Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 Juni 2019 14:49
Polres Kuansing Bagikan Bantuan ke Panti Asuhan dalam Rangka HUT Bhyangkara

Rabu, 26 Juni 2019 14:28
‎Kembali Gulirkan Program Desa Bebas Api, PT RAPP Bertekad 'Zonk-kan' Karhutla

Rabu, 26 Juni 2019 13:58
Puluhan ASN dan Honorer PN Bengkalis Mendadak Ikuti Tes Urine

Rabu, 26 Juni 2019 13:47
LAMR Sokong Langkah Hukum Pemprov Riau Laporkan Penghina Gubri

Rabu, 26 Juni 2019 13:33
Diikuti 564 JCH , Bupati Inhil Buka Kegiatan Manasik Haji 2019

Rabu, 26 Juni 2019 13:26
Bupati Inhil Pimpin Rapat Pematangan Konsep dan Pemodelan Program 1 Desa 1 Rumah Tahfidz

Rabu, 26 Juni 2019 13:23
Dalam Upaya Pembangunan SDM, Pemkab Inhil Titik Beratkan Peningkatan Mutu dan Kualitas Pendidikan

Rabu, 26 Juni 2019 13:21
‎Kapolda Riau Resmikan Mako Polres Rohul Senilai Rp13 Miliar

Rabu, 26 Juni 2019 13:03
Kebakaran Paksa 30 KK di Panipahan, Rohil Mengungsi

Rabu, 26 Juni 2019 11:13
Warga Cerenti, Kuansing Resah, Kawanan Gajah Berkeliaran di Ladang

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 22 Mei 2018 13:38
Tuntutan Jaksa Tak Terbukti,
Enam Terdakwa Korupsi Manipulasi Penerbitan SHM Tesso Nilo Kampar Divonis Bebas


Hakim Pengadilan Tipikor Pekanbaru mementahkan tuntutan pidana jaksa atas enam terdakwa korupsi manipulasi penerbitan SHM di kawasan hutan Tesso Nilo. Mereka divonis bebas.

Riauterkini-PEKANBARU-Tuntutan hukuman pidana 6 tahun dan 5 taun penjara yang dijatuhkan jaksa penuntut terhadap enam terdakwa korupsi manipulasi penerbitan Sertfikat Hak Milik (SHM) di kawasan hutan Tesso Nilo, Kabupaten Kampar, dimentahkan oleh majelis hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru.

Keenam terdakwa yakni, Zaiful Yusri, mantan Kepala Badan Pertanahan Negera (BPN) Kampar. Subiakto, PNS Pemkab Kampar, Hisbun Nazar, Abdul Rajab, pensiunan BPN Kampar. Rusman Yatim, Kepala Desa Kepau Jaya, Kampar, dan Edi Erisman, pensiunan PNS Kampar. Dinilai hakim tak memenuhi unsur melakukan perbuatan tindak pidana korupsi.

Dalam amar putusan majelis hakim Bambang Myanto SH, selaku ketua majelis, pada sidang yang digelar Senin (21/5/18) sore. Perbuatan para terdakwa tidak terbukti melakukan perbuatan pidana, melainkan perdata (onslaach).

" Membebaskan keenam terdakwa dari segala tuntutan jaksa, perbuatan terdakwa bukanlah suatu perbuatan pidana, melainkan perkara perdata," tegas Bambang.

Atas putusan majelis hakim ini, keenam terdakwa langsung berucap puji syukur. Untuk kedua kalinya mereka dibebaskan hakim dari dakwaan jaksa.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lexy SH dan BP Ginting SH. Langsung menyatakan kasasi. Karena tuntutan hukuman mereka dimentahkan oleh hakim.

Ussi sidang, melalui kuasa hukumnya, Dalizatulo Lase SH, keenam terdakwa mengatakan dangat senang atas putusa majelis hakim yang telah mengadili.dengan seadil adilnya.

