Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 25 Pebruari 2018 16:38
Pasangan AYO Sambangi Sentra Nenas di Rokan Hilir

Ahad, 25 Pebruari 2018 16:38
Pasangan AYO Sambangi Sentra Nenas di Rokan Hilir

Ahad, 25 Pebruari 2018 16:38
Pasangan AYO Sambangi Sentra Nenas di Rokan Hilir

Ahad, 25 Pebruari 2018 16:38
Pasangan AYO Sambangi Sentra Nenas di Rokan Hilir

Ahad, 25 Pebruari 2018 15:48
Capella Honda Serahkan Unit PCX150 Kepada 10 Konsumen Pembeli Perdana

Ahad, 25 Pebruari 2018 15:43
Ini Rencana Besar Pasangan AYO untuk Kota Dumai

Ahad, 25 Pebruari 2018 14:56
KBM di Desa Koto Ranah, Mahasiswa UPP Rohul Merasa Pulang Kampung

Ahad, 25 Pebruari 2018 14:53
Arminareka Perdana Berangkatkan Ratusan Jemaah Umroh Asal Rohul Maret 2018

Ahad, 25 Pebruari 2018 13:22
Puluhan Tokoh Masyarakat Tenayan Dukung dan Siap Menangkan Firdaus-Rusli

Ahad, 25 Pebruari 2018 10:19
Sudah Diikuti 1.600 Murid, Diluncurkan Didikan Subuh Quran di Bengkalis

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 19 Januari 2018 07:37
Puluhan Pedagang Pasar Panglima Gedang Protes Kebijakan Wako Dumai

Langkah Walikota Dumai melakukan relokasi ditentang. Puluhan pedagang Pasar Panglima Gedang menilai kebijakan tersebut mendholimi mereka.

Riauterkini-DUMAI- Penggusuran pedagang di Pasar Panglimo Gedang dan Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat menimbulkan kegaduhan para masyarakat dan pedagang.

Para pedagang menentang tindakan Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perdagangan setempat, karena sudah menutup pintu rezeki yang salam ini untuk mencukupi kebutuhan hidup menafkahi keluarganya.

Puluhan pedagang menggelar aksi demo di depan pasar Panglimo Gedang, Kamis (18/1/18). Aksi demo yang didominasi kaum hawa itu menilai Walikota Dumai Zulkifli AS sudah mendzolimi masyarakat pedagang.

"Pemko seharusnya hanya menertibkan pedagang berada di Jalan Husni Thamrin saja, tapi mengapa pintu masuk pasar ini ditimbun dengan tanah bahkan sampai mau di pagar segala," kata Regar salah satu pedagang.

Menurutnya, seluruh pedagang sudah menggantungkan nasibnya di Pasar Gedang untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Kalau sudah dibeginikan, para pedagang mau makan apa lagi untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

"Walikota Dumai Zulkifli AS hanya dia saja. Mahal kami sebagai masyarakat diginikan. Dulu bukan main dengan masyarakat pedagang. Kalau sudah jadi lupa dengan niatnya," tegas Regar diaminkan para pedagang lainnya.

Dijelaskannya, pasar yang di dirikan Pemerintah Kota Dumai di Jalan Kelakap Tujuh sepi pembeli. Dulunya seluruh pedagang sudah dipindakan ke pasar itu, tapi karena pembeli tidak ada maka seluruh pedagang setiap harinya selalu rugi.

"Buat pasar yang masyarakatnya tidak mau datang. Apa para pedagang ini dibiarkan selalu rugi gitu. Kami akan bongkar tanah timbun yang sudah menutupi akse masuk Pasar Panglimo Gedang ini, kami mau jualan," tegasnya.

"Kami mencari rezeki bukan korupsi, tetapi kenapa Pemko Dumai memperlakukan kami seperti ini," soraknya di depan pasar tersebut dan menjadi perhatian dari para pengguna jalan yang melintas.

Melihat kejadian itu, spontan Anggota DPD RI Intsiawati Ayus II SH, MH langsung mencurahkan kekecewaanya terhadap apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Dumai terhadap para pedagang di Pasar Panglimo Gedang tersebut.

Melalui akun facebooknya, Intsiawati Ayus II menulis keprihatinannya, sedih rasanya bila tempat untuk mencari nafkah saja, keluarga kita yang berada di Kota Dumai harus berurusan dengan Pemerintah Kota.

Janji penempatan pedagang di pasar yang sudah disediakan (pasar kelakap), tidak tepat fungsi terhadap pedagang. Lokasi yang jauh dan fasilitas minim, tentu menjadi kendala pedagang berjualan.

Saya bersama abang (H. Awaluddin) di Kota Dumai, sedianya sudah menyediakan pasar (pasar panglimo gedang) dengan kondisi yang memungkinkan. Namun keberadaan pasar ini dianggap illegal. Dan pedagang harus mengikuti arahan Pemko Dumai.

Lihatlah, pasar rakyat yang kami inisiatifkan saat ini ditutupi oleh timbunan tanah agar aktifitas pasar lumpuh. Sungguh ironi. Tapi saya dan tim di Dumai tidak akan tinggal diam.

Bagaimanapun kebutuhan masyarakat, nasib ratusan pedagang harus terus diperjuangakan. Mohon do'a agar hal ini bisa diselesaikan aebagaimana mestinya dan dapat berguna baik untuk kita semua.***(had)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Dugaan Anak Bunuh Ayahnya di Siak,
Hasil Autopsi Korban Meninggal Karena Sakit Komplikasi

- Warga Kampung Baru Temukan Tengkorak Manusia Dalam Parit
- Miliki 68 Paket Sabu, Warga Duri Ditangkap Polisi
- Polda Riau Tetapkan Empat Tersangka Karhutla
- Minta Makan Enak tak Dituruti, Anak Sakit Jiwa di Siak Bunuh Bapaknya
- Egrek Sawit Nyangkut Kabel Listrik, Buruh PT Indosawit Tewas Kesetrum
-
- Bobol Showroom di Pekanbaru, Kawanan Maling Gondol 5 Unit Mobil Bekas
- Ikat 2 Penjaga, Kawanan Rampok Gasak Komponen Alat Berat di Bonai Darussalam
- Kalah dari PT Hutahaean di Sidang Prapid,
Tentukan Langkah Selanjutnya, Polda Riau akan Berkoordinasi dengan Kejati

- Kepergok Satpam di Stadion Utama Riau,
Seorang Juru Parkir Diciduk usai Mencuri Tiang Lampu Taman

- Kawanan Rampok Gasak Uang Rp700 Juta di Gudang Distributor PT. Perintis Ujungbatu
- Pencuri HP Ditangkap Polsek Tambusai Saat Sedang Service di Toko Ponsel
- Utamakan Keselamatan Masyarakat,
Sat Lantas Polres Pelalawan Sebar Spanduk Imbauan di Berbagai Titik

- Kantongi 8 Paket Sabu,,  Sat Narkoba Polres Siak Tangkap Terduga Pengedar
- Dishub Dumai Razia Mobil Angkut Cangkang Sawit di Terminal Barang
- Satres Narkoba Polres Kampar Ringkus Buron Bandar Sabu
- Menangkan PT PSJ Warga Pangkalan Gondai Dukung Putusan Hakim PN Pelalawan
- Sidang Pemalsuan Surat Tanah,
Saksi Ngaku Pernah Diminta Batalkan Jual Beli Lahan

- Gabungan Polda Riau dan Mabes Polri Tangkap Pelaku Hate Speech Medsos


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.92.197.82
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com