Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 23 April 2019 15:31
12.562 Pelajar SD Sederajat Bengkalis Ikuti USBN

Selasa, 23 April 2019 15:27
‎Pasca Pemilu 2019, Pansus DPRD Rohul Kembali Tancap Gas Bahas Tiga Ranperda

Selasa, 23 April 2019 14:09
Hari Kedua, Pelaksanaan UN Tingkat SMP di Pelalawan Lancar

Selasa, 23 April 2019 12:59
Berlangsung Lancar, Ketua DPRD Kuansing Apreasi Penyelenggara Pemilu 2019

Selasa, 23 April 2019 11:57
Dijadikan Lokasi Mesum Remaja, Pengamanan Kantor UPT Capilduk Mandau Harus Dibenahi

Selasa, 23 April 2019 11:51
Jabatan Dirut BRK Berakhir Hari ini, Kebijakan Diambil Alih 3 Direktur

Selasa, 23 April 2019 09:18
Mur dan Baut Jembatan Siak IV yang Dicuri Sudah Dipasang Lagi

Selasa, 23 April 2019 09:13
Ruko Warga Rumbai Pesisir, Pekanbaru Terbakar

Selasa, 23 April 2019 07:47
Bupati kuansing Sampaikan LKPj Tahun 2018 ke DPRD

Selasa, 23 April 2019 07:19
Pelajar di Pulau Bengkalis dan Rupat Berkesempatan Ikuti Beasiswa Afirmasi Kemen Ristek Dikti

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 22 Maret 2019 17:18
Sedang Ukur Tanah, Warga Panam Dikejar Pakai Parang

Sedang mengukur tanah, Harmaini dikejar Warman dengan parang. Kejadian sudah dilaporkan ke Polsek Tampan.

Riauterkini-PEKANBARU-Dikejar dengan menggunakan parang, Harmaini (60 tahun) warga Jl SM Amin Panam terpontang panting melarikan diri ketika sedang mengukur batas tanah bersama 3 konsultan pertanahan di kawasan JL SM Amin Panam pada 4 Maret 2019 lalu.

Menurutnya, yang mengejar mereka dengan menggunakan parang saat melakukan pengukuran tanah adalah Warman (50 tahun) warga SM Amin. Warman notabene adalah masih tetangga Harmaini.

"Saya bersama 3 petugas konsultan pertanahan sedang melakukan pengukuran tanah milik Monan (90 tahun) di Jl SM Amin. Saat melakukan pengukuran, Warman berlari lari ke arah kami sembari memgacungkan parang sambil teriak, saya bunuh kalian," terang Harmaini.

Merasa terancam keselamatannya, besok harinya 5 Maret 2019, Harmaini langsung melaporkan pengancaman pembunuhan itu ke Polsek Tampan.

Polsek Tampan langsung memBAPkan laporan tersebut dengan nomor laporan STPL/242/III/2019 Polsek Tampan tertanggal 5 Maret 2019.

Disinggung penyebab konflik berujung pengancaman pembunuhan yang dilakukan Warman, Harmaini mengatakan bahwa kejadian penhancaman pembunuhan tersebut di picu oleh adanya kasus penguasaan tanah secara sepihak oleh Sulaiman atas tanah Monan seluas 10 hektar di Jl SM Amin samping RM Abbas.

"Tanah Monan di klaim dan dikuasai secara illegal oleh Sulaiman. Warman adalah orang suruhan Sulaiman," terang Harmaini.

Kini kasus pengancaman pembunuhan yang dilakukan Warman terhadap Harmaini dan 3 petugas konsultan pertanahan sudah bergulir di ranah hukum dengan dilaporkannya Warman ke Polsek Tampan.

"Saya sudah melaporkan kasus ini ke Polsek Tampan. Saya berharap, jajaran Polsek Tampan menegakkan supremasi hukum dalam kasus ini dengan tidak menggubris intervensi dari manapun," katanya.*(H-we)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Ruko Warga Rumbai Pesisir, Pekanbaru Terbakar
- Palsukan Dokumen, Dua Tahanan Narkoba di Inhu Kabur dari Hotel
- Penusukan Terhadap Pesonel Polda Riau,
Satu dari Empat Tersangka Geng Motor Merupakan Residivis

- Pelaku Penusukan dan Pengeroyokan Terhadap Anggota Polda Riau Ternyata Geng Motor
- Dua Terdakwa Korupsi Jalan Bengkalis Diadili, Miliaran Uang Negara Dibagi-bagi
- Tewas Diduga Akibat Dianiaya Oknum Polisi, Empat Anak Warga Jake, Kuansing Kini Yatim
- Diserang Kelompok Bersenjata, Tiga Personil Polda Riau Luka Tusuk
- Terkait Kematian Andri Arisko,
5 Personel Polres Kuansing Diperiksa Propam Polda Riau

- Diduga Tewas Dianiaya Polisi, POSPERA Tuntut Pengusutan Kematian Warga Jake, Kuansing
- Bawaslu Ingatkan Pidana Setahun Penjara tak Umumkan C1 di TPS
- Empat ABK Kapal BG Maju Tewas Terjebak di Bunker
- Bawa Sabu 20 Gram, Pengunjung Rutan Sialang Bungkuk Diamankan Petugas Rutan
- Selesai Pemilu, Polres Kuansing Akan Gelar Perkara Kasus Alfitra Salam
- Korupsi Dana KUR, Pegawai BRI Teluk Belitung, Meranti Dituntut 7 Tahun Penjara
- Bikin Keluarga Berantakan, Dugaan Selingkuh Oknum DPRD Kuansing Diharap Cepat Tuntas
- Irwasda Polda Riau Pimpin Apel Serpas Personel BKO dan Polres Kampar untuk Pam TPS
- Polda Riau Tetapkan 15 Tersangka Pelaku Pembakar Lahan
- PUPR Buat Laporan ke Polsek Bukit Raya,
Baut dan Penangkal Petir Jembatan Siak IV Dicuri OTK

- Gondol Rokok.Rp1.5 M, Polda Riau Buru Otak Rampok Mobil Box Sampoerna
- Polres Kuansing Pastikan Penyelidikan Kasus Dugaan Perselingkuhan Oknum Dewan Berlanjut


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com