|
|
| |
Senin, 21 Mei 2012 16:00 15 Alat e-KTP Belum Tiba di Kabupaten Bengkalis
Riauterkini-BENGKALIS- Hingga memasuki akhir Mei 2012 ini, baru
sebanyak 2 (dua) unit yang baru tiba di Bengkalis dari sebanyak 17
unit alat perekaman data Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) dari
Jakarta. Masih banyaknya alat yang belum tiba tersebut, mengancam
terlambatnya target tuntas dari jadwal yang diperkirakan sebelumnya,
yakni September 2012.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil
(Disdukcapil) Kabupaten Bengkalis Zulfasa saat berbincang dengan
riauterkini.com di Bengkalis, Senin (21/5/12). Saat ini 2 (dua) unit
alat itu tiba pada Kamis 10 Mei lalu untuk Kecamatan Bengkalis dan
ditempatkan di Kantor Camat. Hanya saja belum bisa dioperasikan karena
harus menunggu arahan dari Pemerintah Pusat dan untuk training tenaga
operator.
“Baru dua alat yang sudah tiba dua pekan lalu untuk Kecamatan
Bengkalis. Tapi belum bisa untuk pengerjaan e-KTP karena harus
menunggu arahan dari pusat. Alat itu sekarang untuk melatih tenaga
operator di kecamatan,” terangnya.
Sambung Zulfasa, keterlambatan pengiriman alat pembuatan e-KTP dari
pusat, diperkirakan juga memperlambat target penyelesaian. Awalnya,
ditargetkan tuntas September harus molor hingga Desember 2012.
Sementara itu, dari informasi yang diperoleh, alat e-KTP khusus untuk
Kabupaten Bengkalis dijadwalkan akhir Mei atau awal Juni ini kembali
akan dikirim.
“Target tuntas memang paling tidak September. Walaupun kita sudah siap
100 persen tapi karena alat sampai sekarang banyak yang belum ada dari
pusat, paling tidak Desember baru selesai,” katanya lagi.
Dibagian lain, lebih lanjut disampaikan Zulfasa, dari 17 unit alat
e-KTP untuk Kabupaten Bengkalis menurutnya masih kurang. Masing-masing
kecamatan dijatah sebanyak dua unit alat dan 1 (satu) untuk Kantor
Disdukcapil. Khusus untuk Kecamatan Mandau, dengan padatnya penduduk,
menurutnya memerlukan sebanyak 5 (lima) unit alat, baru dapat berjalan
maksimal.
“Seperti di Mandau yang padat penduduk sebetulnya lebih efektif ada 5
unit alatnya,” ujarnya.***(dik)
| |
|