Untitled Document
Rabu, 2 Syawwal 1435 H |
Home > Adventorial >>

Berita Terhangat..
Rabu, 30 Juli 2014 17:34
4 Ruko dan 2 Rumah di Bangun Jaya Rohul Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Rabu, 30 Juli 2014 15:54
Pemkab Inhil Rencana Bentuk Relawan Peduli Kebersihan dari Kalangan Pelajar

Rabu, 30 Juli 2014 13:36
Enam Rumah Karyawan PT SAGM di Inhil Ludes Terbakar

Rabu, 30 Juli 2014 09:13
Penjelasan Tertulis Bank Mandiri Terkait Dugaan Pembobolan Rekening di Duri

Rabu, 30 Juli 2014 08:12
Salam Idul Fitri Perwira Polda Riau dari Negeri Konflik Sudan

Rabu, 30 Juli 2014 01:19
Idul Fitri H+2, Istana Siak Dipadati Wisatawan

Selasa, 29 Juli 2014 19:08
Puluhan Lapak PKL di Jalan Agus Salim Dibongkar Eksavator



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 29 Nopember 2012 08:46
Pelalawan Menyongsong Masa Depan dengan Teknopolitan

Sebuah megaproyek digagas Bupati M Harris. Adalah kawasan Teknolopolitan di Langgam, bekal Pelalawan menyongsong masa depan.

BUPATI Pelalawan HM Harris sangat menyadari betapa beratnya tantangan yang harus dihadapi daerahnya di masa mendatang. Sebagai pemimpin, Bupati M Harris tak ingin sekedar sukses selama priodenya, tetapi juga ingin memberikan warisan berguna bagi generasi penerus Pelalawan.

Berangkat dari kesadaran itulah digulirkan megaproyek kawasan Teknopolitan di Kecamatan Langgam. Sebuah kawasan yang kelak akan menjadi wujud intregrasi industri hulu dan hilir. Sebuah kawasan industri yang bisa menjadi modal bagi Pelalawan menyongsong masa depan.

Tidak mudah memang untuk mewujudkan mimpi besar tersebut. Banyak hambatan dan rintangan harus dilalui. Misalnya dari segi anggaran. Sudah pasti APBD Pelalawan tidak akan sanggung menompangnya. Mengingat, megaproyek Teknopolitan diperkirakan menyedot biaya sekitar Rp 47 triliun. Sebuah jumlah yang sangat besar jika dibandingkan dengan yang hanya berkisar Rp 1,5 triliun setiap tahunnnya.

Tetapi hambatan dan ringatan tak membuat Bupati M Harris berputus asa. Berbagai upaya dilakukan. Terutama bagaimana meyakinkan pemerintah pusat mengenai pentingnya megaproyek ini bagi Pelalawan khususnya dan Indonesia secara umum. Kegigihan itulah yang membuahkan sinyal positif dari pusat yang memberi janji akan memberi bantuan maksimal untuk mewujudkan Teknopolitan di Langgam, Pelalawan.

Janji itulah yang disampaikan Menko Kesra Hatta Rajasa pada 27 Juni 2012 saat berkunjung ke Pelalawan bersama Menristek Gusti M Hatta sempena penandatanganan prasasti Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan Teknopolitan Langgam.

Mengingat pentingnya keberadaan Teknopolitan bagi Pelalawan khususnya dan Indonesia secara umum, Bupati M Harris sangat gigih memperjuangkan terwujudnya pembangunan kawasan Teknopolitan di Langgam. Berbagai upaya ia lakukan. Dimulai dengan meyakinkan semua anggota DPRD Pelalawan dan seluruh Satker di jajaran Pemkab Pelalawan. Kepada mereka diberikan pemaparanan mengenai apa itu Tekhnopolitan dan seperti apa program Tekhnopolitan. Juga dijelaskan keuntungan yang bisa didapat daerah dengan adanya Tekhnopolitan.

Selanjutnya Bupati M Harris tanpa kenal menyerah menawarkan sekaligus minta dukungan program Teknopolitan kepada Pemrpov Riau dan pemerintah pusat. Tidak cukup sekali atau dua kali. Upaya meyakinakan seluruh pihak terkait dilakukan tiada henti.

Kebijakan pembangunan kawasan Teknopolitan di Kabupaten Pelalawan pada dasarnya merupakan bentuk implementasi atau perwujudan upaya percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi sebagaimana diamanatkan didalam peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2010-2025.

