Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 Juli 2019 12:59
Pemkab Gandeng IKKS Pekanbaru Diskusikan Masalah Kekinian Kuansing

Ahad, 21 Juli 2019 10:40
Seminar Sejarah Melayu Tua Minanga Kanwa Sempena KIDBF Buka Wawasan Masyarakat Kampar

Ahad, 21 Juli 2019 09:24
Kebakaran Lahan di Rupat Meluas, Pemadaman Dibantu Alat Berat dan Helikopter

Ahad, 21 Juli 2019 09:20
Terus Gencarkan Razia, Polsek Mandau Amankan Sejumlah Motor Balapan Liar

Ahad, 21 Juli 2019 05:37
Gesa Perda CSR Perusahaan, Pansus DPRD Bengkalis Konsultasi ke BKPM Jakarta

Sabtu, 20 Juli 2019 19:43
Kebakaran Ludeskan 11 Rumah Warga Tembilahan Hulu

Sabtu, 20 Juli 2019 18:01
Diikuti 11 Tim, Menpora U - 12 Cup Bengkalis Resmi Bergulir

Sabtu, 20 Juli 2019 16:33
Minta Tolong Didoakan JCH, Sukiman Akhirnya Mengakui Bakal Maju di Pilkada Rohul 2020

Sabtu, 20 Juli 2019 15:22
Pansus DPRD Bengkalis Bahas Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan Bersama Kemendikbud RI

Sabtu, 20 Juli 2019 15:07
Tim Tuan Rumah PODSI Kampar Indonesia Melaju ke Final KIDBF 2019

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 21 April 2019 10:12
Diduga Tewas Dianiaya Polisi, POSPERA Tuntut Pengusutan Kematian Warga Jake, Kuansing

Seorang warga Jake, Kuansing tewas menggenaskan usai dijemput sejumlah polisi. POSPERA menuntut kasus tersebut diusut tuntas.

Riauterkini - TELUKKUANTAN - DPD Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) Riau menyoroti kematian Andri Arisko (28), warga Desa Jake Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi. Korban diduga meninggal secara tidak wajar akibat mengalami tindakan kekerasan oleh oknum polisi yang menjemputnya.

Menurut POSPERA, jika benar Andri meninggal akibat tindak kekerasan oleh oknum polisi, berarti telah terjadi pelanggaran hukum.

"Polisi ini penegak hukum, penegak hukum harus menunjukkan sikap dan perilaku sesuai prosedur hukum, dalam hal kasus yang menimpa Andri dan orang lain yang mengalami tindak penyiksaan oleh kepolisian ini adalah pelanggaran hukum dan pelakunya harus dihukum," kata sekretaris DPD POSPERA Riau, Khairul Ikhsan Chaniago, S.Sos kepada wartawan via telepon selulernya, Sabtu (20/4/2019) malam.

Menurut Khairul, dugaan tindak kekerasan oleh oknum polisi tersebut juga masuk kategori pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Dia mengingatkan, penegakan hukum harus sesuai prosedur sehingga tindak kekerasan kepada orang yang masih diduga sebagai pelaku kejahatan tidak terjadi dan berulang kembali.

Berdasarkan keterangan, Khairul mengaku banyak dikirimi photo muka korban kasus kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi kepada orang yang masih diduga sebagai pelaku tindak kejahatan tersebut.

"Tragis sekali, Kedepan diharamkan di Kuansing dan Riau kejadian-kejadian seperti ini terjadi lagi. Pada era reformasi ini polisi harus melakukan pendekatan preemtif dan preventif, bukan represif. Karena ada indikator-indikator yang harus dilakukan oleh polisi sebelum mengambil tindakan represif," ujarnya.

Atas kematian Andri, POSPERA pun meminta Kapolda Riau dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan perhatiannya. "Ini harus jadi perhatian Kapolri. Kalau tidak, kejadian-kejadian ini akan berulang kembali," katanya.

Perhatian Kapolri ini, menurutnya, akan sejalan dengan agenda kepolisian yang sedang mereformasi diri menuju polisi sipil yang humanis dan sesuai 11 Program Prioritas Kapolri Menuju Polri yang Profesional, Modern, dan Terpercaya (Promoter).

Sebelumnya, Andri Arisko warga Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing ditangkap di kebun oleh orang yang diduga anggota dari Polres Kuansing pada Jumat (19/42019). Andri ditangkap karena ada laporan warga.

Banyak yang heran dan kaget atas kematian Andri, karena korban tidak sakit saat dijemput polisi. Apalagi, pada muka Andri ditemukan banyak luka memar. Banyak yang menduga Andri telah mengalami tindak kekerasan oleh oknum polisi yang menjemputnya.

Kapolres Kuansing, AKBP Muhammad Mustofah, Sik, ketika dikonfirmasi Jum'at (19/4/2019) membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Kami sedang mendalami akibat korban meninggal, biar tidak simpang siur berita di luar," ujarnya.

Menurut M. Mustofah, berdasarkan hasil pemeriksaan anggota di TKP korban luka akibat lemparan batu dari masyarakat yang swiping di jalan dekat pasar jake.

Sementara dari keterangan sumber terpercaya riauterkini.comsejumlah personil Polres yang terlibat saat penangkapan sudah diperiksa Propam Polda Riau, di Polres Kuansing. Menurutnya, Propam sudah turun ke Kuansing sejak Jum'at kemarin.** (Rls/Jok)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Terus Gencarkan Razia, Polsek Mandau Amankan Sejumlah Motor Balapan Liar
- Kebakaran Ludeskan 11 Rumah Warga Tembilahan Hulu
- Hindari Tabrakan, Satu Truk Terguling di Kuansing
- Polres Kampar Gulung 4 Anggota Sindikat Narkoba
- Sedang Rekap Nomor,
2 Juru Tulis Togel di Bonai Darussalam Ditangkap Polisi Rohul

- Diangkut Mabes Polri, Lapas Bengkalis Belum Pastikan Napi Terlibat Temuan Sabu 18,8 Kg
- Tersangka Korupsi Reatribusi, Dua ASN Dishub Meranti Ditahan Jaksa
- Selama Tiga Jam, Polisi Periksa Ketua KPU Pekanbaru Terkait Dugaan Suap Anggota DPRD
- Merasa Tertipu, Nasabah PT RFB Akan Lapor ke Polisi
- Seorqng PNS, Polda Riau Amankan 30 Pengunjung Tempat Hiburan di Pekanbaru
- Kapolda Riau Lepas 100 Personil BKO ke Polda Papua
- Polda Riau Tangkap Amankan Dua Truk Bermuatan Kayu Ilegal
- Kejari Pelalawan Musnahkan Barang Bukti Tindak Pidana
- Dari 271 Perkara, Kejari Bengkalis Musnahkan 1,29 Kg Sabu, Ektstasi dan Senpi
- Polres Siak Tangkap 4 Pencuri Minyak PT Chevron di Minas
- Diambil Alih Mabes Polri, Dikabarkan Seorang Ditangkap Dalam Temuan 18,8 Kilogram Sabu di Bengkalis
- Tangkap 3 Tersangka, Polda Riau Sita 10 Kg Sabu dan 15 Ribu Butir Ekstasi
- Polisi Lakukan Penyelidikan Crash Maut Kejurda Balap Motor di Bengkalis
- Dua Lagi Terdakwa Korupsi Penyelewengan Dana Cetak Sawah di Pelalawan Diadili.
- Lundup Bawang Merah 6,7 Ton,  Tekong di Bengkalis Segera Disidang


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com