|
|
| |
Rabu, 25 April 2012 16:36 Bupati Bengkalis Minta Inspektorat Awasi Dugaan Puskesmas Pungut Biaya
Riauterkini-BENGKALIS- Bupati Bengkalis Herliyan Saleh meminta
Inspektorat Kabupaten Bengkalis mengawasi proses pelayanan di Pusat
Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang ada. Instruksi tersebut menyusul
adanya kabar, bahwa oknum pegawai di salah satu Puskesmas di Bengkalis
memungut bayaran ke pasien. Padahal seperti diketahui bahwa warga
Kabupaten Bengkalis dijamin kesehatannya, apabila sakit melalui gratis
berobat melalui program Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah
(Jamkesmasda) yang sampai saat ini masih digulirkan pemerintah
setempat.
“Saya terima laporan itu. Sangat kita kesalkan jika memang informasi
yang disampaikan kepada saya itu benar. Dengan berbagai dalih si oknum
pegawai Puskesmas menawarkan kepada masyarakat untuk membeli obat ini
dan itu, tapi pasien tersebut harus membayar,” ungkap Herliyan Saleh,
disela-sela memberikan pengarahan Diklat Prajabatan golongan II,
Selasa (24/4/12) kemarin.
Menurut Herliyan, dengan sikap yang diperlihatkan kepada masyarakat
atau pasien itu harus membayar obat-obatan, seiring dengan program
pemerintah yakni, Jamkesmasda. Mental atau prlilaku seperti itu
mestinya tidak terjadi. Apalagi, program Jamkesmasda salah satu
program unggulan dengan harapan melayani masyarakat di bidang
kesehatan.
“Jika ada laporan resmi masuk ke saya. Saya perintahkan Inspektorat
untuk menindaklanjutinya dan memeriksa oknum bersangkutan. Dan terus
mengawasi proses pelayanan masyarakat bidang kesehata tersebut,”
tegasnya.
Terpisah, Anggota DPRD Bengkalis, Sofyan saat dimintai tanggapannya
terkait persoalan tersebut sangat menyayangkan jika benar adanya.
Mirisnya menurut Sofyan, bahwa alokasi anggaran khusus dibidang
kesehatan cukup tinggi setiap tahunnya, khusus pelayanan ke
masyarakat.
“Kita mendukung ada langkah tegas diambil pak Bupati. Jika memang
terbukti, oknum pegawai yang melakukan pelanggaran dan mencoreng
program unggulan pemerintah, Jamkesmasda,” katanya.***(dik)
| |
|