Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Ahad, 23 September 2018 10:54
Deklarasi Kampanye Damai, Plt Gubri Ajak Hindari Politik Uang dan Sara

Ahad, 23 September 2018 10:30
Danyon 132/BS Motivasi Ratusan Masyarakat dan Murid TPQ di Pulau Gadang

Ahad, 23 September 2018 10:19
Dilepas Bupati dan Kapolres, Peserta Bhayangkara Bengkalis Adventure 2 Semangat Trabas Hutan

Ahad, 23 September 2018 09:27
KPU Gelar Deklarasi Kampanye Damai Serentak Pemilu 2019

Sabtu, 22 September 2018 22:37
Ditolak Masyarakat, Kirab Satu Negeri GP Ansor Batal di Depan Istana Siak

Sabtu, 22 September 2018 21:20
Milad ke 109 H Muhammadiyah, PDM Pekanbaru Gelar Tabligh Akbar

Sabtu, 22 September 2018 20:45
Warga Sambut Gembira Peresmian Sumur Ke 17 dari LAZnas Chevron

Sabtu, 22 September 2018 20:42
Pemkab Inhil Apresiasi Kapolres Inhil Cup I Open Drag Bike 2018

Sabtu, 22 September 2018 16:52
Golkar Klaim Siap Jadi Pemenang Pileg 2019 di Kuansing

Sabtu, 22 September 2018 16:32
Ratusan Mahasiswa Belajar Persatuan dan Kesatuan di Riau Kompleks

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 19 Januari 2018 07:37
Puluhan Pedagang Pasar Panglima Gedang Protes Kebijakan Wako Dumai

Langkah Walikota Dumai melakukan relokasi ditentang. Puluhan pedagang Pasar Panglima Gedang menilai kebijakan tersebut mendholimi mereka.

Riauterkini-DUMAI- Penggusuran pedagang di Pasar Panglimo Gedang dan Jalan Husni Thamrin, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat menimbulkan kegaduhan para masyarakat dan pedagang.

Para pedagang menentang tindakan Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Perdagangan setempat, karena sudah menutup pintu rezeki yang salam ini untuk mencukupi kebutuhan hidup menafkahi keluarganya.

Puluhan pedagang menggelar aksi demo di depan pasar Panglimo Gedang, Kamis (18/1/18). Aksi demo yang didominasi kaum hawa itu menilai Walikota Dumai Zulkifli AS sudah mendzolimi masyarakat pedagang.

"Pemko seharusnya hanya menertibkan pedagang berada di Jalan Husni Thamrin saja, tapi mengapa pintu masuk pasar ini ditimbun dengan tanah bahkan sampai mau di pagar segala," kata Regar salah satu pedagang.

Menurutnya, seluruh pedagang sudah menggantungkan nasibnya di Pasar Gedang untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Kalau sudah dibeginikan, para pedagang mau makan apa lagi untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

"Walikota Dumai Zulkifli AS hanya dia saja. Mahal kami sebagai masyarakat diginikan. Dulu bukan main dengan masyarakat pedagang. Kalau sudah jadi lupa dengan niatnya," tegas Regar diaminkan para pedagang lainnya.

Dijelaskannya, pasar yang di dirikan Pemerintah Kota Dumai di Jalan Kelakap Tujuh sepi pembeli. Dulunya seluruh pedagang sudah dipindakan ke pasar itu, tapi karena pembeli tidak ada maka seluruh pedagang setiap harinya selalu rugi.

"Buat pasar yang masyarakatnya tidak mau datang. Apa para pedagang ini dibiarkan selalu rugi gitu. Kami akan bongkar tanah timbun yang sudah menutupi akse masuk Pasar Panglimo Gedang ini, kami mau jualan," tegasnya.

"Kami mencari rezeki bukan korupsi, tetapi kenapa Pemko Dumai memperlakukan kami seperti ini," soraknya di depan pasar tersebut dan menjadi perhatian dari para pengguna jalan yang melintas.

Melihat kejadian itu, spontan Anggota DPD RI Intsiawati Ayus II SH, MH langsung mencurahkan kekecewaanya terhadap apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Dumai terhadap para pedagang di Pasar Panglimo Gedang tersebut.

Melalui akun facebooknya, Intsiawati Ayus II menulis keprihatinannya, sedih rasanya bila tempat untuk mencari nafkah saja, keluarga kita yang berada di Kota Dumai harus berurusan dengan Pemerintah Kota.

Janji penempatan pedagang di pasar yang sudah disediakan (pasar kelakap), tidak tepat fungsi terhadap pedagang. Lokasi yang jauh dan fasilitas minim, tentu menjadi kendala pedagang berjualan.

Saya bersama abang (H. Awaluddin) di Kota Dumai, sedianya sudah menyediakan pasar (pasar panglimo gedang) dengan kondisi yang memungkinkan. Namun keberadaan pasar ini dianggap illegal. Dan pedagang harus mengikuti arahan Pemko Dumai.

Lihatlah, pasar rakyat yang kami inisiatifkan saat ini ditutupi oleh timbunan tanah agar aktifitas pasar lumpuh. Sungguh ironi. Tapi saya dan tim di Dumai tidak akan tinggal diam.

Bagaimanapun kebutuhan masyarakat, nasib ratusan pedagang harus terus diperjuangakan. Mohon do'a agar hal ini bisa diselesaikan aebagaimana mestinya dan dapat berguna baik untuk kita semua.***(had)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- KPK Larang Bupati Bengkalis ke Luar Negeri
- Seorang Balita di Buluh Cina, Kampar Tewas Terbakar
- Satnarkoba Polres Bengkalis Ciduk Tiga Pemilik Shabu di Duri
- Hakim PN Pekanbaru Dilantik sebagai Ketua PN Rantau Prapat
- Polres Inhil Amankan 130 Dus Rokok Ilegal dari Sebuah Gudang di Keritang
- Inkrah Kasus Korupsi,
Pemecatan 23 ASN Pemkab Bengkalis Dipastikan Tuntas Desember

- Merasa Tuntutannya Tak Ditanggapi, Ganri Riau Kembali Datangi Polda Riau
- Dua Masih Diburu, Seorang Pembunuh Dua Pengunjung Karaoke Rita Ditangkap
- Gara-gara Surat Cinta,
Karyawan Mimi Perabot Ujung Batu Dipolisikan dan Dikerangkeng

- Giliran Pendukung Toro Demo di PN Pekanbaru
- 3 Rumah Ludes Terbakar di Kecamatan Kateman, Inhil
- Diduga Kuasai Narkoba, Seorang Pria di Mahato Ditangkap Polisi Rohul
- Gerebek Rumah Terduga Bandar Narkoba di Mahato, Polisi Rohul Tangkap Seorang IRT
- Tuntut Penahanan Toro, Massa Demo di PN Pekanbaru
- Berkelahi dengan OTK, Dua Pengunjung Karaoke di Pekanbaru Tewas Bersimbah Darah
- Pasutri di Tembilahan Tewas Bersimbah Darah dalam Rumah yang Terkunci
- Terdakwa Suap Penerimaan PTT Oknum Diskes Pelalawan Minta Dibebaskan
- Polri Akan Gelar Operasi Mantab Brata Selama 397 Hari
- Seorang Jurtul Togel Diciduk Polisi Rohul di Plaza Batu Permata Ujung Batu
- Menhub: Kecelakaan Banyak Merenggut Usia Muda


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com