4/02/2013 15:35
DPRD Bengkalis Pastikan Pengesahan APBD 2013 Molor

23/01/2013 14:54
Komisi DPRD Bengkalis Gesa Bahas RAPBD 2013

22/01/2013 08:18
DPRD Bengkalis Targetkan Sahkan APBD TA 2013 Akhir Januari

18/01/2013 18:00
DPRD Bengkalis Dukung Program Inbup PPIP

16/01/2013 19:02
Pandangan Umum RAPBD 2013 DPRD Bengkalis,
Sejumlah Fraksi Soroti Kegagalan Realisasi APBD 2012

15/01/2013 15:31
Rp 4,7 Triliun,
DPRD Bengkalis Terima Nota Keuangan RAPBD 2013

11/01/2013 19:46
Dewan Bengkalis Minta Pemkab Serius Atasi Pengangguran

6/01/2013 17:14
Kinerja 2012 Rendah, Wakil Rakyat Minta Bupati Bengkalis Evaluasi SKPD

4/01/2013 15:44
Komisi I DPRD Bengkalis Minta 53 Desa Baru Diefektifkan 2013

10/12/2012 14:31
Indra Gunawan Dilantik jadi Wakil Ketua DPRD Bengkalis

5/12/2012 17:56
Komisi III DPRD Bengkalis Pelajari UKM di Yogyakarta

2/12/2012 16:37
Realisasi Program Mengecewakan,
DPRD Bengkalis Bakal Tinjau Ulang Anggaran Pemeliharan Jalan

29/11/2012 07:48
Ketua DPRD Bengkalis Sarankan Bupati Evaluasi Total SKPD

27/11/2012 17:32
Dewan Bengkalis Intensif Evaluasi Penyerapan APBD-P 2012

26/11/2012 17:53
Permudah Pencairan,
DPRD Bengkalis Rekom Pemisahan Honor dan Dana Operasional Madrasah

  Ahad, 8 April 2012 16:57
Profil Ketua DPRD Bengkalis,
Jamal Abdillah Ingin Wujudkan Seribu Wirausaha


Riauterkini-BENGKALIS-Jamal Abdillah mulai tertarik dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Desember 2004 silam. Akhirnya, pada tahun 2005 awal, resmi bergabung di PKS dan mendapat Kartu Tanda Anggota (KTA). Salah satu Kader PKS yang satu ini digembleng dengan pengetahuan umum, sosial dan politik. Pertengahan 2005 dipercaya sebagai Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC), menjadi Ketua Pembinaan Desa di Kecamatan Bengkalis. Karirnya, kemudian akhir 2005 dipercaya sebagai Ketua DPC PKS Kecamatan Bengkalis. Sebagai Ketua DPC PKS Kecamatan Bengkalis, dirinya memfokuskan diri untuk bekerjsa sosial dan politik. Salah satu bukti keseriusan yang ditunjukkan adalah mengundurkan diri waktu itu bekerja di Apotik Sumber Tenaga Bengkalis dan sambil mengajar Pramuka di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Bengkalis.

Hingga duduk menjadi orang Nomor 2 di Kabupaten Bengkalis resmi dilantik Jum’at 21 Oktober 2011 lalu dari rasionalisasi dari Pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti di tubuh DPRD Kabupaten Bengkalis menggeser pucuk pimpinan Partai Golkar. Jamal Abdillah, sangat mengenang sosok yang paling berjasa besar selama dirinya berkarir di dunia politik. Sosok itu adalah Ketua DPD PKS Kabupaten Bengkalis saat ini, Iskandar. Salah seorang yang merekrut Jamal Abdillah bergabung ke partai. Kemudian, Firman Syahputra, mantan Anggota DPRD Bengkalis dari Partai PKS.

Kemudian peran dari seorang Yustina, ibu kandung Jamal Abdillah, yang memberikan pendidikan kesabaran dan menjadi inspirasi untuk bekerja lebih baik dan giat. Sosok ibu bagi Jamal memberikan motivasi jika dirinya menghadapi berbagai persoalan yang berat. Berumur 26 tahun harus menerima pemikiran yang mungkin belum siap dengan beban yang berat harus dipikul. Terkadang ada disporsi pemikiran atau kesalahan dalam pemikiran. Kemudian ada ambiguitas pada pengambilan keputusan yang berdampak pada kesalahan-kesalahan lain. Jadi harus dipikirkan secara sangat matang hingga membuat labil secara emosional harus tidak ditampilkan di muka umum. Pada kondisi emosi yang labil seperti itu, adalah keluarga dan teman-teman terdekat sangat berjasa.

