Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 Juli 2018 21:59
Wabup Halim Bantu Siswi Kuansing Peserta Paskibraka Nasional

Senin, 23 Juli 2018 21:39
Puncak Hari Bhakti Adhyaksa Kejari Bengkalis Berlangsung Hikmat

Senin, 23 Juli 2018 21:35
2019, Riau jadi Provinsi Layak Anak

Senin, 23 Juli 2018 21:11
Anugerah KLA 2018, Pekanbaru Terbaik dalam Pembinaan Forum Anak Daerah

Senin, 23 Juli 2018 21:01
Kejari Pelalawan Peringati Hari Bhakti Adhayaksa ke-58 dengan Kegiatan Religius

Senin, 23 Juli 2018 20:40
Rencana Mutasi oleh Gubri , Dewan Mensinyalir karena Balas Dendam

Senin, 23 Juli 2018 19:18
Pertanyakan Honor, Ratusan Panitia Pornas VIII SOIna Riau 2018 Serbu Gedung Dharma Wanita

Senin, 23 Juli 2018 18:14
Apkasindo Sikapi Penurunan Harga Sawit Melalui FGD

Senin, 23 Juli 2018 18:01
3 Pemilik Shabu Polisi di Duri, Bengkalis

Senin, 23 Juli 2018 17:53
Besok, KPU Gelar Pleno Tetapkan Gubri Terpilih

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 12 Desember 2017 12:38
Terdakwa Korupsi Dana Koperasi, Hakim Tolak Esepsi Mantan Anggota DPRD Kuansing

Upaya Arlimus lepas dari dakwaan jaksa gagal. Esepsi mantan anggota DPRD Kuansing, tersangka penyelewengan dana sertifikasi koperasi tersebut ditolak hakim

Riauterkini-PEKANBARU-Bantahan dakwaan (eksepsi) yang diajukan Arlimus, terdakwa tindak pidana korupsi penyelewengan dana pengurusan sertifikat lahan perkebunan kelapa sawit di Kuantan Singingi (Kuansing) tak dapat diterima hakim. Hakim menilai dakwaan yang diajukan jaksa sudah tepat.

Penolakan eksepsi oleh majelis hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, dalam sidang yang digelar Selasa (12/12/17) pagi tersebut, membuat upaya Arlimus, Ketua Koperasi Siampo Pelangi Cerenti, Kuantan Singingi (Kuansing) dan juga mantan anggota DPRD Kuansing, untuk lepas dari jeratan hukum kandas.

" Menolak eksepsi dari terdakwa, karena majelis hakim menilai eksepsi yang diajukan terdakwa tidak termasuk pada pokok materi dakwaan, dan proses persidangan tetap dilanjutkan. Diminta kepada jaksa penuntut untuk dapat menghadirkan para saksi saksi pada sidang pekan depan," jelas majelis hakim yang diketuai Toni Irfan.

Diluar ruang sidang, kuada hukum terdakwa Meidizon Dahlan SH, ketuka dikonfirmasi riauterkini.com terkait pengajuan permohonan pembantaran atas kliennya untuk berobat mata, mengaku sudah direspon majelis hakim. Hanya saja, majelis hakim akan memberi izin, apabila terdakwa atau kapan waktu terdakwa akan berobat.

" Dipersidangan tadi majelis hakim menyampaikan, jika majelis akan memberi izin pada pas terdakwa akan pergi berobat," ujar Meidizon.

Seperti diketahui, pada persidangan ini. terdakwa Arlimus dihadirkan Jaksa Penuntut Umun (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuansing, Jhon Leonardo Hutagalung, SH, kepersidangan atas dakwaan penyelewengan dana pengurusan sertifikat lahan perkebunan sawit yang bermitra dengan PTPN V.

Dimana perbuatan terdakwa itu terjadi pada tahun 2010. Saat terdakwa menjabat sebagai Ketua Koperasi Siampo Pelangi Cerenti, Kuantan Singingi, dan juga tercatat sebagai anggota DPRD Kuansing.

Bermula, pada Jamuari tahun 2004, masyarakat Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti. Menyetujui jika tanah ulayat seluas 4000 Hektare (Ha) dijadikan perkebunan kelapa sawit pola kemitraan (plasma) dengan PT PN V Pekanbaru

Atas disetujui perkebunan plasma tersebut, pihak PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V Pekanbaru mengucurkan dana kepada pihak Koperasi Siampo Pelangi sebesar Rp 1,2 miliar untuk pengurusan sertifikat kebun.

Terdakwa bersama Khairul Saleh (DPO) melakukan pengurusan penerbitan sertifikat pada tanah ulayat tersebut. Namun, sekitar 200 persil lahan yang akan diurus tersebut masuk dalam kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT), sehingga tak bisa dikeluarkan sertifikatnya.

Mengingat tidak bisanya pengurusan setifikat, terdakwa seharusnya mengembalikan uang Rp 1,2 tersebut ke negara melalui PTPN V Pekanbaru. Tapi, mereka malah menggunakan untuk kepentingan pribadi.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat Pasal 2, Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.***(har)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- 3 Pemilik Shabu Polisi di Duri, Bengkalis
- Sepekan Penikaman Maut, Polres Bengkalis Belum Tangkap Pelaku
- Uang Rp370 Ribu Disita
3 Penjudi Koa di Desa Batang Kumu Digerebek Polsek Tambusai

- Sengketa Tanah,
Warga Bengkalis Gugat Dinas LH Sampai Presiden

- 6 Bocah Jadi Korban, Ketua RW Cabul di Mentangor Pekanbaru Akhirnya Ditangkap
- Komplotan Curanmor Lintas Kabupaten Diringkus Reskrim Polres Pelalawan
- Seorang Ibu di Bonai Darussalam, Rohul Simpan Sabu Dagangannya di Gendongan Bayi
- Kecrlakaan Akibat Ban Pecah di Siak, Pengemudi Wanita Tewas
- Polsek Tambusai Utara, Rohul Tangkap 3 Remaja Doduga Bobol Rumah Warga
- BEM UR Gelar Aksi Malam Horor untuk Pertamina
- Mahasiswa UNIK Teluk Kuantan Meninggal di Kolam Ikan
- Delapan Terduga Penjudi di Kuansing Digulung Polisi
- Perdana di Riau, FKPM Perairan Dikukuhkan di Bengkalis
- Nestapa Bupati Bengkalis, Sekedar Saksi Korupsi tapi Uangnya Rp1.9 Miliar Disita KPK
- Dikejar Pemiliknya, Kawanan Maling Tinggalkan Mobil Warga Kuansing
- Razia Cafe Remang-Remang, 13 Wanita Diamankan Polsek Singingi
- Tim Buser Polsek Pangkalan Kuras Tangkap Dua Pelaku Jambret
- Demo Berujung Anarkhis, Giliran Kakansatpol PP Kampar Dilaporkan ke Polisi
- ‎Dihadiri Bupati Sukiman,
Kejari Rohul Musnahkan Narkoba Sitaan di HUT ke-58 Adhyaksa

- Diduga Bakar Banyak Bangunan dan Mobil Warga, Pemuda di Pasirpangaraian Ini Diringkus Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com