|
|
| |
Kamis, 2 Agustus 2012 22:45 Mesti Profit Oriented DPRD Bengkalis Kritik PT BLJ Utamakan Program CSR
Riauterkini-BENGKALIS–Sejumlah anggota DPRD Bengkalis berpendapat realisasi program kepedulian sosial perusahaan atau Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Bumi Laksamana Jaya (BLJ) Bengkalis berupa beasiswa prestasi untuk siswa SD, SMP dan SMA sederajat kurang mampu dinilai kurang tepat sasarannya.
Pasalnya, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang baru tumbuh, PT BLJ Bengkalis mestinya lebih memikirkan kepada aspek mengejar keuntungan atau profit oriented dengan cara-cara cerdas, seperti melakukan inovasi-inovasi bisnis.
Kritik itu diungkapkan anggota Komisi III DPRD Bengkalis Revolaysa kepada sejumlah wartawan di Bengkalis, Kamis (2/8/12). Menurut dia, sebagai perusahan plat merah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis, disarankan secepatnya memulai invasi bisnis yang mengedepankan keuntungan (profit oriented), dan tidak sektor sosial atau program CSR tersebut dengan nilai hingga Rp 70 juta lebih.
“Sesuai dengan tujuan berdirinya perusahaan, mereka dituntut membuka
peluang usaha dan mendatangkan keuntungan bagi daerah. Jangan yang
mengedepankan program CSR-nya itu,” ujarnya.
Menurut politisi Partai Hanura Kabupaten Bengkalis yang akrab disapa
Revol ini, Pemkab Bengkalis telah menyertakan modal di luar asset
mencapai Rp 92 milyar. Kemudian, tahun 2012 ini, kembali menyuntik
modal sebesar Rp 300 milyar. Sehingga perusahaan dituntut memiliki
kinerja yang maksimal.
“Seperti bagaimana membuka sektor usaha baru atau menciptakan lapangan
pekerjaan di Kabupaten Bengkalis. Dan, memberikan kontribusi kepada
daerah melalui PAD,” katanya.
“Perusahaan besar di Indonesia, baru menggulirkan program CSR setelah
mereka untung dari usahanya. Barulah program tersebut direalisasikan,”
imbuhnya.
Di bagian lain, disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bengkalis
Anom Suroto menyatakan, agar BUMD PT. BLJ segera merealisasikan
program Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kecamatan Bukitbatu
dan Mandau dari penyertaan modal yang telah diberikan sebesar Rp
300.
“Kita mengingatkan, perusahaan fokus mengembangkan core bisnis.
Membangun PLTU dan PLTG, baru setelah itu bicara soal program CSR.
Penyertaan modal sebesar Rp 300 milyar sudah disetujui, tinggal
kesiapannya bagaimana merealisasikannya,” kata Anom.
Terpisah, Direktur Utama BUMD PT. BLJ Bengkalis Yuslizar Andayani
melalui Kepala Bagian Humas & CSR Haspian Tehe kepada riauterkini.com
mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas kritikan dan masukan
yang telah disampaikan tersebut.
“Kami sangat senang menerima kritikan dari berbagai pihak. Itu
tandanya mereka sayang sama perusahaan ini,” katanya.
Haspian menjelaskan, realisasi Program CSR oleh BUMD PT. BLJ ini
merupakan kewajiban dan tanggungjawab sosial perusahaan terhadap
masyarakat dan lingkungannya. Bahwa direalisasikannya CSR tersebut,
setelah melihat tutup buku 2011 lalu, perusahaan memperoleh profit
sebesar Rp 691 juta.
“Dari situlah kita menyisakan sedikit keuntungan untuk membantu
pendidikan anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu melalui
program CSR. Selama ini kita juga dikritik karena tidak pernah
membantu peningkatkan SDM anak-anak daerah. Tetapi ketika mulai kita
bantu melalui program CSR, ada juga yang melarang dan mengkritik. Itu
namanya alam demokrasi. Kita hanya mau berbuat baik, tentu akan lebih
banyak yang mendukung daripada yang menolak, terutama anak-anak tidak
mampu di kabupaten ini,” jelasnya.
Ditambahkan Haspian, selain kepedulian kepada masyarakat, Program CSR
ini merupakan kewajiban perusahaan yang sudah diatur pemerintah
melalui Peraturan Menteri Negara BUMN N0.05/MBU/2007, kemudian
Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007 dan UU Penanaman
Modal Nomor 25 Tahun 2007.
”Pabrik RPC kita sudah berproduksi hingga kemarin sudah 250 ton beras.
Sudah dijual ke kecamatan dan desa, serta ada kontrak memasok ke PT
Astra, PT SSL, PT TUnggal Plantation dan lainnya. Terkait membangun
pembangkit PLTU dan PTLG kita sedang mengurus proses administrasi
pencairan dana di Pemkab,” katanya lagi.
Sambung Tehe, setelah itu dananya akan digabungkan dengan dana
konsorsium Rp 400 miliar dan bank penjamin Rp 900 miliar berdasarkan
kontrak dengan PLN pusat. "Membangun pembangkit senilai RP1,6 triliun
ini perlu proses, perlu waktu. Kita komit membangun PLTU dan PLTG ini
kedepan,” ujarnya.
Tutup Haspian, selanjutnya tentang APMS "kita sudah memperbaiki
pelayanan ke masyarakat. Sudah buka dari pagi hingga pukul 22.00 WIB.
Selain itu kita juga sedang memasang pompa minyak baru sistem digital
pasti pass. Bertahap kita selalu memperbaiki diri. BLJ juga komit akan
menjadi perusahaan yang profesional," demikian penjelasannya.***(dik)
| |
|