Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 18 Oktober 2017 10:47
Sakit, Dua JH Asal Bengkalis Masih di Mekkah

Rabu, 18 Oktober 2017 10:12
18 Parpol Daftar Ikut Pemilu 2019, Partai Idaman Ditolak KPU Bengkalis

Rabu, 18 Oktober 2017 10:05
Polisi Pelabuhan Pekanbaru Gerebek Seorang Pengedar Sabu di Kos-kosan

Rabu, 18 Oktober 2017 09:55
Beredar Surat DPP PDIP, Usung Harris-Yopi di Pilgubri 2018

Rabu, 18 Oktober 2017 07:58
Daftar Ikut Pemilu 2019, KPU Riau Nyatakan Berkas 11 Parpol Lengkap

Rabu, 18 Oktober 2017 06:35
Bawa Sabu Senilai Rp85 Juta, Warga Sumut Ditangkap Polisi di Duri

Selasa, 17 Oktober 2017 23:15
Perkenalkan Mata Uang Digital,
Bitconnect Berikan Seminar Edukasi Gratis di Pekanbaru


Selasa, 17 Oktober 2017 22:10
Hentikan Operasi Pabrik Batu Bata,
Dewan Minta Camat Bantan Kaji Ulang Kebijakannya


Selasa, 17 Oktober 2017 21:22
Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Reklame Ilegal di Jalan Soekarno Hatta

Selasa, 17 Oktober 2017 20:38
Permintaan CPO Naik,  Harga TBS di Riau Pekan Ini Ikut Naik

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Jum’at, 11 Agustus 2017 16:55
Perkara Palsukan TTD Bupati Bengkalis,
Pengelola Percetakan Bantah Kongkalikong dengan Tersangka


Pengelola percetakan Gunadharma mengakui jita scan TTD Bupati Bengkalis dilakukan ditempatnya. Namun ia membantah jika ada berkolusi dengan tersangka.

Riauterkini-BENGKALIS- Pengelola Percetakan Gunadharma Bengkalis mengakui jika disebut sebagai tempat scan tanda tangan (TTD) Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Namun, Gunadharma menegaskan, tidak berkolusi atau kongkalikong apalagi terlibat tujuan dan maksud dari scan tanda tangan itu, kemudian akhirnya berujung pada tindak pidana.

“Ya memang scan di sini, waktu itu ada karyawan kami melayani Ar untuk melakukan hal itu, tapi kami tidak mengetahui tujuannya. Kami juga sudah berkali-kali dipanggil pihak kepolisian dimintai keterangan,” ungkap Penanggungjawab Gunadharma Wawan ketika ditemui sejumlah wartawan di Gunadharma, Jalan Senayan, Kelurahan Damon, Bengkalis, Jum’at (11/8/17).

Wawan juga menyatakan, satu set perangkat komputer dan scanner milik Gunadharma disita aparat kepolisian untuk dijadikan barang bukti atas tindak pidana palsukan tanda tangan bupati tersebut.

“Satu set komputer diambil petugas kepolisian sekitar akhir Juni lalu, untuk barang bukti,” kata Wawan lagi.

Seperti diketahui, kasus pemalsuan TTD Bupati Bengkalis Amril Mukminin ini menyangkut rencana diterbitkannya izin prinsip untuk pembangunan kepariwisataan di Pulau Rupat diberikan kepada PT. Bumi Rupat Indah (BRI). Belum resmi ditandatangai, dokumen izin prinsip sudah diterima PT. BRI, dan setelah dilakukan penyelidikan, ternyata dokumen merupakan tanda tangan palsu palsu Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

Hingga kini, pihak kepolisian sudah menetapkan dua tersangka, pertama seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) MA alias Ar pada 25 Juli 2017, bertugas di Dinas Perpustakaan dan kedua tersangka Buk, diduga sebagai penghubung perusahaan PT. BRI ditetapkan sebagai tersangka sekaligus ditahan pada Selasa (8/8/17) lalu.***(dik)

Foto : Percetakan Gunadharma tempat scan tanda tangan Bupati Bengkalis Amril Mukminin.



loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Polisi Pelabuhan Pekanbaru Gerebek Seorang Pengedar Sabu di Kos-kosan
- Bawa Sabu Senilai Rp85 Juta, Warga Sumut Ditangkap Polisi di Duri
- Kapolresta Pekanbaru Periksa Puluhan Senpi Laras Panjang Sabhara
- Ops Bina Kusuma Siak 2017,
Satnarkoba Polres Bengkalis Sita Belasan Botol Miras

- Kejari Pekanbaru Terima Berkas dan Tersangka Kasus Saracen
- KLHK Bingung Ditanyak Izin Operasional RAPP Dicabut
- Gugat Kejati Riau, Dua Terdakwa Lampu PJR Pekanbaru Serahkan Nota Praperadilan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.162.152.232
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com