Visi MP3EI menggariskan akan menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan merupakan kekuatan 12 terbesar dunia pada tahun 2025 dan 8 besar pada tahun 2045 melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif dan berkelanjutan. Dan strategi untuk mencapai visi itu dengan cara mengembangkan potensi ekonomi nasional melalui pembentukan 6 koridor ekonomi yakni memperkuat konektivitas antar sentra ekonomi, antar daerah, antar wilayah, provinsi serta antar Pulau dan yang terakhir mempercepat kemampuan Sumber Daya Manusia dan Iptek.

Sementara pendekatan yang dilakukan meliputi peningkatan nilai tambah produk daerah dan nasional dengan arti kata mengurangi ekspor bahan baku tetapi memperbesar ekspor bahan jadi, mendorong inovasi, mengintegrasikan pendekatan sektoral dan regional serta memfasilitasi percepatan investasi swasta sesuai dengan dukungan yang dibutuhkan.

Pelaksanaan upaya-upaya peningkatan dan perluasan pembangunan ekonomi dimaksud dilakukan dibawah kordinasi Mentri Kordinator Bidang Perekonomian yang menginstruksikan seluruh Kementrian dan Lembaga Pemerintahan non Kementrian terkait sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masingserta pemerintah daerah sesuai potensi ekonomi daerahnya mensukseskan pencapaian Visi MP3EI.

Daerah juga didorong untuk melaksanakan akselerasi pembangunan didalam koridor ekonomi, serta membagi daerah-daerah sebagai Kawasan Perhatian Investasi (KPI). Kawasan Perhatian Investasi ini merupakan kumpulan beberapa sentra produksi atau kegiatan investasi yang terhimpun di area yang berdekatan. Melalui KPI inilah nanti kebijakan-kebikan peningkatan dan perluasan ekonomi itu dijalankan dengan membangun kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha dan Masyarakat.

Di sisi lain, Kabupaten Pelalawan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah tahun 2011-2016 juga sudah menetapkan beberapa arah pencapaian pembangunan yakni terwujudnya pusat pertumbuhan ekonomi unggulan daerah, berkembangnya industri serta peningkatan Sumberdaya manusi dengan sasaran minimal terbangunnya satu perguruan tinggi di Kabupaten Pelalawan. Arah pembangunan dimaksud ditujukan untuk pencapaian indikator pembangunan pada tahun 2016 dengan rincian sebagai berikut yakni angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencerminkan kesejahteraan masyarakat menjadi 78,5 jumlah penduduk miskin menjadi 10 persen tingkat pengangguran terbuka menjadi 4,2 persen laju pertumbuhan ekonomi menjadi 7,2 persen dan PAD menjadi 10 persen dari penerimaan.

Jika di perhatikan lebih seksama, arah capaian pembangunan kabupaten Pelalawan ini ternyata sejalan dengan strategi dan pendekatan pencapaian visi MP3EI, selanjutnya berdasarkan hasil diskusi intensif pemerintah kabupaten kabupaten Pelalawan dengan kementrian dan lembanga pemerintah non kementrian terkait, disimpulkan membangun kawasan industri sebagai arena atau lapangan yang dipersiapkan bagi masuknya investasi yang didukung penumbuhkembangan dan penguatan inovasi dan riset, penyiapan tenaga kerja trampil dan siap pakai melalui pendirian perguruan tinggi relevan di kawasan tersebut, dan kawasan semacam inilah oleh badan pengkajian dan penerapan tekhnologi disebut sebagai kawasan Teknopolitan.

Meskipun secara eksplisit kata Teknopolitan tidak tercantum dalam RPJMD, namun secara substansi apayang menjadi pilar atau apa yang akan dibangun dikawasan tersebut merupakan sasaran pembangunan yang tertulis didalam RPJMD kabupaten Pelalawan.

Rencana pembangunan kawasan teknopolitan ini dikeroyok oleh sejumlah kementerian, antara lain, Mentri Koordinator Bidang perekonomian RI yang juga merupakan Ketua Harian Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI), Mentri Negara Riset dan Tekhnologi RI serta Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi (BPPT) yang telah melakukan pencanangan pembangunan Pusat Inovasi Pelalawan pada tanggal 10 April 2012 yang lalu. Pencanangan yang telah dilakukan oleh kedua Mentri dan Kepala BPPT itu terus ditindak lanjuti oleh pejabat bawahannya, dengan mengkoordinasikan dokumen dan penyiapan kebijakan teknis.

