Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 18 Desember 2018 22:25
Kembalikan Gelar Adat Besok, Syarwan Hamid Anggap LAM Riau Kemaruk

Selasa, 18 Desember 2018 20:04
LAM Nilai Pengembalian Gelar Adat Syarwan Hamid Tak Luar Biasa

Selasa, 18 Desember 2018 19:06
Tinjau Kebun Ubi di Tapung, Sekdaprov Sebut Bisa Jadi Primadona Gantikan Sawit

Selasa, 18 Desember 2018 19:02
‎Pengurus PHRI Rohul Periode 2018-2023 Terbentuk dan Langsung Dikukuhkan

Selasa, 18 Desember 2018 18:42
Minta Aset Disita Sementara, PN Pekanbaru Gelar Pemeriksaan Setempat Prime Park

Selasa, 18 Desember 2018 18:02
Triwulan III 2018, Ekonomi Riau Tumbuh 2,98 Persen

Selasa, 18 Desember 2018 17:56
Korupsi Dana Penanggulangan Karlahut,
Mantan Kepala BPBD Dumai dan Dua Stafnya Dihukum 15 dan 14 bulan


Selasa, 18 Desember 2018 17:50
Tahun Ini, DPRD Kuansing Sahkan Dua Perda

Selasa, 18 Desember 2018 17:45
Sidak, Komisi V DPRD Riau Temukan Banyak TKA di PT Indah Kiat Dapat Fasilitas Mewah

Selasa, 18 Desember 2018 17:40
Alami Kecelakaan,
Dua Tersangka Pembawa Narkoba Ditangkap Aparat Polres Kuansing


loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 22 Nopember 2017 18:38
Perkosa Nenek 61 Tahun, Pria di Bengkalis Dituntut 6 Tahun Penjara

Jaksa Kejari Bengkalis menuntut hukuman 6 tahun penjara terhdap pelaku pemerkosa nenek 61 tahun. Pelaku beraksi saat korban yang sakit strok tinggal dirumah sendiri.

Riauterkini-BENGKALIS- Astaghfirulloh! Dituduh memperkosa seorang nenek sebut saja Nek Kembang berumur 61 tahun, menderita sakit strok, warga Kecamatan Bukitbatu, Basri alias Abas (48), warga Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis dengan hukuman 6 tahun penjara.

Sidang pembacaan tuntutan oleh JPU digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Rabu (22/11/17) petang.

Tuntutan tersebut menurut JPU, pelaku terbukti bersalah dan meyakinkan sesuai dengan fakta persidangan yang sudah menghadirkan 5 orang saksi, memperkosa seorang nenek yang sedang sakit strok ketika sedang ditinggal ke pasar oleh anak dan menantunya seorang diri di rumah.

Tuntutan tersebut sesuai dakwaan Pasal 285 KUHPidana tentang pemerkosaan.

"Pelaku kita tuntut enam tahun penjara, karena sesuai dengan fakta persidangan," ungkap JPU Kejari Bengkalis Eriza Susila, SH ketika dikonfirmasi usai sidang.

Informasi yang berhasil dirangkum, nasib malang menimpa Mek Kembang tersebut, berawal dari sekitar Juli 2017 lalu, pelaku atau terdakwa Abas datang ke rumah Nek Kembang.

Ketika itu si Nek Kembang sedang berada sendirian di rumah, karena anak dan menantunya pergi ke pasar di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana.

Melihat rumah sepi dan hanya tinggal si Nek Kembang sedang berada di kamar, pelaku menarik paksa tangan, kemudian membanting korban ke lantai dan menggauli secara paksa. Usai menggauli sebanyak tiga kali, pelaku kemudian meninggalkan korban begitu saja.

Sekitar satu jam kemudian, anak dan menantu Nek Kembang pulang dari Tanjung Leban, waktu itu Nek Kembang sedang duduk di depan rumah tanpa ada kecurigaan sang anak.

Setelah tiga hari kejadian, Nek Kembang baru menceritakan apa yang dialaminya ke anak kandungnya. Tidak terima dengan perlakuan tidak senonoh, keluarga Nek Kembang melaporkan pelaku ke Polsek Bukitbatu.

Sementara itu dari hasil visum UGD Puskesmas Pakning menegaskan, bahwa terdapat tanda-tanda perkosaan dengan kekerasan terhadap Nek Kembang.

Sidang dugaan pemerkosaan nenek berumur 61 tahun ini berlangsung tertutup, sebagai Ketua Majelis Hakim, Dame P. Pandiangan, SH, Annisa Sita Wati, SH dan satu hakim anggota.***(dik)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Minta Aset Disita Sementara, PN Pekanbaru Gelar Pemeriksaan Setempat Prime Park
- Korupsi Dana Penanggulangan Karlahut,
Mantan Kepala BPBD Dumai dan Dua Stafnya Dihukum 15 dan 14 bulan

- Alami Kecelakaan,
Dua Tersangka Pembawa Narkoba Ditangkap Aparat Polres Kuansing

- Bawa 2 Kilogram Shabu, WN Malaysia Diringkus Polres Rohul
- ‎Kanwil Kemenkumham Riau Belum Ada Rencana Tambah Kamar dan Blok di Lapas Pasirpangaraian
- Polda Riau, Ungkap Sindikat Narkoba di Lapas Klas II Bengkalis
- Terjerat Korupsi Pengadaan Alkes RSUD AA,
Puluhan Dokter Hadiri Sidang Tiga Rekannya di Pengadilan Tipikor

- Terjerat Perkara Korupsi Pungli Prona,
Kamis Lusa, Hakim Tipikor Adili Mantan Pejabat BPN Inhu

- Tiga Terduga Pencuri Onderdil Alat‎ Berat di Kuari Imau Domom Diserahkan ke Polisi Rohul
- Mobil Dijual Pelaku di Rantau Prapat,
Pencuri Mobil Kijang Warga Rokan Timur Ditangkap Polisi Rohul

- Namanya Disebut Andi Arief dalam Kasus Perusakan Atribut PD, Robin Enggan Menanggapi
- Oknum PPTK Minta Uang Preman,
Mafia Proyek di RSUD Selasih Ungkap Fakta Mengejutkan

- 14 Hari Hanyut, Mayat Balita di Rohul Ditemukan di Kuari
- Tetapkan Tiga Tersangka, Kapolda Minta Kasus Perusakan Atribut PD Cepat Dilimpahkan
- Tunda Lapor Polisi, Kapitra Justru Tantang Kader PD Mubahalah
- Investigasi PD, Perusak Baleho dan Bendera Pengurus Partai
- Polisi Tangkap Satu Orang Perusak Atribut Partai Demokrat
- Dua Tersangka Ditangkap, Polisi Temukan Ekstasi dan Sabu dalam Pajero Kecelakaan di Kuansing
- Pengusaha Sawit Terjerat Kasus Pemalsuan Sertifikat Lahan Jalani Sidang Perdana
- Korban Kapal Tenggelam di Perairan Bengkalis,
Satu Jenazah Kembali Teridentifikasi Polda Riau



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com