Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 24 April 2018 07:29
Jadi 'Toke' Togel, 'Imam Vihara' dan Seorang Warga Bengkalis Ditangkap Polisi

Selasa, 24 April 2018 07:25
Satu Napi, Polres Inhil Tangkap Dua Pengedar Sabu

Senin, 23 April 2018 22:10
Warga Kuala Kampar Dikejutkan Patok Hutan Lindung Misterius

Senin, 23 April 2018 22:01
Tiga Hari Menghilang Seorang Warga Inhu Ditemukan Tewas Disungai

Senin, 23 April 2018 21:12
Korupsi SPPD Fiktif Dispenda Riau, Saksi Gugup Beberkan Pemotongan 10 Persen

Senin, 23 April 2018 21:10
Mantan Bupati Kampar: Masyalah Riau Selesai Jika Syamsuar Menjadi Gubernur

Senin, 23 April 2018 20:46
Warga Desa Bongkal Malang, Inhu Minta Dibangunkan SMP ke Andi Rachman

Senin, 23 April 2018 20:05
Gesa Kantor Baru Capilduk, Bupati Bengkalis Tinjau Gedung Pujasera di Duri

Senin, 23 April 2018 20:01
Hearing Panas, Ketua DPRD Kampar Ingatkan Pemkab Jangan Cari Celah Rumahkan TBK dan RTK

Senin, 23 April 2018 19:34
Terlambat 30 Menit, UNBK di Pekanbaru Berjalan Lancar

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 Desember 2017 17:34
Hakim PN Bengkalis Vonis Mati Bandar Sabu 40 Kg

Eri Jeck pemilik sabu seberat 40 kilogram dan 150 ribu ekstasi di vonis hukuman mati. Penasehat hukum terdakwa nyatakan keberatan dan menyatakan banding.

Riauterini-BENGKALIS- Majelis Hakim Pengadilan (PN) Bengkalis vonis terdakwa Eri Kusnadi alias Eri Jeck, diduga pemilik atau bandar sabu 40 kilogram (Kg) dan lebih kurang 150 ribu butir pil ekstasi dengan pidana mati.

Menurut majelis hakim, bahwa terdakwa Eri Jeck terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pemuafakatan jahat tanpa hak dan melawan hukum mengedarkan total lebih kurang enam kali dengan berat sabu lebih kurang 86 Kg, setelah hasil pengembangan penangkapan sabu seberat lebih kurang 40 Kg dari dua orang kurir seluruhnya atas perintah terdakwa, sesuai dengan Pasal 114 ayat (2) Jo 132 ayat (1) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika sebagaimana dalam dakwaan pertama.

Dan Eri Jeck juga divonis bersalah dengan sengaja memiliki barang bukti sabu tanpa hak sekitar 11 gram lebih ditemukan di rumahnya ketika ditangkap petugas dikediamannya dan melebihi 5 gram, sesuai dengan Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika sebagaimana dalam dakwaan kedua.

Sidang agenda pembacaan putusan, terhadap terdakwa Eri Kusnadi alias Eri Jeck, Kamis (14/12/17) petang, memperoleh pengawalan ketat dari aparat kepolisian resor (Polres) Bengkalis dan meskipun dihadiri pihak keluarga terdakwa namun tidak menyaksikan langsung proses sidang pembacaan putusan ini.

Sebelumnya sempat didengarkan keterangan 6 orang saksi, pembelaan (pledoi) terdakwa, tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau replik dan tanggapan Penasehat Hukum (PH) atas tanggapan JPU atau duplik terhadap tuntuan yang dibacakan oleh JPU di persidangan.

Sidang pembacaan vonis terdakwa Eri Jeck dipimpin Ketua Majelis Hakim DR. Sutarno, SH, MH, dua hakim anggota Wimmi D. Simarmata, SH dan Aulia Fhatma Widhola, SH. Sedangkan JPU, Kepala Seksi Pidum Kejari Bengkalis, Robi Harianto, SH, Andy Sunartejo, SH dan Handoko, SH. Sedangkan terdakwa Eri Jeck didampingi PH-nya Windrayanto, SH dkk.

Terhadap nota pembelaan PH terdakwa, majelis hakim mempertimbangkan keberatan PH. Majelis hakim menilai sesuai dengan fakta persidangan, terdakwa memerintahkan dua kurir untuk membawa sabu dan ekstasi.

Jum'at (7/4/17) lalu dua kurir mengambil barang bukti dari terdakwa, Anto (DPO) anak buah terdakwa menyerahkan narkoba sabu dan pil ekstasi ke dua kurir Zulfadhli dan Aldo.

Kemudian keberatan terdakwa adanya tekanan fisik, majelis hakim menolak dan menyatakan bahwa, tidak ada tekanan mental maupun fisik dan alasan tersebut hanya untuk meringankan hukuman terdakwa.

Atas putusan pidana mati ini, terdakwa Eri Jeck menyatakan banding atas putusan Majelis Hakim PN Bengkalis ini.

"Atas putusan kita menyatakan banding," ujar singkat PH terdakwa, Windrayanto, SH usai sidang.***(dik)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Jadi 'Toke' Togel, 'Imam Vihara' dan Seorang Warga Bengkalis Ditangkap Polisi
- Satu Napi, Polres Inhil Tangkap Dua Pengedar Sabu
- Tiga Hari Menghilang Seorang Warga Inhu Ditemukan Tewas Disungai
- Korupsi SPPD Fiktif Dispenda Riau, Saksi Gugup Beberkan Pemotongan 10 Persen
- Pendemo di Kantor Gubri, Protes Rencana Pembangunan Waduk Lompatan Harimau di Rohul
- Awalnya Dikira Besi Tua,
Rupanya 2 Benda Ditemukan Karyawan PT. BIP Ujung Batu Granat Nanas

- Miliki Shabu 4 Kilogram, Teknisi Elektronik Dibekuk Polresta Pekanbaru
- Supir Sakaw, Innova Ringsek Nabrak Halte Bus di Jalan Soedirman Pekanbaru
- Rugikan Negara Rp1.7 M, Polda Riau Tetapkan Dua Tersangka Baru Korupsi di Dipenda Riau
- Lakukan Aborsi, Seorang Dukun di Inhu Ditangkap
- 5 Pelajar di Pekanbaru Tertangkap Pesta Sabu
- Warga Ujung Batu Ditemukan Sudah Membusuk di Kamarnya
- Penikmat Sekaligus Edar Sabu, 4 Pria Ditangkap Polres Bengkalis
- Miliki Sabu, Pegawai Honorer di Pinggir, Bengkalis Diamankan Polisi
- Tersengat Aliran Listrik, Seorang Karyawan PT MAS di Pelalawan Tewas Seketika
- Kesal Adik Dihamili, Warga Tembilahan Bakar Rumah Orang Tua Pelaku
- Belasan "Pelaku Maksiat" Terjaring Operasi Pekat di BS, dan Mandau
- Korupsi Lampu PJU Pekanbaru, Lima Terdakwa Divonis 14 Bulan dan 20 Bulan Penjara
- Mencuri Sarang Walet, Dua Warga Meranti dilaporkan ke Polisi
- Kapolri Dukung Peningkatan Pengawasan Wilayah Pesisir Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.167.196.208
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com