Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 23 September 2018 10:54
Deklarasi Kampanye Damai, Plt Gubri Ajak Hindari Politik Uang dan Sara

Ahad, 23 September 2018 10:30
Danyon 132/BS Motivasi Ratusan Masyarakat dan Murid TPQ di Pulau Gadang

Ahad, 23 September 2018 10:19
Dilepas Bupati dan Kapolres, Peserta Bhayangkara Bengkalis Adventure 2 Semangat Trabas Hutan

Ahad, 23 September 2018 09:27
KPU Gelar Deklarasi Kampanye Damai Serentak Pemilu 2019

Sabtu, 22 September 2018 22:37
Ditolak Masyarakat, Kirab Satu Negeri GP Ansor Batal di Depan Istana Siak

Sabtu, 22 September 2018 21:20
Milad ke 109 H Muhammadiyah, PDM Pekanbaru Gelar Tabligh Akbar

Sabtu, 22 September 2018 20:45
Warga Sambut Gembira Peresmian Sumur Ke 17 dari LAZnas Chevron

Sabtu, 22 September 2018 20:42
Pemkab Inhil Apresiasi Kapolres Inhil Cup I Open Drag Bike 2018

Sabtu, 22 September 2018 16:52
Golkar Klaim Siap Jadi Pemenang Pileg 2019 di Kuansing

Sabtu, 22 September 2018 16:32
Ratusan Mahasiswa Belajar Persatuan dan Kesatuan di Riau Kompleks

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 24 Pebruari 2018 20:55
Dugaan Anak Bunuh Ayahnya di Siak,
Hasil Autopsi Korban Meninggal Karena Sakit Komplikasi


Korban tewas diduga dibunuh anaknya di Siak usai diautopsi. Hasilya korban bukan meninggal dibunuh, melainkan karena sakit komplikasi yang diderita.

Riauterkini-SIAK- Setelah dilakukan autopsi di Rumah Sakit (RS) Bayangkara Pekanbaru, ternyata Juhari (60) yang ditemukan tewas bersimbah di dapur rumahnya di Jalan Said Ibrahim, Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak Sri Indrapura, Sabtu (24/2/18) sekitar 06.00 WIB, bukan karena dibunuh anaknya Junaidi (22). Melainkan hasil autopsinya bahwa ia tewas karena penyakit komplikasi yang dideritanya.

Keterangan Kapolres Siak AKBP Barliansyah melalui Kasat Reskrim AKP Hidayat, bahwa hasil autopsi RS Bayangkara, luka memar diwajah tersebut memang karena benda tumpul akan tetapi tidak menjadi penyebab kematian. Tetapi ditemukan lain, bahwa korban menderita penyakit komplikasi penyakit dalam, karena ditemukan juga kelainan pada kedua paru korban.

Dari hasil pemeriksaan paru korban sudah berlubang, perabaan keras dan berwarna kehitaman. Selain itu, ditemukan juga bercak kemerahan dan putih pada otot jantung, serta gambaran tidak normal pada hati akibat penyakit yang diderita korban selama ini.

"Hasil autopsi sudah ada, pak Juhari meninggal bukan karena dianiaya, tetapi karena sakit komplikasi," ujar Kasat Reskrim.

Selain itu dikatakan AKP Hidayat, bahwa saat ini jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan. "Jenazah sudah selesai dimandikan, dikafankan, tinggal disholatkan saja. Kita sudah menyerahkannya ke pihak keluarga," tambahnya.

Sementara mengenai anaknya Junaidi (22) yang diamankan, akan segera dipulangkan. Akan tetapi menunggu waktu yang pas, dan juga berkoordinasi dengn Dinas Sosial, karena Junaidi mengalami sakit jiwa.

"Untuk anaknya dalam waktu dekat dipulangkan, kita juga akan berkiordinasi dengn pihak Dinas Sosial, untuk merawatnya di RSJ Tampan, Pekanbaru," terang Kasat Reskrim.***(vila)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- KPK Larang Bupati Bengkalis ke Luar Negeri
- Seorang Balita di Buluh Cina, Kampar Tewas Terbakar
- Satnarkoba Polres Bengkalis Ciduk Tiga Pemilik Shabu di Duri
- Hakim PN Pekanbaru Dilantik sebagai Ketua PN Rantau Prapat
- Polres Inhil Amankan 130 Dus Rokok Ilegal dari Sebuah Gudang di Keritang
- Inkrah Kasus Korupsi,
Pemecatan 23 ASN Pemkab Bengkalis Dipastikan Tuntas Desember

- Merasa Tuntutannya Tak Ditanggapi, Ganri Riau Kembali Datangi Polda Riau
- Dua Masih Diburu, Seorang Pembunuh Dua Pengunjung Karaoke Rita Ditangkap
- Gara-gara Surat Cinta,
Karyawan Mimi Perabot Ujung Batu Dipolisikan dan Dikerangkeng

- Giliran Pendukung Toro Demo di PN Pekanbaru
- 3 Rumah Ludes Terbakar di Kecamatan Kateman, Inhil
- Diduga Kuasai Narkoba, Seorang Pria di Mahato Ditangkap Polisi Rohul
- Gerebek Rumah Terduga Bandar Narkoba di Mahato, Polisi Rohul Tangkap Seorang IRT
- Tuntut Penahanan Toro, Massa Demo di PN Pekanbaru
- Berkelahi dengan OTK, Dua Pengunjung Karaoke di Pekanbaru Tewas Bersimbah Darah
- Pasutri di Tembilahan Tewas Bersimbah Darah dalam Rumah yang Terkunci
- Terdakwa Suap Penerimaan PTT Oknum Diskes Pelalawan Minta Dibebaskan
- Polri Akan Gelar Operasi Mantab Brata Selama 397 Hari
- Seorang Jurtul Togel Diciduk Polisi Rohul di Plaza Batu Permata Ujung Batu
- Menhub: Kecelakaan Banyak Merenggut Usia Muda


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com