Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 21 Oktober 2017 22:47
Ratusan Guru di Bengkalis Siap-siap Dimutasi

Sabtu, 21 Oktober 2017 22:09
Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Dipastikan Dibunuh


Sabtu, 21 Oktober 2017 21:36
30 Personel Polres Rohil Padamkan Karlahut di Rimba Melintang

Sabtu, 21 Oktober 2017 21:32
Resmi Ditutup,
Kafillah Kuantan Tengah Raih Juara Umum MTQ ke-16 Kuansing


Sabtu, 21 Oktober 2017 21:29
213 Calon Anggota PPK Pilgubri 2018 Bengkalis Lulus Administrasi

Sabtu, 21 Oktober 2017 17:51
RAPP Bantu Perbaiki Jalan Rusak di Teluk Meranti

Sabtu, 21 Oktober 2017 15:14
Waspada akan Diabetes Mellitus, Prodia Gelar Seminar Dokter

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:42
5 Bulan Tak Terima Gaji, Honorer di Duri Mulai Galau

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:48
Liga Dangdut Indonesia, 5 Remaja Riau Berlaga di Kancah Nasional

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:20
Warga Kopah, Kuansing Nyaris Tewas Ditembak Maling Kerbau

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.


Senin, 20 Maret 2017 22:15
Razia Salon, Satpol PP Dumai Temukan Gelper Tak Bertuan

Awalnya cuma mau merazia salon. Dalam perjalanan, tim Satpol PP Dumai ini malah menemukan gelanggang permainan yang diketahui siapa pemiliknya.

Riauterkini-DUMAi - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Dumai bersama tim gabungan menggelar razia tempat hiburan yang tidak memiliki izin di Jalan Merdeka, Kota Dumai, Senin (20/3/17).

Sasaran razia Tim Gabungan yakni Salon kecantikan. Diketahui ada sekitar 7 salon yang berada di jalan tersebut, namun hanya tiga salon yang tampak buka ketika personel gabungan hadir di lokasi.

"Setahu saya ada sekitar 7 salon di Jalan Merdeka ini, tapi ketika ada razia sebagian pada tutup. Kami hanya menemukan tiga yang sedang beroperasi," ujar Plt Satpol PP Dumai Noviar Indra, kepada wartawan.

Ketiga salon yang mendapat penertiban tim gabungan yakni salon IWM, Anggrek dan Shetia. "Salon IWM izinnya sudah mati. Sedangkan dua salon nya lagi tidak memiliki izin," bebernya, disela-sela razia itu.

Dikatakan Noviar, ditemukan ketiga salon menjalankan usaha karaoke. Padahal dalam aturan tidak dibolehkan satu izin untuk dua usaha. Apalagi disandingkan antara usaha salon kecantikan dan karaoke.

"Sesuai aturan sangat tidak dibernarkan satu izin untuk dua usaha berbeda. Dari ketiga salon itu kita juga menemukan adanya minuman keras (miras) dan mereka (salon,red) juga tidak memiliki izin penjualannya," jelasnya.

Noviar mengaku prihatin masih saja ditemukan usaha salon kecantikan berprofesi ganda. "Ini sangat tidak patut. Yang jelas miras dan peralatan karaoke kita sita. Karena mereka tidak punya izin," bebernya.

Kemudian mengenai Salon Shetia, kata dia, terpaksa disegel pihaknya lantaran ruang karaoke dengan sengaja dikunci. "Ada unsur kesengajaan dan terpaksa kita ambil tindakan tegas untuk menyegelnya," tegasnya.

Pada razia penertiban ini, tim gabungan menemukan salah satu warung kopi yang berada di Jalan Merdeka menyajikan gelanggang permainan (Gelper). Warung kopi berada tepat di sebelah Salon Neril sedang tutup.

"Kita mendapat info ada warung kopi yang menyajikan Gelper, setelah kita telusuri benar adanya. Dan hendaknya ini menjadi perhatian kita semua dan butuh kerjasama kita semua untuk menegakkan Perda," ujar Noviar.

Sebelum menyudahi, pengungkapan gelper ini sangat sulit jika tidak ada peran serta masyarakat memberikan informasi kepada petugas. Beruntung saja, informasi tersebut akurat dan memang benar ada mesin gelpen di dalam ruko tersebut.

"Untuk mengungkap ini cukup sulit, karena warung kopi tanpa plang/merek dan posisi gelper yang berada cukup jauh dari tempat orang ngopi. Tapi beruntung kita menemukannya dan langsung kita segel," jelasnya.

Terkait sanksi yang diberikan kepada pengusaha nakal itu, kata Noviar, terlebih dulu Satpol PP akan berkoordinasi dan bekerjasama dengan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) dan instansi terkait.

"Sebelum adanya sanksi kita lakukan penyegelan terlebih dahulu dan selanjutnya akan kita proses sesuai mekanisme dan ketentuan berlaku. Yang jelasnya mari bersama-sama kita tegakkan Perda Kota Dumai," pungkasnya.***(had)



loading...

Berita Hukum lainnya..........
- Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Dipastikan Dibunuh

- Warga Kopah, Kuansing Nyaris Tewas Ditembak Maling Kerbau
- Simpan Sabu di Botol Permen, Warga Bathin Solapan, Bengkalis Ditangkap Polisi
- Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Pekanbaru Gegerkan Warga

- Minta Uang Rp14 Juta ke Korban,
3 Oknum Penyidik Polres Pelalawan Dilaporkan ke Wasidik

- Pungli Terhadap Tahanan, Mantan Kepala Pengamanan Rutan Sialang Bungkuk Segera Diadili
- Tersulut Api Pembakaran Arang,
Tubuh Karyawati Salon di Labuh Baru Barat Pekanbaru Hangus Terbakar



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.50.28
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com