Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 April 2017 22:29
Ditabrak Bus Medan Jaya, Rumah dan Mobil Warga Kuansing Rusak

Rabu, 26 April 2017 21:27
Jufri Nahkodai DPK HKTI Pelalawan Periode 2017-2022

Rabu, 26 April 2017 19:49
Gubri Kenalkan Istrinya Ditengah Masyarakat Transmigrasi di Kampar

Rabu, 26 April 2017 19:13
Gubri Tanam Jagung di Bina Baru, Kampar

Rabu, 26 April 2017 19:09
Terpilih Sebagai Wagubri,
Wan Thamrin Hasyim Diharapkan Bisa Atasi Sering Diundurnya Paripurna


Rabu, 26 April 2017 19:05
Wawako Dumai Hadiri Musrenbangnas 2017 di Jakarta

Rabu, 26 April 2017 18:58
Angkut Kayu Ilegal, Dua Pemilik Kayu Divonis Separo Tuntutan Jaksa

Rabu, 26 April 2017 18:56
ARDB Tolak Proyek Pipa Gas PGN di Dumai

Rabu, 26 April 2017 18:25
PLN akan Ganti Rugi Konsinyasi 24 Titik Tapak Tower di Dumai dan Rohil

Rabu, 26 April 2017 18:21
Tak Dihadiri PT Safari Riau,
Mediasi Warga Terantang Tuntut Haknya Belum Berhasil




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 1 Nopember 2009 16:09
PN Bangkinang Akhirnya Izinkan Anggota KAI Beracara

Setelah sempat dianggap melecehkan anggota Konggres Advokat Indonesia (KAI) karena dilarang beracara, akhirnya malasah itu dianggap tuntas setelah larangan itu dicabut.

Riauterkini-PEKANBARU-Peristiwa penolakan majelis hakim di Pengadilan Negeri Bangkinang terhadap pengacara KAI (Kongres Advokat Indonesia) dari LABH Riau untuk beracara pada sidang hari Selasa tanggal 27 Oktober 2009 lalu dengan kasus terdakwa aktifis pengurus Serikat Tani Riau (STR) Ridwan bin Hasan dan Chandra Manurung telah selesai dan pada Jum’at 30/10/09, siang tadi, ketiga Pengacara LABH Riau tersebut Sugiharto, Mayandri Suzarman dan Enoki Ramon telah beracara di PN Bangkinang.

Persoalan pengacara dengan Majelis Hakim PN Bangkinang pada perkara no. 353/Pen-Pid/2009/PN.BKN tersebut berakhir damai setelah pihak pengacara memperlihatkan surat Ketua Mahkamah Agung RI, DR Harifin A Tumpa SH MH. Surat bernomor : 113/KMA/IX/2009 tanggal 15 September 2009 pada poin 3 berbunyi : “Hakim memang tidak perlu meminta Berita Acara Sumpah setiap Advokat yang beracara di Pengadilan, akan tetapi apabila ada yang mempersoalkan keabsahannya sebagai Advokat maka tentu hakim dapat meminta persyaratan yang ditentukan oleh Undang-Undang.”

Pada sidang siang tadi, begitu menerima surat dari Pengacara, Hakim Ketua Riska Widiana SH menanyakan kepada Jaksa Penuntut Umum apakah ada keberatan jika Penasehat Hukum tidak memperlihatkan Berita Acara Sumpah Advokat oleh Ketua Pengadilan Tinggi Riau. Karena JPU tidak keberatan maka sidang dibuka dan dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi.

“Berpedoman dari surat Ketua MA tersebut memang tidak ada keharusan untuk memperlihatkan Berita Acara Sumpah Advokat, kecuali ada keberatan dari pihak lawan,” ungkap Sugi. “Dan tadi pihak JPU tidak keberatan. Saya pikir memang tidak ada alasan bagi pihak JPU untuk keberatan. Karna kasus ini menyangkut pasal 170 KUHPidana dimana ancaman hukumannya sampai 7 tahun. Jadi, terdakwa wajib dibela dan didampingi pengacara. Itu sudah diatur KUHAP.”

Dengan diterimanya kembali mereka untuk bisa beracara pada sidang siang tadi, Sugiharto menganggap persoalan dirinya dan rekan-rekannya dari LABH Riau yang pada sidang lalu ditolak Hakim Ketua telah selesai. Dan surat yang telah dibuat untuk ditujukan ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung tidak jadi dia kirimkan. Namun, dirinya sempat membuat surat laporan ke organisasi advokat yang menaunginya yaitu DPD KAI (Kongres Advokat Indonesia) Riau. Bahkan dirinya juga telah menelepon langsung Ketua DPP KAI Indra Sahnun Lubis serta menemui Ketua DPD KAI Riau Ramlan Comel di kantornya sehari setelah kejadian.

“Persoalan ini telah selesai. Kami tadi bisa beracara membela Ridwan dan Chandra. Agenda sidang tadi memeriksa saksi yang diajukan JPU,” ungkap Sugi.

Ridwan dan Chandra sendiri menjadi pesakitan di PN Bangkinang setelah didakwa melakukan penganiayaan secara bersama-sama. Ridwan merupakan ketua STR wilayah Kampar. Kejadian penganiayaan pada bulan Juli lalu itu merupakan buntut sengketa lahan yang terjadi antara masyarakat kelompok tani desa Kijang Rejo dengan Koperasi Enggal Surya Mitra yang sudah berlangsung cukup lama. Ridwan dan Chandra Manurung yang mencoba mengamankan Sunar dari amukan massa, justru dituduh menganiaya. Akibat tuduhan itu, keduanya kini menjadi terdakwa dan dihadapkan ke muka persidangan.***(rls)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
yohannis
kami salut atas tindakan teman2 advokat di Riau karena Kongres Advokat Indonesia adalah organisasi resmi yang sudah diakui semua pihak salam hormat kami dari KAI SULUT Manado


Berita Hukum lainnya..........
- Ditabrak Bus Medan Jaya, Rumah dan Mobil Warga Kuansing Rusak
- Angkut Kayu Ilegal, Dua Pemilik Kayu Divonis Separo Tuntutan Jaksa
- Dibuang Orantuanya,
Bayi Prematur dari Bangun Jaya Meninggal di RSUD Rohul

- Puluhan Motor Ditilang Polisi karena Masih Melintasi Flyover
- Praperadilan, Warga Siakkecil Bengkalis Minta Ganti Rugi ke Polda dan Kejari Rp97 Juta
- Digerebek Polisi,
Pengedar di Kampung Dalam Sembunyikan Sabu dalam Charger Handphone

- Terdakwa Pencabulan Divonis Bebas PN Pasirpangaraian, JPU Ajukan Kasasi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.80.54.2
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com