Mahkota dengan Bara Api

Seorang istri Suryana, bagi Jamal Abdillah sebagai pendamping hidup, menjadi soko atau tonggak ketika dirinya sedang menghadapi ujian. Ketika menjabat sebagai Ketua DPRD Bengkalis itu, seperti menerima “Mahkota dengan Bara Api”. Satu sisi menjadi simbol kekuatan dan kekuasaan, tetapi disisi lain menjadi ujian yang paling berat. Jadi sosok istri dengan segala macam kelemahan yang dimiliki, menjadi penyokong, memberikan dukungan moril dan terutama dukungan spiritual. Sehingga dirinya semakin bertahan untuk menguatkan kaki di dunia politik. Kemudian juga anak-anak, sebagai pelepas lelah setiap akhir pekan. Meskipun anak bungsu, divonis penyakit langka yaitu Talacemia atau kelainan darah merah sejak lahir, sehingga harus dicek darah merahnya secara rutin. Kondisi ini memaksa keluarganya harus hijrah (pindah) ke Pekanbaru dengan berat hati.

1000 Wirausaha untuk Negeriku

Jamal Abdillah sebagai sosok pemuda, juga sangat perduli dengan taraf hidup masyarakat Kabupaten Bengkalis. Melihat Kabupaten Bengkalis dari kacamata pemikiran dia, bahwa salam satu dekade terakhir pasca otonomi, Kabupaten Bengkalis belum menampakkan pembangunan yang cepat dan jelas berkesan di masyarakat. Menurutnya, ternyata salah satu alasan adalah banyak unsur pembangunan itu betul-betul bisa berhasil. Diantanya adalah belum terpenuhi oleh pemerintahan sebelumnya. Dia berharap hari ini semangat yang ada, dirinya bisa menjadi salah satu pencetus percepatan pembangunan di Kabupaten Bengkalis. Meskipun “Tongkat” itu berada di tangan bupati atau eksekutif.

Jamal juga berfikir dan merasakan, bahwa salah satu soko guru pembangunan Kabupaten Bengkalis adalah peningkatan ekonomi. Karena, walaupun pembangunan bagus akan tetapi tarif ekonomi masih rendah akan sangat lambat Break Even Poin (BEP)-nya. Setiap pembangunan yang dilaksanakan juga harus balik modal ke kas daerah atau negara. Kendati uang yang dihasilkan itu adalah berasal dari Sumber Daya Alam (SDA) yang dikelola, dan diserahkan kembali ke masyarakat. Akan tetapi, dengan kembalinya modal itu akan dijadikan pembangunan tahap selanjutnya.

Salah satu program itu, adalah peningkatan mindset atau pola pikir terlebih dahulu terhadap nilai-nilai entreprenuership atau wirausaha di bidang apapun. Mindset ini harus ditanamkan setiap jiwa pemuda atau masyarakat di Kabupaten Bengkalis. Mental seperti masyarakat India dan harus ada pencetusnya. Program itu adalah “1000 Entrepreneur (wirausaha) untuk Negeriku”. Program ini sudah direalisasikan satu angkatan sekitar 50 orang. Dengan cara membantu modal usaha dan menularkan virus-virus wirausaha itu ke masyarakat, sehingga ada daya juang yang kuat, sehingga daya beli juga semakin tinggi.

Jadi, pembangunan yang kokoh tidak lepas dari daya juang yang kuat dari masyarakat. Ada simbiosis yang tidak bisa terlepas dan semangat yang harus dilakukan sejak dini. Maka SDA semakin habis tetapi Sumber Daya Manusia (SDM) tetap kokoh.

Entrepreneur ini adalah mindset yang harus dibangun sesuai bidangnya atau selera masing-masing. Semangat berdagang karena jarang dimiliki oleh setiap orang apalagi pribumi Kabupaten Bengkalis. Budaya dahulu mulai dari kelompok terkecil dan ternyata berhasil. Sangat jelas mempunyai dampak sosial dan ekonomi yang sangat positif.

Pemikiran terhadap dunia usaha ini menjadi fokus utama Jamal Abdillah dalam pembangunan. Berbicara membangun seperti jalan, jembatan sangat mudah, jika menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang sudah ada, siapapun bupatinya. Namun, bagaimana jika sumber dana itu sudah tidak ada, SDA sudah punah ranah?. Kalaupun membuat kluster industri yang menjadi milik negara, pertanyaannya masyarakat jadi apa, penonton, paling hebat jadi pekerja, jadi kuli murah di negeri sendiri.

