Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 Juli 2018 21:59
Wabup Halim Bantu Siswi Kuansing Peserta Paskibraka Nasional

Senin, 23 Juli 2018 21:39
Puncak Hari Bhakti Adhyaksa Kejari Bengkalis Berlangsung Hikmat

Senin, 23 Juli 2018 21:35
2019, Riau jadi Provinsi Layak Anak

Senin, 23 Juli 2018 21:11
Anugerah KLA 2018, Pekanbaru Terbaik dalam Pembinaan Forum Anak Daerah

Senin, 23 Juli 2018 21:01
Kejari Pelalawan Peringati Hari Bhakti Adhayaksa ke-58 dengan Kegiatan Religius

Senin, 23 Juli 2018 20:40
Rencana Mutasi oleh Gubri , Dewan Mensinyalir karena Balas Dendam

Senin, 23 Juli 2018 19:18
Pertanyakan Honor, Ratusan Panitia Pornas VIII SOIna Riau 2018 Serbu Gedung Dharma Wanita

Senin, 23 Juli 2018 18:14
Apkasindo Sikapi Penurunan Harga Sawit Melalui FGD

Senin, 23 Juli 2018 18:01
3 Pemilik Shabu Polisi di Duri, Bengkalis

Senin, 23 Juli 2018 17:53
Besok, KPU Gelar Pleno Tetapkan Gubri Terpilih

loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 11 Agustus 2017 16:55
Perkara Palsukan TTD Bupati Bengkalis,
Pengelola Percetakan Bantah Kongkalikong dengan Tersangka


Pengelola percetakan Gunadharma mengakui jita scan TTD Bupati Bengkalis dilakukan ditempatnya. Namun ia membantah jika ada berkolusi dengan tersangka.

Riauterkini-BENGKALIS- Pengelola Percetakan Gunadharma Bengkalis mengakui jika disebut sebagai tempat scan tanda tangan (TTD) Bupati Bengkalis Amril Mukminin. Namun, Gunadharma menegaskan, tidak berkolusi atau kongkalikong apalagi terlibat tujuan dan maksud dari scan tanda tangan itu, kemudian akhirnya berujung pada tindak pidana.

“Ya memang scan di sini, waktu itu ada karyawan kami melayani Ar untuk melakukan hal itu, tapi kami tidak mengetahui tujuannya. Kami juga sudah berkali-kali dipanggil pihak kepolisian dimintai keterangan,” ungkap Penanggungjawab Gunadharma Wawan ketika ditemui sejumlah wartawan di Gunadharma, Jalan Senayan, Kelurahan Damon, Bengkalis, Jum’at (11/8/17).

Wawan juga menyatakan, satu set perangkat komputer dan scanner milik Gunadharma disita aparat kepolisian untuk dijadikan barang bukti atas tindak pidana palsukan tanda tangan bupati tersebut.

“Satu set komputer diambil petugas kepolisian sekitar akhir Juni lalu, untuk barang bukti,” kata Wawan lagi.

Seperti diketahui, kasus pemalsuan TTD Bupati Bengkalis Amril Mukminin ini menyangkut rencana diterbitkannya izin prinsip untuk pembangunan kepariwisataan di Pulau Rupat diberikan kepada PT. Bumi Rupat Indah (BRI). Belum resmi ditandatangai, dokumen izin prinsip sudah diterima PT. BRI, dan setelah dilakukan penyelidikan, ternyata dokumen merupakan tanda tangan palsu palsu Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

Hingga kini, pihak kepolisian sudah menetapkan dua tersangka, pertama seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) MA alias Ar pada 25 Juli 2017, bertugas di Dinas Perpustakaan dan kedua tersangka Buk, diduga sebagai penghubung perusahaan PT. BRI ditetapkan sebagai tersangka sekaligus ditahan pada Selasa (8/8/17) lalu.***(dik)

Foto : Percetakan Gunadharma tempat scan tanda tangan Bupati Bengkalis Amril Mukminin.

Loading...


Berita Hukum lainnya..........
- 3 Pemilik Shabu Polisi di Duri, Bengkalis
- Sepekan Penikaman Maut, Polres Bengkalis Belum Tangkap Pelaku
- Uang Rp370 Ribu Disita
3 Penjudi Koa di Desa Batang Kumu Digerebek Polsek Tambusai

- Sengketa Tanah,
Warga Bengkalis Gugat Dinas LH Sampai Presiden

- 6 Bocah Jadi Korban, Ketua RW Cabul di Mentangor Pekanbaru Akhirnya Ditangkap
- Komplotan Curanmor Lintas Kabupaten Diringkus Reskrim Polres Pelalawan
- Seorang Ibu di Bonai Darussalam, Rohul Simpan Sabu Dagangannya di Gendongan Bayi
- Kecrlakaan Akibat Ban Pecah di Siak, Pengemudi Wanita Tewas
- Polsek Tambusai Utara, Rohul Tangkap 3 Remaja Doduga Bobol Rumah Warga
- BEM UR Gelar Aksi Malam Horor untuk Pertamina
- Mahasiswa UNIK Teluk Kuantan Meninggal di Kolam Ikan
- Delapan Terduga Penjudi di Kuansing Digulung Polisi
- Perdana di Riau, FKPM Perairan Dikukuhkan di Bengkalis
- Nestapa Bupati Bengkalis, Sekedar Saksi Korupsi tapi Uangnya Rp1.9 Miliar Disita KPK
- Dikejar Pemiliknya, Kawanan Maling Tinggalkan Mobil Warga Kuansing
- Razia Cafe Remang-Remang, 13 Wanita Diamankan Polsek Singingi
- Tim Buser Polsek Pangkalan Kuras Tangkap Dua Pelaku Jambret
- Demo Berujung Anarkhis, Giliran Kakansatpol PP Kampar Dilaporkan ke Polisi
- ‎Dihadiri Bupati Sukiman,
Kejari Rohul Musnahkan Narkoba Sitaan di HUT ke-58 Adhyaksa

- Diduga Bakar Banyak Bangunan dan Mobil Warga, Pemuda di Pasirpangaraian Ini Diringkus Polisi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com