Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 20 Mei 2019 14:58
KIP Gelar Sidang Kesimpulan Sengketa Informasi Kemenag Riau-Warga

Senin, 20 Mei 2019 14:55
FH UIR Gelar Aksi Demo ke KPU Riau

Senin, 20 Mei 2019 14:25
FH UIR Gelar Aksi Demo ke KPU Riau

Senin, 20 Mei 2019 14:03
Bank Riau Kepri Pasirpangaraian Mulai Layani Penukaran Uang Baru untuk Idul Fitri

Senin, 20 Mei 2019 13:59
Terkait Pelayanan Publik,
Wabup Minta Kantor Lurah Khairiah Mandah Segera Dibenahi


Senin, 20 Mei 2019 13:55
Safari Zuhur, Wawako Pekanbaru Sambangi Masjid Al-Barokah, Tampan

Senin, 20 Mei 2019 13:08
12 CPNS Kantor Kemenag Kabupaten Rohul Diberi Pembekalan dan Pembinaan

Senin, 20 Mei 2019 13:04
Catat, Berikut Program Harian Sampai Tahunan di Masjid Agung Islamic Center Rohul

Senin, 20 Mei 2019 12:59
Kantor Kemenag Kuansing Umumkan Besaran Zakat.Fitra

Senin, 20 Mei 2019 12:53
Ini Daftar Harga Beras, Masyarakat Rohul Dihimbau Bayar Zakat Sebelum 28 Mei

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 21 April 2019 10:12
Diduga Tewas Dianiaya Polisi, POSPERA Tuntut Pengusutan Kematian Warga Jake, Kuansing

Seorang warga Jake, Kuansing tewas menggenaskan usai dijemput sejumlah polisi. POSPERA menuntut kasus tersebut diusut tuntas.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - DPD Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Riau menyoroti kematian Andri Arisko (28), warga Desa Jake Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi. Korban diduga meninggal secara tidak wajar akibat mengalami tindakan kekerasan oleh oknum polisi yang menjemputnya.

Menurut POSPERA, jika benar Andri meninggal akibat tindak kekerasan oleh oknum polisi, berarti telah terjadi pelanggaran hukum.

"Polisi ini penegak hukum, penegak hukum harus menunjukkan sikap dan perilaku sesuai prosedur hukum, dalam hal kasus yang menimpa Andri dan orang lain yang mengalami tindak penyiksaan oleh kepolisian ini adalah pelanggaran hukum dan pelakunya harus dihukum," kata sekretaris DPD POSPERA Riau, Khairul Ikhsan Chaniago, S.Sos kepada wartawan via telepon selulernya, Sabtu (20/4/2019) malam.

Menurut Khairul, dugaan tindak kekerasan oleh oknum polisi tersebut juga masuk kategori pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Dia mengingatkan, penegakan hukum harus sesuai prosedur sehingga tindak kekerasan kepada orang yang masih diduga sebagai pelaku kejahatan tidak terjadi dan berulang kembali.

Berdasarkan keterangan, Khairul mengaku banyak dikirimi photo muka korban kasus kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi kepada orang yang masih diduga sebagai pelaku tindak kejahatan tersebut.

"Tragis sekali, Kedepan diharamkan di Kuansing dan Riau kejadian-kejadian seperti ini terjadi lagi. Pada era reformasi ini polisi harus melakukan pendekatan preemtif dan preventif, bukan represif. Karena ada indikator-indikator yang harus dilakukan oleh polisi sebelum mengambil tindakan represif," ujarnya.

Atas kematian Andri, POSPERA pun meminta Kapolda Riau dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan perhatiannya. "Ini harus jadi perhatian Kapolri. Kalau tidak, kejadian-kejadian ini akan berulang kembali," katanya.

Perhatian Kapolri ini, menurutnya, akan sejalan dengan agenda kepolisian yang sedang mereformasi diri menuju polisi sipil yang humanis dan sesuai 11 Program Prioritas Kapolri Menuju Polri yang Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter).

Sebelumnya, Andri Arisko warga Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing ditangkap di kebun oleh orang yang diduga anggota dari Polres Kuansing pada Jumat (19/42019). Andri ditangkap karena ada laporan warga.

Banyak yang heran dan kaget atas kematian Andri, karena korban tidak sakit saat dijemput polisi. Apalagi, pada muka Andri ditemukan banyak luka memar. Banyak yang menduga Andri telah mengalami tindak kekerasan oleh oknum polisi yang menjemputnya.

Kapolres Kuansing, AKBP Muhammad Mustofah, Sik, ketika dikonfirmasi Jum'at (19/4/2019) membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Kami sedang mendalami akibat korban meninggal, biar tidak simpang siur berita di luar," ujarnya.

Menurut M. Mustofah, berdasarkan hasil pemeriksaan anggota di TKP korban luka akibat lemparan batu dari masyarakat yang swiping di jalan dekat pasar jake.

Sementara dari keterangan sumber terpercaya riauterkini.comsejumlah personil Polres yang terlibat saat penangkapan sudah diperiksa Propam Polda Riau, di Polres Kuansing. Menurutnya, Propam sudah turun ke Kuansing sejak Jum'at kemarin.** (Rls/Jok)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dua Ditembak, BNN Riau Tangkap Empat Bandar Narkoba di Dumai
- Operasi Keselamatan Muara Takus,
Satlantas Polres Bengkalis Amankan Sejumlah Motor Balapan di Duri

- Hari ke-18, Operasi Keselamatan Muara Takus 2019 di Kampar Nihil Laka Lantas
- Didatangi Polisi, Balapan Liar di Bengkalis Langsung Ngacir
- 7 Jam Polair Bengkalis Kawal Ketat Pengiriman Kotak Suara Pemilu 
- Gagal Nyalip, Satu Unit Mobil Ringsek Tabrak Rumah Warga di Bengkalis
- Dituntut 4 Tahun, Hakim PN Pelalawan Vonis Aheng Dua Tahun Penjara
- Dua Terdakwa Korupsi Dana Operasional Kapal Roro, Bengkalis Disidang Pekan Depan
- Sempat Tiga Kali Penundaan Sidang,
Kades dan Sekdes di Pelalawan Selamat dari Hukuman Seumur Hidup

- Dilarikan ke RS, Dua Orang Luka Parah Saat Bentrokan di Jembatan Siak IV Pekanbaru
- Bawa Sajam dan Kayu, Puluhan Pemuda Terlibat Bentrok di Jembatan Siak IV Pekanbaru
- Perusahaan Penyuap Bupati Bengkalis Masuk Daftar Hitam Bank Dunia
- Diduga Terima Suap Rp5,6 Miliar, KPK Jadikan Bupati Bengkalis Tersangka
- Lanjutkan Pemeriksaan, KPK Geledah Rumah Kontraktor di Duri
- Tersambar Petir Saat Menjala Ikan, Nelayan di Inhil Ditemukan Tak Bernyawa
- Ekspos Tertutup, Kapolres Bengkalis Ungkap Motif Pembunuhan Berencana di Duri
- Hanyut Dua Hari, Pelajar di Rohul Ditemukan Tewas
- Ramai di Medsos, Polisi Masih Bungkam Soal Pembunuh Karyawan PT SI di Duri
- Tiga Petak Ruko di Desa Bukit Sembilan, Kampar Ludes Terbakar Saat Berbuka Puasa
- Tawuran di Pekanbaru Tewaskan 1 Orang, 4 Pelaku Peragakan 11 Adegan Habisi Nyawa Korban


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com