| |
Rabu, 2 Mei 2012 17:34 Rp 840 Miliar APBD Bengkalis 2012 untuk Pendidikan
Riauterkini-BENGKALIS- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis
komitmen tinggi untuk meningkatkan dunia pendidikan. Buktinya, dari
total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012 setidaknya
hampir Rp 1 triliun atau sebesar Rp 840 miliar digelontorkan untuk
program dibidang pendidikan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 66,6 persen atau Rp 560 miliar
dialokasikan untuk gaji dan kesejahteraan guru. Sedangkan sisanya atau
34 persen, diperuntukkan bagi peningkatan mutu dan pembangunan fisik
yang meliputi pembangunan unit sekolah baru, peningkatan sarana dan
prasarana sekolah.
Tidak hanya itu, pada 2012 ini, Pemkab Bengkalis juga mengalokasikan
setidaknya sebesar Rp 9,907 miliar lebih untuk beasiswa. Jumlah inipun
jauh lebih besar dari tahun sebelumnya yakni naik sebesar Rp 37,4
persen atau sebesar Rp 2,697 miliar dari Rp 7,209 miliar.
Keseriusan Pemkab Bengkalis terhadap dunia pendidikan juga ditujukan
kepada guru madrasah dibawah naungan Kementerian Agama. Tahun 2012,
Pemkab Bengkalis mengalokasikan belanja hibah pembayaran insentif guru
PNS madrasah, guru honor madrasah swasta dan operasional madrasah
sebesar Rp 29,636 miliar.
Herliyan mengatakan, dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya
manausia (SDM) para pelajar di Kabupaten Bengkalis, telah dialokaskan
anggaran beasiswa, yang meliputi beasiswa khusus, beasiswa
miskin/marjinal dan beasiswa berprestasi bagi pelajar dari tingkat
sekolah dasar hingga sekolah tingkat menengah atas.
“Kita sudah mencanangkan wajib belajar 12 tahun sebelum Pemerintah
Pusat mengamanahkan. Ini merupakan bentuk kepedulian kita terhadap
dunia pendidikan. Nah, untuk mendukung program tersebut, tentu harus
kita barengi dengan program lainnya. Seperti pembangunan sarana
sekolah, beasiswa dan lainnya,” ujar Bupati Bengkalis Herliyan Saleh
sejumlah wartawan, di Kantor Bupati Bengkalis, Rabu (5/2/12).
Herliyan juga mengungkapkan, bagi tenaga pengajar atau guru, Pemkab
Bengkalis berupaya melakukan penataan insentif dan distribusi guru
maupun penataan kepala sekolah. “Upaya pendistribusian dan
penyebarluasan guru sangat diperlukan, agar tidak terjadi penumpukan
jumlah guru pada kawasan tertentu, seperti di perkotaan,” katanya
lagi.
“Sebenarnya perbandingan jumlah guru dengan murid ini sudah ideal.
Namun karena pendistribusiannya tidak merata maka masih ditemukan ada
sekolah-sekolah, umumnya yang jauh dari ibukota kecamatan, masih
kekurangan guru. Ini akan menjadi bahan pertimbangan kita,”
tambahnya.***(dik)
| |