Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 April 2018 10:06
Januari - April, ULP Pekanbaru Lelang 50 Paket Senilai Rp 300 Miliar

Senin, 23 April 2018 08:24
Kampanye di Bengkalis, Firdaus-Rusli Disambit Meriah

Senin, 23 April 2018 07:00
Andi Rachman Tebar Ancaman pada Kader 'Mendua' di Pilgubri 2018

Senin, 23 April 2018 06:57
Dari Pulau Burung, Wahid Terima Dukungan Warga 11 Desa untuk LE-Herdiantor

Ahad, 22 April 2018 20:42
Milad ke-20 PKS di Pekanbaru Dimeriahkan Jalan Santai

Ahad, 22 April 2018 20:32
Dihadiri Gubernur Riau, Bupati Bengkalis Buka MTQ Perdana Kecamatan BS

Ahad, 22 April 2018 19:03
5 Bakal Calon DPD RI Serahkan Dukungan

Ahad, 22 April 2018 18:58
Andi Rachman: Pilkada Riau Harus Jadi Jembatan Kuat Golkar untuk Sukses Pileg dan Pilpres

Ahad, 22 April 2018 18:56
Rayakan HUT ke-59, Korem 031/Wira Bima Taja Triathlon Sunnah

Ahad, 22 April 2018 18:06
IWARA PT RAPP Konsisten Jalani Program Pemberdayaan Perempuan

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 Desember 2017 10:48
Anggota DPRD Pelalawan Dukung Kejari Tangkap Petinggi PT Adei

Upaya Kejari Pelalawan memburu petinggi PT Adei Plantation mendapat dukungan penuh dari anggota DPRD Pelalawan. Dukungan tersebut datang dari Sekretaris Komisi I. Apalagi mereka telah divonis bersalah oleh pengadilan.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Upaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan memburu petinggi PT Adei Plantation mendapat dukungan penuh dari anggota DPRD Pelalawan. Dukungan tersebut datang dari Sekretaris Komisi I, membidangi hukum, Faizal.

"Kita mendukung penuh, upaya Kejari untuk memburuh 'bigbos' PT Adei Plantation. Apalagi ini menyangkut hukum dan saya liat disalinan amar putusan kasasi dari Mahkamah Agung ada juga denda yang tak sedikit jumlahnya," tutur Faizal kepada riauterkini.com, Kamis (14/12/17).

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Pelalawan ini, juga menyayangkan kepada petinggi PT Adei tersebut tidak patuh dengan aturan hukum yang ada di Indonesia.

"Saya dapat kabar, bahwa ketiga petinggi PT Adei ini adalah warga negara Malaysia. Jadi, dengan keluarnya kasasi dari MA mereka harus tunduk dengan aturan yang berlaku dinegara kita," tegasnya.

Faizal anggota DPRD Pelalawan yang dikenal vokal untuk memperjuangkan kepentingan rakyat meminta juga kepada pihak Kejari untuk mengeluarkan dan menetapkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap ketiga petinggi PT Adei tersebut.

"Jika bantuan Monitoring Center (MC) dari Kejagung belum berhasil mendapat titik terang, kita menghimbau untuk ditetapkan sebagai DPO. Disana nantinya bisa bekerjasama dengan Interpol untuk memburuh yang bersangkutan," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga orang petinggi PT Adei Plantation tampaknya begitu sedap menghirup udara bebas. Meskipun ketiganya terdakwa ini divonis bersalah dengan 1 tahun penjara dan denda Rp 500 juta, subsider 3 bulan kurungan oleh MA pada tahap kasasi.

Pada kasasi MA tersebut memerintahkan, Kejari Pelalawan untuk melakukan eksekusi terhadap 'bigbos' perusahaan asal negara Malaisya ini. Hanya saja, berbagai upaya yang dilakukan pihak Kejari untuk melakukan eksekusi. Namun hingga saat ini, belum menemukan titik terang.

