majelis Hakim PN Bangkinang pada perkara no. 353/Pen-Pid/2009/PN.BKN tersebut berakhir damai setelah pihak pengacara memperlihatkan surat Ketua Mahkamah Agung RI, DR Harifin A Tumpa SH MH. Surat bernomor : 113/KMA/IX/2009 tanggal 15 September 2009 pada poin 3 berbunyi : “Hakim memang tidak perlu meminta Berita Acara Sumpah setiap Advokat yang beracara di Pengadilan, akan tetapi apabila ada yang mempersoalkan keabsahannya sebagai Advokat maka tentu hakim dapat meminta persyaratan yang ditentukan oleh Undang-Undang.”

Pada sidang siang tadi, begitu menerima surat dari Pengacara, Hakim Ketua Riska Widiana SH menanyakan kepada Jaksa Penuntut Umum apakah ada keberatan jika Penasehat Hukum tidak memperlihatkan Berita Acara Sumpah Advokat oleh Ketua Pengadilan Tinggi Riau. Karena JPU tidak keberatan maka sidang dibuka dan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi.

“Berpedoman dari surat Ketua MA tersebut memang tidak ada keharusan untuk memperlihatkan Berita Acara Sumpah Advokat, kecuali ada keberatan dari pihak lawan,” ungkap Sugi. “Dan tadi pihak JPU tidak keberatan. Saya pikir memang tidak ada alasan bagi pihak JPU untuk keberatan. Karna kasus ini menyangkut pasal 170 KUHPidana dimana ancaman hukumannya sampai 7 tahun. Jadi, terdakwa wajib dibela dan didampingi pengacara. Itu sudah diatur KUHAP.”

Dengan diterimanya kembali mereka untuk bisa beracara pada sidang siang tadi, Sugiharto menganggap persoalan dirinya dan rekan-rekannya dari LABH Riau yang pada sidang lalu ditolak Hakim Ketua telah selesai. Dan surat yang telah dibuat untuk ditujukan ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung tidak jadi dia kirimkan. Namun, dirinya sempat membuat surat laporan ke organisasi advokat yang menaunginya yaitu DPD KAI (Kongres Advokat Indonesia) Riau. Bahkan dirinya juga telah menelepon langsung Ketua DPP KAI Indra Sahnun Lubis serta menemui Ketua DPD KAI Riau Ramlan Comel di kantornya sehari setelah kejadian.

“Persoalan ini telah selesai. Kami tadi bisa beracara membela Ridwan dan Chandra. Agenda sidang tadi memeriksa saksi yang diajukan JPU,” ungkap Sugi.

Ridwan dan Chandra sendiri menjadi pesakitan di PN Bangkinang setelah didakwa melakukan penganiayaan secara bersama-sama. Ridwan merupakan ketua STR wilayah Kampar. Kejadian penganiayaan pada bulan Juli lalu itu merupakan buntut sengketa lahan yang terjadi antara masyarakat kelompok tani desa Kijang Rejo dengan Koperasi Enggal Surya Mitra yang sudah berlangsung cukup lama. Ridwan dan Chandra Manurung yang mencoba mengamankan Sunar dari amukan massa, justru dituduh menganiaya. Akibat tuduhan itu, keduanya kini menjadi terdakwa dan dihadapkan ke muka persidangan.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Hukum lainnya..........
- Kebakaran Ludeskan Gudang Batako di Jalan Inpres, Pekanbaru
- Polres Bengkalis Ringkus Maling 26 Ton Minyak PT Chevron
- Kepada Dewan, Kapolresta Pekanbaru Keluhkan Anggaran Minim
- Ditemukan Mayat Bersimbah Darah di Sinaboi, Rohil
- Tuntut Tuntaskan Kasus Bupati Jefry Noer,
Satu Mahasiswa Aksi Jahit Mulut di KPK Dilarikan Ke Rumah Sakit

- Gubri Annas Maamun Diduga Palsukan APBD Riau tahun 2015
- Dugaan Korupsi Islamic Center Rohul,
Kejati Riau Dalami Keterangan Sejumlah Pihak



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.84.149
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com