Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Selasa, 25 September 2018 21:56
Malam Purna Tugas Gubri, Bupati Kuansing Berikan Kain Songket dan Miniatur Jalur

Selasa, 25 September 2018 21:45
Meski Berdamai Berujung Penjara, Korban Laka di Bengkalis Ngaku Tidak Pernah Melapor ke Satlantas

Selasa, 25 September 2018 21:39
Sejumalah Warga Pertanyakan Hasil Kebun Desa Kiab Jaya, Pelalawan

Selasa, 25 September 2018 21:27
Harga Telur di Pekanbaru Turun, Ayam dan Cabe Naik

Selasa, 25 September 2018 21:05
Berkas Dana Kampanye, KPU Riau Beri Waktu Hingga Lusa

Selasa, 25 September 2018 20:55
Kicky Arityanto Jabat Kasi Intel Kejari Kuansing

Selasa, 25 September 2018 20:36
Smester Pertama 2018, Realisasi Investasi di Pekanbaru Tembus Rp 3,7 Triliun

Selasa, 25 September 2018 19:11
e-Ticketing Roro Air Putih-Sei Selari, Bengkalis Batal Diterapkan Tahun Ini

Selasa, 25 September 2018 18:53
Jambret di Pekanbaru Dihajar Massa Usai Rampas Gelang Seorang IRT

Selasa, 25 September 2018 18:48
RAPP Latih Manajemen Sekolah Fasilitator SD di Riau

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 19 September 2017 15:57
Polres dan Kejari Rohul Gelar Perkara Suami Bunuh Istri di Kabun

Polres Rohul bersama Kejari gelar reka ulang penganiayaan seorang suami terhadap istri di Kabun. Rekontruksi dengan 15 adekan menjadi tontonan warga.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Penyidik Satuan Reskrim Polres Rokan Hulu (Rohul) gelar rekontruksi atau reka ulang penganiyaan di Kecamatan Kabun dilakukan seorang suami Aliani Taulambanua (27)‎ kepada istrinya Felistia Giawa (23).

Reka ulang, Senin (18/9/17) siang, menjadi tontonan warga sekitar dan dihadiri pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Rohul yakni Riki Saputra SH dan Junaidi SH.

Sedikitnya ada 15 adegan diperankan oleh tersangka Aliani saat dirinya bersama istrinya Felistia Giawa di gubuk di tengah kebun kelapa sawit warga.‎

Meski sudah status tersangka oleh penyidik, dan berkas sudah tahap satu, namun pada reka ulang, tersangka Aliani tetap tidak mengakui bahwa dia pelaku pembunuhan terhadap istrinya.‎

"Dia (tersangka) tetap berpendiarian kalau dia tidak melakukan pembunuhan terhadap istrinya (Felistia)," ungkap Jaksa Kejari Rohul, Riki Saputra, Selasa (19/9/17).

Riki mengungkapkan reka ulang merupakan salah satu dari sekian banyak cara penyidik untuk menggali hingga ditemukan bukti-bukti suatu perkara. Setelah reka ulang, pihak penyidik harus melengkapi berkas sesuai petunjuk yang sudah diberikan jaksa penuntut umum (JPU).

"Nanti JPU menyimpulkan apakah perkara ini layak untuk dilanjutkan ke persidangan atau tidak. Dan ini lewat instrumen P21," pungkas Riki.

Kepolisian membutuhkan waktu lama untuk mengungkap pelaku pembunuhan. Dari hasil penyidikan lebih kurang 4 bulan, akhirnya Penyidik Satreskrim Polres Rohul bersama Polsek Kabun dan Kejari Rohul menetapkan suami korban Felistia bernama Aliani Taulambanua sebagai tersangka tunggal.

Tersangka Aliani sempat kritis dan dirawat di rumah sakit cukup lama. Ia mengalami luka di bagian dada yang diakuinya ia dan istrinya dianiaya orang tidak dikenal. Setelah sembuh, tersangka tinggal di Kota Pekanbaru.

Terduga pelaku Aliani akhirnya ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik bersama Kejaksaan melakukan empat kali gelar perkara‎.

Felistia Giawa, warga Simpang Kokar Desa Aliantan, Kecamatan Kabun ditemukan tewas bersimbah darah di dalam sebuah gubuk di kebun sawit warga setempat, Ahad (23/4/17) sekira pukul 13.00 WIB.

Tak jauh dari korban, ditemukan juga tubuh Aliani yang bersimbah darah dan dalam kondisi kritis, mengalami luka tusuk senjata tajam di bagian dadanya.

Setelah diambil kesimpulan dalam penetapan tersangka pada gelar perkara, Sabtu (29/7/17), diketahui keberadaan pelaku saat itu sedang berada di Pekanbaru. Kapolsek Kabun AKP Masjang dan anggota dibantu Kasat Reskrim Polres Rohul AKP M. Wirawan, SIK dan anggota kemudian menuju Pekanbaru.

Tersangka Aliani diciduk petugas di salah satu rumah di Kulim, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, tanpa perlawanan. Selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolsek Kabun guna proses lebih lanjut.***(zal)

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- Meski Berdamai Berujung Penjara, Korban Laka di Bengkalis Ngaku Tidak Pernah Melapor ke Satlantas
- Satpolair Polres Bengkalis Gencar Sosialisasikan Netral
- Korupsi Danau Buatan, Jaksa Hadirkan Lima Saksi
- Hingga September, Polda Riau Tetapkan 32 Tersangka Karhutla
- Pelaku Curanmor Jadi Babak Belur Dihajar di Kantor Gubernur Riau
- Miliki Sabu-sabu, Emak Muda Ditangkap Polisi
- Pelaku Penikaman Warga Tembilahan Hulu, Inhil Menyerahkan Diri ke Polisi
- Sebagai Saksi Dugaan Tipikor MNS, KPK Periksa Direktur Utama PT Merangin Karya Sejati
- Dua Bulan OTT STAIN Bengkalis, Polres Tunggu Hasil Audit Inspektorat
- Dihadiahi Timah Panas, 2 Pelaku Curas di Duri, Bengkalis Ditangkap Polisi
- Besok, Jaksa Kejari Rohil Bacakan Dakwaan Perkara Korupsi Danau Buatan
- Bidan Klinik Cantik di Ujung Batu Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Rumah‎nya
- Sebuah Rumah Ludes Terbakar di Tempuling, Inhil
- Seorang Remaja di Tembilahan Hulu, Inhil Tewas Ditikam
- Terjatuh Saat Melarikan Diri,
Terduga Penjambret Ini Hampir Diamuk Massa di Tembilahan Hulu, Inhil

- Satu Warga Hilang,
Kapal Tanker Tabrak Perahu Buruh Kilang Sagu di Perairan Meranti

- KPK Larang Bupati Bengkalis ke Luar Negeri
- Seorang Balita di Buluh Cina, Kampar Tewas Terbakar
- Satnarkoba Polres Bengkalis Ciduk Tiga Pemilik Shabu di Duri
- Hakim PN Pekanbaru Dilantik sebagai Ketua PN Rantau Prapat


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com