Tidak itu, saja bantuan Monitoring Center (MC) kepihak Kejaksaan Agung yang dilakukan pihak Kejari Pelalawan juga belum membuahkan hasil. Tak pelak kasus serius ini, berjalan di tempat.

Kepala Kejaksaan Negeri Pelalawan, Tetty Syam, SH didampingi Kepala Seksi (Kasi) Intel, Arri Wokas dan Kasipidum Novrika kepada riauterkini.com, Rabu (13/12/17) berterus terang proses eksekusi terhadap ketiga petinggi PT Adei masih berjalan. Namun sifatnya, hanya menunggu petunjuk dari MC Kejaksaan Agung.

"Proses eksekusinya tetap berjalan, soalnya sudah bentuk tim, bahkan sudah meminta bantuan MC Kejagung. Jadi saat menunggu informasi MC Kejagung," tegas Tetty.

Proses eksekusi terhadap tiga petinggi PT Adei Plantation dan Industry hingga saat ini belum menemukan titik teang. Padahal salinan putusan terhadap bigbos perusahaan perkebunan tersebut sudah dari Mahkamah Agung sudah hampir lebih satu tahun.

Sebagaidata tambahan, ketiga bos PT Adei ini antara lain Go Teh Meng, Tan Kei Yong dan Danesuvaran menjadi terdakwa kasus Izin Usaha Perkebunan (IUP) tahun 2014. Para terdakwa divonis 1 tahun penjara dan dengan Rp 500 Juta dengan subsider 3 bulan kurungan oleh MA pada tahap kasasi. Salinan kasasi ini, sudah dikirim ke Kejari Pelalawan awal tahun 2016 lalu untuk dilakukan eksekusi.***(feb)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Lakukan Aborsi, Seorang Dukun di Inhu Ditangkap
- 5 Pelajar di Pekanbaru Tertangkap Pesta Sabu
- Warga Ujung Batu Ditemukan Sudah Membusuk di Kamarnya
- Penikmat Sekaligus Edar Sabu, 4 Pria Ditangkap Polres Bengkalis
- Miliki Sabu, Pegawai Honorer di Pinggir, Bengkalis Diamankan Polisi
- Tersengat Aliran Listrik, Seorang Karyawan PT MAS di Pelalawan Tewas Seketika
- Kesal Adik Dihamili, Warga Tembilahan Bakar Rumah Orang Tua Pelaku
- Belasan "Pelaku Maksiat" Terjaring Operasi Pekat di BS, dan Mandau
- Korupsi Lampu PJU Pekanbaru, Lima Terdakwa Divonis 14 Bulan dan 20 Bulan Penjara
- Mencuri Sarang Walet, Dua Warga Meranti dilaporkan ke Polisi
- Kapolri Dukung Peningkatan Pengawasan Wilayah Pesisir Riau
- Gerah, Plt Wako Pekanbaru Minta Satpol PP Tutup Tempat Hiburan Nakal
- Tahap Penyidikan, Kejati Riau Selamatkan Uang Negara Rp 1,5 Miliar di Kasus Korupsi Dispora Riau
- Hamili 2 Anak Dibawah Umur, Seorang Remaja Ditangkap Polisi
- Polresta Pekanbaru Ciduk Dua Pengedar Ganja dan Sabu
- Nabrak Pembatas Halte, Satu Unit Brio di Pekanbaru Terjun Bebas ke Parit
- Pledoi Tak Siap,
Sidang Dugaan Tipikor Manipulasi Penerbitan SHM Tesso Nilo Ditunda

- Sidak ke Gudang Penyimpanan, Polisi Belum Temukan Adanya Miras Oplosan di Pekanbaru
- 3 Masih Diburu, 3 Maling dan Penadah Pikc Up Ditangkap Polres Rohul
- Toko Roti "Cita Rasa" Telukkuantan Juga Didatangi BPK RI, Begini Hasilnya


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.198.134.104
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com