Membangkitkan taraf hidup ekonomi, menciptakan budaya dulu. Bukan hanya memberikan bantuan kepada masyarakat semata sementara masyarakat belum siap dengan itu. Apa program keuangan yang sudah berhasil, belum ada kan ?. Kenapa ? karena masyarakat belum siap dan “latah”. Karena bentangan alam luar biasa di Bengkalis, tetapi masyarakat belum tahu cara mengelola SDA dengan baik. Bukan hanya sekedar memberi bantuan dana tapi juga menyiapkan masyarakat, melalui membangun kemandirian ekonomi, terpenting adalah mindset, yang saat ini belum ada. Akibatnya, masyarakat penerima bantuan itu lebih kepada pola konsumsi.

Trik-trik dalam politik, Jamal Abdillah sangat mengagumi keunikan organisasi Partai PKS, diantaranya adalah barang siapa meminta tidak akan diberi. Tidak hanya itu kaderisasi di partai juga sangat berbeda. Melalui ujian tetapi tidak tahu siapa yang menjadi penguji. Diarahkan agar dalam bekerja secara ikhlas, tangkas dan cerdas. Didalam pikiran untuk menduduki jabatan seperti Ketua DPRD Bengkalis, diajarkan untuk memiliki ambisi menjadi pemimpin di kaumnya. Ada ambisi semangat untuk bekerja. Hingga kini, Jamal Abdillah, tidak mengetahui mengapa partai menyetujui dirinya menjadi Ketua DPRD Bengkalis. Padahal dirinya lebih “koboi” dibandingkan dengan kader lain. Tetapi, terhadap apapun keputusan partai, baik senang atau yang berat, dirinya siap mengemban amanah itu.

Kelabilan emosional akibat dunia politik, juga sempat membuat kegalauan bagi diri Jamal. Dua kali menyatakan surat pengunduran diri dari dewan. Karena menurutnya kurang fengsui. Sebelum duduk menjadi dewan, dirinya lebih nyaman. Ketika terjun ke dunia politik, dirinya ternyata bertemu dengan intrik-intrik yang membuat kenyamanan itu hilang, dan ingin kembali ke masa lalu. Tetapi pada hari ini yang bisa menjalankan trik-trik itu tidak terlalu banyak sehingga partai meminta dirinya untuk bersabar dan menjabat sebagai Ketua DPRD. Kemudian kecintaan terhadap PKS sangat luar biasa, taat pada luar dalam partai. Jika dirinya diminta partai untuk mundur maka dia siap akan mundur.

Jabatan saat ini sebagai Ketua DPRD Bengkalis yang diembannya seperti “Mahkota dengan Bara Api,” Jamal Abdillah dalam menyikapinya, sejujurnya merasa sangat kelimpungan. Disatu sisi ada enaknya jadi dewan apalagi sebagai ketua, tapi disisi lain banyak beban resiko dan tanggungan yang akan dirasakan baik hari ini atau di kemudian hari ketika tidak menjabat lagi. Ada bayang-bayang tidak nyaman dan ini berlaku di Indonesia. Kendati demikian, Jamal akan melakukan sebaik mungkin menjalani administrasi di DPRD, mulai dari memperbaiki sistem kedewanan hingga pada tertib administrasi dewan maupun Sekretariat Dewan. Itu menjadi beban moral terhadap terhadap dirinya. Atas jabatan yang dijalani saat ini, Jamal menganggapnya merupakan sebagian dari ibadah, sehingga bisa sedikit mengurangi beban perasaan. Kondisi semakin meruncing dirinya menjumpai Ketua DPD sebagai selaku Pembina, untuk meminta “taujih” atau nasehat terhadap masalah yang dihadapi. Tidak hanya itu, melepaskan emosional, dirinya juga menyalurkan hobi seperti bermain golf dikesempatan waktu.

Dimasa sekolah tingkat menengah, waktu itu di SMA Farmasi yang ada di Pekanbaru, Jamal Abdillah dikenal sebagai sosok anak yang paling nakal, bahkan ada guru yang menyebutnya, tidak akan berhasil di masa depan. Akan tetapi Jamal tidak menanggapinya secara serius dan tidak ada reaksi apa-apa. Oleh karena itu, dari Kelas I hingga Kelas III rapornya tidak ada yang tak merah. Paling sedikit 3 (tiga) paling banyak 7 (tujuh). Seperti di ilmu matematika, kimia, fisika kemudian ilmu farmasi bahkan praktikum. Bahkan Jamal juga dikenal sebagai sosok anak “badung” alias bandel atau nakal. Juga pernah tawuran dirinya bersama temannya 8 (delapan) orang nekad melawan 30 orang dengan pelajar dari SMA waktu itu.

