Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 15 Oktober 2018 17:08
Begini‎ Cara IPRY Peringati Hari Jadi ke-19 Kabupaten Rohul di Yogyakarta

Senin, 15 Oktober 2018 16:51
Rancang Pembelajaran Kreatif untuk Siswa, RAPP Gelar Pelatihan Guru

Senin, 15 Oktober 2018 16:32
Diperiksa Bawaslu Riau,
56 Pertanyaan Diajukan untuk Ketua Panitia Deklarasi Projo


Senin, 15 Oktober 2018 16:28
Tidak Capai Target,
1.348 Ekor Hewan Penular Rabies di Bengkalis Divaksinasi


Senin, 15 Oktober 2018 16:13
Ini Pesan Penting Ketua DPRD dan Bupati di Hari Jadi ke-19 Kabupaten Rohul Tahun 2018

Senin, 15 Oktober 2018 16:00
Buru Babi Hutan, Kasdin Ditemukan Tewas dalam Sumur Tua

Senin, 15 Oktober 2018 15:56
Partai Golkar Ajukan 3 Nama ke DPP sebagai Balon Wabup Rohul

Senin, 15 Oktober 2018 15:49
Lakalantas Maut, Istri Meninggal Dunia Kepsek SMKN 1 Rengat Inhu Kritis

Senin, 15 Oktober 2018 15:35
Warga Siberakun Minta Ketua DPRD Kuansing Perjuangkan Jalan Rusak

Senin, 15 Oktober 2018 15:32
Melalui Paripurna, DPRD Riau Usulkan Pengangkatan Gubernur Riau Defenitif

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 12 Desember 2017 12:38
Terdakwa Korupsi Dana Koperasi, Hakim Tolak Esepsi Mantan Anggota DPRD Kuansing

Upaya Arlimus lepas dari dakwaan jaksa gagal. Esepsi mantan anggota DPRD Kuansing, tersangka penyelewengan dana sertifikasi koperasi tersebut ditolak hakim

Riauterkini-PEKANBARU-Bantahan dakwaan (eksepsi) yang diajukan Arlimus, terdakwa tindak pidana korupsi penyelewengan dana pengurusan sertifikat lahan perkebunan kelapa sawit di Kuantan Singingi (Kuansing) tak dapat diterima hakim. Hakim menilai dakwaan yang diajukan jaksa sudah tepat.

Penolakan eksepsi oleh majelis hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, dalam sidang yang digelar Selasa (12/12/17) pagi tersebut, membuat upaya Arlimus, Ketua Koperasi Siampo Pelangi Cerenti, Kuantan Singingi (Kuansing) dan juga mantan anggota DPRD Kuansing, untuk lepas dari jeratan hukum kandas.

" Menolak eksepsi dari terdakwa, karena majelis hakim menilai eksepsi yang diajukan terdakwa tidak termasuk pada pokok materi dakwaan, dan proses persidangan tetap dilanjutkan. Diminta kepada jaksa penuntut untuk dapat menghadirkan para saksi saksi pada sidang pekan depan," jelas majelis hakim yang diketuai Toni Irfan.

Diluar ruang sidang, kuada hukum terdakwa Meidizon Dahlan SH, ketuka dikonfirmasi riauterkini.com terkait pengajuan permohonan pembantaran atas kliennya untuk berobat mata, mengaku sudah direspon majelis hakim. Hanya saja, majelis hakim akan memberi izin, apabila terdakwa atau kapan waktu terdakwa akan berobat.

" Dipersidangan tadi majelis hakim menyampaikan, jika majelis akan memberi izin pada pas terdakwa akan pergi berobat," ujar Meidizon.

Seperti diketahui, pada persidangan ini. terdakwa Arlimus dihadirkan Jaksa Penuntut Umun (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing, Jhon Leonardo Hutagalung, SH, kepersidangan atas dakwaan penyelewengan dana pengurusan sertifikat lahan perkebunan sawit yang bermitra dengan PTPN V.

Dimana perbuatan terdakwa itu terjadi pada tahun 2010. Saat terdakwa menjabat sebagai Ketua Koperasi Siampo Pelangi Cerenti, Kuantan Singingi, dan juga tercatat sebagai anggota DPRD Kuansing.

Bermula, pada Jamuari tahun 2004, masyarakat Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti. Menyetujui jika tanah ulayat seluas 4000 Hektare (Ha) dijadikan perkebunan kelapa sawit pola kemitraan (plasma) dengan PT PN V Pekanbaru

Atas disetujui perkebunan plasma tersebut, pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V Pekanbaru mengucurkan dana kepada pihak Koperasi Siampo Pelangi sebesar Rp 1,2 miliar untuk pengurusan sertifikat kebun.

Terdakwa bersama Khairul Saleh (DPO) melakukan pengurusan penerbitan sertifikat pada tanah ulayat tersebut. Namun, sekitar 200 persil lahan yang akan diurus tersebut masuk dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT), sehingga tak bisa dikeluarkan sertifikatnya.

Mengingat tidak bisanya pengurusan setifikat, terdakwa seharusnya mengembalikan uang Rp 1,2 tersebut ke negara melalui PTPN V Pekanbaru. Tapi, mereka malah menggunakan untuk kepentingan pribadi.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat Pasal 2, Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Buru Babi Hutan, Kasdin Ditemukan Tewas dalam Sumur Tua
- Lakalantas Maut, Istri Meninggal Dunia Kepsek SMKN 1 Rengat Inhu Kritis
- Bandar Sabu di Ujung Batu Dibekuk Polisi Rohul Saat Nunggu Pembeli
- Beraksi di 7 TKP, 2 Pelaku Jambret di Duri Tertunduk Lesu Ditangkap Polisi
- Adeng Nyabu Dulu Sebelum Bunuh Anak Mantan Camat di Kuansing
- Polres Kuansing Ekspos Tiga Tersangka Pembunhan Anak Mantan Camat
- Speedboat di Inhil Terbakar, Sejumlah Penumpang Mengalami Luka Bakar
- Simpan Sabu dan Ganja, Oknum Perawat dan Pacarnya di Mahato Diringkus Polisi Rohul
- Buron Pembunuh Anak Mantan Camat di Kuansing Ditangkap di Bengkulu
- Sakit, Seorang Gelandangan Mati Kaku di Teras Ruko di Duri
- Curi Motor di Mesjid, Duet Maling Ini Pasrah Saat Dibekuk Polisi
- Waspadalah, Rampok Berseragam PLN Berkeliaran Mencari Mangsa
- Polda Riau Sudah Periksa Jony Boyok Sebagai Tersangka
- Rampok Nyamar Petugas Listrik Ditangkap Usai Kuras ATM Korban
- Terjebak Macet Horor Duri-Kandis, Wakil Rakyat Minta Penanganan Lebih Optimal
- Ikan Arwana Senilai Rp 400 Juta Dicuri, Anggota DPRD Riau Maafkan Pelaku
- Banjir di Kabupaten Rohul, Seorang Kakek di Desa Cipang Kanan Dikabarkan Hilang
- Massa Aparat Desak Polres dan Kejari Rohul‎ Periksa Kades Suka Maju Kecamatan Tambusai
- Berawal Mau Tangkap Pemilik Senpi, Tim Buser Polres Rohul Malah Tangkap 2 Pengedar Sabu
- ‎Polsek Kabun Ringkus 4 Penipu SPB TBS Sawit, 3 Diantaranya Diringkus di Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com