|
|
| |
Jum’at, 15 Juni 2012 16:42 Pelaksanaan Tender Ditunda, Bupati Bengkalis Minta BPKP Audit Proyek Multiyears
Riauterkini-BENGKALIS- Bupati Bengkalis Herliyan Saleh menyatakan,
sebelum dilakukan Nota Kesepahaman atau MoU antara dirinya dengan
Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis Jamal Abdillah serta berbagai tahapan
lainnya, tentang realisasi proyek tahun jamak atau multiyears
2012 ini. Herliyan Saleh meminta Badan Pemeriksa Keuangan dan
Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau untuk melakukan audit
terhadap perencanaan dan anggaran proyek multiyears
tersebut.
Menurut Herliyan, langkah audit dan hasilnya penting untuk menghindari
berbagai kemungkinan terjadinya kesalahan, baik itu dalam perencanaan
maupun pada pengalokasian anggaran.
“Saya sudah minta BPKP untuk melakukan audit rencana pengerjaan
proyek-proyek multiyears ini. Perencanaan dan anggarannya, ini
sangat penting untuk menghindari adanya kesalahan,” tegas Herliyan
Saleh kepada sejumlah wartawan belum lama ini di Bengkalis.
Lebih lanjut disampaikan Herliyan, usai dilakukan audit, tahapan
penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara dirinya dan Ketua
DPRD Kabupaten Bengkalis baru dapat dilakukan.
Herliyan Saleh juga mengakui, menyusul menunggu hasil audit dari BPKP
Perwakilan Provinsi Riau, tender yang direncanakan akhir Juni ini
harus ditunda. Diperkirakan tender khusus proyek tahun jamak itu baru
dapat dilakukan sekitar akhir Juli 2012.
“Tender rencana kita akhir Juni ini terpaksa ditunda menunggu hasil
audit itu. Insyaallah akhir Juli sudah bisa ditender. Kita
sama-sama berharap, tiga tahun setelah proses tender, proyek-proyek
ini sudah selesai dikerjakan,” pintanya.
Informasi tambahan, proyek-proyek tahun jamak akan dilakukan terhadap
peningkatan sebanyak 6 (enam) paket jalan poros dan lingkar di
sejumlah kecamatan di Kabupaten Bengkalis. Proyek menggunakan sistem
tahun jamak ini, bakal menyedot anggaran sebesar Rp 2,5 trilyun pada
APBD Kabupaten Bengkalis, dilaksanakan di Dinas Bina Marga dan
Pengairan (BMP) Kabupaten Bengkalis.
Untuk tahun 2012 ini, dianggarkan sebesar Rp 120 miliar, dimana
masing-masing satuan paket pendanaan awal kegiatan sebesar Rp 20
miliar. Keenam paket proyek tersebut antara lain peningkatan jalan
poros Duri-Bukit Batu dengan anggaran diperlukan anggaran Rp 542,5
miliar, dimulai dari Desa Temiang (Bukit Batu) menuju KM 27 Jalan
Gajah Mada Kota Duri sepanjang 68,6 kilometer (KM).
Kemudian, Jalan Lingkar Pulau Rupat dari Kelurahan Batu Panjang ke
Desa Pangkalan Nyirih dengan biaya Rp 528 miliar sepanjang 51 KM.
Selanjutnya, Jalan Lingkar Duri Barat dari Desa Balai Makam ke Balai
Raja sepanjang 34,15 KM dengan perkiraan anggaran yang harus disiapkan
Rp 394,8 miliar. Jalan lingkar Duri Timur dari Jalan Gajah Mada ke
Desa Tasik Serai di Kecamatan Pinggir sepanjang 42,43 KM perkiraan
anggaran Rp 235,9 miliar.
Dua paket lain adalah peningkatan jalan Kecamatan Bukitbatu ke
Siakkecil dari Desa Burukbakul (Bukitbatu) ke Desa Langkat (Siakkecil)
sepanjang 39,95 KM dengan pagu dana Rp 382,3 miliar. Terakhir adalah
Jalan Poros Pulau Bengkalis dari Desa Sungai Alam-Ketam Putih di
Kecamatan Bengkalis menuju Desa Pambang di Kecamatan Bantan dengan
panjang 35 KM alokasi dana sebesar Rp 429,9 miliar.***(dik)
| |
|