Hal nekad dan “badung” dirinya ketika sekolah SMA Farmasi waktu itu, diakui ternyata bagian tak terpisah dari kepemimpinan ketika menjabat sebagai Ketua DPRD Bengkalis. Mengapa? dirinya munculkan pandangan baru bagi kader partai khususnya. Bahwa dia punya cara tersendiri dalam parlemen. Kemudian, sampai sekarang masih sangat komunikatif dengan teman-teman dewan. Menjadi prinsip bagi Jamal dalam memimpin dewan, “bahwa saya aman bagi mereka, saya nyaman bagi mereka saya bersahabat bagi mereka”. Sejak awal memimpin, sehingga tak ada alasan untuk menolak persahabatan.

Pertanyaan Apakah Puas dengan Jabatan Sekarang? Tidak dinafikkan Jamal sifat puas itu tidak pernah puas, itu lumrah dalam psikologis manusia. Sejak bergabung dan memahami arti seorang pemimpin, dirinya selalu berdoa “jadikan aku pemimpin dari kaumku”. Meskipun tak tahu kedepannya seperti apa. Jamal tetap berprinsip negeri ini butuh orang terbaik.

Dalam pertarungan dunia politik, pasti tidak terlepas dari hal buruk. Jamal sangat mengakuinya, ketika dirinya tidak dapat mengadvokasi permintaan konsituen, itulah yang terburuk. Rasanya malu dan lemah serta beban moral bagi seorang Jamal. Terhadap tragedi politik yang dialami, Jamal tidak begitu mempermasalahkan. Intrik yang dilakukan lawan politik bukan satu persoalan tetapi itu adalah sebuah resiko yang harus ditanggung. Dia tidak takut dan gentar tidak pula gundah gulana. Lawan politik ?, saat berpolitik sudah banyak musuh, ketika mencalonkan diri bertarung dengan yang lain pasti ada siku kanan dan siku kiri yang membuat orang lain akan tersinggung. Baik dengan mitra maupun dengan rival atau pesaing dalam memperbaiki negeri ini harus dirangkul. Rival punya niat dan tujuan yang sama terhadap negeri ini. Sama-sama berlomba sampai pada tahap yang bisa memberikan kontribusi terbesar bagi negeri. Tetapi, dirinya sangat berharap agar dijauhkan dari orang-orang yang mempunyai niat dengki dalam berpolitik.***(didik purwanto)

Biodata Ketua DPRD Bengkalis

Nama : JAMAL ABDILLAH
Panggilan : Eden
Tempat/ Tanggal Lahir : Bengkalis, 8 Agustus 1985
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Alamat Rumah : Jalan Laksamana Damon Gg. A.Md, Bengkalis
Partai : Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Jabatan : Ketua DPRD Bengkalis
Motto : Hidup Sekali Berkaryalah yang Besar
Tokoh Politik Idola : Anis Matta (Nasional), Barrack Obama (Internasional)
Cita-cita Waktu Kecil : Ingin Menjadi Pengusaha Kaya
Golongan Darah : A
Keanggotaan DPRD : 2009-2014

Riwayat Pekerjaan : Assisten Penanggungjawab Farmasi PT Kumala Melur (2003-2004)
Apotik Sumber Tenaga Bengkalis (2007-2008)
Pembina Pramuka MTsN Bengkalis (2008-2009)
Anggota DPRD Bengkalis (2009-2010)
Wakil Ketua DPRD Bengkalis (2010-2011)

Pengalaman Organisasi : Pratama Gudep 301/302 MTsN Bengkalis (1999-2000)
Ketua PMR Kota Pekanbaru (2002-2003)
Ketua LDK STAI Bengkalis (2007-2008)
Ketua Bapilu PKS Bengkalis (Pemilukada Bengkalis 2010)

Riwayat Pendidikan : SDN 056 Kelapapati Bengkalis (1996)
MTsN Bengkalis (2000)
SMF Ikasari (2003)
D2 STAI Bengkalis (2008)

Istri : SURYANA
Panggilan : Umi
Pekerjaan : PNS di Kemenag Kota Pekanbaru
Anak : 5 (lima) Orang
Syamil J. Basayes
M. Farid Izzatul Ikhwan
M. Fariz Izzatul Ikhwan (alm)
Aura Putri Abdillah
Aila Putri Abdillah (almh)
Orang Tua : Abu Zakir (Ayah)
Yustina (Ibu)

 
DPRD KABUPATEN BENGKALIS © 2012