" Dari awal saya sudah yakin, jika perkara ini merupakan perkara perdata," ucap Lase.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lexy SH dan BP Ginting SH. Menuntut terdakwa Zaiful Yusri dengan pidana penjara selama 6 tahun denda Rp 200 juta subsider 3 bulan. Semantara terdakwa Subiakto, Hisbun Nazar, Abdul Rajab, Rusman Yatim dan Edi Erisman. Dituntut hukuman pidana penjara masing masing selama 5 tahun denda Rp 200 juta subsider 3 bulan,

Keenam terdakwa terbukti secara sah melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi itu. Tidak dibebankan membayar kerugian negara. JPU hanya meminta lahan yang telah diterbitkan SHM oleh para terdakwa dikembalikan kepada negara dan para pemilik yang sah.

Seperti diketahui, keenam terdakwa yang dihadirkan kepersidangan atasperbuatan tindak pidana korupsi dengan cara memanipulasi penerbitan Sertfikat Hak Milik (SHM) dikawasan hutan Tesso Nilo, Kampar menjadi milik pribadi.

Dimana dalam penerbitan ratusan SHM ini diketahui kerugian negara sebesar Rp 14.454'240.000. Kerugian ini meliputi, nilai hutang berupa lahan seluas 5.500.000.000 M2 dan kerugian pengelolaan sebesar Rp 12 miliar.

Kasus ini bermula pada 2003 hingga 2004 lalu, dimana Kantor Pertanahan Kampar menerbitkan 271 SHM atas nama 28 orang, seluas 511,24 hektare (Ha).

Penerbitan SHM tersebut tak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 tahun 1997 dan Peraturan Kepala Badan No 03 tahun 1999 jo Nomor 09 tahun 1999. Kantor Pertanahan Kabupaten Kampar, tidak mengisi blanko risalah pemeriksaan dengan benar sehingga rekomendasi pemberian hak milik kepada pemohon SHM, tidak dapat dijadikan dasar.

Selain itu, SHM yang diterbitkan tersebut berada di Kawasan Hutan Tesso Nilo, di Desa Bulu Nipis atau Desa Kepau Jaya, Kecamatan Siak, Kampar.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Kebakaran Paksa 30 KK di Panipahan, Rohil Mengungsi
- Kebakaran di Panipahan, Rohil Ludeskan Puluhan Rumah dan Kios
- Melawan Arus, Dua Motor "BALAGO" Hebat di Kuansing
- Miliki Shabu Setengah Milliar Lebih, Seorang Pengengguran di BS, Bengkalis 'Dicokok' Polisi
- Cuci Uang Narkoba,
Bandar di Bengkalis Ini Dituntut 5 Tahun Penjara

- Pemprov Riau Laporkan Koordinator Suporter PSPS Atas Penghinaan Gubernur Riau
- Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Siak
- Penahanan Dialihkan Hakim,
Usai Sidang, Dosen Unri Terjerat Korupsi Gedung Fisipol Melenggang Pulang

- Warga Jalan Gerilya Bengkalis Temukan Ribuan Butir Diduga Permen Ekstasi Senilai Miliaran Rupiah
- Polda Riau Bantah Adanya Laporan AMPM Terkait Kasus Penghinaan Gubernur Riau
- Jaksa Akan Tempuh In Absentia, Tersangka Kasus Dugaan Korupsi ADD Jangkang, Bengkalis Melarikan Diri
- Suporter PSPS Mau Demo, Pasukan Anti Huru-hara Bersiap di Kantor Gubri
- Kembali, Polsek Mandau Jaring Motor Balapan Liar di Duri
- Kecelakaan Akibat Lindas Genangan Air di Jalan, Humas PKS PT BIM Tewas
- Satu dari Dua Buronan 'Big Bos' PT MAL Sudah Dieksekusi Kajari Pelalawan
- Bawaslu Riau Hormati Proses Hukum Komisioner Bawaslu Inhu
- Temuan Diduga Sabu Dalam Koper dan Ekstasi di Bengkalis, Polisi Dikabarkan Amankan Pelaku
- Kabur Berhasil Ditangkap, Tiga Napi Diserahkan Polres Bengkalis ke Lapas Kerinci, Jambi
- Hakim Sebut Wabup Bengkalis Terlibat Dugaan Korupsi Pipa PDAM
- Seorang Warga Temukan Belasan Bungkus Diduga Sabu dan Pil Ekstasi di Pinggir Jalan Batang Duku, Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com