Salah satu tindak lanjut dimaksud saat ini sedang di proses pengajuan Kabupaten Pelalawan menjadi kawasan Perhatian Investasi pada sistem MP3EI Koridor Ekonomi Sumatera. Dan tahapan-tahapan yang dilakukan meliputi penyampaian proposal pada tanggal 18 April 2012, pemaparan proposal KPI dihadapan Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Sumatera di pekanbaru pada tanggal 13 Juli 2012 yang membahas usulan KPI Pelalawan dan dipimpin oleh Sekjen Kementrian Kehutanan mewakili Mentri Kehutanan selaku ketua Tim Kerja Koridor Ekonomi Sumatera, pada tanggal 24 Juli 2012 keluar rekomendasi Mentri Kehutanan agar kabupaten pelalawan di tetapkan menjadi KPI dengan indikasi investasi sebesar 67 triliyun. Dan saat ini sedang ditunggu rapat pleno KP3EI untuk penetapan Kabupaten pelalawan menjadi salah satu KPI di Koridor Ekonomi Sumatera.

Apabila kabupaten pelalawan sudah terpilih sebagai KPI maka kebijakan peningkatan dan perluasan pembangunan ekonomi seperti pembangunan kawasan tekhnopolitan, pembangunan kawasan wisata Bono, dan bahkan rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus di desa Sokoi akan masuk dalam sistem pembangunan MP3EI yang ditangani secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dengan mendorong masuknya investasi baik dari dalam maupun luar negri.

Banyak kawasan perhatian investasi yang telah ditetapkan di Koridor Sumatera, namun demikian realisasi pembangunan dan realisasi investasinya berbeda antara satu kawasan dengan kawasan lain. Hal ini sangat tergantung pada kesiapan daerah terutama menyangkut konsep pembangunannya, penyediaan lahan yang dibutuhkan dan yang lebih utama adalah kemauan dan tekad pemerintah daerah dalam mensukseskan pencapaian MP3EI.

Konsep pembangunan Teknopolitan yang memadukan peningkatan nilai tambah produk kelapa sawit sebagai komoditas andalan daerah ini, didukung oleh pengembangan terus menerus riset dan inovasi serta pembangunan lembaga pendidikan tinggi sebagai penyediaaan tenaga Kerja terampil dengan kurikulum yang disesuaikan dengan industri yang ada, dalam satu kawasan merupakan metode pencapaian visi MP3EI yang baru.

Dukungan pemerintah pusat terutama melalui komite percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi indonesia sudah sangat jelas, kemauan dan tekad pemerintah kabupaten Pelalawan juga sudah bulat, oleh karenanya momen dan ketepatan waktu mewujudkan setiap pentahapan yang sudah direncanakan harus dipertahankan. Kehilangan momen dapat berakibat pada lemahnya dukungan, hilangnya kepercayaan stake holder, dan hilangnya kesempatan perolehan dan dari pusat serta akan lambatnya realisasi target yang telah ditetapkan.***(Febri Sugiono)

Keterangan Foto:
1. Bupati M Harris saat memaparkan Teknopolitan di Kantor Gubernur Riau.
2. Bupati M Harris menjelaskan Teknopolitan pada anggota DPR RI.
3. Bupati M Harris bersama calon investor ke lokasi Teknopolitan di Langgam.
4. Menristek Gusti M Hatta dan Menko Kesra Hatta Radjasa saat menandatanganan prasasti MP3EI dan persemian Teknopolitan.***






Berita lainnya..........
- Safari Ramadhan 1435 H,
RAPP Berikan Bantuan dan Santunan di 165 Desa

- Bupati Siak Safari Ramadhan untuk Tingkatkan Silaturrahim ke Masyarakat
- Masih 18 Sekolah Menjadi Pilot Project,
2015 Seluruh Sekolah di Pelalawan Wajib Gunakan Kurikulum 2013

- Disnakan Rohul Budidayakan 2 Juta Ekor Ikan
- Dukung Program Pemerintah Pusat dan Daerah,
Dinas Kesehatan Optimis Wujudkan Pelalawan Sehat

- Harapkan Disiplin Pegawai Meningkat, BKD Sosialisasikan PP Nomor 53/2010
- Pemkab Siapkan 90 Stand Gratis,
MTQ ke-14 Tingkat Rohul Akan Diramaikan Pameran Pembangunan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.224.179.98
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com